GSKI Rehobot Pontianak

GSKI Rehobot Pontianak Ibadah Setiap Minggu
Pukul 18:00 WIB

Lokasi :
JL. HM. SUWIGNYO 1 NO. 46 PONTIANAK

20/02/2024

๐“๐‘๐”โœ๏ธ๐‡ ๐ƒ๐€๐ˆ๐‹๐˜
๐„๐๐‹๐ˆ๐†๐‡๐“๐„๐๐Œ๐„๐๐“
๐‘ƒ๐‘‘๐‘ก. ๐ท๐‘Ÿ. ๐ธ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ ๐‘ก๐‘ข๐‘  ๐‘†๐‘Ž๐‘๐‘‘๐‘œ๐‘›๐‘œ
Selasa, 20 Februari 2024

*PENGALAMAN YANG BERKUALITAS*

*Kekristenan dalam kehidupan seseorang menjadi mati atau tidak bernyawa jika tidak disertai pengalaman yang berkualitas dengan Tuhan.* Pengalaman riil dengan Tuhan bukan sesuatu yang hanya dinilai sebagai perbuatan tangan Tuhan, melainkan harus sungguh-sungguh dirasakan sebagai perbuatan Tuhan sendiri. Tidak sedikit orang yang mengakui suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam hidupnya sebagai perbuatan tangan Tuhan, tetapi kejadian itu tidak meninggalkan goresan dalam kehidupan orang tersebut. Goresan tersebut adalah kehidupan yang semakin memberkati orang lain. Sikap hidup yang tidak melukai sesama.

Banyak orang Kristen yang menyaksikan pengalaman kesaksian pertolongan Tuhan dalam hidupnya, tetapi tidak membuat dirinya berubah. Seharusnya dengan pengalaman tersebut, ia semakin mengasihi Tuhan, semakin bersedia melayani Tuhan dan berkorban apa pun juga bagi Tuhan, semakin hidup tidak bercacat dan tidak bercela dan tentu saja semakin menjadi berkat bagi orang lain. Karena memang segala pengalaman hidup tersebut dipakai Tuhan untuk mendewasakannya (Rm. 8:28). *Jadi kalau melalui pengalaman hidup seseorang tidak semakin membuatnya dewasa rohani, berarti ia menyia-nyiakan kesempatan.*

Padahal setiap peristiwa kehidupan mengandung pelajaran iman yang tidak ternilai harganya. Orang yang mengabaikan pelajaran rohani ini adalah orang-orang yang tidak memedulikan pemeliharaan rohaninya. Biasanya, ia memandang segala peristiwa kehidupan hanya sebuah irama hidup wajar. Orang seperti ini tidak menghargai nilai kekekalan. Pikirannya hanya tertuju kepada perkara-perkara duniawi. Mereka adalah orang-orang yang ingin dunia hari ini menjadi seperti Firdaus. Mereka juga adalah orang-orang yang belum dewasa, yang masih mencari penghargaan.

Kesaksiannya dianggap nilai tambah dirinya, padahal yang memberi nilai (_value_) adalah buah dari masalah tersebut, yaitu pendewasaan. Mereka hanya melihat nilai pada perbuatan Tuhan yang mengangkat masalah dan memenuhi apa yang mereka anggap sebagai kebutuhan, tetapi mereka tidak menemukan _value_ yang sesungguhnya, yaitu pendewasaan yang diakibatkan oleh masalah tersebut. Tidak heran jika mereka hanya mempersoalkan masalah itu sendiri dan bersyukur atas jalan keluarnya, bukan pada proses pendewasaannya. Pengalaman itu sendiri menjadi tidak berkualitas sama sekali.

