Mushola Al Mutaalimin Desa Karangtengah Kertanegara

Mushola Al Mutaalimin Desa Karangtengah Kertanegara Fanspage resmi mushola Al Mutaalimin, RT 3 RW 1 Desa Karangtengah Kec. Kertanegara Kab. Purbalingga Jawa Tengah. Sarana Dakwah dan informasi kajian Islam

Dzikir Pagi dan Petang Versi FULL
12/01/2023

Dzikir Pagi dan Petang Versi FULL

الـحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد: Pada beberapa postingan sebelumnya telah kita ketengahkan Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa format file, namun karena…

08/04/2021
BUKU PANDUAN TPAMonggo yg berkenan buku panduan mengajar TPA. Buku ini berisi ringkasan ilmu tajwid, doa-doa, fikih ring...
01/04/2021

BUKU PANDUAN TPA

Monggo yg berkenan buku panduan mengajar TPA. Buku ini berisi ringkasan ilmu tajwid, doa-doa, fikih ringkas, akidah, kisah-kisah, permainan sederhana dan lainnya. Insyaallah cukup membantu para pengajar/pengelola TPA. Bisa dicetak dan dibagikan asal bukan untuk kepentingan komersil. Meskipun sederhana, TPA memengang perangan sangat penting u cetak generasi Qur'ani di tengah masyarakat. Download pdf gratis di: https://drive.google.com/file/d/11MZSvZ5tLPvMFLWwrctiivPddEdq7ZQp/view?usp=sharing

Semoga bermanfaat. Bisa dishare ke yg lain.

16/11/2020

"BAJU LO KEREN BRO, TAPI BOHONG"

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjamin rumah di surga bagi mereka yang meninggalkan berkata dusta walaupun dalam hal bercanda.

👤 Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.”

📚 (HR. Abu Dawud no. 4800)

Source: muslim.or.id
Repost from IG .ghuroba
                                               

10/11/2020
24/05/2020

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Perkenankan kami mengucapkan :

*"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H"*

تقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ

_“Taqabbalallahu minna wa minkum,”_

_Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian._
Semoga Allah _ta'ala_ berkenan menerima amal shalih kita selama bulan Ramadhan, dan menjauhkan kita dari siksaanNya.
Sebagaimana kita juga memohon kepada Allah _azza wa jalla,_ semoga Allah angkat wabah *Covid-19* dari negeri kita Indonesia serta negeri-negeri kaum Muslimin di dunia.
_Aamiin_ .

[ Admin Mushola Al Mutaalimin Desa Karangtengah ]

ADAKAH SHALAWAT KHUSUS (TARHIM) YANG DILANTUNKAN SEBELUM DUKUMANDANGKAN ADZAN...???Ada sebuah kebiasaan umat Islam (khus...
14/05/2020

ADAKAH SHALAWAT KHUSUS (TARHIM) YANG DILANTUNKAN SEBELUM DUKUMANDANGKAN ADZAN...???

Ada sebuah kebiasaan umat Islam (khususnya di Indonesia), yang sudah lama mengakar di masyarakat, yaitu kebiasaan membunyikan kaset sholawat atau tarhim di masjid-masjid sebelum Muadzdzin mengumandangkan adzannya.

Di sebagian tempat lagi, ada yang langsung ber-sholawat dengan lisannya melalui loud speaker dengan suara keras. Suara mereka didengarkan oleh orang-orang yang berada di kampung dan tempat sekitar. Alasannya sih untuk mengingatkan dekatnya waktu sholat.

Menurut informasi dari berbagai sumber bahwa lafaz Sholawat tersebut berasal dari sebuah puisi yang dikarang oleh Mahmud Al-Khusairi dan sering dilantunkan oleh Abdul Aziz Al-Mishri.

Adapun lafaz shalawat (syair/puisi) nya adalah :

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk..
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh..
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk..
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh..
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk..
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh..
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk..
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu..
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu..
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman..
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm..
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh..
Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în..

Artinya :

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu..
Duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah..
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu..
Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik..
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu..
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah..
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu..
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi..
Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur..
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu
dan engkau menjadi imam..
Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu..
dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu..
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah..
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Tapi apakah hal ini dibenarkan dalam syariat dan memiliki dasar sehingga kita menyatakannya boleh atau sunnah?
Pertanyaan semisal ini telah dijawab oleh para ulama dalam Lembaga Pemberi Fatwa (Al-Lajnah Ad-Da’imah) di Timur Tengah, yang kala itu memberikan jawaban,

“Bersholawat dan bersalam kepada Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- sebelum adzan dan juga mengeraskannya usai adzan bersama (bersambung) dengan adzan termasuk bid’ah yang diada-ada dalam agama. Sungguh telah tsabit (nyata) dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَد

“Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan bagian dari (ajaran kami), maka ia (hal itu) adalah tertolak/tidak-diterima”. [HR. Al-Bukhoriy (no. 2697) dan Muslim (no. 1718) (17)]

Di dalam sebuah riwayat,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tak ada padanya / bukan urusan (agama) kami, maka ia (amalan) itu tertolak/tidak-diterima”. [HR. Muslim (no. 1718) (18)]

Wabillahit taufiq wa shollallahu ala Nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shohbihi wa sallam”.

[Sumber Fatwa: Fataawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Iftaa’ (2/501/no. 9696)]

Bagaimana Hukum Mendengarkan musik saat berpuasa
07/05/2020

Bagaimana Hukum Mendengarkan musik saat berpuasa

Address

Dusun II, Karang Tengah, Kertanegara, Kabupaten Purbalingga 53354
Purbalingga
53358

Telephone

085211499844

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mushola Al Mutaalimin Desa Karangtengah Kertanegara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category