PD NWDI Lombok Tengah

PD NWDI Lombok Tengah NWDI Daiman Abada

15/06/2026
15/06/2026

Alhamdulillah, Universitas Hamzanwadi kembali memberangkatkan 9 mahasiswa Program Studi Pariwisata untuk mengikuti program magang Internasional di Jepang. ๐Ÿ’š

15/06/2026
31/05/2026
Ketika Syekh Dahlan Digigit Anjing ketika ke MasjidBy : Alfan sewuSyekh Ahmad Zaini Dahlan w. 1886 dikenal sebagai M***i...
28/05/2026

Ketika Syekh Dahlan Digigit Anjing ketika ke Masjid
By : Alfan sewu

Syekh Ahmad Zaini Dahlan w. 1886 dikenal sebagai M***i Syafiโ€™iyah, penulis produktif, dan maha guru dari para ulama asal Nusantara.

Pagi buta di musim haji beliau terburu-buru ke masjidil haram. Ketika sudah dekat masjid, sial, beliau tak sengaja menginjak kaki anjing. Sontak anjing lompak mengoyak baju dan menggigit paha beliau!

Lahaula wala quwwata illa billah

Beliau terpikir untuk pulang ganti baju dan membersihkan diri dari najis mughallazhah, tapi diurungkan.

โ€œJika saya kembali, jelas ketinggalan kesempat shalat jamaah. Ini anjing jelas syetan supaya saya kehilangan kesempatan,โ€

Beliau memilih lanjut. Tak bergeming dengan peristiwa tadi. Setelah selesai berjamaah, beliau mengabarkan peristiwa pagi tadi ke murid-muridnya dan alasan kenapa beliau tetap lanjut ke masjid karena mengikuti Mazhab Imam Malik yang menyatakan anjing tidak najis, termasuk air liurnya.

Beliau mengabarkan bukan tanpa tujuan, tapi untuk mengajarkan murid-muridnya untuk tidak fanatik. Apalagi berlaku tasydid (memberatkan) masyarakat sebab agama sangat lapang.

ุฅู†ูŠ ู„ุง ุฃุฎุจุฑูƒู… ุจู‡ุฐุง ุฅู„ุง ู„ุชุชุฑูƒูˆุง ุงู„ุชุนุตุจ ูˆุงู„ุชุดุฏูŠุฏ ุนู„ู‰
ุงู„ู†ุงุณ ู„ูุณุญุฉ ุงู„ุฏูŠู† ูˆูˆุณุนู‡

Tadzkirun Nas, 47

Setiap kali kita membuka Instagram, TikTok, atau YouTube, ada sebuah kekuatan tidak kasat mata yang bekerja di balik lay...
28/05/2026

Setiap kali kita membuka Instagram, TikTok, atau YouTube, ada sebuah kekuatan tidak kasat mata yang bekerja di balik layar. Ia memilihkan video, menebak preferensi, dan memahami selera kita dengan sangat akurat hingga kita betah menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar. Kita mengenalnya dengan sebutan akrab: algoritma.

Dalam ulasannya, Ferry Irwandi mengingatkan kita pada sebuah fakta sejarah yang sering kali luput dari ruang diskusi modern. Kata "algoritma" yang kita sebut setiap hari itu tidak lahir dari laboratorium canggih di Amerika Serikat, melainkan dari nama seorang ilmuwan besar abad ke-9 bernama Al-Khwarizmi.

Untuk memahami bagaimana cetak biru dunia modern ini terbentuk, kita harus melangkah mundur ke masa ketika Eropa sedang mengalami stagnasi ilmiah. Di belahan bumi lain, tepatnya di Baghdad, sebuah pusat intelektual bernama Bait al-Hikmah (House of Wisdom) sedang tumbuh menjadi ekosistem berpikir paling progresif di dunia.

Ferry Irwandi menggambarkan tempat ini sebagai ruang perjumpaan budaya yang luar biasa, di mana manuskrip dari Yunani, Persia, hingga India diterjemahkan dan diperdebatkan. Di tengah lingkungan yang merayakan ilmu pengetahuan inilah, Al-Khwarizmi hadir bukan sekadar sebagai matematikawan, melainkan sebagai seorang problem solver yang visioner.

Pencapaian terbesar Al-Khwarizmi bermula dari sebuah buku panduan matematika yang ia tulis dengan judul yang sangat panjang. Melalui karya monumental tersebut, ia memperkenalkan sebuah konsep restrukturisasi masalah yang kita kenal hari ini dengan nama aljabar (algebra).