*Kekristenan menjadi berkualitas bila pengalaman yang dialami orang percaya, bukan hanya berkenaan dengan pengalaman yang menyangkut masalah yang berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi berkenaan dengan kepentingan Tuhan.* Memang diawali dengan pengalaman yang berorientasi pada kepentingan pribadi, selanjutnya bila ia bertumbuh dewasa melalui pengalaman tersebut, Tuhan akan membawanya kepada pengalaman dengan Tuhan yang berorientasi pada kepentingan Tuhan atau pekerjaan Tuhan.

*Tuhan akan membuat perjalanan hidup kita tidak mulus, yang melaluinya Tuhan hendak mendewasakan kita*. Pendewasaan ini sebagai persiapan menjadi โ€œjagoโ€ atau โ€œgladiator Tuhan.โ€ Sebagaimana Tuhan Yesus selama 30 tahun dipersiapkan menjadi gladiator Bapa. Selanjutnya, Tuhan juga tidak akan membuat pekerjaan Tuhan atau pelayanan kita berjalan mudah tanpa rintangan. Hal ini dapat dilihat dari pengalaman para rasul, terutama rasul Paulus. Tuhan mengizinkan perjalanan pelayanannya berat; dari kelelahan fisik, perasaan yang terlukai sampai darah yang harus ditumpahkan (Flp. 2:17; 2 Tim. 4:6).

Pengalaman yang kedua ini akan membuat seseorang benar-benar mengalami Tuhan. Hal ini akan memperkokoh tali persekutuan dengan Tuhan. Ia akan semakin mengasihi Tuhan. Memandang Kerajaan Surga sebagai tujuan yang nyata dan sangat jelas. Ia menjadi kekasih Tuhan dan kesayangan-Nya. Inilah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dengan mengambil bagian dalam penderitaan Tuhan atau bersama-sama dengan Tuhan dalam segala pencobaan atau menderita bersama-sama dengan Tuhan. Tuhan sengaja mengizinkan perjalanan pelayanan kita menjadi berat dan penuh tantangan. Ini bagian dari hukum kehidupan yang harus dialami oleh seorang gladiator Tuhan yang berfungsi sebagai _corpus delicti_.

Pergumulan ini berat sebab yang dihadapi adalah kuasa kegelapan yang berusaha menghentikan laju pertumbuhan kedewasaan dan perjalanan pelayanan. Penderitaan merupakan ujian apakah seorang anak Tuhan tetap setia sampai akhirnya dan menyelesaikan tugas yang Bapa percayakan kepada orang pilihan-Nya (1 Ptr. 1:3-9). *Semakin dalam penderitaan yang dialami seseorang, berarti semakin besar kepercayaan yang Tuhan percayakan kepadanya*. Penderitaan itu bukan berarti sesuatu yang menyusahkan hati, tetapi beban yang menggerakkan seseorang menyerahkan segenap miliknya untuk pekerjaan Tuhan; di dalamnya termasuk pikiran, perasaan bahkan nyawa.

Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

KEKRISTENAN DALAM KEHIDUPAN SESEORANG MENJADI MATI ATAU TIDAK BERNYAWA JIKA TIDAK DISERTAI PENGALAMAN YANG BERKUALITAS DENGAN TUHAN.

20/02/2024

๐๐ฎ๐จ๐ญ๐ž ๐จ๐Ÿ ๐ญ๐ก๐ž ๐๐š๐ฒ:

Menjadi saksi berarti bagaimana kehidupan kita menjadi kehidupan yang menakjubkan yang bisa menjadi model dari manusia yang dikehendaki oleh Allah.

Pdt. Dr. Erastus Sabdono
20 Februari 2024. *Righteousness Of Christ:*

Kalau kita betul-betul hidup suci, mengenakan Kristus di dalam hidup, maka optimisme kehidupan yang kita akan terima di kekekalan, kita miliki.

