Almasih Family

Almasih Family "ALMASIH Family" adalah Komunitas orang percaya yang terus belajar untuk Mengalami Kristus dan mempraktekkan nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan.

DIPULIHKAN untuk MEMULIHKAN,
DIMURIDKAN untuk MEMURIDKAN,
DIBERKATI untuk MEMBERKATI

02/01/2018

HIDUP DI DALAM RENCANA ALLAH
Seorang ayah yang bertubuh subur dan tinggi besar berjalan mondar-mandir penuh harapan di ruangan operasi sebuah rumah sakit. Ayah yang mondar-mandiri ini sedang menantikan kelahiran anaknya yang pertama. Ketika pintu terbuka, dua orang perawat keluar dan berpapasan dengan sang ayah. Dokter yang ragu-ragu ini pun memberi isyarat kepada sang ayah untuk mendekat kepadanya. Lalu, ia berkata, “Anak itu sudah lahir. Wajah, hidung dan bibir anak itu persis seperti kamu. Itulah sebabnya, saya tidak ragu lagi untuk berkata bahwa Anda adalah ayah dari anak itu.” Sang ayah pun melompat kegirangan. Jikalau ayah ini sangat bersukacita karena kelahiran anaknya, bagaimanakah dengan Allah?

Paulus menulis demikian, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya,”(Efesus 2:10).
Untuk hidup dalam rencana Allah, ada beberapa panduan :

1. Sebenarnya siapa diri kita? (ayat 10a).
Sebuah produk yang dijual ke publik akan kelihatan sukses atau tidak sukses tergantung dari mereknya. Jika merek mobilnya adalah BMW, maka harganya akan melonjak tinggi di pasaran. Hal yang sama terjadi juga dengan pengenalan kita terhadap diri kita sendiri. Paulus berkata, ”Karena kita ini buatan Allah.” Untuk hidup dalam rencana Allah, kita harus tahu diri kita di hadapan Allah.

2. Diciptakan di dalam siapakah kita? (ayat 10b).
Banyak pengajaran yang meyakinkan, bahwa kita bisa menjadi diri kita sendiri yang membuat seseorang tidak berpusat kepada Tuhan, tetapi kepada diri sendiri. Paulus berkata bahwa kita ini, “Diciptakan dalam Kristus Yesus,” karena hanya Yesuslah kita ditebus menjadi manusia baru.

3. Untuk apakah tugas kita? (ayat 10c).
Pena atau Ballpoint diciptakan atau dibuat oleh pabriknya untuk dipakai sebagai alat tulis. Demikian juga dengan kita yang telah menjadi ciptaan baru. Banyak orang yang hanya berpuas diri dengan kelahiran baru mereka, tetapi tidak menyadari untuk apakah mereka lahir baru. Paulus berkata dengan yakin bahwa kita diciptakan, “untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.” Jadi, prioritas kita adalah mencari tahu untuk apakah kita lahir baru.

4. Hal apakah yang Allah inginkan dari kita?(ayat 10d).
Kita tidak hanya diselamatkan dari dosa, tetapi kita juga dipakai untuk memuliakan Tuhan. Mengapa? Karena Paulus berkata, “Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Allah menghendaki agar kita hidup di dalam rencanaNya.
Kita harus menggenapi rencana Allah dalam diri kita, apapun harga yang harus dibayar. Yesus berkata, “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya,”(Yohanes 17:4).
Paulus berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman,”(II Timotius 4:7).
Mengapa kita tidak? Kita seharusnya juga bisa. Mari, kita hidup di dalam rencana Allah dan menyelesaikan tugas tersebut.

02/07/2017

ORANG BENAR MEMILIKI HATI YANG BERANI SEPERTI SINGA

Bacalah Amsal 28:1 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan

Amsal 28:1 (TB) Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda.

Pertanyaan Renungan.
1. Hal apakah yang terjadi pada orang fasik? (ayat 1a).
2. Siapakah yang memiliki hati yang berani seperti singa? (ayat 1b).

