GPDI PUSAT

GPDI PUSAT Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI)

25/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Selasa, 26 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 1 Tawarikh 17,18,19 & Yohanes 10:1-21

SAMBUTLAH KRISTUS DIHATIMU

Yohanes 10:10 (TB) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Pencuri datang tidak akan pernah dengan maksud dan tujuan baik, melainkan untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, walaupun seolah-seolah memberikan harapan.

Mereka membuai, mempengaruhi supaya manusia menjauh dari kawanan gembalaan Kristus, tujuannya hanya akan menjadikan mereka sasaran penganiayaan.

Yesus datang untuk memberikan kehidupan yang sesungguhnya.
Untuk menyatakan hidup dalam tingkatannya yang tertinggi.
Hidup yang utuh, hidup yang mengenal Allah.

Kristus datang, supaya "mereka mempunyai hidup". Seperti seorang penjahat dibebaskan dari hukuman, seperti orang sakit disembuhkan, seperti orang mati dibangkitkan, seperti orang yang tidak punya pengharapan supaya memiliki keyakinan yang teguh. Supaya kita dibenarkan, dikuduskan, dan akhirnya dimuliakan.

Mari buka hati seluas-luasnya, Kristus hanya bisa mengubahkan kita, ketika kita menyambut Kristus dalam hati kita.

Haleluya 🤝

24/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Senin, 25 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 1 Tawarikh 14,15,16 & Yohanes 9:24-42

TIDAK MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA

1 Tawarikh 15:2 (TB) Ketika itu berkatalah Daud: "Janganlah ada yang mengangkat tabut Allah selain dari orang Lewi, sebab merekalah yang dipilih TUHAN untuk mengangkat tabut TUHAN dan untuk menyelenggarakannya sampai selama-lamanya."

Setiap kita, bahkan orang yang paling bijak dan baik sekalipun, bisa saja lalai. Tetapi setelah menyadarinya, segeralah memperbaiki.

Daud tidak berusaha membenarkan diri atas kesalahan sebelumnya ataupun melempar kesalahan kepada orang lain.

Daud sadar akan kesalahannya saat pertama kali mencoba memindahkan tabut dengan kereta baru (meniru gaya Filistin), yang menyebabkan kematian Uza.

Untuk menghormati kekudusan Tuhan dan mengikuti prosedur yang benar dalam melayani Tuhan.

Daud mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Daud mengoreksi diri, memperbaiki kesalahan, dan tunduk pada peraturan dan hukum yang sudah ditetapkan oleh Musa sesuai dengan firman Tuhan. Daud mengingatkan bahwa orang Lewi yang harus mengangkat tabut dan mereka harus menguduskan diri. Daud mengatur petugas pengangkat, pemuji, pengiring nyanyian dengan alat-alat musik yang berbeda-beda, dan peniup nafiri.

Daud tidak mau mengulangi kesalahan dan sangat berhati-hati menata persiapan dan mengatur orang-orang yang terlibat serta memotivasi orang-orang untuk memuji Tuhan.

Seberapa seriusnya orang menghormati Tuhan, dapat dilihat dari sikap dan perbuatannya untuk melak*kan yang terbaik untuk Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apa yang akan kita lak*kan sebagai wujud untuk menghormati dan memuliakan Tuhan?

Haleluya 🤝

23/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Minggu, 24 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 1 Tawarikh 11,12,13 & Yohanes 9:1-23

DIBALIK PENDERITAAN ADA BERTKAT TUHAN

Yohanes 9:2-3 (TB) Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Ada yang menganggap bahwa penderitaan adalah akibat dosa. Sebaliknya bisa jadi bahwa penderitaan tidak ada hubungannya dengan dosa. Kedua hal ini merupakan ajaran Kitab Suci.

Sebelumnya Kristus telah menekankan pada orang lain yang lumpuh bahwa dosalah yang menyebabkan kelumpuhannya. (5:14).

Yesus mengajarkan bahwa penyakit tidak selalu berakar dari dosa, tetapi bisa menjadi kesempatan bagi Allah untuk berkarya. Bahkan penderitaan bisa menjadi peluang untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Banyak di dunia ini terlahir kurang sempurna, tetapi tidak sedikit punya kemampuan melebihi orang yang terlahir dengan normal.

Tuhan Yesus melihat penderitaan yang dialami oleh orang buta ini bukanlah disebabkan oleh dosa. Tuhan Yesus melihat rencana yang lebih besar.

Yesus menghentikan rantai masalah penderitaan dengan memasukkannya ke dalam konteks rencana Allah yang agung.