Pdt. Dr. Erastus Sabdono
20 Februari 2024

Shalom saudara, kembali mengingatkan Ibadah Minggu ini, mari bergabung dan ajak keluarga, teman dan sahabat kita mengala...
17/02/2024

Shalom saudara, kembali mengingatkan Ibadah Minggu ini, mari bergabung dan ajak keluarga, teman dan sahabat kita mengalami Dan bertumbuh dalam Tuhan. Amin ๐Ÿ™๐Ÿ™

28/01/2024
04/01/2024

๐๐ฎ๐จ๐ญ๐ž ๐จ๐Ÿ ๐ญ๐ก๐ž ๐๐š๐ฒ:

Jauhilah hal-hal yang membuat kita menjadi orang-orang munafik.

Pdt. Dr. Erastus Sabdono
04 Januari 2024
*Righteousness Of Christ:*

Gereja yang benar harus membawa jemaat ke dalam persekutuan orang-orang kudus dan mengajarkan untuk hidup dalam kekudusan.

Pdt. Dr. Erastus Sabdono
04 Januari 2024

04/01/2024

๐“๐‘๐”โœ๏ธ๐‡ ๐ƒ๐€๐ˆ๐‹๐˜
๐„๐๐‹๐ˆ๐†๐‡๐“๐„๐๐Œ๐„๐๐“
๐‘ƒ๐‘‘๐‘ก. ๐ท๐‘Ÿ. ๐ธ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ ๐‘ก๐‘ข๐‘  ๐‘†๐‘Ž๐‘๐‘‘๐‘œ๐‘›๐‘œ
Kamis, 04 Januari 2024

*KESUNGGUHAN YANG KUAT*

Di tengah-tengah dunia yang makin jahat ini, akan terasa seakan-akan Allah seperti semakin menghindar, semakin tidak nyata, makin tipis kehadiran-Nya dan seakan-akan Allah dikalahkan oleh kejahatan manusia. Dan ini benar-benar terjadi. Bagi orang yang tidak dengan segenap hati, sepenuh jiwa, segenap akal budi dan kekuatan mengasihi Tuhan, maka orang itu pasti tidak akan menangkap Tuhan. Tuhan akan terasa makin sulit ditemui, makin sulit dikenali, rasanya Tuhan menjauh, rasanya seakan-akan demikian, padahal tidak. Tuhan tidak berubah; dulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Tuhan hadir dalam kehidupan manusia.

*Namun dibutuhkan kesungguhan yang kuat, keseriusan yang tinggi untuk bisa menjangkau atau menemukan Tuhan di tengah-tengah dunia kita yang fasik ini.* Kita harus sungguh-sungguh melepaskan semua kesenangan dunia. Ketertarikan kita kepada dunia harus kita tanggalkan. Dosa-dosa yang kita lakukan harus kita lepaskan. Berat sekali, memang sulit sekali, tetapi Tuhan lebih mahal dari apa pun dan siapa pun. Kita tidak bisa membeli atau memiliki barang mahal dengan harga murah. Barang mahal, harga mahal! Siapa yang lebih mahal dari Allah? Apa yang lebih mahal dari Allah? Tidak ada! Allah itu paling berharga, paling mahal, paling mulia!

Dengan apa kita bisa memperoleh atau mendapatkan-Nya? Tentu dengan segenap hidup yang kita pertaruhkan untuk mencari hadirat Tuhan, mencari wajah Tuhan. *Sejatinya, hanya orang yang kehilangan nyawa karena Yesusโ€”demi pengiringan kepada Yesusโ€”yang akan memperoleh nyawa.* Nyawa bicara mengenai kehidupan. Nyawa bicara mengenai suasana jiwa. Di dalam nyawa terdapat pikiran dan perasaan. Pikiran dan perasaan ini akan memproduksi kehendak. Jadi, kalau pikiran dan perasaan kita sepenuhnya kita tujukan kepada Tuhan, maka kehendak kita pun akan terarah hanya pada Tuhan.

