Komisi Kerasulan Kitab Suci - KAM

Komisi Kerasulan Kitab Suci - KAM Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Komisi Kerasulan Kitab Suci - KAM, Religious organisation, Jalan Simpang Karang Sari Permai PPU KAM, Pematangsiantar. Kel. Tambun Nabolon. Kec. Siantar Martoba, Pematangsiantar.

Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM berharap agar umat di KAM pada akhirnya mencintai Kitab Suci dan hidup seturut isinya sebagaimana diharapkan oleh Gereja Katolik.

01/07/2024

“Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Dalam kehidupan bersama, entah itu di dalam keluarga, sekolah, tempat kerja,di tengah masyarakat atau bahkan di dalam biarapun; terkadang kita terjebak dalam sikap “seolah-olah” sudah mengenal anggota keluarga atau teman kita. Kita sekedar menilai dan memberi label pada pribadi tersebut dari apa yang tampak dari luar, tanpa memahami makna terdalam di balik sebuah tindakan atau peristiwa.
Misalkan saja, bila bapak p**ang kerja dan mendapati istrinya sedang duduk santai, dia kadang langsung berkomentar : kenapa kamu hanya malas-malasan di rumah; kamu tidak tahu bahwa saya seharian cape kerja mencari nafkah untuk kita. Sang suami tidak sadari bahwa ada banyak pekerjaan lain yang telah dikerjakan oleh istrinya. Saat kita mudah meilai dan mengadili sesama, maka perlahan-lahan kita akan kehilangan rasa bangga dan kagum akan kebesaran Allah yang terpancar dari sesama kita.
Para Murid berpikir bahwa ketika ada bersama Yesus, pasti mereka akan terhindar dari berbagai tantangan dan situasi sulit. Bersama Yesus, semua pasti aman dan lancar.
Mereka sudah melihat dan menyaksikan banyak kisah ajaib yang dilakukan oleh Yesus bagi banyak orang. Karena itu, rasanya menjadi aneh bila Yesus seolah tertidur saat perahu mereka terobang-ambing oleh angina dan gelombang danau. Yesus tertidur dan merekapun dating berseru pada-Nya : Tuhan, tolonglah kita binasa!. Kita bisa membayangkan situasi kasak-kusuk yang terjadi waktu itu. Mungkin saja ada yang berteriak : terhadap orang lain,Yesus begitu cepat tanggap, tapi mengapa Dia tidak peduli dengan situasi kita ini? Setelah menyaksikan kuasa Yesus yang menghardik angina dan danau, situasi menjadi tenang dan teduh sekali;
maka timbullah rasa takut sekaligus penasaran dalam diri para murid tentang siapa itu Yesus : orang apakah dia ini, sehingga angina dan danau pun taat pada-Nya?
Yesus tertidur; ungkapan itu mengundang saya untuk merefleksikan bahwa apakah Yesus yang sedang tertidur ataukah iman para murid yang masih tertidur? Para murid masih berada dalam situasi angan-angan tentang identitas diri Yesus dari perspektif yang mereka miliki. Saat itu, Yesus tertidur ataukah sedang hening dan berdoa. Rasa gelisah yang ada dalam diri para murid membuat mereka tidak mampu melihat dan menemukan jati diri Yesus yang sesungguhnya.
Kisah yang kita dengarkan hari ini membantu para murid untuk semakin bertanya dan menemukan jawaban untuk mengenal diri Yesus,sang guru mereka.
Dalam kisah ini, kita diajak untuk merenungkan tentang hidup kita masing-masing : saat perahu rumah tangga, tempat kerja atau komunitas biara sedang berada dalam badai : kemanakah kita berlari mencari solusi? Apakah kita sekedar saling mempersalahkan satu sama lain atau mau saling terbuka minta tolong :tolonglah,kita binasa! Hendaknya kebersamaan itu menjadi sebuh sumber peneguhan : jangan takut, mari kita saling bergandengan tangan untuk keluar dan atasi persoalan hidup yang dialami. Semoga Tuhan membantu dan menuntun kita untuk menemukan dan merasakan keteduhan hidup setelah melewati badai. Tuhan memberkati.

