APIIS PIC Indonesia

APIIS PIC Indonesia PIC Indonesia-Jaringan pelatihan APIIS untuk pendeta Indonesia lebih efektif secara global di abad 21

Pembelajar yang Mandiri, Pelaku yang Percaya Diri, Mitra yang Terkoneksi: APIIS Master of Ministry Indonesia Gathering 2...
31/05/2026

Pembelajar yang Mandiri, Pelaku yang Percaya Diri, Mitra yang Terkoneksi: APIIS Master of Ministry Indonesia Gathering 2026

APIIS Master of Ministry (MMin) Indonesia Gathering sukses digelar pada 28 Mei 2026 di Connect 360, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Acara ini mempertemukan para alumni, mahasiswa aktif, serta tamu undangan dalam momen yang penuh makna untuk belajar bersama, bersekutu, dan saling menguatkan dalam pelayanan. Melalui pertemuan ini, para peserta yang datang dari berbagai latar belakang pelayanan bisa saling melepas rindu, berbagi cerita perjalanan pelayanan, dan diteguhkan kembali dalam panggilan mereka.

Acara ini dipimpin langsung oleh Ibu Cristine Diaz, M.Min., Direktur APIIS/PIC Indonesia dan Pdt. Joseph Ho, M.Min., Direktur Misi Gospel Light Christian Church Singapura sekaligus Dosen Utama APIIS MMin Bahasa Indonesia. Dipandu oleh Bapak. Samuel Peroy, Dosen APIIS Indonesia, dan dihadiri oleh para pemimpin dan pengajar utama yang terus membentuk arah pelatihan pelayanan di seluruh negeri.

Dalam sesi update informasi pelayanan, Ibu Cristine Diaz membagikan perkembangan yang sangat menggembirakan dari APIIS Indonesia. Salah satunya adalah peran Connect 360 yang kini berkembang menjadi pusat sumber daya 24 jam bagi para pendeta, serta peluncuran program Pelatihan Kepemimpinan bagi Penatua Gereja. Dengan visi besar untuk memperlengkapi 50.000 penatua gereja di seluruh Indonesia, para peserta yang hadir diajak untuk ikut ambil bagian dan melayani sebagai fasilitator dalam gerakan pelayanan yang sedang berkembang ini.

Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah sesi sharing. Di sini, para alumni dan mahasiswa menceritakan bagaimana program MMin telah mengubah cara mereka melayani. Seorang pendeta memberikan kesaksian bahwa program ini mengubah gaya khotbahnya, yang dulunya lebih banyak berisi tuntunan moral, kini menjadi pemberitaan yang berpusat pada Injil. Peserta lain menceritakan bagaimana pelajaran teologi biblika memperdalam pemahamannya akan Firman Tuhan dan memperkaya pelayanan khotbahnya. Ada juga yang bercerita tentang bagaimana mereka menemukan peluang pelayanan baru di luar dinding gereja, menemukan kembali semangat melayani yang sempat pudar, menjadi lebih bersungguh-sungguh dalam memimpin pujian, hingga menyadari sebuah kebenaran penting: bahwa pelayanan adalah panggilan bagi setiap orang percaya.

Sesi tanya jawab juga berlangsung seru dan memberikan banyak wawasan praktis tentang pelayanan di zaman sekarang. Berbagai topik hangat dibahas, mulai dari fleksibilitas program MMin, peluang menjangkau jiwa-jiwa baru, cara menjadi fasilitator dalam pelatihan kepemimpinan, hingga belajar memercayai waktu Tuhan. Melalui sesi ini, para peserta diingatkan bahwa sembari menantikan Tuhan, setiap orang percaya dipanggil untuk terus melangkah maju dalam ketaatan yang setia dan pelayanan yang aktif.

Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama dan makan siang yang hangat penuh keakraban. Seluruh peserta pulang dengan hati yang bersukacita dan dikuatkan dalam misi bersama. Sesuai dengan semangat acara hari itu, APIIS berkomitmen untuk terus mencetak para Pembelajar yang Mandiri (Continuous Learners), Pelaku yang Percaya Diri (Confident Doers), dan Mitra yang Terkoneksi (Connected Partners) yang siap melayani Kristus demi memperluas Kerajaan-Nya.

"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." — Amsal 27:17

Geser foto di atas untuk melihat momen-momen seru dari APIIS Master of Ministry Indonesia Gathering 2026!

---

Continuous Learners, Confident Doers, Connected Partners: APIIS Master of Ministry Indonesia Gathering 2026

The APIIS Master of Ministry (MMin) Indonesia Gathering was held on May 28, 2026, at Connect 360 in Pematangsiantar, North Sumatra, bringing together MMin alumni, active students, and guests for a meaningful time of learning, fellowship, and ministry encouragement. The gathering provided an opportunity for participants from various ministry backgrounds to reconnect, share their journeys, and be strengthened in their calling.

