29/08/2026
📢⚠️🚨 NASEHAT UNTUK ORANG YANG S**A BERMAKSIAT BAGIAN 4
📌 Hati yang Tertahan Tidak Akan Mampu Melangkah kepada Allah
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata,
وَلَا قَيْدَ أَصْعَبُ مِنْ قَيْدِ الشَّهْوَةِ، فَكَيْفَ يَسِيرُ إِلَى اللَّهِ وَالدَّارِ الْآخِرَةِ قَلْبٌ مَأْسُورٌ مَسْجُونٌ مُقَيَّدٌ؟
"Tidak ada ikatan yang lebih sulit daripada ikatan syahwat. Bagaimana seorang itu berjalan menuju Allah ﷻ dan ke negeri akhirat sementara hatinya tertahan, dipenjara, terikat?"
وَكَيْفَ يَخْطُو خُطْوَةً وَاحِدَةً؟
"Bagaimana dia akan melangkah dengan satu langkah saja?" Susah, sulit.
Seorang saja kalau sudah diikat tangannya, sulit, apalagi diikat tangannya, diikat kakinya. Sama seperti Ini. Dia berada dalam ikatan setan, dia tertahan, dipenjara, dan terikat. Sementara kita ini dituntut untuk beribadah kepada Allāh ﷻ.
Dalam setiap pagi kita bangun dari tidur kita, beraktivitas yang baik, cari bekal untuk akhirat. Sedangkan dia sulit, berat rasanya. Ini adalah tawanan yang sangat berbahaya, yakni tawanan yang sangat sulit bagi dia untuk melepaskan dirinya.
Sulit dan sudah tidak bisa bagi dia untuk melangkah dengan satu langkah saja, sulit baginya.
وَإِذَا تَقَيَّدَ الْقَلْبُ طَرَقَتْهُ الْآفَاتُ
"Maka apabila hati itu telah terikat, didatangi oleh penyakit-penyakit."
Maka datanglah berbagai bencana. Kebaikan berhenti. Kenapa? Karena dalam terikat dia, karena dia tertahan, sulit untuk beramal. Kalau sudah sulit, lalu muncul bencana yang datang. Dibisiki, digoda oleh syaitan untuk mengamalkan dari yang haram, meninggalkan dari kewajiban. Hal yang demikian mudah di sambut olehnya.
Makanya seorang itu jika dia ingin berbuat maksiat, maka dihilangkan rasa malunya, dibikin akalnya tertutup, seperti peminum khamr (minuman keras), akhirnya jadi berani dia untuk bermaksiat di hadapan orang lain, menjadi berani.
Syaitan membuat manusia seperti ini, dibelenggu dulu, lalu ditutup pintu-pintu kebaikan, baru setelah itu, bermaksiat dengan perkara-perkara yang haram, menjadi berani dia dalam melakukannya. Kenapa? Karena hasrat untuk dia berbuat kebaikan ini sudah berat. Adapun kemauan untuk berbuat keburukan menjadi mudah Disini dia dibuat mudah untuk berbuat keburukan dan kejahatan.
وَإِذَا تَقَيَّدَ الْقَلْبُ طَرَقَتْهُ الْآفَاتُ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ بِحَسَبِ قُيُودِهِ
"Ketika hatinya itu terikat, maka datanglah berbagai bencana dari segala penjuru sesuai dengan ikatannya."
Semakin banyak ikatan dia, maka semakin banyak dari bencana-bencana yang datang. Semakin dia dibelenggu oleh syahwatnya, maka semakin banyak dari bisikan-bisikan syaitan untuk dia melakukan maksiat.
Jadi orang yang dibelenggu oleh Syetan itu bertingkat-tingkat. Makanya ada maksiat yang dia disebut mujahir bis suu' (bermaksiat secara terang-terangan, tidak malu lagi), ada seorang yang bermaksiat tapi tidak mujahir (bermaksiat tapi masih sembunyi-sembunyi).
Ada seorang yang berbuat maksiat masih malu-malu, minum khamr di tempat yang sepi, judi di tempat yang tidak dikenali, zina juga sama seperti itu, masih malu. Ada yang kelasnya sudah terang-terangan, mengajak orang lain, bahkan ditampakkan, dibanggakan. Ini mujahir bis suu', orang-orang yang terang-terangan di dalam berbuat kmaksiat. Orang yang seperti ini berarti belenggunya banyak.
📚 Disarikan dari Dars Kitab Ad-Dā' wa ad-Dawā karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
📍 Lokasi: Masjid Al-Khoir – Ma'had Dārul Atsār Purwakarta
🎙️ Pemateri: Al-Ustādz Maḥmūd bin Aḥmad Barjīb حفظه الله تعالى
⚪ Channel Telegram:
🔗https://t.me/Faedah_Al_Ustadz_Mahmud_Barjib
🔗https://whatsapp.com/channel/0029VbBZHEq1yT2BlciPqG0R
🔗 https://www.facebook.com/share/1abipYntqW/
🔗 https://t.me/salafypurwakarta
🔗 https://t.me/firqotun_naajiyah