30/06/2024

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, selamat berjumpa kembali dalam renungan harian, Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Medan, bersama saya Pastor Hironimus Radjutuga, OCD. Hari Senin, 1 Juli 2024, Pekan Biasa XIII. Tema renungan kita adalah TUNTUTAN MENGIKUT YESUS yang didasarkan pada Injil Matius 8:18-22. Saudara-saudari terkasih ada satu lagu rohani yang pop**ar berjudul “Mengikuti Yesus Keputusanku.” Syair lagunya sangat menarik:Mengikut Yesus keputusanku (2X)Tak berpaling, tak berpalingDunia di belakangku, salib di depanku (2X)Tak berpaling, tak berpaling.Penggalan syair lagu ini sebetulnya memperlihatkan suatu tuntutan radikal untuk mengikuti Yesus ketika seorang ahli Taurat menyebut Yesus sebagai “Guru” dan menawarkan diri untuk mengikuti-Nya ke mana pun, Yesus memperingatkannya,” serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang tetapi anak mausia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Apa maksud kata-kata Yesus ini? Mengikut Yesus dengan menjadi murid tidak sama dengan belajar sesuatu dari Yesus. Ahli Taurat berkeinginan mengikuti Yesus karena hanya mau belajar sesuatu dari Yesus. Belajar sesuatu bukan tujuan dasar megikuti Yesus. Sebetulnya mengikuti Yesus berarti menjadi senasib dengan Yesus, melibatkan diri sepenuhnya dalam cara hidup Yesus. Dalam hal ini, pernyataan Yesus berisi pesan yang tegas bahwa bila orang mau mengikuti-Nya maka jangan mengharapkan jaminan kenyamanan. Teentu keteduhan, kediaman, kehangatan seperti serigala yang mempunyai sarang selalu dirindukan oleh setiap manusia. Namun Yesus menetapkan standar yaitu hidup yang babas dari kemelekatan duniawi. Maukah orang menjadi senasib dengan Yesus?Stelh Yesus meninggalkan Nazareth, Ia menjadi pengembara. HidupNya bukan untuk mencari kehangatan melainkan memberi kehangatan. Yesus tidak mencari tempat tinggal yang tetap di dunia melainkan memberi tempat kediaman abadi yakni rumah Bapa di surge (bdk. Yoh 14:1-6). Demikian p**a ketika seorang murid meminta izin untuk menghadiri pemakaman ayahnya, Yesus membentangkan suatu tuntutan agar ia harus memilih antara kewajiban menjadi murid atau kewajiban keluarga. Tuntutan ini terkesan sangat ekstrim untuk menunjukkan bahwa panggilan mengikuti Yesus mengatasi semua kewajiban termasuk ketidakterikatan pada keluarga. Kehendak, ajaran dan perintah Yesus menjadi dasar dan ukuran utama yang melampaui ikatan pribadi seseorang. Inilah arti hidup menikut Yesus bukan hanya sekedar belajar sesuatu dari Yesus melainkan meleburkan diri dalam irama hidup Yesus. Dengan demikian betapa penting dan seriusnya mengikuti Yesus. Bagi kita sekarang, apakah kita bersedia mengikuti standar yang Yesus tetapkan yaitu melepaskan diri dari kenyamanan dunia dan memandang materi hanya sebagai pelengkap hidup demi satu tekad mengikut Yesus? Kalau kita sudah memutuskan untuk mengikut Yesus maka kita jangan berpaling kepada yang lain. Berdoalah kepada Roh Kudus agar kita dikuatkan untuk tetap menjaga keputusan kita. SELAMAT MERENUNGKAN