Led by Ms. Cristine Diaz, M.Min., Director of APIIS/PIC Indonesia, and Rev. Joseph Ho, M.Min., Missions Director of Gospel Light Christian Church (Singapore) and Main Faculty of APIIS MMin Bahasa Indonesia. The gathering was hosted by Mr. Samuel Peroy, Faculty of APIIS Indonesia, and featured key leaders and faculty who continue to shape the direction of ministry training across the nation.

During the ministry updates, Ms. Cristine Diaz shared encouraging developments within APIIS Indonesia, including the growing role of Connect 360 as a 24/7 resource hub for pastors and the launch of the Church Elders Leadership Training initiative. With a vision to equip 50,000 church elders across Indonesia, participants were invited to serve as facilitators and take part in this expanding ministry effort.

One of the highlights of the gathering was the sharing session, where alumni and students reflected on how the MMin program has shaped their ministries. A pastor testified that the program transformed his preaching from primarily moral instruction to Gospel-centered proclamation. Another participant shared how studying biblical theology deepened her understanding of Scripture and enriched her preaching ministry. Others spoke of discovering ministry opportunities beyond church walls, renewed passion for service, greater intentionality in worship leadership, and the realization that ministry is the calling of every believer.

The Q&A session provided practical and encouraging insights on ministry in today's context. Questions ranged from the flexibility of the MMin program and opportunities for outreach to people of other faiths, to serving as facilitators in leadership training and learning to trust God's timing. Participants were reminded that while waiting on the Lord, believers are called to move forward in faithful obedience and active service.

The gathering concluded with prayer and fellowship over lunch, leaving participants encouraged and strengthened in their shared mission. As reflected in the spirit of the day, APIIS continues to cultivate Continuous Learners, Confident Doers, and Connected Partners who are committed to serving Christ and advancing His Kingdom.

"As iron sharpens iron, so one person sharpens another." — Proverbs 27:17

Swipe through the carousel for highlights from the APIIS Master of Ministry Indonesia Gathering 2026.




29/05/2026

Kepemimpinan akan selalu datang bersama dengan tekanan, ketidakpastian, dan momen-momen yang menguji kekuatan kita. Namun, Kitab Suci mengingatkan kita bahwa ketangguhan tidak ditemukan di dalam diri kita sendiri. Ketangguhan itu ditemukan saat kita menanti-nantikan Tuhan.

Yesaya 40:31 mengingatkan kita bahwa mereka yang berharap pada Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru untuk terus maju, bertahan, dan tetap setia bahkan di musim-musim yang sulit.

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
— Yesaya 40:31

Leadership will always come with pressure, uncertainty, and moments that test our strength. But Scripture reminds us that resilience is not found in ourselves. It is found in waiting on the Lord.

Isaiah 40:31 reminds us that those who trust in God will find renewed strength to continue, endure, and remain faithful even in difficult seasons.

“But those who wait on the LORD
Shall renew their strength;
They shall mount up with wings like eagles,
They shall run and not be weary,
They shall walk and not faint.”
— Isaiah 40:31

27/05/2026
Seorang penatua tidak dapat memimpin orang lain kepada kehidupan yang ia sendiri tidak jalani.Sebelum ia mengajarkan Fir...
22/05/2026

Seorang penatua tidak dapat memimpin orang lain kepada kehidupan yang ia sendiri tidak jalani.
Sebelum ia mengajarkan Firman, ia harus terlebih dahulu hidup di bawah otoritas Firman itu. Sebelum ia menggembalakan orang lain, ia harus terlebih dahulu dibentuk olehnya.
Dan ketika itu terjadi, hal tersebut akan terlihat — melalui cara ia berbicara, cara ia memimpin, dan cara ia merawat gereja Kristus. Seiring waktu, orang-orang di sekitarnya mulai mencerminkan kebenaran yang sama yang telah membentuk dirinya.
Inilah jenis kepemimpinan yang ingin dibangun oleh APIIS Indonesia — para penatua yang bukan hanya dilatih untuk berbicara tentang Kitab Suci, tetapi juga orang-orang yang terus-menerus dibentuk olehnya.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
— 2 Timotius 3:16-17

---

An elder cannot lead people into a life he does not live himself.
Before he teaches the Word, he must first sit under it. Before he shepherds others, he must first be shaped by it.
And when he is, it becomes evident — in the way he speaks, the way he leads, and the way he cares for Christ’s church. Over time, the people around him begin to reflect the same truth that has been forming him.
This is the kind of leadership APIIS Indonesia seeks to cultivate — elders who are not merely trained to speak about Scripture, but men who are continually being formed by it.