Sebelum era Al-Khwarizmi, manusia menghitung secara acak tanpa sistem terstruktur yang baku. Beliau datang membawa paradigma baru: jika menghadapi sebuah masalah, rapiin dulu bentuknya, sejajarkan sisi kiri dan kanan, lengkapi yang kurang, baru cari jawabannya. Aljabar, pada hakikatnya, adalah metode logis untuk menjinakkan kekacauan menjadi sebuah kepastian.

Namun, warisan terbesar Al-Khwarizmi yang membentuk fondasi teknologi hari ini adalah standarisasi sistem bilangan Hindu-Arab (angka 0 sampai 9). Ketika karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, nama beliau diserap menjadi Algoritmi, yang kelak berevolusi menjadi istilah algoritma.

Ferry Irwandi menyederhanakan makna algoritma sebagai prosedur langkah demi langkah untuk menyelesaikan suatu persoalan. Mulai dari urutan memasak mi instan di belakang bungkus kemasan, hingga instruksi rumit yang menggerakkan kecerdasan buatan (AI) saat ini, semuanya menggunakan logika prosedural yang dirumuskan oleh beliau.

Peradaban manusia tidak pernah melompat secara tiba-tiba dari ruang hampa. Setelah konsep aljabar dan algoritma diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12, barulah peradaban Barat mulai belajar menyelesaikan persamaan rumit, memicu revolusi sains, yang kemudian melahirkan revolusi industri hingga sistem keuangan modern kita saat ini.

Kejeniusan Al-Khwarizmi tidak tumbuh secara organik sendirian, melainkan karena didukung oleh patronase negara yang kuat. Ferry Irwandi menggarisbawahi bahwa stabilitas politik dan surplus ekonomi Baghdad kala itu diinvestasikan langsung untuk membiayai riset jangka panjang, sebuah bukti bahwa ilmu pengetahuan membutuhkan ekosistem yang sehat untuk bisa berkembang pesat.

Sebuah ironi besar terjadi di zaman kita sekarang, di mana hampir semua orang membicarakan algoritma setiap hari, namun nama Al-Khwarizmi justru pelan-pelan mulai dilupakan dari ingatan kolektif. Padahal, beliau adalah arsitek utama di balik cara berpikir disiplin yang menggerakkan seluruh perangkat digital di tangan kita.

Pelajaran terpenting dari Al-Khwarizmi adalah bahwa sebuah bangsa menjadi maju bukan hanya karena memiliki individu-individu yang pintar, melainkan karena mereka berhasil membangun sistem agar kecerdasan tersebut bisa diwariskan lintas generasi. Aljabar adalah bahasanya, dan algoritma adalah prosedurnya.

Jadi, setiap kali layar HP-mu terasa sangat memahami isi kepalamu, memunculkan tontonan yang pas, dan membuatmu terisolasi dalam gelembung linimasa, ingatlah satu nama: Al-Khwarizmi. Dialah sang pemikir muslim yang cetak birunya melintasi waktu seribu tahun untuk membentuk dunia kita hari ini.

Melihat bagaimana sebuah sistem berpikir dari abad ke-9 bisa mendikte hidup kita di abad ke-21, apakah menurutmu teknologi hari ini benar-benar membebaskan cara berpikir manusia, atau justru mengurung kita dalam algoritma yang diciptakan untuk memenjarakan perhatian kita? Tulis opinimu di kolom komentar di bawah dan jangan lupa share postingan ini ke teman-temanmu agar kita tidak melupakan sejarah!

sumber : Logika Filsuf

Taukah kamu ada 32 Ulama Nusantara yangKini Beristirahat di Tanah Suci  Maโ€™la: Tanah Maโ€™la bukan sekadar pekuburan biasa...
28/05/2026

Taukah kamu ada 32 Ulama Nusantara yang
Kini Beristirahat di Tanah Suci Maโ€™la:

Tanah Maโ€™la bukan sekadar pekuburan biasa. Di utara Masjidil Haram, di tempat Sayyidah Khadijah dan para sahabat berbaring, kini bersemayam 32 ulama Nusantara yang menghabiskan hidupnya untuk menyebarkan cahaya Islam hingga ke pelosok negeri.

Mereka pergi jauh dari kampung halaman. Meninggalkan keluarga, pesantren, dan umat yang mencintainya. Bukan untuk mencari dunia, tapi untuk menyempurnakan ibadah, dan pulang ke haribaan Allah di tempat yang paling mulia.