Krisis demi krisis yang terjadi pada hari-hari terakhir ini membuat siapapun merasa gentar menghadapi kehidupan ini. Peristiwa demi peristiwa buruk yang terjadi membuat seseorang bisa panik di dalam menentukan pilihannya. Namun, secara umum hanya ada dua golongan yang memiliki sikap berbeda, yakni golongan orang fasik dan golongan orang benar. Pilihan merekalah yang menentukan posisinya.

Salomo berkata, “Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda,”(Amsal 28:1).
Seseorang yang lari dari masalah yang ada walaupun sebenarnya masalah itu bisa diatasi, maka ia disebut sebagai orang fasik. Mengapa orang fasik? Karena ia tidak percaya bahwa Tuhan menyertai dirinya. Tetapi, orang benar adalah seseorang yang tetap mempercayai Tuhan bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan dirinya. Ia merasa aman seperti singa muda. Mengapa? Karena singa muda biasanya tidak pernah takut untuk mengejar mangsa yang lebih besar seperti sapi atau kerbau. Ia tak akan gentar menghadapi kebisingan yang terdengar di sekitar. Fokusnya hanya satu: mangsa yang ada di depannya. Jadi, jika kita menyebut diri kita sebagai orang benar, maka kita harus memiliki sifat yang berani seperti singa muda. Kita harus berani berkata tidak kepada dosa, ketakutan dan intimidasi. Mengapa? Karena ketika kita menerima Yesus, maka genaplah ayat ini, "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."(Wahyu 5:5).
Kita harus berani dan tegas untuk menghadapi segala tantangan yang ada.

Kita adalah pemenang, karena Yesus memberikan kepada kita kemenangan-Nya, sehingga kita lebih dari pemenang. Jadi, jika kita adalah orang benar, maka kita pasti memiliki hati yang berani seperti singa.

Jbu all
Almasih Family Blessing

01/07/2017

4 JENIS HATI

Bacaan Firman Bacalah Markus 4:15-20 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Tuhan.

Markus 4:15-20 (TB)
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Pertanyaan Renungan
Perumpamaan penabur menyatakan tentang adanya 4 jenis “tanah” hati. Pelajarilah dengan lebih mendetail 4 jenis “tanah” hati tersebut.
1. Siapakah orang-orang yang di pinggir jalan? Mengapa mereka tidak berbuah? (ayat 15)
2. Siapa yang memiliki “tanah” hati berbatu? Mengapa mereka tidak berbuah? (ayat 16-17)
3. Siapa “tanah” hati di tengah semak duri? Mengapa merekapun tidak berbuah? (ayat 18-19)
4. Siapakah “tanah” hati yang baik itu?

Mengapa mereka berbuah?Benih adalah gambaran tentang firman Tuhan yang ditaburkan. Sedangkan tanah ini yang menggambarkan hati manusia.
• Tanah hati yang ada di pinggir jalan tidak berbuah karena firman Tuhan tidak pernah tertanam dalam pikiran / hatinya. Ia adalah hati yang tidak terfokus kepada Tuhan. Ia berada di antara 2 atau beberapa fokus. Alkitab menyebutnya sebagai orang yang mendua hati (Yakobus 1:6-7).
• Tanah hati yang berbatu (tipis) adalah hati yang hanya menerima firman di pikiran sadar yang bersifat ingatan jangka pendek. Dengan cepat ia lupa dengan firman yang didengarnya. Firman Tuhan tidak pernah direnungkan berulang-ulang agar berakar dalam dan disimpan di ingatan jangka panjang, yaitu di pikiran bawah sadarnya (Yakobus 1:22-23).
• Tanah hati yang bersemak duri adalah hati yang walau telah menyimpan memori di pikiran bawah sadar, namun di pikiran bawah sadarnya juga terdapat pikiran-pikiran duniawi / jahat, yang menghimpit pertumbuhan firman (Yakobus 1:21).
• Tanah yang baik menggambarkan hati yang berfokus hanya pada Tuhan, bersih dari “batu-batu” dan “semak duri,” sehingga ketika firman Tuhan ditabur bisa berbuah 30x, 60x, bahkan 100x lipat (Yakobus 1:25).

