13/08/2023
𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗴𝗶
مَرَّ إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ فِي أَسْوَاقِ الْبَصْرَةِ فَاجْتَمَعَ النَّاسُ إِلَيْهِ , فَقَالُوا لَهُ: يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي كِتَابِهِ: {ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ} [غافر: 60]. وَنَحْنُ نَدْعُوهُ مُنْذُ دَهْرٍ فَلَا يَسْتَجِيبُ لَنَا، قَالَ: فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ: " يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاءَ، أَوَّلُهَا: عَرَفْتُمُ [ص:16] اللهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ، وَالثَّانِي: قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِهِ، وَالثَّالِثُ: ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهَ، وَالرَّابِعُ: ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ، وَالْخَامِسُ: قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا، وَالسَّادِسُ: قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا، وَالسَّابِعُ: قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ، وَالثَّامِنُ: اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ، وَالتَّاسِعُ: أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا، وَالْعَاشِرُ: دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِمْ " (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء 8/15)
Ibrahim bin Adham melintasi pasar-pasar di Bashrah dan orang-orang mengerumuninya, mereka bertanya, “Wahai Abu Ishaq, bukankah Allah berfirman di dalam kitab-Nya, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengijabahi doa kalian.” {QS Ghafir 60}, kami ini sudah sekian lama berdoa, tapi mengapa tidak dikabulkan juga?
Beliau menjawab, “Wahai penduduk Bashrah, hati kalian mati dalam melihat sepuluh perkara, (mungkin inilah yang menjadi penyebabnya);
Pertama, kalian mengenal Allah sementara hak-Nya tidak kalian tunaikan. Kedua, kalian sebatas membaca kitabullah dan tidak mengamalkannya.
Ketiga, kalian mendaku mencintai Rasulullah, namun kalian meninggalkan sunnahnya. Keempat, kalian menabuh gendrang permusuhan dengan setan namun kalian malah mengikutinya. Kelima, kalian berkata merindukan surga, lantas kenapa tak beramal untuk mendapatkannya.
Keenam, kalian mengatakan takut akan neraka, namun mengapa justru menggadaikan diri kalian untuk masuk neraka. Ketujuh, kalian menyatakan bahwa kematian itu nyata, tapi tidak bergegas menyiapkan bekal untuk menyongsongnya
Kedelapan, kalian terlalu sibuk dengan aib orang lain dan melupakan aibmu sendiri. Kesembilan, nikmat Allah kalian makan namun kalian tidak mensyukurinya. Kesepuluh, yang meninggal kalian makamkan namun kalian tidak mengambil pelajaran
[Ibrahim bin Adham rahimahullah]