Di balik penderitaan, sakit-penyakit, kesulitan hidup, ada rencana Tuhan yang agung di dalam hidup kita. Sebab itu, ketika sakit penyakit, penderitaan, kesulitan datang menerpa kita, nantikanlah saat Tuhan bekerja dan menyatakan maksud-Nya yang Agung di dalam hidup kita.

Haleluya 🤝
(Dep. Literatur GPDI)

22/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Sabtu, 23 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 1 Tawarikh 8,9,10 & Yohanes 8:37-59

KETIDAKSETIAAN BERUJUNG DI TOLAK TUHAN

1 Tawarikh 10:13 (TB) Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah

Kesetiaan kepada Tuhan adalah hal terpenting, dan mencari petunjuk di luar Tuhan adalah bentuk pemberontakan.

Alkitab mencatat bahwa raja Saul mati akibat ketidaksetiaannya kepada TUHAN, tidak menaati firman-Nya dan mempraktikkan okultisme dengan meminta petunjuk arwah. Tindakan ini melanggar hukum Tuhan dan mengakibatkan Allah menolak Saul.

Kebesaran orang (raja)tidak akan mengecualikan dirinya dari penghukuman Allah. Cepat atau lambat, dosa orang-orang berdosa pasti akan mengejar dan menemukan mereka, "Saul mati karena perbuatannya".

Kisah Saul mengungkapkan tragisnya hidup orang yang diberi anugerah oleh Tuhan, tetapi ketidaktaatannya membuat ia ditolak Tuhan.

Sebaliknya, Daud yang dipilih menggantikan Saul, menunjukkan sikap bersandar pada Tuhan. Ketaatan Daud membawa anugerah yang lebih besar, yaitu keturunannya akan menjadi pewaris takhta kerajaan Israel.

Tuhan menolak Saul yang datang mencari petunjuk Tuhan hanya ketika tidak ada lagi jalan keluar di tengah kebuntuan, tetapi Tuhan sudah menolaknya. Saul mencari Tuhan hanya untuk hal-hal yang sesuai dengan keinginannya.

Tuhan menginginkan kesetiaan umat-Nya dan mau taat mengikuti petunjuk-Nya. Alkitab menuliskan petunjuk-petunjuk Tuhan. Mari membaca Alkitab, merenungkan dan mempraktekkan dalam perjalanan hidup kita.

Haleluya 🤝
(Dep. Literatur GPDI)

21/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Jumat, 22 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 1 Tawarikh 6,7 & Yohanes 8:21-36

APAKAH KITA MURID KRISTUS SEJATI?

Yohanes 8:31-32 (TB) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Sifat murid Kristus yang sejati "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku."

Hal ini menyiratkan bahwa ada banyak orang yang mengaku sebagai murid Kristus tetapi kenyataannya tidak, hanya di luar dan sekadar nama saja.

Menjadi murid Yesus yang sejati membutuhkan komitmen untuk tetap hidup dalam firman-Nya, bukan sekadar percaya sesaat. Tetapi yang setia kepada firman-Nya dalam segala hal tanpa mendua hati, dan yang tetap tinggal di dalamnya sampai akhir hidupnya tanpa menjadi murtad.

Ketaatan yang konsisten pada firman-Nya merupakan bukti otentik bahwa seseorang adalah murid Kristus yang sesungguhnya.

Konsekuensi dari kesetiaan ini adalah pengetahuan akan kebenaran yang memerdekakan dari dosa dan ikatan duniawi.

Kesetiaan pada firman akan membawa pada pemahaman mendalam akan kebenaran.
"Kamu akan mengetahui kebenaran", menjadi lebih teguh lagi dalam percaya kepadanya.

"Kebenaran itu akan memerdekakan kamu".
Kebenaran Injil memerdekakan kita dari k*k hukum dan upacara agama tanpa isi.
Merdeka dari kekuasaan hawa nafsu dan keinginan daging. Kemerdekaan itu memulihkan jiwa sehingga jiwa kembali memerintah atas dirinya sendiri, dengan membuatnya tunduk pada Penciptanya.

Hanya percaya kepada Yesus yang bisa menghasilkan kemerdekaan dari perbudakan dosa. Itu dimungkinkan karena Yesus telah mati bagi kita guna menjawab segala masalah yang ditimbulkan oleh dosa.

