08/10/2025
Ringkasan Mauidhoh Hasanah Lailatul Ijtima
Pengurus Ranting NU Desa Batujai
di Masjid Ronseng, malam Selasa 15 Rabiul Akhir 1447
Oleh : TGH. L. Nurul Maswa Ibrahim, M.Pd.I ( Rois Syuriah MWC NU Praya Barat, Lombok Tengah )
1. Lailatul ijtima merupakan satu tradisi yang baik yang ditinggalkan oleh para pendahulu di lingkungan NU. Dalam istilah Sasak disebut sebagai "pengadik-adik/pengadek-adek dengan toaq" yang harus dilestarikan oleh warga NU saat ini dan bahkan oleh generasi generasi berikutnya, agar ruh dan ilmu kita tetap bersambung dengan para pendahulu, juga agar sesama warga NU terjalin erat hubungan yang baik...
2. Lailatul Ijtima dimulai dengan sholawatan, sholat ghoib, tilawah al-Qur'an sampai dengan mauidhoh hasanah atau muhasabah biasanya disampaikan oleh unsur Syuriyah kemudian diakhiri dengan do'a.
3. Di bagian awal beliau menyebut hukum yang berkaitan dengan sholat ghoib yaitu bahwa para ulama berbeda pendapat dalam memandang sholat ghoib, diantaranya yang paling pendek rentang waktu dibolehkan sholat ghoib adalah 3 hari setelah meninggalnya seseorang, berikutnya 4 hari, 5 hari bahkan ada yang berpendapat selama rentang waktu 4 bulan... Nanti kita cari sumbernya
4. Beliau menyebutkan wirid atau zikir setelah sholat sangat penting untuk dilakukan seperti kebiasaan para shalihin agar tidak disamakan seperti kera sebagaimana Kalam ulama
من ليس له ورد فهو قرد
من لم يكن له ورد فهو قرد
5. Beliau menambahkan jangan lupa kirim doa dan bersedekah untuk orang yang sudah meninggal dunia, terutama para guru dan keluarga dan leluhur. Sedekah tidak hanya sebatas materi tetapi lebih dari itu bacaan2 mulia seperti al-Qur'an dan kalimah toyyibah lainnya adalah sesuatu yang sangat dinantikan oleh orang yang sudah meninggal dunia...
6. Definisi orang Sholeh
هم القائمون بحقوق الله و حقوق العباد
Mereka yang dengan teguh dapat menjunjung tinggi hak hak Allah dan memenuhi hak hak hamba.
Jangke berang kendingm sujud lamun ndik ye tanm kance Semeton jari jek percume, sie2, edak kenen. Solahm Bai Kun dengan laguk ndekm sembahyang masih edak kenen ...
Beliau juga mengutip QS Ali Imran ayat 112...
Beliau mencontohkan dengan seorang yang mempunyai rumah dengan posisi lebih tinggi daripada yang lain, kemudian saluran pembuangan airnya tidak dibuat bagus sehingga mengalir kemana-mana yang dapat mengganggu warga sekitar, bahkan air yang bercampur dengan najis itu ada yang sampai mengalir ke jalan umum sehingga dapat memercikkan air mutanajis tersebut ke pakaian para pejalan kaki atau pengendara.
Kata beliau, Kelak semua itu dia akan pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Karena itu belajar lah berusahalah agar termasuk dalam barisan orang-orang Sholih, terjaga dengan baik hablun min Allah dan hablun min Annas ..
Yang merangkum :
Gus Fawa'id ( Moh Fawaid )
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Bahiyatul Akbar (BAHA) Ketangge Daye
Wakil Ketua Tanfidziah PRNU Desa Batujai
PCNU Lombok Tengah
PW NU NTB