Amatilah dan periksalah kondisi hati kita. Termasuk jenis yang manakah hati kita? Hal apakah yang perlu kita lakukan agar kita menjadi tanah hati yang baik?

Jbu all
Almasih Family Blessing

Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera meneri...

28/06/2017

KONDISI HATI MANUSIA

Bacaan Firman Bacalah Markus 7:20-23 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah.

Markus 7:20-23
Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Pertanyaan Renungan
1. Menurut Kristus, hal apakah yang menajiskan seseorang? (ayat 20). Hal apakah yang keluar dari hati manusia? (ayat 21-23).
2. Menurut Anda, dimanakah manusia menyimpan pikiran-pikiran di dalam dirinya?

Ternyata hal-hal yang menajiskan hidup manusia bukanlah apa yang masuk dari luar, seperti makanan dan minuman, yang dianggap najis / haram (Markus 7:19). Hal-hal yang menajiskan hidup manusia adalah pikiran-pikiran jahat yang timbul dari dalam hati manusia. Dari manakah pikiran-pikiran tersebut muncul? Kini di zaman modern, ilmu pengetahuan mengenai otak bisa menjelaskan hal itu. Menurut ilmu tentang otak, manusia menyimpan semua “pikiran-pikiran yang berkesan” di dalam bagian otak yang disebut memori bawah sadar. Pikiran-pikiran yang terekam dalam pikiran bawah sadar tersebut telah siap diputar (beroperasi) jika ada pemicu, berupa informasi-informasi yang masuk melalui panca indera manusia. Pada saat ada pemicu, maka seseorang secara otomatis bisa melakukan dosa percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan dan sebagainya. Hal itu terjadi karena di dalam memori (rekaman) bawah sadarnya telah terekam pikiran-pikiran tersebut.
Jadi, apakah Anda mau terus-menerus menyimpannya di dalam alam bawah sadar Anda? Ataukah Anda rindu agar Tuhan menghapuskan hal-hal jahat tersebut dan menggantinya dengan hal-hal yang baik?

Jbu all
Almasih Family Blessing

Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini ti...

18/10/2016

Setiap orang digerakkan oleh sesuatu. Kekuatan penggerak itulah yang menjadi pendorong untuk melakukan sesuatu. Dalam Matius 9 : 35-38, kita melihat bahwa Tuhan Yesus berkeliling di kota-kota dan desa-desa untuk mengajar dan memberitakan Injil. Namun, kekuatan penggerak yang menggerakkan Yesus adalah belas kasihan. Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan ketika melihat orang banyak. Jika kasih Kristus memenuhi hati kita, kita juga akan mengalami kekuatan penggerak ilahi untuk melakukan kehendak Allah.,

13/05/2016

KETAATAN
Banyak orang ingin berkat, tetapi tidak taat. Padahal, berkat datang dari ketaatan pada perintah Tuhan, sedangkan kutuk datang dari ketidaktaatan (Ul. 11). Ketaatan adalah sebuah kualitas karakter yang menentukan masa depan seseorang. Sejauh mana anda diberkati adalah tergantung sejauh mana anda taat pada Tuhan. Namun lebih dari sekedar berkat, yang lebih penting adalah apakah Tuhan masih menyertai kita atau tidak dalam segala yang hal yang kita lakukan.Yesus adalah Pribadi yang memberi contoh kepada kita bagaimana Ia menunjukkan ketaatan pada Bapa dalam hidupNya selama 33 ½ tahun di bumi. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat melalui apa yang telah dideritaNya (Ibr. 5:8). Itulah sebabnya, Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama (Fil. 2:9).
Kesimp**annya, Allah sangat berkenan kepada orang yang taat kepadaNya dalam situasi sulit sekalipun. Pertanyaannya, maukah anda menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan?
Jbu all

