08/08/2026
Apakah penduduk asli Amerika adalah Muslim yang tidak diketahui oleh umat Islam?
Ada rahasia berbahaya yang telah tersembunyi di arsip Spanyol dan Portugal selama ratusan tahun. Bukti dan petunjuk sejarah menjelaskan rahasia ini: bahwa penduduk asli Amerika adalah orang-orang Muslim yang dimusnahkan karena kebencian terhadap Islam dan Muslim. Sebelum pembaca berpikir ini hanyalah imajinasi seorang penulis yang percaya pada teori konspirasi, kita harus meninjau fakta-fakta sejarah dari masalah serius ini:
Pada abad ke-4 Hijriah: Sejarawan Al-Mas'udi menyebutkan dalam bukunya
مروج الذهب و معادن الجوهر
(Padang Rumput Emas dan Tambang Permata) yang ditulis pada tahun 345 Hijriah/956 M, bahwa seorang petualang dari Cordoba bernama Khashkhash ibn Sa'id ibn al-Aswad menyeberangi Laut Kegelapan bersama sekelompok sahabatnya hingga mencapai tanah di seberangnya. Ia kembali pada tahun 276 Hijriah/889 M. Sekembalinya, Khashkhash melaporkan menemukan orang-orang di tanah yang telah dicapainya. Oleh karena itu, ketika Al-Mas'udi menggambar peta dunia, ia menggambarkan sebuah negeri di balik Laut Gelap, yang ia sebut الارض المجهولة
"Negeri yang Tak Dikenal," sementara Al-Idrisi menyebutnya ارضا وراء بحر الظلام "Negeri yang Agung." Ini menunjukkan bahwa pada abad ke-3 Hijriah/abad ke-9 Masehi, umat Islam mengetahui bahwa ada sebuah negeri di balik Laut Gelap. (Kisah para petualang ini, yang merupakan sepupu, disebutkan dalam tulisan ahli geografi Krachkovsky dan didokumentasikan pada tahun 1952 Masehi di Universitas Whitewater di Brasil.)
Abad ke-5 Hijriah: Syekh Berber Yasin al-Jazuli menyeberangi Samudra Atlantik dan melakukan perjalanan ke wilayah utara Brasil dengan kelompok pengikutnya. Islam menyebar di sana, dan sebuah wilayah besar didirikan yang merupakan bagian dari negara Almoravid. Kota-kota masih menyandang nama-nama kota Islam, seperti Tlemcen, Marrakesh, dan Fez, hingga saat ini.
Abad ke-6 Hijriah: Al-Sharif Al-Idrisi, yang hidup pada abad ke-6 Hijriah (abad ke-12 Masehi), antara tahun 492-576 Hijriah (1099-1180 Masehi), menyebutkan dalam bukunya "Kerajaan dan Rute" kisah para pemuda petualang. Sekelompok dari mereka berlayar dari Lisbon (sekarang ibu kota Portugal), yang saat itu berada di bawah kekuasaan Muslim. Para petualang ini menyeberangi Samudra Atlantik, dan beberapa kembali. Mereka menceritakan kisah mereka, menyatakan bahwa mereka mencapai suatu negeri yang mereka gambarkan, beserta para penguasanya. Anehnya, mereka menyebutkan menemukan orang-orang di sana yang berbicara bahasa Arab! (Pada tahun 898 Hijriah / 1493 Masehi) Christopher Columbus sendiri menulis dalam jurnalnya bahwa "penduduk asli Amerika mengenakan pakaian katun yang mirip dengan yang dikenakan oleh wanita Muslim di Granada." Ia juga menyebutkan menemukan sebuah masjid di Kuba. Patut dicatat bahwa dokumen gencatan senjata pertama antara Christopher dan penduduk asli Amerika ditandatangani oleh seorang pria Muslim (dokumen tersebut berada di Museum Sejarah Amerika, ditandatangani dengan aksara Arab oleh seorang pria penduduk asli Amerika bernama Muhammad!).
(Pada tahun 961 H / 1564 M) Bangsa Eropa menggambar peta Florida di Amerika yang menunjukkan kota-kota dengan nama-nama yang ditemukan di Andalusia dan Maroko, seperti Marrakesh, Majorca, dan Cadiz. Agar nama-nama ini menjadi nama Arab, pasti telah terjadi migrasi Arab setidaknya satu atau dua ratus tahun sebelum tanggal tersebut.
Sumber:
facebook قصص من التاریخ