APIIS PIC Indonesia

APIIS PIC Indonesia PIC Indonesia-Jaringan pelatihan APIIS untuk pendeta Indonesia lebih efektif secara global di abad 21

25/09/2026

Di tengah begitu banyak suara yang berusaha mengikis dan membentuk ulang iman gereja, apa yang membuat kita tetap berdiri teguh? Kristus saja.

Pdt. Dr. Humala Lumbantobing, M.Th., Bishop GKPI, mengingatkan kita kembali akan pentingnya Lima Sola dalam memperkuat pemahaman gereja terhadap iman Lutheran dan doktrin keselamatan.

Solus Christus mengarahkan kita pada inti Injil: keselamatan kita sepenuhnya hanya ada di dalam Kristus. Bagi para pemimpin dan penatua gereja, kebenaran ini memanggil kita untuk menempatkan Kristus sebagai pusat, bukan hanya dalam apa yang kita percayai, tetapi juga dalam cara kita memimpin, mengajar, dan melayani umat Allah.

Gereja yang kuat berakar dari kepemimpinan yang teguh. Mari berinvestasi bagi para penatua yang setia memegang teguh Injil dan melayani dengan landasan teologi yang kokoh.

Perlengkapi para penatua. Perkuat gereja. Tetap jadikan Kristus sebagai pusat.

Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Penatua Gereja.

Hubungi kami untuk informasi lengkap dan pendaftaran.

---

What keeps the church anchored when many voices seek to shape its faith and teaching? Christ alone.

Bishop Rev. Dr. Humala Lumbanting, Bishop of GKPI, points us back to the importance of the Five Solas in strengthening the church’s understanding of the Lutheran faith and the doctrine of salvation.

Solus Christus points us to the heart of the Gospel: our salvation is found in Christ alone. For leaders and church elders, this means keeping Christ at the center. Not only of what we believe, but also of how we lead, teach, and serve God’s people.

Churches, invest in elders who will faithfully uphold the Gospel and serve with a clear theological foundation.
Equip your elders. Strengthen the church. Keep Christ at the center.

Join the Christian Elders Leadership Training.
Contact us for training details and registration.



22/09/2026

Salah satu hal tersulit dalam kepemimpinan adalah belajar bahwa kita tidak dapat mengendalikan bagaimana orang lain merespons kita.

Kita dapat memimpin dengan tulus, tetapi tetap disalahpahami. Kita dapat mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan, tetapi tetap dikritik. Kita dapat melayani dengan setia, tetapi tetap tidak diperhatikan.
Lalu, apa yang kita lakukan ketika kita tidak dapat mengendalikan respons orang lain?

Petrus mengarahkan kita kepada Kristus:
“Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.” — 1 Petrus 2:23

Kristus tidak membiarkan pandangan orang-orang di sekitar-Nya menentukan siapa diri-Nya. Ia menyerahkan diri-Nya kepada Bapa yang menghakimi dengan adil.

Ini adalah pelajaran penting bagi setiap pemimpin Kristen. Kita tidak harus memenangkan setiap perdebatan, meluruskan setiap kesalahpahaman, atau terus-menerus membela nama baik kita. Kita dapat menyampaikan apa yang benar, melakukan apa yang adil, dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

Karena panggilan kita bukan untuk mengendalikan bagaimana orang menerima kepemimpinan kita. Panggilan kita adalah untuk mengelola dengan setia apa yang Tuhan telah percayakan kepada kita.

“Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” — 1 Korintus 4:2

Kiranya kita mengikuti Kristus dengan setia, mempercayakan kepada Tuhan apa yang berada di luar kendali kita, dan tetap setia dalam segala sesuatu yang telah Ia percayakan kepada kita.

16/09/2026
14/09/2026

Kepemimpinan Kristen dimulai dari kehidupan yang diserahkan kepada Kristus.

Paulus menulis:
“Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”
— Galatia 2:20

Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan kita, Ia mengubah lebih dari sekadar apa yang kita percayai. Ia mengubah untuk apa kita hidup.

Kita tidak lagi membutuhkan kepemimpinan untuk membuktikan nilai diri, mempertahankan posisi, atau membangun nama kita sendiri. Kita belajar untuk memimpin dengan kerendahan hati, melayani dengan kasih, dan menggunakan pengaruh yang Tuhan percayakan kepada kita untuk kemuliaan-Nya.

Inilah yang terjadi ketika Kristus membentuk seorang pemimpin. Kepemimpinan kita mulai mencerminkan Pribadi yang kita ikuti.

11/09/2026

Dipanggil untuk Memimpin. Dipercayakan untuk Melayani.

