01/10/2026
Muslimat NWDI Loteng dan Satgas Perlindungan Santri Perkuat Edukasi Pencegahan Kekerasan, Dorong Pesantren Ramah Anak
NWDI Online, LOMBOK TENGAH – Pencegahan kekerasan di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, menjadi perhatian serius Pimpinan Daerah (PD) Muslimat NWDI Lombok Tengah bersama Satgas Perlindungan Santri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan hiziban yang dirangkaikan dengan edukasi pencegahan kekerasan seksual dan pembahasan isu LGBT bersama Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimat NWDI Praya di Desa Aik Mual, Lombok Tengah, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak, baik di dalam keluarga maupun di lembaga pendidikan dan pesantren.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pimpinan Daerah Muslimat NWDI Lombok Tengah, di antaranya Fatma Muharyanti, Husnawati, Hj. Afifah Husain, Pimcab Muslimat NWDI Praya Masyaadah serta sejumlah pengurus lainnya.
Dalam sesi edukasi, Satgas Perlindungan Santri memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, potensi ancaman terhadap anak, serta pentingnya membangun sistem perlindungan yang melibatkan keluarga, pendidik, pengasuh, dan masyarakat.
Pembahasan isu LGBT juga menjadi bagian dari edukasi yang disampaikan dengan menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan, pendampingan yang bijaksana, serta perlindungan setiap anak dari perundungan, diskriminasi, dan segala bentuk kekerasan.
Melalui kegiatan tersebut, Muslimat NWDI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap kekerasan sebagai persoalan sepele atau urusan internal semata. Pencegahan membutuhkan kepedulian bersama, keberanian untuk melapor, serta komitmen membangun budaya perlindungan, terutama bagi anak-anak dan santri.
Lebih dari itu, lingkungan pendidikan dan pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu dan memperdalam agama, tetapi juga menjadi ruang yang ramah anak, menjunjung tinggi martabat, serta menjamin keamanan dan kenyamanan setiap peserta didik.
Kegiatan yang dirangkai dengan hiziban ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah antarpengurus Muslimat NWDI. Perpaduan antara penguatan spiritual dan edukasi perlindungan diharapkan mampu melahirkan gerakan nyata dalam mencegah kekerasan di tengah masyarakat.
Muslimat NWDI Lombok Tengah bersama Satgas Perlindungan Santri mengajak seluruh keluarga, lembaga pendidikan, dan pesantren untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang aman, bebas kekerasan, dan ramah anak.
berat