Haleluya 🤝
(Dep. Literatur GPDI)

20/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Kamis, 21 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 1 Tawarikh 3,4,5 & Yohanes 8:1-20

HANYA ORANG YANG TIDAK BERDOSA YANG BERHAK UNTUK MENGHAKIMI

Yohanes 8:7 (TB) Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

Ketidakpedulian-Nya terhadap desakan yang terus-menerus bertanya kepada-Nya, harusnya disikapi sebagai petunjuk untuk menghentikan perbuatan yang tidak benar.

Yesus menegaskan bahwa hanya orang yang tidak berdosa yang berhak untuk menghakimi.

Tidak pantas seorang manusia untuk menghakimi sesama, karena setiap manusia memiliki dosa.

Yesus sama sekali tidak berdosa. Yesus juga tidak meremehkan dosa perempuan itu, melainkan Ia memberikan kesempatan kedua kepada perempuan itu. Yesus yang tanpa dosa pun menampakkan diri sebagai orang yang penuh rahmat dan anugerah.

Tuhan Yesus meluruskan cara penerapan Hukum Taurat. Hukum Taurat diberlak*kan bagi umat Allah dalam konteks kasih kepada Allah dan sesama. Oleh karena itu, belas kasih harus menjadi dasar penerapan Hukum Taurat.

Orang yang s**a menghakimi sesamanya dan senang melihat orang lain dihukum, pada hakikatnya belum mengalami kasih dan pengampunan dari Allah.

Haleluya 🤝
(Dep. Literatur GPDI)

19/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Rabu, 20 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 1 Tawarikh 1,2 & Yohanes 7:25-53

SILSILAH

1 Tawarikh 2:1 (TB) Inilah anak-anak Israel: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon, dst..

Bagi bangsa Israel yang kembali dari pembuangan di Babel, silsilah itu memberikan kepastian identitas diri, Siapa diri mereka sebenarnya.

silsilah ini memunculkan kembali penanda-penanda kuno yang membedakan bahkan beberapa suku yang diangkut tertawan ke dalam Asyur.

Dengan mempelajari tulisan-tulisan kudus yang telah diabadikan, dapat menemukan nama-nama nenek moyang mereka, serta kemunculan keluarga-keluarga mereka di dalamnya.

Melalui silsilah ini, penulis Tawarikh ingin memberikan keyakinan bahwa mereka tetap adalah umat pilihan Allah yang istimewa.

Alkitab Perjanjian Baru mencatat Silsilah, puncaknya adalah Yesus Kristus.
Silsilah ini menempatkan Yesus sebagai puncak sejarah Keselamatan.

Silsilah menjembatani sejarah Israel dari Kitab Perjanjian Lama sampai ke Perjanjian Baru dengan kedatangan Yesus Kristus sebagai Mesias dan Juruselamat.

Haleluya 🤝
(Dep. Literatur GPDI)

18/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Selasa, 19 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 2 Raja-raja 23,24,25 & Yohanes 7:1-24

MENCARI POPULARITAS ATAU KEHENDAK TUHAN?

Yohanes 7:4 (TB) Sebab tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia."

Orang rela melak*kan apa pun demi popularitas. Bisa mengorbankan apa saja, termasuk iman dan integritasnya demi popularitas.

Saudara-saudara Yesus ingin Yesus menggunakan kuasa-Nya dimuka umum untuk mencari popularitas.

"Jika Ia mau diakui di muka umum... tampakkanlah diri-Mu kepada dunia."

Sesuatu yang kontras antara ambisi manusia untuk mencari popularitas dan jalan kerendahan hati yang dipilih Yesus untuk Keselamatan manusia.

Yesus menegaskan bahwa karya-Nya tidak disesuaikan dengan permintaan pasar, tetapi dengan kehendak Allah. Pelayanan kesaksian-Nya sepenuhnya bergantung pada waktu Tuhan. Ia tidak ingin lepas dari pimpinan dan kehendak Allah.

Tujuan kesaksian-Nya bukanlah untuk menambah popularitas, melainkan agar dunia bertobat dari dosa-dosanya.

Yesus memilih jalan kesunyian. Ia melak*kan hal-hal yang tidak populer. Ia tidak mengikuti suara orang banyak. Ia cenderung membenturkan mereka dengan kebenaran Allah.
Prinsip dan pola hidup pelayanan kita pun tidak boleh untuk menyenangkan orang banyak, tetapi hanya untuk menaati kehendak Allah semata.

Haleluya 🤝
(Dep. Literatur GPDI)

17/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Senin, 18 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 2 Raja-raja 20,21,22 & Yohanes 6:45-71.

TUHANLAH JAMINAN HIDUP KITA

2 Raja-raja 20:17 (TB) Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.

Ketika Hizkia raja Yehuda sakit dan di vonis mati, ia merendahkan hati dihadapan Tuhan sehingga Tuhan memberikan kesempatan untuk hidup 15 tahun lagi.