Pdt. Dr. Paul Choo-Sihombing mengundang setiap gereja dan penatua untuk berpartisipasi dalam Pelatihan Kepemimpinan Penatua Kristen, sebuah program yang dirancang untuk memperlengkapi para penatua agar mampu memimpin dengan penuh kesetiaan, melayani dengan bijaksana, serta berlandaskan Firman Allah.

Bagi setiap gereja, berikanlah pembinaan terbaik bagi para penatua yang dipercayakan untuk melayani jemaat Anda.
Perlengkapi mereka untuk memimpin. Teguhkan mereka untuk melayani. Kokohkan mereka dalam Injil.

📖 Bergabunglah dalam Pelatihan Kepemimpinan Penatua Gereja.
Untuk detail dan pendaftaran, silakan hubungi kami.

---

Called to Lead. Entrusted to Serve.

Rev. Dr. Paul Choo-Sihombing invites churches and elders to take part in the Christian Elders Leadership Training—a training designed to equip elders to lead faithfully, serve wisely, and remain grounded in God’s Word.

Churches, invest in the elders entrusted with serving your congregation.
Equip them to lead. Strengthen them to serve. Ground them in the Gospel.

📖 Join the Christian Elders Leadership Training.
For training details and registration, contact us.



09/09/2026

Untuk Kristus. Untuk Gereja-Nya. Untuk Kemuliaan-Nya.

Dari lima jemaat, para penatua gereja berkumpul bersama untuk bertumbuh dalam kebenaran, saling menguatkan satu sama lain, dan diperlengkapi untuk pelayanan yang setia.

Pada tanggal 28–29 Agustus 2026, sebanyak 17 penatua dan pemimpin gereja dari GKPA Resort Pahae berkumpul di GKPA Simangumban, Pahae, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Penatua Gereja (Church Elder Leadership Training/CELT). Mewakili GKPA Simangumban, GKPI Janji Angkola, GKPA Pangaloan, GKPA Parhaporasan, dan GKPA Sipetang, mereka berkumpul untuk suatu waktu pembelajaran, persekutuan, dan perenungan tentang makna melayani sebagai pemimpin Kristen.

Pelatihan ini terselenggara atas rekomendasi Pdt. Berman Maeda Situmorang, Direktur KN-LWF, dan Pdt. Dr. Paul Choo-Sihombing, Pendiri APIIS, serta didukung oleh Pdt. Chandra Sigalingging, S.Th., Pendeta GKPA Resort Pahae, yang memimpin ibadah pembukaan dan penutupan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Cristine Vargas Diaz, M.Min., Direktur APIIS-PIC Indonesia, yang memberikan sambutan dan motivasi kepada para peserta pelatihan.

Dipandu oleh Bapak Rodney Paul Lagan, M.Min., para penatua mendalami kepemimpinan Kristen melalui Lima Sola Reformasi, merenungkan bagaimana kebenaran-kebenaran mendasar ini seharusnya membentuk bukan hanya apa yang mereka percayai, tetapi juga bagaimana mereka melayani.

Yang menjadi inti dari semuanya adalah sebuah pengingat sederhana: kepemimpinan Kristen bukanlah tentang jabatan, pengakuan, atau keuntungan pribadi. Kepemimpinan adalah sebuah panggilan untuk melayani. Berlandaskan pada Kristus dan Injil, para penatua yang setia harus memimpin dengan melayani umat Allah dan mencari kemuliaan-Nya.

Kami bersyukur atas dua hari bersama GKPA Resort Pahae ini. Kami berdoa agar apa yang telah dipelajari dan dibagikan akan terus berbuah dalam setiap jemaat.

---

For Christ. For His Church. For His Glory.

Across five congregations, church elders came together to grow in truth, strengthen one another, and be equipped for faithful service.

On August 28–29, 2026, 17 church elders and leaders from GKPA Pahae Resort gathered at GKPA Simangumban, Pahae, for the Church Elder Leadership Training (CELT). Representing GKPA Simangumban, GKPI Janji Angkola, GKPA Pangaloan, GKPA Parhaporasan, and GKPA Sipetang, they came together for a time of learning, fellowship, and reflection on what it means to serve as Christian leaders.

The training was organized upon the recommendation of Pdt. Berman Maeda Situmorang, Director of KN-LWF, and Pdt. Dr. Paul Choo-Sihombing, Founder of APIIS, and was supported by Pdt. Chandra Sigalingging, S.Th., Pastor of GKPA Pahae Resort, who led the opening and closing worship services. The event was also attended by Ms. Cristine Vargas Diaz, M.Min., Director of APIIS-PIC Indonesia, who delivered words of encouragement and motivation to the training participants.

