GPDI PUSAT

GPDI PUSAT Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI)

29/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Selasa, 29 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Yesaya 16,17,18 & Efesus 1

ROH KUDUS ADALAH JAMINAN

Efesus 1:14 (TB) Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Roh Kudus adalah Jaminan : Kata "jaminan" dalam teks asli Yunani menggunakan kata arrhabon, yang artinya adalah uang muka/DP, tanda jadi, atau panjar.

Di dunia kuno (dan bahkan istilah bisnis modern di Yunani), arrhabon adalah uang yang dibayarkan terlebih dahulu sebagai garansi hukum bahwa sisa pembayaran pasti akan dilunasi. Jadi, kehadiran Roh Kudus di dalam hidup kita adalah garansi mutlak dari Allah bahwa Dia akan menyelesaikan keselamatan kita sampai tuntas.

Ketika seorang pedagang membayar DP, itu berarti:
• Transaksinya sudah sah dan pasti akan dilunasi.
• Barangnya sudah dianggap milik pembeli, meski belum dibawa pulang sepenuhnya.

Artinya, ketika Allah memberikan Roh Kudus kepada kita sekarang, Dia sudah memberikan DP dari surga itu sendiri.
Kehadiran Roh Kudus menunjukkan bahwa kita telah menerima bagian dalam keselamatan yang Allah janjikan.

Roh Kudus bukan hanya hadir dalam diri kita, tetapi menjadi jaminan bahwa janji keselamatan Allah akan digenapi sepenuhnya.

Ayat ini memberikan kepastian iman. Kita tidak perlu takut kehilangan keselamatan kita, karena Allah sendiri yang telah memberikan "tanda jadi" yang tidak bisa dibatalkan, yaitu Roh Kudus-Nya sendiri.

Haleluya 🤝

28/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Senin, 28 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Yesaya 13,14,15 & Galatia 6

KESOMBONGAN MENDAHULUI KEHANCURAN

Yesaya 14:12 (TB) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Secara garis besar, ayat ini memiliki dua dimensi penafsiran utama yang diakui oleh para teolog:

- Secara Historis (Raja Babel): Dalam konteks Kitab Yesaya pasal 14, ayat ini adalah bagian dari nyanyian ejekan atas runtuhnya kekuasaan Raja Babel yang kejam dan sombong. Raja Babel menganggap dirinya setinggi dewa atau benda langit (seperti planet Venus yang bersinar terang), namun pada akhirnya ia dikalahkan, takhta dunianya dihancurkan, dan ia mati seperti manusia biasa.

Raja Babel digambarkan sebagai orang yang memiliki kekuasaan besar, bahkan “mengalahkan bangsa-bangsa”. Namun kekuasaan tersebut tidak membuatnya kebal terhadap hukuman Allah.

- Secara Teologis / Tipologis (Kejatuhan Iblis/Lucifer):
Secara rohani, banyak penafsir Alkitab memandang kejatuhan Raja Babel ini sebagai gambaran atau bayangan (tipologi) dari kejatuhan Iblis (Lucifer) sebelum penciptaan manusia. Frasa "Bintang Timur, putera Fajar" dalam bahasa Latin diterjemahkan sebagai Lucifer (pembawa terang). Menggambarkan bagaimana makhluk surgawi yang begitu mulia jatuh ke bumi karena menyombongkan diri dan ingin menyamai Yang Mahatinggi.

Peringatan keras bagi manusia bahwa kesombongan mendahului kehancuran.
Keangkuhan dan keinginan meninggikan diri membawa kejatuhan. Apa yang tinggi di mata manusia dapat direndahkan, tetapi kerendahan hati di hadapan Allah membawa kita kepada kehidupan yang benar.

Kiranya kita selalu rendah hati dan tetap mengandalkan Tuhan.

Haleluya 🤝

27/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Minggu, 27 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Yesaya 10,11,12 & Galatia 5

BUAH ROH

Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, s**acita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Paulus sengaja memakai kata buah dalam bentuk tunggal, bukan buah-buah. Artinya 9 hal ini bukan menu prasmanan yang bisa kita pilih salah satu, tapi satu paket utuh yang tumbuh bersamaan ketika Roh Kudus tinggal dan bekerja di dalam kita.

Sembilan karakteristik moral dan spiritual yang dihasilkan oleh Roh Kudus di dalam kehidupan seorang beriman. Tidak ada hukum mana pun di dunia ini yang menentang orang yang hidup dalam karakter tersebut.

1. Kasih (Agape), Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, tulus, dan bersedia berkorban demi kebaikan orang lain tanpa syarat.

