Ngaji Bareng

Ngaji Bareng Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ngaji Bareng, Religious Center, Purwodadi.

27/03/2023

PENJUDI HIJRAH

27/03/2023

Kesempatan yg di inginkan oleh orang orang yg sudah meninggal

17/01/2021

KISAH NYATA!!!
SATU GEREJA MASUK ISLAM OLEH SEORANG PEMUDA MUSLIM YANG MENJAWAB 22 PERTANYAAN

Teladan Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Muasal Kurban Idul AdhaIbadah kurban setiap Hari Raya Idul Adha berawal dari kisah...
28/07/2020

Teladan Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Muasal Kurban Idul Adha

Ibadah kurban setiap Hari Raya Idul Adha berawal dari kisah kerelaan Nabi Ibrahim AS mengurbankan anak yang sangat ia cintai, Nabi Ismail AS.
Ismail adalah adalah anak yang sangat dinantikan kehadirannya oleh Nabi Ibrahim. Setiap malam, Ibrahim berdoa diberikan anak yang saleh.

Ketika Ismail lahir, Allah memerintahkan Ibrahim untuk membawa anak dan istrinya, Siti Hajar meninggalkan Palestina.

Mereka pergi menyusuri padang pasir yang gersang hingga tiba di lembah tandus--Lembah Bakkah yang kini merupakan Mekkah. Ibrahim lalu meninggalkan Siti Hajar dan Ismail dengan makanan dan minuman seadanya.

Saat meninggalkan Hajar dan Ismail, Ibrahim dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran. Sepanjang perjalanan kembali ke Palestina, dia terus berdoa kepada Allah SWT.

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur," doa Nabi Ibrahim, sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 37.

Siti Hajar dan Ismail pun tinggal berdua di padang pasir tersebut. Setelah berhari-hari, Siti Hajar kehabisan makanan dan air susunya mengering.

Ismail pun menangis kehausan.

Siti Hajar yang panik berlari ke sana ke mari, di antara Bukit Shafa dan Marwah mencari air untuk putranya. Peristiwa ini kini dikenal dengan sa'i--salah satu rukun ibadah haji yakni berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Shafa dan Marwah.

Siti Hajar yang kelelahan pun kembali menuju Ismail. Ismail lalu menghentakkan kakinya dan munculah air jernih. Hajar pun mengumpulkan air tersebut.

"Zam-Zami (berkumpulah-berkumpulah)," kata Siti Hajar.

Kini, sumur itu dikenal menjadi sumur ZamZam.

Ismail pun meminum air tersebut dan tak lagi kehausan. Air tersebut menjadi sumber kehidupan banyak orang.

Ismail tumbuh dan besar di Mekkah dengan didikan Siti Hajar dan juga ayahnya yang kerap datang dari Palestina.

logoGaya Hidup
MASUK DAFTAR
Home
Nasional
Politik Hukum & Kriminal Peristiwa
Internasional
Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika
Ekonomi
Keuangan Energi Bisnis Makro
Olahraga
Sepakbola Moto GP F1 Raket
Teknologi
Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Otomotif
Hiburan
Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom
Gaya Hidup
Kesehatan Kuliner Wisata Tren
Fokus
Kolom
Aku & Jakarta
Music at Newsroom
Terpopuler
Infografis
Foto
Video
TV
Indeks
Download Apps
Ikuti Kami

Home Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Hiburan Gaya Hidup Fokus Kolom Terpopuler Infografis Foto Video Indeks
Home Gaya Hidup Berita Gaya Lainnya
Teladan Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Muasal Kurban Idul Adha
CNN Indonesia
Senin, 27/07/2020 17:34
Bagikan :
Ibadah kurban Hari Raya Idul Adha bermula dari kerelaan Nabi Ibrahim mengurbankan anaknya, Nabi Ismail. Begitu pun Ismail yang pasrah mengikuti perintah Allah.
Ilustrasi: Ibadah kurban Hari Raya Idul Adha bermula dari kerelaan Nabi Ibrahim mengurbankan anaknya, Nabi Ismail. Begitu pun Ismail yang pasrah mengikuti perintah Allah. (Foto: ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibadah kurban setiap Hari Raya Idul Adha berawal dari kisah kerelaan Nabi Ibrahim AS mengurbankan anak yang sangat ia cintai, Nabi Ismail AS.
Ismail adalah adalah anak yang sangat dinantikan kehadirannya oleh Nabi Ibrahim. Setiap malam, Ibrahim berdoa diberikan anak yang saleh.

Ketika Ismail lahir, Allah memerintahkan Ibrahim untuk membawa anak dan istrinya, Siti Hajar meninggalkan Palestina.

Lihat juga: Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan 10 Hari Pertama

Mereka pergi menyusuri padang pasir yang gersang hingga tiba di lembah tandus--Lembah Bakkah yang kini merupakan Mekkah. Ibrahim lalu meninggalkan Siti Hajar dan Ismail dengan makanan dan minuman seadanya.