Guided by Mr. Rodney Paul Lagan, M.Min., the elders explored Christian leadership through the Five Solas of the Reformation, reflecting on how these foundational truths should shape not only what they believe, but how they serve.

At the heart of it all was a simple reminder: Christian leadership is not about position, recognition, or personal benefit. It is a calling to serve. Grounded in Christ and the Gospel, faithful elders must lead by serving God’s people and seeking His glory.

We are grateful for these two days with GKPA Pahae Resort. We pray that what was learned and shared will continue to bear fruit in each congregation.



07/09/2026

Berakar dalam Kebenaran dan Anugerah: Diperlengkapi untuk Melayani.

Dengan penuh syukur, mari kita kilas balik dua hari yang penuh makna dalam pembelajaran, persekutuan, dan pembekalan melalui Pelatihan Kepemimpinan Penatua Gereja (CELT) bagi HKBP Resort Siantar Baru yang dilaksanakan pada 21–22 Agustus 2026 di Lutheran Study Centre, Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Sebanyak 29 peserta terdiri dari penatua, calon penatua, pendeta, bibelvrouw, dan calon pendeta. Mereka bersama-sama memperdalam pemahaman tentang Injil dan dasar-dasar kepemimpinan Kristen yang setia berdasarkan Alkitab.

Pelatihan ini didukung oleh Pdt. Berman Maeda Situmorang, Direktur KN-LWF; Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, Ephorus HKBP; Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kadep Koinonia HKBP; Pdt. Dr. Paul Choo-Sihombing, Pendiri APIIS. Turut hadir melayani dan memberi dukungan dari pelayan lokal, Pdt. John V. P. Simbolon, M.Th., Pendeta Resort, dan Pdt. Netty E. J. Rumahorbo, S.Th., Pendeta Fungsional Resort.

Sementara itu, Ms. Cristine Diaz, M.Min., Direktur APIIS Indonesia, menyambut hangat para peserta, mengikuti rangkaian acara, serta memfasilitasi diskusi dan sesi tanya jawab. Mr. Rodney Paul Lagan, M.Min., hadir sebagai fasilitator utama dan membimbing peserta memahami ajaran penting tentang Lima Sola Reformasi.

Pesan kunci yang menguatkan seluruh peserta selama pelatihan ini adalah penekanan bahwa pembenaran dan pengudusan adalah dua hal yang berbeda. Kita dibenarkan murni karena anugerah melalui iman kepada Kristus, bukan hasil perbuatan kita. Namun, anugerah yang sama tidak pernah membiarkan kita tinggal diam; Allah terus menguduskan, mengubahkan, dan memampukan kita untuk hidup dalam ketaatan serta berbuat baik bagi kemuliaan-Nya.

Melalui kilas balik dua hari yang berharga ini, kiranya kebenaran Injil terus menjadi fondasi dan sumber kekuatan bagi setiap pribadi yang dipanggil untuk melayani Kristus dan Gereja-Nya.

Soli Deo Gloria!

---

Grounded in Truth and Grace. Equipped to Serve.

Looking back with gratitude on two meaningful days of learning, fellowship, and equipping at the Church Elder Leadership Training (CELT) held on August 21–22, 2026, at the Lutheran Study Centre.

The training brought together 29 participants—including elders, candidate elders, pastors, biblewomen, and candidate pastors—to deepen their understanding of the Gospel and the biblical foundations of faithful Christian leadership.

The training was supported by Pdt. John V. P. Simbolon, M.Th., Resort Pastor, and Pdt. Netty E. J. Rumahorbo, S.Th., Congregational Pastor. Mr. Rodney Paul Lagan, M.Min., served as the main facilitator, guiding participants through the key teachings of the Five Solas of the Reformation. Ms. Cristine Diaz, M.Min., Director of APIIS-PIC Indonesia, welcomed the participants and remained throughout the training, engaging with them and facilitating several question-and-answer sessions.

One important reminder throughout the training was that justification and sanctification are not the same. We are justified by grace through faith in Christ—not by our works. Yet, that same grace does not leave us unchanged. God continues to sanctify us, transforming our lives and enabling us to live in obedience and do good works for His glory.

As we look back on these two days, may the truth of the Gospel continue to ground and strengthen everyone called to serve Christ and His Church.

Soli Deo Gloria!



Address

Jalan Kapten M. H. Sitorus, Kompleks Griya Sitorus Permai No. B 15
Pematangsiantar
21144

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when APIIS PIC Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to APIIS PIC Indonesia:

Shortcuts

Share