2. Sukacita (Chara), Kegembiraan mendalam yang bersumber dari hubungan dengan Tuhan, bersifat menetap, dan tidak dipengaruhi oleh keadaan buruk di sekitar.

3. Damai Sejahtera (Eirene), Ketenangan batin dan keharmonisan hidup yang melampaui segala akal, baik dengan Tuhan, diri sendiri, maupun sesama.

4. Kesabaran (Makrothumia), Ketahanan mental untuk menanggung penderitaan atau menghadapi orang yang menjengkelkan tanpa lekas marah atau membalas dendam.

5. Kemurahan (Chrestotes), Sikap hati yang ramah, penuh belas kasihan, dan peduli terhadap kebutuhan serta penderitaan sesama.

6. Kebaikan (Agathosune), Tindakan nyata yang mendatangkan berkat, keadilan, dan kebajikan bagi orang lain secara aktif.

7. Kesetiaan (Pistis), Sifat yang dapat dipercaya, loyal, teguh memegang janji, dan berkomitmen penuh kepada Tuhan dan sesama.

8. Kelemahlembutan (Prautes), Kekuatan yang dikendalikan; sikap rendah hati, tidak sombong, dan bersikap lembut dalam tutur kata maupun tindakan.

9. Penguasaan Diri (Egkrateia), Kemampuan mengendalikan hawa nafsu, keinginan daging, emosi, dan impuls diri agar tetap selaras dengan kehendak Tuhan.

Buah Roh adalah bukti dari kehidupan yang semakin tunduk kepada pekerjaan Roh Kudus. Pertumbuhan rohani bukan hanya terlihat dari seberapa banyak seseorang mengetahui Firman Tuhan, tetapi juga dari bagaimana karakter Kristus semakin terlihat dalam kehidupannya.

Haleluya 🤝

26/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Sabtu, 26 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Yesaya 7,8,9 & Galatia 4

IMANUEL, ALLAH MENYERTAI KITA.

Yesaya 7:14 (TB) Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Ayat ini diucapkan nabi Yesaya kepada Raja Ahas dari Yehuda. Saat itu Yehuda sedang ketakutan karena akan diserang oleh koalisi Aram dan Israel Utara. Ahas tidak percaya kepada Tuhan, menolak untuk meminta tanda dari Tuhan bahkan ia lebih memilih mengandalkan bantuan militer dari Asyur.

Meskipun Ahas tidak percaya kepada Tuhan, Tuhan tetap memberikan "tanda", ini sebagai jaminan bahwa rencana musuh akan gagal dan Yehuda akan dipelihara. Tanda ini menjadi simbol pengharapan di tengah keputusasaan.

“Seorang perempuan muda mengandung”
Kelahiran seorang anak menjadi tanda bahwa rencana dan janji Allah sedang digenapi. Ia menamakan Dia Imanuel.

Kata Imanuel berarti "Allah menyertai kita". Dalam iman Kristen, nubuatan ini digenapi secara sempurna ketika Yesus lahir ke dunia sebagai manusia. Dia bukan sekadar nabi, melainkan Allah yang hadir secara nyata di tengah-tengah manusia untuk menyelamatkan.

“Allah menyertai kita” Allah memberikan pertolongan dengan menyatakan kehadiran-Nya bersama umat-Nya. Dalam Yesus, orang percaya melihat penyertaan Allah itu secara nyata.

Allah tetap hadir ketika keadaan menakutkan. Janji Allah tidak bergantung pada keadaan manusia.
Ia imanuel mengingatkan kita bahwa kita tidak berjalan sendirian.
Kehadiran Allah memberi pengharapan di tengah ketidakpastian.

Haleluya 🤝

24/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Jumat, 25 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Yesaya 4,5,6 & Galatia 3

MEMULAI DALAM ROH, MENGKHIRI DALAM DAGING?

Galatia 3:3 (TB) Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

Jemaat di Galatia menerima Injil karena anugerah. Mereka percaya Yesus, menerima Roh Kudus, menikmati mujizat, semua terjadi hanya karena iman kepada Kristus.

Pengajar-pengajar palsu (kaum Yudais) memengaruhi mereka untuk melakukan ritual hukum Taurat secara lahiriah (seperti sunat dan aturan makanan) agar dianggap "sempurna" atau "benar-benar selamat".

Paulus menyebut mereka "bodoh" (bukan untuk menghina), melainkan karena heran. Sangat tidak logis ketika sesuatu yang dimulai dengan tingkat yang sangat tinggi (karya supernatural Roh Kudus) justru mencoba menyempurnakan dengan tingkat yang lebih rendah (usaha kedagingan manusia).