Dari Syekh Nawawi Al-Bantani hingga KH. Maimoen Zubair, nama-nama ini mungkin jarang disebut di mimbar. Tapi sanad ilmu, doa, dan berkah mereka mengalir sampai hari iniโ€”ke pesantrenmu, ke ngajimu, ke hidupmu. Berikut ini daftar 32 nama ulama yang dimakamkan di Maโ€™la.

1. Syekh Ahmad Khatib As-Sambasy, Kalimantan Barat, Guru kepada KH. Hasyim Ashaari (w. Safar 1217 H / 1802 M).

2. Maulana Syekh Ismail al-Minankabawi, penyebar al-Khalidiyah pertama (w. 1280 H / 1863 H).

3. Syekh Nawawi bin Umar al-Bantani (w. 25 Syawal 1314 H/29 Maret 1879 M).

4. Syekh Ahmad Khatib al-Minkabawi (w. 19 Jumadil Awwal 1334 H/13 Maret 1916 M).

5. Syekh Mahfudz al-Tarmasi (w. 1 Rajab 1338 H/22 Maret 1920 M).

6. Syekh Abdul Hamid al-Qudsi (w. 9 Rajab 1334 H/12 Mei 1915 M).

7. Syekh Ahmad Nahrawi al-Banyumasi (w. 1926 M).

8. Syekh Sayyid Muhsin bin Ali al-Musawa (w. 10 Jumadis Tsani 1354 H/28 September 1935 M).

9. Syekh Nuh Jamaluddin al-Kelantani (w. 21 Rejab 1367 Hijrah bersamaan 29 Mei 1948 M).

10. Syekh Othman Jalaluddin, anak murid tok kenali (1371H / 1952 Masihi).

11. Syekh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi (w. 1376 H/1956 M).

12. Syekh Ali bin Abdullah al-Banjari (w. 1370 H/1950 M).

13. Syekh Abdul Qadir al-Mandaili (w. 20 Rabi'ul Akhir 1385 H/18 Agustus 1965 M).

14. Syekh Wan Ismail bin Wan Abdul Qadir - Pak Da Eil Mekkah (w. 9 Rejab 1385 H / 3 November 1965 M).

15. KH. Abdul Karim bin KH. M. Hasyim Asy'ari (w. 1972 M).

16. Syekh KH. Muslih Abdurrahman Mranggen Demak (w. 1908 M / 1981 M).

17. Asy-Syaikh Muhammad Salih Tok Kenali, anak Tok Kenali (w. Jumaat 22 Ramadan 1404 H/22 Jun 1984 M).

18. Syekh Abdullah Durdum al-Padani (w. 27 Sya'ban 1407 H/27 April 1987 M).

19. Syekh Abdul Rahim al-Kalantani (w. 1410H / 1990 Masihi).

20. Syekh Muhammad Yasin bin Isa al-Padani (w. 28 Dzulhijjah 1410 H/23 Juli 1990 M).

21. Al 'Alim Al Arif Billah Asy Syekh TGH. Muhsinin bin Abdussatar Kediri Lobar, (w. 27 Jumadil Awwal 1418 H/30 September 1997 M).

22. KH. Abdul Malik, Putra dari KH M***i bin Haji Salim PP.Babakan Tegal (w. tahun 2000 M).

23. Syekh Abdul Fattah Rawa (w. 1424 H/2003 M).

24. Tuan Guru Haji Sabran Asmawi, Bagan Serai, Malaysia (w. Isnin 11 Zulhijjah 1427 H / 1 Januari 2007 M).

25. Syekh abdullah zawawi, 86 Tahun (anak paling bongsu tok kenali), meninggal pada tahun (w. 1432 Hijrah / 2011 Masihi).

26. KH. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin, Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Ahmadiyah, Situbondo (w. Jumaat 14 Jumadil Awwal 1433 H/6 April 2012 M).