"All Scripture is breathed out by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness, that the man of God may be complete, equipped for every good work." — 2 Timothy 3:16–17



15/05/2026

Pengaruh menjangkau lebih banyak kehidupan daripada yang mungkin kita bayangkan melalui budaya yang kita bangun, kepercayaan yang kita jaga, dan orang-orang yang kita pilih untuk dibimbing serta dibangun. Kepemimpinan memang membawa tanggung jawab dan beban tersendiri, tetapi kita tidak dipanggil untuk menjalaninya dengan kekuatan sendiri. Hikmat Tuhan selalu tersedia, dan Dia memberikannya dengan murah hati kepada setiap pemimpin yang datang meminta kepada-Nya.

"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya." — Yakobus 1:5

Your influence touches more lives than you realize through the culture you build, the trust you cultivate, and the people you choose to invest in. Leadership carries its own unique weight, but you don't have to navigate it alone. God's wisdom is available — and He gives it generously to every leader who asks.

"If any of you lacks wisdom, let him ask of God, who gives to all generously and without reproach, and it will be given to him." — James 1:5


Rasul Paulus mengingatkan kita dalam 1 Timotius 5:17 bahwa penatua yang memimpin dengan baik layak menerima penghormatan...
15/05/2026

Rasul Paulus mengingatkan kita dalam 1 Timotius 5:17 bahwa penatua yang memimpin dengan baik layak menerima penghormatan. Karena ketika seorang penatua menjalani panggilannya dengan sungguh-sungguh—mengajar dengan penuh ketekunan, menggembalakan dengan kesabaran, dan hidup dengan integritas—seluruh jemaat akan merasakan dampaknya.

Inilah jenis penatua yang APIIS Indonesia berkomitmen untuk bentuk: pribadi-pribadi yang setia kepada Firman Tuhan, rendah hati dalam pelayanan, dan sungguh-sungguh memperhatikan orang-orang yang Tuhan percayakan kepada mereka.

“Penatua-penatua yang baik kepemimpinannya, patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.” —1 Timotius 5:17

---

Apostle Paul reminds us in 1 Timothy 5:17 that elders who lead well are worthy of honor. Because when an elder takes his calling seriously — teaching with care, shepherding with patience, living with integrity — the whole church feels it.

This is the kind of elder APIIS Indonesia is committed to forming. Men whose faithfulness becomes a gift to the people God has placed in their care.

"Let the elders who rule well be considered worthy of double honor, especially those who labor in preaching and teaching." — 1 Timothy 5:17



08/05/2026

Sebelum kepemimpinan Anda memberi arah bagi orang lain, ia terlebih dahulu dibentuk di dalam diri Anda.
Jaga pikiran; kenali dan kelola emosi Anda dengan bijaksana. Hormati setiap komitmen yang telah Anda buat. Segala sesuatu yang Anda bangun mengalir dari apa yang Anda pelihara dalam kehidupan pribadi. Seperti yang diingatkan oleh Kitab Suci:
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
— Amsal 4:23

Before your leadership touches anyone else, it is first shaped within you.
Guard what you think. Acknowledge what you feel. Honor what you commit to. Everything you build flows from what you tend to in private. The Scriptures reminds us:
"Above all else, guard your heart, for everything you do flows from it." — Proverbs 4:23


Seorang penatua dipanggil untuk menggembalakan, bukan mengendalikan.Dalam 1 Petrus 5:2, panggilannya jelas: gembalakanla...
08/05/2026

Seorang penatua dipanggil untuk menggembalakan, bukan mengendalikan.

Dalam 1 Petrus 5:2, panggilannya jelas: gembalakanlah kawanan domba Allah—bukan dengan paksaan, tetapi dengan sukarela; bukan demi keuntungan diri, melainkan dengan kerelaan hati; bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai hamba di bawah otoritas Allah.

Inilah inti kepenatuaan. Seorang penatua tidak memimpin karena tekanan, posisi, atau kebanggaan, tetapi dari hati yang rela dan berjaga atas umat memelihara umat dipercayakan kepadanya.

Karena itu, kepenatuaan bukan tentang menegaskan otoritas, melainkan tentang merawat umat Allah dengan setia.

Di APIIS Indonesia, kami membentuk penatua yang memahami beratnya panggilan ini dan setia menjalaninya di hadapan Tuhan.

---

An elder is called to shepherd, not to control.

In 1 Peter 5:2, the charge is clear: shepherd the flock of God—not under compulsion, but willingly; not for personal gain, but eagerly; not as one who dominates, but as one who serves under God’s authority.

This defines the heart of eldership. An elder does not lead out of pressure, position, or pride, but out of a willing and watchful care for the people entrusted to him.

Eldership, then, is not about asserting authority, but about faithfully caring for God’s people.

At APIIS Indonesia, we form elders who understand the weight of this calling and carry it faithfully before God.



Address

Jalan Kapten M. H. Sitorus, Kompleks Griya Sitorus Permai No. B 15
Pematangsiantar
21144

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when APIIS PIC Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to APIIS PIC Indonesia:

Share