Kuasa kegelapan bermanuver luar biasa, bagaimana membuat manusia tidak fokus kepada Tuhan. Dan sebaliknya, fokus dengan banyak hal. Apalagi kalau sampai ada yang terjerat perbuatan dosa yang menyangkut keinginan daging, nafsu dan jiwa yang keruh, maka ia akan terbelenggu dengan keadaan yang tidak akan membuatnya mampu terbang menjangkau Allah. Sebab kita harus menanggalkan atau melepaskan beban dan dosa, baru bisa terbang. Jadi jangan menganggap menemukan Tuhan itu mudah karena merasa Tuhan sangat membutuhkan kita. Tuhan itu baik, penolong, penuh kasih sayang. Benar. Tetapi jangan dengan berpikir demikian, lalu kita berpendapat bahwa Tuhanlah yang membutuhkan kita dan mencari kita. Seperti anak-anak balita yang merasa orang tualah yang membutuhkan dia, padahal sebenarnya orang tua bisa tidak membutuhkan anak-anak itu.

Dunia sudah mau berakhir, masak kita masih seperti anak balita yang merasa Tuhan membutuhkan kita? Lalu kita lari sana-sini suka-suka kita, dengan berbagai fokus, kesenangan, hobi, dan lain sebagainya. Ingat, kita yang harus mendekat kepada Tuhan, kita yang harus mencari wajah-Nya, kita yang harus menanggalkan semua kesibukan supaya kita bisa fokus kepada Tuhan. Kecuali kesibukan mengurus keluarga, kesibukan mencari nafkah, jelas itu harus kita penuhi. Tetapi selebihnya, untuk hal yang tidak perlu, jangan sentuh.

Ke depan Tuhan akan sulit ditemukan, namun bukan karena Tuhan mempersulit untuk ditemui melainkan karena suasana dunia kita yang fasik. Dan tanpa disadari, itu merusak cara berpikir banyak orang Kristen, selera jiwa orang Kristen yang tidak lagi memiliki kehausan dan kerinduan akan Allah, itu membuat Tuhan terasa jauh, tidak hadir. Padahal Allah tidak berubah, Allah setia memelihara kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya, Allah yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Maka kita harus seekstrem-ekstremnya, sefanatik-fanatiknya mencari Tuhan. *Kita harus membangun sebuah rutinitas, membangun sebuah irama hidup mencari Tuhan!*

Jadi jangan bergaul dengan orang yang membuat pikiran kita rusak. Kita bisa ditawan oleh teman-teman dengan segala kesenangan dan gaya hidup yang tidak mengenal Allah. *Jangan melakukan kesibukan-kesibukan yang tidak membuat kita bertumbuh di dalam Tuhan.* Dunia kita hanya Tuhan, Tuhan saja! Bahkan, kalau pun kita pacaran, menikah, punya anak, mengurus rumah tangga, bisnis, apa pun kita lakukan semua itu untuk kemuliaan Allah! Kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang dipersiapkan untuk masuk Kerajaan Surga.

Kalau dunia seseorang hari ini adalah dunia fasik, maka ia tidak akan layak masuk ke dalam Kerajaan Surga. Tetapi kalau Tuhan adalah dunia kita, kita selalu hidup di hadirat Tuhan, kita menjaga kekudusan dan kesucian, fokus kita bagaimana menyelamatkan jiwa-jiwa, maka pasti kita akan diterima di Kemah Abadi. Sebab kita akan meneruskan persekutuan kita dengan Tuhan di langit baru bumi baru. Kita teruskan pengabdian kita kepada Tuhan di langit baru bumi baru.

Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

DIBUTUHKAN KESUNGGUHAN YANG KUAT, KESERIUSAN YANG TINGGI UNTUK BISA MENJANGKAU ATAU MENEMUKAN TUHAN DI TENGAH-TENGAH DUNIA KITA YANG FASIK INI.