27. KH. Ahmad Jamhuri Al-Banjari (w. 8 Rejab 1436 H / 27 April 2015).

28. KH. Maimoen Zubair (w. 5 Dzulhijjah 1440 H/6 Agustus 2019 M).

29. Mbah Nawawi bin KH. Abdul Karim, Lirboyo (tiada maklumat tarikh).

30. Habib Hamid bin Yahya, Sokaraja Banjamas, guru kepada Al-Habib Lufti Yahya (tiada maklumat tarikh).

31. Tuan Guru Haji Mahmud, wakil Syaikh Haji anak kepada Tok Kenali Kelantan (tiada maklumat tarikh).

32. Syekh Abdullah As Sangguri, Ketua Ulama Qurra Mekah, Melayu Songgora/Songkhla (tiada maklumat tarikh).

Mari sejenak kita kirimkan hadiah doa kepada beliau semua, semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan semoga kita tetap istiqomah meneladani beliau.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู…ูŽุดูŽุงูŠูุฎูู†ูŽุง ูˆูŽู„ูู…ูŽู†ู’ ุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุฑูู…ู’ู‡ูู…ู’ ุจูุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูููŠ ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏ ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ู ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ

Allahummaghfir li masyayikhina wa liman โ€˜allamana warhamhum wa akrimhum bi ridlwanikal โ€˜adzim fi maqโ€™adis shidqi โ€˜indaka ya arhamar rohimin.

Artinya: โ€œYa Allah, ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.โ€

Makam Ma'la adalah tempat bersemayamnya Sayyidah Khadijah dan para sahabat. Menjadi tempat peristirahatan ulama Nusantara adalah kebanggaan besar. Siapa yang punya impian atau cerita saat berziarah ke makam Mbah Moen di Ma'la?

Kamu pernah dengar nama salah satu dari mereka? Atau punya mimpi untuk bisa berziarah ke Maโ€™la suatu hari nanti? Tulis di komentar, biar kisah ini tidak berhenti di sini.

Alhamdulillah Alloh izinkan kumpul BEGIBUNG di hari Tasyrik bersama rekan-rekan PD NWDI Lombok Tengah menyantap nasi keb...
28/05/2026

Alhamdulillah Alloh izinkan kumpul BEGIBUNG di hari Tasyrik bersama rekan-rekan PD NWDI Lombok Tengah menyantap nasi kebuli kambing. Semoga Alloh perjumpakan kembali dengan Idul Adha tahun-tahun berikutnya.



Pada tahun 1983, sebuah momen bersejarah yang sangat mengejutkan terjadi di acara Konferensi Medis Saudi ke 8 yang disel...
28/05/2026

Pada tahun 1983, sebuah momen bersejarah yang sangat mengejutkan terjadi di acara Konferensi Medis Saudi ke 8 yang diselenggarakan di kota Riyadh, Arab Saudi. Profesor Tejatat Tejasen, seorang ketua departemen anatomi terkemuka dari Universitas Chiang Mai, Thailand, hadir untuk membahas penemuan medis modern tentang saraf reseptor rasa sakit pada tubuh manusia. Dalam ilmu kedokteran modern, para ilmuwan baru saja menemukan fakta bahwa pusat perasa nyeri pada manusia ternyata sebagian besar terletak di ujung saraf kulit. Jika kulit seseorang hancur atau terbakar habis, maka ia tidak akan bisa merasakan sakit lagi karena reseptor nyerinya sudah hancur.

Namun rasa bangga sang profesor atas penemuan medis modern tersebut seketika runtuh ketika ilmuwan Muslim di konferensi tersebut memperlihatkan sebuah terjemahan ayat Al Quran kepadanya. Dalam Surat An Nisa ayat 56 yang diturunkan lebih dari 1400 tahun yang lalu, tertulis sangat jelas bahwa penghuni neraka yang kulitnya hangus terbakar akan diganti dengan kulit yang baru agar mereka bisa terus merasakan azab yang pedih. Penjelasan spesifik tentang hubungan antara pergantian kulit dan kemampuan merasakan sakit membuat Profesor Tejasen merinding dan benar benar terdiam kaku.

Sang profesor menyadari bahwa fakta medis mikroskopis yang sangat rumit tersebut mustahil bisa diketahui oleh seorang manusia yang hidup di padang pasir tanpa peralatan mikroskop modern. Terpukau oleh kebenaran absolut yang meruntuhkan seluruh keraguan logikanya, Profesor Tejatat Tejasen langsung berdiri di hadapan ratusan ilmuwan dan pakar medis dari seluruh dunia yang hadir di ruangan konferensi tersebut. Tanpa ragu sedikitpun, ia melangkah maju dan menggemakan kalimat syahadat, memeluk agama Islam tepat di detik itu juga yang seketika membuat seluruh ruangan bergemuruh oleh tangisan haru.

Address

Jalan Diponogoro Praya
Praya
83511

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PD NWDI Lombok Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share