Al-Mukarromah Muallaf Center AMMC

Al-Mukarromah Muallaf Center AMMC Al Mukaromah Mualaf Centre (AMMC) Membentuk muallaf yang berakidah lurus
berdasarkan Al-Quran dan Al

Membentuk muallaf yang berakidah lurus
berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits

11/08/2021

Buat yang pengen belajar Islam dari dasar secara terstruktur dengan waktu yang relatif fleksibel. Ma'had Bimbingan Islam ini bisa jadi alternatif.

Langsung klik aja:
Mahad.bimbinganislam.com
Atau wa ke:
Wa.me/6282299996418

Testimoni Santri :
Berikut beberapa testimoni santri KIO Mahad BIAS Angkatan I

Pak RAH, Jakarta, Konsultan Bisnis, 45 tahun
"Ini sekolah pertama ana yang mengajarkan agama Islam secara terstruktur. Karena selama ini ana belajar agama dengan menonton kajian di youtube dan menghadiri majelis2 pengajian, namun tidak terstruktur. Jazakumullah khair untuk antum2 di BIAS yg bisa mengadakan sekolah online ini, MasyaAllah sangat berguna buat ana pribadi dan semua umat Islam pada umumnya."

Pak KA, Pontianak, 29 tahun
"Sangat-sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Yang sebelumnya tidak tau menjadi tau. Sebelumnya sudah tau, menjadi semakin tau. Sebelumnya ragu-ragu, jadi tau detail-detail nya. Terus berkembang dan semakin sukses ^^"

https://mahad.bimbinganislam.com/?fbclid=IwAR1vr7qZnZ2wJ_pqiqeFcnsGirgK5RtkXXyByC_3yEc5DkSMVgt86sEaisQ

30/07/2020

Keluarga Besar Ponpes ICBB Al Mukarromah mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H
تقبل الله منا و منكم

22/05/2018

Bisa Rutin Shalat Tarawih, Sulit Rutin Berjamaah Shubuh di Masjid

Ada yang seperti ini, bisa rutin melaksanakan shalat tarawih namun sulit sekali berjamaah Shubuh di masjid.

Sebagian orang rajin mengerjakan shalat Tarawih berjamaah di masjid. Namun untuk shalat Shubuh malasnya bukan main. Atau ia adalah pria, namun mengerjakan shalat Shubuh secara munfarid di rumah saja. Atau yang lebih parah, ada yang tidak shalat Shubuh sama sekali karena setelah makan sahur melanjutkan untuk tidur. Namun shalat Tarawih tak pernah ditinggalkan. Bagaimana penilaian syariat kita mengenai orang yang semacam ini?

Memang perhatian dengan amalan sunnah seperti shalat Tarawih merupakan bagian dari syariat dan jalan untuk meraih ketakwaan. Akan tetapi, amalan sunnah tetap tidak boleh didahulukan dari yang wajib. Amalan wajib tetap dijadikan perhatian utama, setelah itu barulah amalan sunnah. Kalau memperhatikan hadits berikut, kita akan memahaminya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari, no. 2506)

Berdasarkan hadits di atas, Ibnu Hubairah mengatakan bahwa amalan sunnah (nafilah) tidaklah didahulukan dari yang wajib. Karena amalan sunnah disebut nafilah berarti tambahan dari amalan wajib. Siapa yang tidak menunaikan yang wajib, maka ia tidak mendapatkan nafilah (tambahan). Siapa yang memperhatikan ibadah yang wajib, lalu ia tambah dengan nafilah (ibadah sunnah) lantas ia rutinkan, maka itulah yang disebut mendekatkan diri kepada Allah. Perkataan Ibnu Hubairah ini dinukilkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fath Al-Bari ketika menjelaskan hadits di atas.

Ada lagi cerita disebutkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’ (270), dari Abu Bakr bin Sulaiman bin Abi Hatsmah. ‘Umar bin Al-Khatthab suatu saat tidak melihat Sulaiman bin Abi Hatsmah dalam shalat Shubuh. Pada pagi harinya, ‘Umar pergi ke pasar. Rumah Sulaiman berada antara pasar dan Masjid Nabawi. Ketika itu ‘Umar lewat dan bertemu dengan ibunya Sulaiman yang bernama Asy-Syifa’. ‘Umar lantas bertanya kepada ibunya, “Kenapa sampai Sulaiman tidak hadir shalat Shubuh?” Ibunya menjawab, “Semalam Sulaiman bangun shalat malam lantas ia tertidur setelah itu.” ‘Umar lantas berkata,

لَأَنْ أَشْهَدَ صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي الْجَمَاعَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَقُومَ لَيْلَةً

“Menghadiri shalat Shubuh berjamaah lebih aku sukai daripada aku berdiri melaksanakan shalat Lail (shalat malam).”

Jadi silakan direnungkan oleh yang masih malas shalat Shubuh berjamaah di masjid (terutama pria). Silakan dipikirkan, lebih penting mana antara shalat Tarawih ataukah shalat Shubuh berjamaah di masjid?

