22/02/2026
Musibah banjir yang melanda wilayah Probolinggo dan sekitarnya bukanlah sekadar fenomena hidrometeorologi biasa. Jika kita menelaah lebih dalam melalui kacamata tadabbur, ini adalah sebuah "protes" eksistensial dari alam semesta. Kita sedang menyaksikan dampak nyata dari Antroposentrisme, sebuah cara pandang yang menempatkan manusia sebagai pusat segalanya, sehingga merasa berhak mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas.
Filosofi Bahtera dan Keberlanjutan
Mari kita menilik hikmah dari kisah Nabi Nuh AS. Perintah Allah untuk menanam pohon selama satu abad sebelum membangun bahtera adalah manifestasi dari konsep Keberlanjutan (Sustainability) yang paling murni. Beliau tidak melakukan ekstraksi sumber daya alam secara serampangan. Sebaliknya, ada proses preservasi dan konservasi yang dilakukan jauh sebelum pemanfaatan dilakukan. Tetua kita pun mewariskan kearifan lokal yang serupa: keseimbangan antara apa yang diambil dan apa yang ditanam kembali.
Anatomi Kerusakan: Deforestasi hingga Krisis Ekologi
Hari ini, tatanan alam yang semula presisi mulai koyak. Fenomena yang kita hadapi saat ini adalah akumulasi dari berbagai pengabaian.
Deforestasi Masif: Penggundulan hutan yang menghilangkan fungsi pohon sebagai penyerap karbon dan penahan laju air.
Disfungsi Irigasi: Tata kelola drainase yang sporadis dan tidak terintegrasi secara hidrologis.
Kepadatan Demografis: Pemukiman yang semakin padat tanpa mengindahkan Koefisien Dasar Hijau (KDH).
Polusi Sampah: Material non-organik yang menyumbat arteri-arteri bumi (sungai dan selokan), memicu sedimentasi yang memperparah luapan air.
Banjir adalah bentuk orkestra cinta yang berubah menjadi peringatan keras karena kita telah merusak harmoninya.
Belum terlambat untuk melakukan rehabilitasi dan restorasi. Mari kita mulai dari langkah kecil: kurangi sampah, tanam kembali pohon di lingkungan sekitar, dan dukung kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Mari kita jaga Probolinggo bukan hanya dengan doa, tapi dengan tindakan nyata yang selaras dengan hukum alam dan ketentuan Sang Pencipta.