Saat meninggalkan Hajar dan Ismail, Ibrahim dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran. Sepanjang perjalanan kembali ke Palestina, dia terus berdoa kepada Allah SWT.

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur," doa Nabi Ibrahim, sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 37.

Siti Hajar dan Ismail pun tinggal berdua di padang pasir tersebut. Setelah berhari-hari, Siti Hajar kehabisan makanan dan air susunya mengering.

Ismail pun menangis kehausan.

Siti Hajar yang panik berlari ke sana ke mari, di antara Bukit Shafa dan Marwah mencari air untuk putranya. Peristiwa ini kini dikenal dengan sa'i--salah satu rukun ibadah haji yakni berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Shafa dan Marwah.

Siti Hajar yang kelelahan pun kembali menuju Ismail. Ismail lalu menghentakkan kakinya dan munculah air jernih. Hajar pun mengumpulkan air tersebut.

"Zam-Zami (berkumpulah-berkumpulah)," kata Siti Hajar.

Kini, sumur itu dikenal menjadi sumur ZamZam.

Ismail pun meminum air tersebut dan tak lagi kehausan. Air tersebut menjadi sumber kehidupan banyak orang.

Ismail tumbuh dan besar di Mekkah dengan didikan Siti Hajar dan juga ayahnya yang kerap datang dari Palestina.

Lihat juga: Kisah Nabi Ismail AS, Awal Mula Ibadah Haji dan Kurban
Perintah Menyembelih dan Ibadah Kurban saat Idul Adha
Hingga suatu hari, Ibrahim bermimpi diperintahkan untuk menyembelih anak yang ia sayangi.

"Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" ucap Ibrahim kepada Ismail, sesuai surat As-Saffat ayat 102.

Dengan berserah diri kepada Allah, tanpa ragu Ismail mengemukakan jawabannya.

"Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar," balas Ismail.

Ibrahim dan Ismail pun melaksanakan perintah Allah tersebut. Sebelum penyembelihan, Ismail menyampaikan sejumlah permintaan kepada Ayahnya.

Pertama, Ismail meminta untuk diikat dengan tali agar tidak meronta. Kedua, meminta agar pisau diasah dengan tajam agar tidak kesakitan.

Kedua permintaan tersebut bertujuan agar Ibrahim tak bersedih hati saat menyembelihnya.

Ismail juga meminta agar pakaian yang dikenakannya saat itu diberikan kepada ibunda tercinta, Siti Hajar sebagai kenang-kenangan.

Ibrahim pun mulai menyembelih Ismail dengan membaringkan anaknya. Namun, pisau tajam itu tak mampu menyembelih Ismail yang berserah diri.

Allah lalu mengganti Ismail dengan seekor kambing.

"'Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.' Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar," firman Allah dalam surat As-Saffat 104-107.

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ini kini menjadi ibadah kurban bagi umat Islam.

Ustaz ahli fiqih Muhammad Ajib menjelaskan, apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS merupakan ibadah agung yang penuh keikhlasan karena merelakan anak kesayangannya kepada Allah SWT.

"Ini adalah darah daging yang sangat amat disayangi. Bahkan kelahirannya, sudah diidam-idamkan sejak sangat lama. Dan pada saat sudah terlahir, sedikit besar, dalam kondisi sangat dicintai, tiba-tiba harus rela untuk dilepaskan,"

Untuk meneladani kisah ini, umat Islam disunahkan untuk berkurban. Ibadah ini sekaligus melatih keikhlasan untuk memberikan sebagian harta yang dicintai kepada Allah.

"Untuk meneladani dan menghidupkan sunah itu, dan untuk melatih kerelaan melepas sebagian 'hak milik' kepada sebenar-benarnya Pemilik, maka ibadah qurban ini disyariatkan untuk kita umat Nabi Muhammad SAW," tutur ustaz Ajib yang tergabung di Rumah Fiqih Indonesia.

Hukum ibadah kurban adalah sunah muakkad atau sunah yang sangat kuat, diistimewakan dan dianjurkan sekali.

"Ibadah qurban termasuk ibadah yang pahalanya sangat luar biasa jika kita lakukan karena Allah SWT. Dalam banyak riwayat Nabi Muhammad SAW senantiasa melakukan ibadah qurban setiap datang bulan Dzulhijjah," ucap ustaz Ajib.

Berkurban memiliki sejumlah keutamaan di sisi Allah mulai dari pahala yang besar hingga ampunan atas segala dosa.

DOA BANGUN TIDURاَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ“Alhamdullillahilladz...
16/07/2020

DOA BANGUN TIDUR

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur”

Artinya : “Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

DOA SEBELUM TIDURبِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ“Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut”.Artinya : “De...
16/07/2020

DOA SEBELUM TIDUR

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

“Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut”.

Artinya : “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”. (HR.Bukhari dan Muslim).

15/06/2020
14/06/2020

Address

Purwodadi
58152

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ngaji Bareng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share