10/07/2026
HANYA GURU PAUD DAN SD?
Oleh: Abdullah Zaen
Di tengah masyarakat, masih ada anggapan bahwa profesi dosen lebih bergengsi daripada guru SMA, guru SMP, apalagi guru PAUD dan SD. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang diajar, dianggap semakin tinggi p**a prestise profesinya.
Padahal, fakta justru menunjukkan sebaliknya. Di negara-negara yang memiliki sistem pendidikan maju, seperti Finlandia, guru pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar harus memiliki kompetensi yang sangat tinggi. Bahkan, untuk menjadi guru pada jenjang tersebut umumnya disyaratkan memiliki kualifikasi minimal magister (S2). Mengapa? Karena mereka memahami bahwa fondasi kehidupan seseorang dibangun pada usia-usia awal.
Dalam pandangan Islam, mendidik anak-anak juga merupakan ladang pahala yang sangat besar. Sebab, fondasi ilmu, akidah, ibadah, akhlak, dan kepribadian seorang manusia umumnya ditanamkan sejak usia dini. Apa yang tertanam pada masa PAUD dan SD akan sangat memengaruhi perjalanan hidupnya hingga dewasa.
Karena itulah, pernah muncul sebuah pernyataan yang sangat menarik dari seorang tokoh nasional:
"Kalau ada pejabat yang korupsi, jangan langsung bertanya, 'Dia kuliah di mana?' Tapi tanyakanlah, 'Dulu PAUD dan SD-nya di mana?'"
Ungkapan ini ingin menegaskan bahwa karakter seseorang tidak dibentuk ketika ia sudah dewasa, tetapi sejak masa kanak-kanak.
Karena itu, jangan pernah merasa rendah hanya karena menjadi guru PAUD atau SD. Justru di tangan Andalah fondasi sebuah generasi sedang dibangun.
Maka, jangan berhenti belajar. Teruslah meningkatkan kompetensi. Konsistenlah mengevaluasi kualitas pendidikan yang kita berikan.
Bukan hanya bertanya:
• Sejauh mana kemampuan kognitif dan penguasaan materi anak?
• Bagaimana kualitas bacaan al-Qur’an anak didik kita?
Tetapi juga:
• Bagaimana kualitas ibadah mereka?
• Bagaimana perkembangan akhlaknya?
• Apakah mereka semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam?
• Apakah mereka tumbuh menjadi anak-anak yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, berempati, dan beradab?
Karena guru PAUD dan SD bukan sekadar mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Guru PAUD dan SD sedang membangun manusia. Dan tidak ada pekerjaan yang lebih mulia daripada membangun manusia sejak fondasinya.
Fondasi pertama yang harus dibangun bukan banyaknya ilmu. Melainkan baiknya adab. Sebab, ilmu akan menjadi cahaya jika dibangun di atas adab. Karena itu, para ulama sejak dahulu lebih dahulu menanamkan adab sebelum memperbanyak ilmu.
Imam Ibnu Sirin (w. 110 H) rahimahullah berkata, “Dahulu para salaf mempelajari adab, sebagaimana mereka mempelajari ilmu”.
Majalengka, 14 Muharram 1448 H / 10 Juli 2026 M
AGEN KEBAIKAN
REG:NAMA KELAMIN = 081128087654
Bergabung channel WA
https://whatsapp.com/channel/0029Vb1xBMP42DcjWQVvZ61L
Facebook
www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/
Telegram
https://t.me/ustadzabdullahzaen
Soundcloud
https://soundcloud.com/ustadzabdullahzaen
Instagram
https://www.instagram.com/abdullahzaenofficial/
Youtube
https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma