01/07/2024
“Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”
Dalam kehidupan bersama, entah itu di dalam keluarga, sekolah, tempat kerja,di tengah masyarakat atau bahkan di dalam biarapun; terkadang kita terjebak dalam sikap “seolah-olah” sudah mengenal anggota keluarga atau teman kita. Kita sekedar menilai dan memberi label pada pribadi tersebut dari apa yang tampak dari luar, tanpa memahami makna terdalam di balik sebuah tindakan atau peristiwa.
Misalkan saja, bila bapak p**ang kerja dan mendapati istrinya sedang duduk santai, dia kadang langsung berkomentar : kenapa kamu hanya malas-malasan di rumah; kamu tidak tahu bahwa saya seharian cape kerja mencari nafkah untuk kita. Sang suami tidak sadari bahwa ada banyak pekerjaan lain yang telah dikerjakan oleh istrinya. Saat kita mudah meilai dan mengadili sesama, maka perlahan-lahan kita akan kehilangan rasa bangga dan kagum akan kebesaran Allah yang terpancar dari sesama kita.
Para Murid berpikir bahwa ketika ada bersama Yesus, pasti mereka akan terhindar dari berbagai tantangan dan situasi sulit. Bersama Yesus, semua pasti aman dan lancar.
Mereka sudah melihat dan menyaksikan banyak kisah ajaib yang dilakukan oleh Yesus bagi banyak orang. Karena itu, rasanya menjadi aneh bila Yesus seolah tertidur saat perahu mereka terobang-ambing oleh angina dan gelombang danau. Yesus tertidur dan merekapun dating berseru pada-Nya : Tuhan, tolonglah kita binasa!. Kita bisa membayangkan situasi kasak-kusuk yang terjadi waktu itu. Mungkin saja ada yang berteriak : terhadap orang lain,Yesus begitu cepat tanggap, tapi mengapa Dia tidak peduli dengan situasi kita ini? Setelah menyaksikan kuasa Yesus yang menghardik angina dan danau, situasi menjadi tenang dan teduh sekali;
maka timbullah rasa takut sekaligus penasaran dalam diri para murid tentang siapa itu Yesus : orang apakah dia ini, sehingga angina dan danau pun taat pada-Nya?
Yesus tertidur; ungkapan itu mengundang saya untuk merefleksikan bahwa apakah Yesus yang sedang tertidur ataukah iman para murid yang masih tertidur? Para murid masih berada dalam situasi angan-angan tentang identitas diri Yesus dari perspektif yang mereka miliki. Saat itu, Yesus tertidur ataukah sedang hening dan berdoa. Rasa gelisah yang ada dalam diri para murid membuat mereka tidak mampu melihat dan menemukan jati diri Yesus yang sesungguhnya.
Kisah yang kita dengarkan hari ini membantu para murid untuk semakin bertanya dan menemukan jawaban untuk mengenal diri Yesus,sang guru mereka.
Dalam kisah ini, kita diajak untuk merenungkan tentang hidup kita masing-masing : saat perahu rumah tangga, tempat kerja atau komunitas biara sedang berada dalam badai : kemanakah kita berlari mencari solusi? Apakah kita sekedar saling mempersalahkan satu sama lain atau mau saling terbuka minta tolong :tolonglah,kita binasa! Hendaknya kebersamaan itu menjadi sebuh sumber peneguhan : jangan takut, mari kita saling bergandengan tangan untuk keluar dan atasi persoalan hidup yang dialami. Semoga Tuhan membantu dan menuntun kita untuk menemukan dan merasakan keteduhan hidup setelah melewati badai. Tuhan memberkati.