14/11/2015

ANTUSIAS UNTUK BERTEMU YESUS
Bacaan Firman
Bacalah Matius 9:18-26 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang dimiliki oleh perempuan yang sakit pendarahan? (ayat 20-21).
2. Apa yang terjadi kepada perempuan ini karena antusiasmenya?(ayat 22).
Pernahkah Anda berada di tengah-tengah kerumunan orang banyak yang mau bertemu tokoh terkenal? Seperti apa rasanya ketika kerumunan itu mulai saling berdesak-desakan, saling menyikut dan saling mendorong antara satu dengan yang lain? Jika Anda pernah mengalami pengalaman yang demikian, bayangkan perempuan yang kita baca dalam renungan Saat Teduh hari ini, yang justru sudah sakit pendarahan selama dua belas tahun. Karena ia memiliki antusiasme yang membara di dalam hatinya untuk bertemu Yesus, maka ia tetap menerobos kerumunan itu. Ia bertekad dalam hatinya dengan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubahNya. Matius menuliskan ungkapan hatinya yang antusias, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh,"(ayat 21). Rindukah Anda juga memiliki hati yang antusias seperti perempuan ini? Lihat reaksi Yesus terhadap perempuan yang sangat antusias ini. Matius melanjutkan keterangannya bagi kita, “Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: 'Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.' Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu,”(ayat 23). Itu adalah kunci rahasia dari mujizat yang dialami oleh perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun tersebut. Jadi, jika kita sebagai murid Kristus ingin mengalami mujizat Tuhan di dalam hidup kita, contohlah perempuan yang hatinya sangat antusias ini. Percayalah, bahwa Yesus pasti bertindak untuk melakukan hal yang sama bagi Anda. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan.

12/11/2015

HEBATNYA KEKUATAN KASIH
Bacaan Firman
Bacalah Kejadian 45:1-28 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Pertanyaan Renungan
1. Mengapa hati Yakub dingin saat mendengar kabar bahwa Yusuf masih hidup? (ayat 26).
2. Seperti apakah kekuatan kasih Yakub ketika ia tahu bahwa Yusuf masih hidup?(ayat 28).
Antusiasme dapat menjadi kekuatan pendorong tanpa batas dalam diri seseorang untuk melakukan hal-hal di luar nalar manusia. Dengan antusiasme yang tinggi, seseorang yang tidak berdaya dapat bangkit kembali untuk melakukan perkara-perkara yang mustahil. Antusiasme dapat memberikan kekuatan baru bagi seseorang yang hampir menyerah untuk bangkit kembali demi ia dapat meraih kemenangan. Dalam renungan Saat Teduh hari ini, kita melihat betapa hebatnya kekuatan kasih dalam diri manusia. Pada awalnya, hati Yakub telah menjadi dingin sedingin es batu. Ia tidak bisa digoyahkan oleh rayuan dari anak-anaknya. Lihatlah apa yang ditulis Musa, “Mereka menceritakan kepadanya: 'Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.' Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka,”(ayat 26). Terkadang ketika kita mengijinkan rasa sakit hati karena dikhianati oleh orang lain menyelinap di dalam diri kita, maka hal itu dapat membuat hati kita bisa menjadi dingin membeku. Tak mudah untuk mempercayai suatu kabar yang sekalipun ada kebenarannya. Namun, ketika kekuatan kasih yang terpendam di dalam hati Yakub dihidupkan kembali lewat perkataan Yusuf anaknya, maka antusiasme itu bangkit lagi. Inilah perbedaannya dalam beberapa menit kemudian, “Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu. Kata Yakub: 'Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati,'" (ayat 27-28). Jadi, jika kita ingin membangkitkan kekuatan kasih seseorang, maka bangkitlah dulu antusiasme dalam hati orang tersebut. Percayalah, mereka pasti bangkit kembali untuk menjangkau pengharapan yang masih terpendam di dalam hatinya. Ia pasti menerima kekuatan baru lagi untuk bertindak dengan penuh semangat. Mari, kita bangkitkan kembali kekuatan kasih yang terpendam di dalam diri orang lain agar mereka pun bangkit kembali.