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.

Referensi:
Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 194792, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

https://islamqa.info/ar/194792

Sumber : https://rumaysho.com/17570-bisa-rutin-shalat-tarawih-sulit-rutin-berjamaah-shubuh-di-masjid.html

Al Mukaromah Mualaf Centre (AMMC) Membentuk muallaf yang berakidah lurus
berdasarkan Al-Quran dan Al

03/05/2018

[77] Menyebut nama ALLAH ketika hendak makan.

Dalilnya adalah hadits Umar bin Abi Salamah dimana Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

"Hai anak muda, Ucapkanlah بسم الله -Dengan nama ALLAH- makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa yang dekat denganmu." (Mutafaq Alaih )

Materi Grup Tanya Islam AMMC

03/05/2018

[76] *Beberapa dzikir sebelum tidur dan ketika bangun tidur :*

*Huzaifah meriwayatkan, Adalah Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam apa bila hendak tidur membaca :*

باسمك اللهم أموت وأحيا

"Bismika ALLAHUMMA Amuutu wa ahya."

Dengan namamu ya ALLAH aku mati dan aku hidup.

*Dan apabila bangun tidur berkata :*

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyur”

Segala puji bagi ALLAH, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan. (HR. Bukhori )

Materi Grup Tanya Islam Al-Mukarromah Muallaf Center AMMC

09/01/2018

*Jika seseorang bertanya kepadamu; "Apa keyakinanmu terhadap Al-Qur'anul karim yang terdapat dalam mushaf ?"*

*Katakanlah :Saya beriman bahwa Al-Qur'an adalah kitabullah dan bahwa ia bukanlah sesuatu yang di ciftakan (manusia).

*Dalilnya adalah firman ALLAH Ta'ala :

"Dan jika seorang di antara orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia,supaya ia sempat mendengar firman ALLAH,kemudian antarkanlah ia le tempat yang aman baginya. Demikian itu di sebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui."(QS.At-Taubah [9] : 6).

Materi Grup Tanya Islam AMMC

01/01/2018

[32] *Jika seseoarang bertanya kepadamu; "Apa keyakinanmu terhadap azab dan nikmat kubur ?"*

Katakanlah: Saya meyakini bahwa itu adalah benar bagi siapa yang patut mendapatkannya.

*Dalinya adalah hadits Aisyah dimana dia bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam mengenai azab kubur,maka beliau bersabda:*

"Siksa kubur adalah benar."(Mutafaq alaih,dengan lafazh bukhori)

Aisyah juga meriwayatkan :"Nabi Shalallahu alaihi wa sallam akan memohon perlindungan ALLAH dari fitnah kubur,azab kubur,dan fitnah dajjal"(Mutafaq alaih).

Hadits menegaskan adanya siksa kubur,fitnah kubur dan fitnah Al Masih Dajjal.

*Diantara dalil-dalil adanya nikmat kubur adalah hadits Al-Bara' di mana Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :*

Bagi orang-orang mu'min akan di katakan,'kenakanlah dia (dengan pakaian) surga dan bukakanlah baginya pintu surga sehingga wangi dan angin surga dapat mecapainya."

Mayeri Grup Tanya Islam AMMC

15/08/2017

🍖 *TEBAR HEWAN QURBAN di kampung MUALLAF dan KOMUNITAS MUSLIM TERPENCIL di Tayan dan sekitarnya* 🍖

💰 *Urunan 2,2 juta*💰

Bismillah, insyaallah Ied Adha sebentar lagi tiba, yang berarti akan tiba juga momen ibadah qurban.

Momen ini juga adalah hari raya Islam yang di tandai dengan kegembiraan makan daging hewan qurban.

Dalam rangka berbagi kegembiraan dengan MUALLAF dan KOMUNITAS MUSLIM TERPENCIL , maka kami Al Mukaromah Muallaf Centre /AMMC, mengajak segenap kaum muslimin untuk ikut dalam kegiatan TEBAR HEWAN QURBAN SAPI yang insyaallah akan kami distribusikan di lingkungan muallaf dan komunitas muslim terpencil yang ada di daerah Tayan dan sekitarnya di Kalimantan Barat.

*Adapun besaran urunannya insyaallah 2, 2 juta per orang/keluarga (menyesuaikan dengan harga sapi di lokasi).*
Biaya ini dipergunakan untuk :
1. Pembelian sapi
2. Biaya pemotongan sapi

Untuk itu bagi antum yang ingin ikut urunan dapat menghubungi :
1. Burhan 0852-4597-7873
2. Ade 0852-4963-5909

Atas partisipasinya kami ucapkan jazakallahukhairan

Semoga Allah memberikan keluasan rezeki antum dan memberkahi keluarga antum.

Barakallahufikum

Address

Jalan Sepakat 1 Blok Naisyah
Pontianak
78124

Telephone

+6285249635909

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al-Mukarromah Muallaf Center AMMC posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share