Paulus mengingatkan: Keselamatan, pertumbuhan rohani, dan kekudusan dari awal sampai akhir adalah karya Roh, yang kita terima dan jalani dengan iman, bukan dengan daftar prestasi.
Bukan berarti kita pasif. Tapi ketaatan kita adalah respons terhadap kasih karunia, bukan syarat untuk mendapatkannya.

Seringkali kita mulai mengandalkan "daging" saat merasa sudah melakukan banyak kebaikan, rajin beribadah, atau memiliki pencapaian rohani tertentu, lalu mulai menghakimi orang lain. Paulus mengingatkan bahwa semua itu adalah anugerah sejak awal hingga akhir.

Jika kita diselamatkan karena anugerah, maka kita juga harus menjalani kehidupan sehari-hari (bertumbuh, melayani, melakukan kebaikan) dengan bersandar pada kekuatan dan tuntunan Roh Kudus.

Haleluya 🤝

23/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Kamis, 24 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Yesaya 1,2,3 & Galatia 2

MARILAH, BAIKLAH KITA BERPERKARA
—FIRMAN TUHAN—

Yesaya 1:18 (TB) Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Undangan penuh kasih dari Allah agar manusia datang kepada-Nya dan menerima pengampunan dosa.

Allah mengajak manusia berbicara jujur dan membereskan masalah dosa bersama-Nya, bukan untuk menghukum, melainkan memulihkan.

"Marilah, baiklah kita beperkara!".
Kata "beperkara" dalam bahasa aslinya punya nuansa seperti di ruang pengadilan, mari kita duduk bersama dan bereskan perkara ini. Tuhan mau bicara dengan kita.

"Merah seperti kirmizi dan kesumba"
Merah di sini bukan merah biasa.
Kirmizi (tola'at shani), warna merah tua, warnanya sangat pekat dan susah hilang, meresap ke kain.
Kesumba, merah terang yang mencolok.
Ini gambaran dosa yang melekat dalam, nyata, dan tidak bisa dihapus dengan usaha sendiri.

Menjadi putih seperti salju dan bulu domba"
Janjinya bukan "akan memudar jadi merah muda", tapi benar-benar putih bersih. Hanya Tuhan yang bisa melakukan pemutihan total itu. Hal ini digenapi sepenuhnya di dalam karya penebusan Kristus.

Tuhan sendiri yang memanggil kita untuk datang kepada-Nya. Pengampunan ini tersedia bagi siapa saja yang mau merendahkan diri dan kembali kepada jalan Tuhan.

Haleluya 🤝

22/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Rabu, 23 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Kidung Agung 6,7,8 & Galatia 1

KEBENARAN INJIL TIDAK BOLEH DIUBAH, DITAMBAH ATAU DI KURANGI.

Galatia 1:8 (TB) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

Surat ini ditulis karena saat itu ada pengajar-pengajar palsu yang mencoba memengaruhi jemaat Galatia. Mereka mengajarkan bahwa untuk diselamatkan, orang percaya harus menambah iman mereka dengan kewajiban hukum Taurat (seperti sunat). Paulus menolak keras hal ini karena keselamatan murni adalah anugerah melalui iman kepada Yesus Kristus.

Paulus menegaskan bahwa kebenaran Injil tidak bergantung pada siapa yang membawanya. Kebenaran Injil tidak boleh diubah, dikurangi, atau ditambah, sekalipun itu datang dari rasul atau malaikat sekalipun.

Tolok ukur kebenaran Firman Tuhan sendiri adalah standar tetap. Segala ajaran, gagasan, atau "wahyu baru" harus diuji sesuai dengan Kitab Suci. Tidak ada otoritas yang lebih tinggi daripada Injil yang sudah diberikan Tuhan.

Ayat ini mengajarkan kita untuk memiliki iman yang teguh sekaligus sikap yang waspada.

Tidak semua yang terdengar rohani, mengagumkan, atau mengatasnamakan Tuhan otomatis benar.

Jangan menilai kebenaran Firman berdasarkan siapa yang berbicara, melainkan berdasarkan kebenaran Injil.

Haleluya 🤝

22/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Selasa, 22 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Kidung Agung 4,5 & 2 Korintus 13

CINTA KASIH BUKAN HANYA TENTANG MEMILIKI TETAPI MENGHARGAI

Kidung Agung 4:1 (TB) Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.

Kitab Kidung Agung sering ditafsirkan sebagai simbol cinta kasih Allah yang begitu dalam dan penuh kekaguman kepada umat-Nya (atau Kristus kepada Jemaat-Nya).