06/11/2015

PANTANG MENYERAH
Bacaan Firman
Bacalah Hakim-hakim 16:23-31 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Pertanyaan Renungan
1. Dalam keadaan buta, apa doa Simson kepada Tuhan? (ayat 28).
2. Apa yang terjadi pada orang yang pantang menyerah?(ayat 30).
Pernahkah Anda kalah dan jatuh ke dalam dosa, meski Anda sudah lahir baru? Apakah Anda menyerah karena sudah tidak berdaya lagi untuk menjalani hidup ini? Jika Anda menyerah dengan kondisi saat ini karena dosa-dosa yang telah Anda lakukan, marilah kita melihat ke dalam halaman-halaman kitab suci untuk menemukan jawabannya. Dalam renungan Saat Teduh hari ini, ada suatu pengalaman unik dari seorang hakim Israel yang terkenal, yakni Simson. Ia adalah seorang pria yang gagah perkasa karena Roh Tuhan memimpin hidupnya. Ketika Roh Tuhan ada pada Simson, maka singa pun dicabik-cabiknya seperti anak kambing. Ia pernah menangkap tiga ratus ekor anjing hutan dan mengikatkan ekor mereka dengan obor yang apinya masih menyala. Ia membakar seluruh gandum orang Filistin. Tapi, karena dosa kedagingan yang tidak dikendalikan, ia jatuh ke dalam dosa percabulan dengan Delila, sehingga orang Filistin menangkap dan mencungkil kedua matanya sampai buta. Dikatakan, “Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling,”(Hakim-hakim 16:21). Simson seakan-akan tak berkutik lagi. Tetapi Salomo menulis, “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana,” (Amsal 24:16). Benar. Simson bangun kembali. Rambut Simson tumbuh kembali. Ketika Simson dipaksa untuk melawak di hadapan raja-raja kota orang Filistin, maka ia pun berdoa, "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin,"(ayat 28). Ia merangkul kedua tiang yang paling tengah, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanan dan tiang yang lain dengan tangan kiri. Simson membungkuk dan rubuhlah kedua tiang tersebut sampai menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Luar biasa, yang mati dibunuh pada waktu mati lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidup. Itulah Simson. Ia pantang menyerah. Bagaimana dengan Anda?

29/10/2015

TAK TERHENTIKAN KARENA VISI TUHAN
Bacaan Firman
Bacalah Kisah Para Rasul 21:1-14 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Pertanyaan Renungan
1. Apa isi nubuatan Nabi Agabus tentang Paulus? (ayat 10-11).
2. Bagaimana reaksi Paulus yang tak terhentikan karena visi Tuhan?(ayat 13-14).
Dalam perjalanan kekristenan Anda, pernahkah Anda menerima nubuatan atau teguran dari Tuhan yang menakutkan dan menciutkan hati Anda? Apa reaksi Anda ketika mendengar nubuatan yang menakutkan Anda seperti itu? Akan berhentikah langkah Anda setelah mendengar kabar yang tampaknya buruk tersebut? Dalam renungan Saat Teduh kita hari ini, kita menemukan reaksi Paulus yang jauh berbeda dari biasanya. Paulus menolak untuk berhenti menjalani panggilan Tuhan meski ada nubuatan yang menakutkan, bahkan menciutkan hati dari nabi Agabus. Lukas menulis, “Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang Nabi bernama Agabus. Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: 'Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain,'” (ayat 10-11). Coba bayangkan, Anda duduk bersama teman-teman untuk berbagi pengalaman rohani dengan mereka, supaya mereka bisa bersukacita bersama Anda. Tiba-tiba, seseorang berjalan masuk dan mengambil barang milik Anda serta mengikat tubuhnya. Anda belum sempat bertanya apa maksudnya, ia malah menjawab bahwa orang yang memiliki barang-barang tersebut akan ditangkap dan diikat, kemudian diserahkan kepada penguasa untuk disiksa. Apa reaksi Anda? Mungkin Anda akan marah, tapi Paulus yang sudah terbakar dengan visi Allah tidak terhentikan oleh intimidasi itu. Antusiasnya yang membara untuk menyelesaikan rencana Allah tak bisa menghentikan dirinya, sehingga ia berkata, "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus,"(ayat 13). Itulah kuasa antusiasme. Paulus tak terhentikan. Teman-teman Paulus yang sebelumnya melarang terpaksa menyerah dan berkata, "Jadilah kehendak Tuhan!"(ayat 14). Apakah antusiasme Anda kepada visi Allah tidak terhentikan oleh intimidasi apapun? Mari, milikilah semangat yang membara seperti Paulus untuk menyelesaikan rencana Allah dengan sempurna.

