10/04/2015
Merendahkan Diri Bukanlah Menjadi Orang Yang Rendah
Adalah seorang yang melihat seekor binatang dihutan belantara dengan kaki yang patah dan tak bisa lagi berjalan. Orang tersebut merasa iba dan kasihan melihat hewan tersebut, dan berpikir bahwa hewan tersebut tidak akan lama lagi pasti mati. Karena dengan hanya berdiam begitu saja tidak makan dan minum tak ada binatang yang dapat bertahan hidup. Melihat kondisi binatang tersebut tidak dapat lagi berjalan bahkan untuk berdiri pun tak mampu, bagaimana p**a untuk mencari mangsa sebagai makanannya?
Tiba-tiba dia melihat seekor binatang lain dengan daging hewan hasil buruannya dimulut binatang itu mendekat kearah binatang yang lemah tadi, dan meletakkan daging tersebut didepannya lalu pergi. selanjutnya binatang yang lemah itu makan dari hasil buruan hewan yang mengantarkannya untuknya. Orang tersebut terheran-heran menyaksikan semua kejadian itu. Dia hanya dapat berdiri saja terbengong-bengong menyaksikan peristiwa tersebut dan hanya dapat berkata dalam hati "bagaimana bisa?". Tiba-tiba dia mendengar suara, "anak Ku, binatang yang lemah saja tidak kubiarkan begitu saja, dan hewan itu mendapat pertolongan Ku. Apalagi manusia ciptaan tangan Ku sendiri?". Orang tersebut pun memuji Tuhan dengan s**acita.
Pulang dari hutan tersebut, orang tadi berpikir dalam hatinya dengan bertindak sebagai orang yang lemah, pasti Tuhan akan berbelas kasihan terhadapnya. Dia pun memakai pakaian yang sederhana dan duduk begitu saja di satu tempat terbuka. Dia tidak membawa apa-apa hanya pakaian yang melekat di tubuhnya semata. Dia duduk sepanjang hari ditempat itu tanpa melakukan apa-apa sambil menanti pertolongan dari orang lain datang yang diutus oleh Tuhan. Waktu berlalu, hari semakin siang dan panas matahari menyengat bahkan berganti menjadi hujan, dia tetap bertahan ditempat tersebut walau menghadapi cuaca yang berganti dan rasa lapar dan haus yang sudah masuk dalam kategori Luar Biasa Dasyatnya. Namun tetap tidak ada tanda-tanda ada yang akan menolongnya dan memberi bantuan untuknya. Dia tidak tahan lagi, dan berteriak dengan suara yang keras kepada Tuhan, "mengapa Engkau Tuhan begitu kejam, Engkau tidak adil Tuhan. Kau tidak melihat aku dengan kondisi seperti ini, binatang saja Kau beri pertolongan, dia binatang dan aku manusia. Mengapa aku ciptaan tanganMu sendiri tidak Kau beri pertolongan...?"
Dia terus berteriak menuntut apa yang ada dalam harapannya akan pertolongan Tuhan padanya.
Kemudian Tuhan Berkata padanya, "Anak Ku, kau masih bisa berjalan, kau masih bisa melakukan sesuatu untuk berusaha supaya kau memiliki hidup dan tanpa harus merasakan perderitaan yang kau buat-buat sendiri. Binatang tersebut adalah memang benar-benar lemah, dan kau masih memiliki sesuatu yang dapat kau gunakan dan tenaga mu masih ada untuk bertindak. Bagaimana bisa kau menuntut Ku dengan kondisi yang kau buat-buat sendiri?"
Terucaplah kata-kata permohonan dari mulut orang tersebut disaat dia menyadari semuanya.
"Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga" (Matius 5:3).
Orang yang miskin dikatakan adalah orang yang benar-benar tidak mampu, orang yang tak berdaya lagi dan hanya berharap akan pertolongan Tuhan saja, bukan orang yang berpura-pura tidak berdaya dengan tujuan supaya tenang dalam hidup ini. Yesus Tuhan dalam Kasih KaruniaNya selalu mendahului kita dalam segala usah kita. Dan selalu membuat kita supaya mampu dalam segala apa yang kita hadapi. Hanya, Dia Tuhan kita menginginkan kita supaya kita mampu merendahkan diri kita dihadapanNya dengan mengandalkanNya dalam segala usaha kita. Itulah orang yang percaya yang takut akan Tuhan. Ada orang datang kepada Tuhan beribadah dengan pakaian yang biasa dia pakai untuk jalan-jalan atau piknik. Disaat ditanya mengapa mau memakai itu, orang itu berkata bahwa orang yang hidup hutan-hutan atau pelosok-pelosok ada yang tidak berpakaian datang kepada Tuhan untuk berdoa bahkan memuji Tuhan.
Saudara ku, mari kita jangan berpikir sempit dalam kehidupan ini. Orang yang tinggal di pelosok-pelosok itu tidak berpakaian datang kepada Tuhan karena mereka benar-benar tidak memiliki apa-apa. Berbeda dengan orang yang ditanya tadi, dia masih memiliki sesuatu untuk dipakai agar lebih sopan dan terlihat terhormat dipakai datang untuk menyembah Tuhan. Bukan seperti orang yang tinggal di pelosok-pelosok tersebut.
Demikian juga Kita, supaya lebih bijak lagi berpikir dalam Penyembahan kita pada Tuhan.
Yang Tuhan inginkan adalah kita mampu merendahkan diri dihadapanNya sehingga Dia akan membalasnya dengan menjadikan kita lebih tinggi dari dunia ini.
Tuhan Yesus Memberkati