27/12/2023

๐“๐‘๐”โœ๏ธ๐‡ ๐ƒ๐€๐ˆ๐‹๐˜
๐„๐๐‹๐ˆ๐†๐‡๐“๐„๐๐Œ๐„๐๐“
๐‘ƒ๐‘‘๐‘ก. ๐ท๐‘Ÿ. ๐ธ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ ๐‘ก๐‘ข๐‘  ๐‘†๐‘Ž๐‘๐‘‘๐‘œ๐‘›๐‘œ
Rabu, 27 Desember 2023

*KETEKUNAN*

Dewasa ini banyak pengajaran yang tidak sesuai dengan Injil yang murni. Inilah yang dimaksud Paulus dengan injil-injil lain, yaitu injil yang berbeda dari Injil yang diberitakan oleh Paulus (Gal. 1:6-10). Injil lain mengajarkan Yesus yang lain dan spirit atau gairah yang lain (2 Kor. 11:2-4). Injil lain ini menyesatkan karena memuat ajaran Iblis yang oleh karenanya Tuhan Yesus berkata agar Iblis enyah dari hadapan-Nya sebab itu merupakan suatu batu sandungan (Mat. 16:23). *Injil palsu tersebut tidak dikenali kepalsuannya oleh banyak orang Kristen, sebab mereka tidak mengerti kebenaran sehingga tidak bisa membedakan kepalsuan atau kebenaran.*

Mereka mengemas khotbah atau pengajaran mereka dengan merangkai berbagai ayat dan kesaksian pribadi seakan-akan hal itu Alkitabiah. Ditambah lagi dengan pernyataan bahwa mereka sangat dekat dengan Tuhan, maka pengakuan itu merupakan usaha melegalisir pengajaran palsu tersebut seakan-akan kebenaran agar bisa diterima masyarakat Kristen. Ajaran-ajaran palsu tersebut pasti tidak menggiring orang Kristen pada rencana penyelamatan yang benar, yaitu mengembalikan manusia kepada rencana Allah yang semula. Mereka memikirkan apa yang dipikirkan manusia, yaitu bagaimana menyelamatkan hidup hari ini melalui karya salib Tuhan Yesus Kristus. Padahal salib itu diadakan justru untuk meninggalkan dunia atau tidak menyelamatkan hidup hari ini demi kehidupan yang akan datang.

Dengan cerdiknya, mereka membungkus pengajaran palsu tersebut dengan bungkusan yang baik, seakan-akan rohani padahal isinya sangat duniawi yang bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh Allah. Pemalsuan ini begitu canggih sehingga banyak orang tanpa sadar disesatkan. Pada dasarnya mereka membangun kerajaan manusia di bumi, sama seperti murid-murid Tuhan Yesus yang menghendaki agar Tuhan Yesus memulihkan kerajaan bagi Israel (Kis. 1:6-8). Banyak kemasan spirit atau gairah dunia dengan bungkus โ€œrohani,โ€ sehingga banyak orang tanpa sadar disesatkan.

Dan untuk menghapus pikiran sesat yang ada pada pikiran kita tidak bisa cepat, perlu waktu yang panjang dan keseriusan. *Waktu panjang dan keseriusan itu adalah belajar kebenaran firman Tuhan yang memadai sehingga menguduskan diri orang percaya.* Pengudusan terjadi melalui kebenaran firman Tuhan (Yoh. 17:17). Penyucian oleh firman adalah penyucian di dalam pikiran mereka. Hal ini tidak bisa berlangsung secara cepat atau terburu-buru. Seperti halnya untuk pemenuhan kebutuhan jasmani, seseorang harus mengunyah makanan secara benar dan melalui tahapan-tahapan yang ketat, artinya tidak bisa makan sekaligus satu ton beras, demikian p**a kehidupan rohani atau pemenuhan kebutuhan jiwa. Setiap hari harus mengalami proses pengudusan sampai pikirannya terbuka untuk melihat cahaya Injil kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah (2 Kor. 4:3-4).