28/10/2015

JADILAH DIRIMU SENDIRI DI HADAPAN TUHAN
Bacaan Firman
Bacalah I Timotius 4:1-16 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Pertanyaan Renungan
1. Bagaimanakah caranya kita menjadi seperti diri sendiri di hadapan Tuhan? (ayat 12).
2. Mengapa kita harus memperhatikan panggilan Tuhan dan hidup di dalamnya?(ayat 15).
Pernahkah Anda mengkopi sebuah buku? Apakah hasilnya? Bisa saja hasil fotokopinya bagus, tetapi sebenarnya itu bukanlah buku aslinya. Sebagus-bagusnya foto kopi, ia tetap fotokopi. Tetapi, sejelek-jeleknya yang asli, ia tetaplah yang asli. Begitu p**a kita di hadapan Tuhan. Kita adalah produk asli dan bukan fotokopi. Banyak orang yang ingin dirinya menjadi seperti orang lain, lalu menjadi fotokopi dari orang tersebut. Allah tidak menginginkan supaya kita menjadi fotokopi dari orang lain. Paulus berkata, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya,”(Efesus 2:10). Jadi, kita adalah produk asli dari Allah dalam Kristus dan bukan fotokopi dari yang lain. Oleh karena itu, kita harus menjadi seperti diri kita di hadapan Tuhan. Dalam renungan Saat Teduh hari ini, kita membaca apa yang dikatakan oleh Paulus bahwa, “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau,”(ayat 12b-16). Kita harus menjadi diri sendiri di hadapan Allah lewat keteladanan kita dalam segala tindak tanduk kita. Dan untuk menjadi teladan, kita harus tekun membaca kitab suci, agar kita tidak lalai mempergunakan karunia kita. Kita harus hidup di dalam rencana Allah dengan penuh antusias, agar kemajuan kita nyata kepada semua orang. Rindukah Anda untuk menjadi pribadi Anda seutuhnya?

24/10/2015

LAKUKANLAH SEMUANYA UNTUK TUHAN
Bacaan Firman
Bacalah Kolose 3:18 - 4:6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Pertanyaan Renungan
1. Siapa sajakah yang harus melakukan perintah Tuhan ini?
2. Mengapa kita harus melakukan semuanya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia?
Pernahkah Anda terlibat dalam panitia acara besar yang akan dihadiri oleh seseorang kepala negara? Tentu Anda ingin menyenangkan sang kepala negara. Demikian p**a dengan Kekristenan kita. Apapun yang kita lakukan, harus dilakukan dengan antusias, seolah-olah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Mengapa? Sebab, Tuhan yang memberikan upah kepada kita. Dalam renungan Saat Teduh hari ini, Paulus menulis, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang,”(Kolose 3:23-25). Ada upah yang tersedia bagi isteri yang tunduk kepada suami. Ada upah yang tersedia bagi suami yang mengasihi isteri. Ada upah yang tersedia bagi anak-anak yang mentaati orang tua. Ada upah yang tersedia bagi bapa-bapa yang tidak menyakiti hati anak-anak. Ada upah yang tersedia bagi hamba-hamba yang mentaati tuan mereka dengan tulus hati. Paulus berkata, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita,”(ayat 17). Marilah kita melakukan segala sesuatunya dengan hati yang tulus untuk menyenangkan Tuhan.

Address

Jalan W. R. Supratman
Pontianak
78122

Telephone

+6285754575012

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Almasih Family posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Almasih Family:

Share