Tuhan melihat kita dengan penuh kasih, dan Dia melihat keindahan di dalam diri kita yang dikehendaki-Nya.

Ayat ini mengingatkan bahwa kasih bukan hanya tentang memiliki seseorang, tetapi juga tentang menghargai, memuji, dan melihat keindahan dalam diri orang yang dikasihi.

Juga ayat ini mengingatkan Indahnya cinta dalam pernikahan. Tuhan sendiri yang menciptakan kekaguman, romansa, dan pujian yang tulus antara suami dan istri.

Kita diajak untuk tidak hanya melihat apa yang kurang dalam diri seseorang. Belajarlah melihat apa yang indah, baik, dan berharga yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Kasih yang benar membangun dan memberi penghargaan.

Haleluya 🤝

21/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Senin, 21 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Kidung Agung 1,2,3 & 2 Korintus 12

"DURI DALAM DAGING"

2 Korintus 12:7-9 (TB) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih s**a aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Paulus mengalami sesuatu yang menyakitkan dan terus mengganggunya. Ia menyebutnya sebagai “duri dalam daging”. Tujuannya adalah agar Paulus tidak meninggikan diri karena pengalaman rohani yang luar biasa.

Istilah "duri dalam daging" ini merujuk pada penderitaan fisik, tantangan mental, atau persekusi kejam yang Paulus hadapi. Meskipun terasa menyakitkan, Tuhan memakainya untuk tujuan yang baik (menjaga hati Paulus tetap rendah hati).

Paulus mencatat bahwa ia sudah tiga kali berseru agar penderitaan itu diangkat darinya.
Tokoh iman sebesar Paulus pun mengalami momen di mana doanya tidak dijawab dengan kata "Ya" atau kesembuhan instan. Tuhan punya rencana yang lebih besar daripada sekadar kenyamanan fisik Paulus.

Jawaban Tuhan menegaskan bahwa Kasih karunia (anugerah dan penyertaan) Tuhan sudah lebih dari cukup untuk memampukannya melewati badai tersebut.

Kadang-kadang Tuhan mengizinkan kita menghadapi keterbatasan, pergumulan, atau keadaan yang tidak segera berubah. Bukan berarti Tuhan tidak peduli, tetapi keadaan itu dapat menjaga kita dari kesombongan dan supaya tetap bergantung kepada-Nya.

Paulus memilih untuk bermegah atas kelemahannya.

Bermegah di sini bukan berarti bangga karena menderita, melainkan bersyukur karena melalui kelemahan tersebut, kuasa Kristus turun menaungi dan menjadi nyata bagi orang-orang di sekitarnya. Justru saat kita lemah, kita belajar bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.

Haleluya 🤝

20/09/2026

SUARA NAFIRI
Edisi: Minggu, 20 September 2026.

Bacaan Alkitab Harian: Pengkhotbah 10,11,12 & 2 Korintus 11:16-33

TAKUT AKAN ALLAH KEWAJIBAN SETIAP ORANG

Pengkhotbah 12:13-14 (TB) Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Ayat ini adalah kesimpulan dari perenungan Raja Salomo dalam Kitab Pengkhotbah. Memberikan peringatan sekaligus pengharapan. Apa yang kita lakukan sekarang sangatlah penting karena kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan takhta Allah.

Raja Salomo menegaskan bahwa "Takut Akan Tuhan" adalah kewajiban setiap orang tanpa terkecuali. Inilah alasan kita diciptakan, inilah esensi menjadi manusia.

Rasa takut akan Tuhan akan melahirkan ketaatan untuk berpegang pada perintah-perintah-Nya. Ketaatan tidak menjadi beban, melainkan menjadi kes**aan.

Orang beriman bukan hanya mengetahui firman, tetapi menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, dalam pekerjaan, keuangan, perkataan, hubungan, dan keputusan.

Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan. Tidak ada yang luput dari pandangan-Nya, termasuk segala sesuatu yang tersembunyi, baik itu motivasi hati, pikiran, maupun tindakan yang dilakukan secara rahasia.

Salomo mengajarkan kita, supaya jangan habiskan hidup mengejar angin. Kembali ke yang kekal, hidup mendekatkan diri dengan Allah dan taat kepada-Nya, karena pada akhirnya hanya itu yang diperhitungkan.

Karena segala sesuatu di dunia ini sementara, tetapi hubungan kita dengan Allah dan pertanggungjawaban kita kepada-Nya adalah hal yang kekal.

Haleluya 🤝

Address

Pematangsiantar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GPDI PUSAT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share