Ketika Raja Babel mengetahui bahwa Hizkia sakit, ia mengirimkan utusan mengunjungi Hizkia. Hal ini membuat Hizkia sangat senang mendapatkan kunjungan kehormatan dari negara adidaya.

Hizkia pamer kekayaan, menunjukkan bahwa Yehuda berjaya dan rajanya perkasa.

Allah melalui Yesaya menegur Hizkia dengan keras ketika menerima utusan raja Babel. Bahwa semua kekayaan itu kelak akan diangkut ke Babel termasuk keturunan Hizkia juga akan ditawan di tanah pembuangan.

Hizkia sudah terjebak oleh ukuran dunia tentang jaminan hidup, yaitu kekayaan, kekuasaan, dan hikmat.
Bagi Hizkia kekayaannya akan menjamin hidup damai dan keamanan.

Respons Hizkia menunjukkan ketidakpekaannya bahwa sikap menggantungkan diri pada kekayaan adalah dosa. Pada hal Tuhan sudah memberikan kesempatan 15 tahun untuk bertobat.

Tuhanlah jaminan hidup kita, Tuhan mau supaya kita menggantungkan hidup kita kepada-Nya.

Haleluya 🤝
(Dep. Literatur GPDI)

16/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Minggu, 17 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 2 Raja-raja 18,19 & Yohanes 6:25-44

KRISTUS ADALAH SUMBER HIDUP

Yohanes 6:27 (TB) Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Yesus mengucapkan ini setelah memberi makan lima ribu orang, menegur orang banyak yang mencari-Nya hanya untuk makanan fisik dan bukan karena mukjizat rohani yang Ia nyatakan.

Fokus utama kehidupan kita seharusnya bukan pada berkat materi yang fana, melainkan pada iman dan relasi dengan Kristus yang membawa dampak kekal.

"Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa". Kristus tidak melarang orang untuk bekerja mencari makan, bahkan jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (2Tes. 3:10). Tetapi yang dimaksud adalah supaya kita tidak menjadikan urusan-urusan dunia ini sebagai perhatian utama kita.

Kristus menegur orang banyak yang mencari Dia, karena mereka mencari-Nya bukan sebagai "Sumber Hidup" Itu sendiri.

Yohanes 6:35, Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Haleluya 🤝

16/05/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Sabtu, 16 Mei 2026.

Bacaan Alkitab Harian: 2 Raja-raja 15,16,17 & Yohanes 6:1-24

MENGIKUTI HUKUM/LITURGI IBADAH TIDAK SAMA DENGAN TAKUT AKAN TUHAN

2 Raja-raja 17:26 (TB) Lalu berkatalah orang kepada raja Asyur: "Bangsa-bangsa yang tuanku angkut tertawan dan yang tuanku suruh diam di kota-kota Samaria tidaklah mengenal hukum beribadah kepada Allah negeri itu, sebab itu dilepaskan-Nyalah singa-singa ke antara mereka yang sesungguhnya membunuh mereka, oleh karena mereka tidak mengenal hukum beribadah kepada Allah negeri itu."

Raja Asyur memerintahkan agar seorang imam dikirim ke Samaria untuk mengajarkan hukum beribadah. Menjalankan ritual agama berdasarkan sistem tata ibadah yang dianut bangsa Yahudi.

Mereka berpikir bahwa telah menjadi bagian dari umat Allah karena mereka menyembah TUHAN dengan tata ibadah yang sama, sembari mereka menyembah ilah-ilah.

Umat Israel harusnya menjadi teladan bagimana orang yang beribadah yang benar, sebaliknya mereka justru ikut-ikutan menyembah dewa dewi bangsa-bangsa lain, sembari mereka beribadah kepada Allah.

Mengenal hukum beribadah kepada Allah tidak sama dengan takut akan Tuhan.
Menyembah Allah adalah menghormati Allah sebagai Pribadi.

Kristen sebagai umat pilihan-Nya tidak dapat dilenyapkan dengan merusak sistem ibadah, dengan melarang beribadah, membakar gedung gereja. Sebab kekuatan ibadah terletak pada Karya dan Anugerah Allah itu sendiri.

Orang Kristen yang telah menerima Anugerah Allah, dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dan menyatakan kesaksian hidup Kristen yang benar, di tengah-tengah dunia yang menyembah ilah-ilah dunia.

Haleluya 🤝

Address

Pematangsiantar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GPDI PUSAT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share