*Tanpa ketekunan, seseorang tidak akan melihat cahaya Injil tersebut.* Sayang sekali banyak orang Kristen merasa sudah dimerdekakan oleh kurban Kristus di kayu salib. Padahal kurban Tuhan Yesus merupakan pintu gerbang yang dibuka oleh Tuhan agar manusia dapat memperoleh kesempatan untuk dimerdekakan oleh kebenaran (Yoh. 8:31-36). Kurban Tuhan Yesus tidak secara otomatis membebaskan manusia dari belenggu dunia. Dalam hal ini setiap orang percaya harus memiliki usaha untuk menyerap sebanyak mungkin kebenaran untuk dimerdekakan.

Aspek lain, kalau orang-orang Kristen dari kelompok tertentu sudah telanjur terjerat oleh pengajaran yang sesat, maka mereka tidak mudah dapat dilepaskan. Telinga mereka sudah tidak bisa lagi mendengar ajaran yang benar, mereka mengumpulkan guru-guru yang menyenangkan telinga (2 Tim. 4:3). Mereka yang mendengar ajaran salah itu bisa semakin sesat dan sampai taraf tertentu membuat mata hati mereka menjadi gelap dan tidak pernah bisa mengerti Injil Kerajaan Surga yang benar (2 Kor. 4:3-4; Ibr. 12:1-4). Kalau mata hati mereka gelap, maka betapa gelapnya kegelapan itu. Sampai pada taraf ini seseorang menjual diri atau hak kesulungannya seperti Esau menukar hak kesulungannya dengan semangkuk makanan (Ibr. 12:16-17).

Orang-orang ini tidak terlatih mengikuti perlombaan yang diwajibkan, yaitu memiliki penurutan terhadap kehendak Allah seperti Tuhan Yesus (Ibr. 12:1-4). Bagi mereka keselamatan dalam Yesus Kristus diberikan untuk menjawab kebutuhan jasmani, mempermudah kehidupan di bumi dan jaminan secara otomatis masuk surga. *Perlombaan yang diwajibkan diganti dengan berlomba semakin โ€œdiberkatiโ€ dengan berkat jasmani atau materi.* Kalau di kalangan pendeta, mereka berlomba untuk memiliki gereja paling besar, jumlah jemaat paling banyak dan berbagai ukuran duniawi atau lahiriah lainnya. Maka, orang percaya harus mengalami penyucian pikiran sehingga dapat melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

TANPA KETEKUNAN, SESEORANG TIDAK AKAN MELIHAT CAHAYA INJIL.

27/12/2023

*Righteousness Of Christ:*

Keadaan kita hari ini semua karena pertolongan Tuhan. Selagi kita diberi kesempatan, kita harus membalas semua kebaikan Tuhan dengan hidup menyenangkan hati-Nya, menjaga kekudusan dan selalu dalam hadirat-Nya setiap hari.

Pdt. Dr. Erastus Sabdono
27 Desember 2023
๐๐ฎ๐จ๐ญ๐ž ๐จ๐Ÿ ๐ญ๐ก๐ž ๐๐š๐ฒ:

Salah satu perjuangan kita untuk bisa menjadi hidup berkenan di hadapan Tuhan adalah menjaga perkataan kita.

Pdt. Dr. Erastus Sabdono
27 Desember 2023

Mari kita ikuti seminar Rohani "BERKODRAT ILAHI"  di Gski rehobot ketapang , Senin 15 januari 2024.
20/12/2023

Mari kita ikuti seminar Rohani "BERKODRAT ILAHI" di Gski rehobot ketapang , Senin 15 januari 2024.

Ibadah Natal Gski Pontianak 2023
20/12/2023

Ibadah Natal Gski Pontianak 2023

Address

Jalan HM. Suwignyo
Pontianak
78115

Opening Hours

18:00 - 20:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GSKI Rehobot Pontianak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category