28/06/2024

Petrus dan Paulus: Soko Guru dan Pewarta Iman Gereja

Para saudara yang terkasih,
Kita semua tentu akrab dengan nama kedua rasul yang kita rayakan hari, yakni Petrus dan Paulus. Hanya saja mungkin ada yang bertanya, mengapa mereka dirayakan bersama dalam satu kesempatan?
Dalam Injil hari ini Yesus sendiri menyatakan 3 hal penting berkenaan dengan Petrus dan Gereja. Pertama, Petrus dinyatakan berbahagia, karena dia mendapatkan anugerah penyataan dari Bapa di surga.
Dari mulut Petrus terungkap identitas Yesus yang sesungguhnya, yakni Mesias, Anak Allah yang hidup. Karena itu, Petrus layak mendapat anugerah kedua, yakni dia dinyatakan sebagai Petrus, yang berarti batu karang. Penyataan ketiga adalah di atas batu karang itu Yesus mendirikan Gereja-Nya, suatu Gereja yang tidak dikuasai oleh alam maut. Ia juga diberikan kepercayaan kunci kerajaan surga. Hal ini berkaitan dengan pengampunan dosa. Kalau Petrus melepaskan dosa orang di dunia, maka lepas jg di surga, dan sebaliknya, kalau ia mengikat di bumi maka terikat juga di surga.
Rahmat dan kepercayaan yang diberikan kepada Petrus begitu besar. Tetapi kita juga tahu bahwa Petrus bukanlah orang yang sempurna. Pengakuan yang disampaikan belum sepenuhnya dimengertinya. Ada pemahaman yang sangat berarti mau disampaikan penginjil. Tempat itu adalah Kaisarea Filippi, sebuah kota Yunani, terkenal dengan kuil kuil pemujaan dewa Yunani, Pan. Mengapa di daerah pusat pemujaan kafir seperti itu justru dimaklumkan identitas diri Yesus yang sebenarnya?
Para ahli berpendapat bahwa hal itu berkaitan dengan misi Yesus, sejak saat itu bukan lagi melulu pada orang Yahudi semata, tetapi meluas keluar. Ini juga mau menyampaikan, bahkan para dewa Yunani pun akan mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Ia adalah juru selamat yang sejati, dan Petrus dipilih sebagai soko guru membantunya melanjutkan tugas penyelamatan lewat Gereja. Dan Petrus, sepanjang hayatnya belajar dan berjuang agar tetap teguh di jalan yang telah dirintis Yesus.
Paulus juga kurang lebih mendapat karunia pilihan dari Tuhan Yesus sendiri. Panggilan yang dialaminya di jalan menuju Damaskus membuat hidupnya 100 persen berubah. Sekali Yesus menyentuhnya, ia betul betul mencurahkan segala dayanya untuk tugas yang diberikan kepadanya. Ia menjadi pewarta yang tak kenal lelah dan takut, dan mewartakan bahwa keselamatan didapat hanya melalui iman kepada Yesus yang bangkit. Ia menyebarkan Injil ke seluruh di dunia.

Kalau Petrus dikenal sebagai rasul bagi Gereja perdana yang didominasi golongan Yahudi, Paulus adalah rasul bagi dunia luar Yahudi. Satu satunya tujuan hidupnya adalah untuk Injil, dan mengaku bahwa celakalah dia kalau tidak memberitakan Injil.
Para saudara yang terkasih,
Dalam hari raya ini, marilah kita syukuri iman kita , iman yang telah diwariskan oleh para rasul kepada kita. Marilah kita jadikan iman itu sebagai milik kita, bukan karena dikatakan orang. Yesus pun bertanya kepada kita, menurut kamu, siapakah Aku ini?
Siapa Yesus dalam hidup kita. Sungguhkah kita jadikan dia sebagai Mesias, jalan, kebenaran dan kehidupan? Beranikah kita menunjukkan iman itu dalam keseharian, bukan dalam arti pamer, tetapi karena keyakinan bahwa iman itu akan membawa kita pada hidup bahagia di dunia dan mengalami s**acita abadi di surga?
Petrus dan Paulus jatuh bangun dalam pemahaman mereka akan Yesus. Tetapi mereka berdiri dan memperbaruinya kembali. Semoga iman kita juga semakin berkembang, lewat jatuh bangun oleh kelemahan manusiawi kita.
Mari juga yakin bahwa dalam Gereja Kudus, yang didirikan Yesus sendiri atas batu karang itu, kita akan sampai pada pengakuan iman yang benar sperti yang diungkapkan Petrus. Bersama dalam persekutuan Gereja kita berjalan bersama menuju Kerajaan surga. Tuhan memberkati. Amin.

27/06/2024

Tuan,jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku.

Dalam kisah injil hari ini, kita masih menemukan bawah Matius menampilkan Yesus sebagai figure utama yang menjadi pusat perhatiaan banyak orang. Mereka takjub mendengar perkataan Yesus dan kagum akan kuasa mengajar yang Yesus miliki. Rasa takjub dan kagum itu menggerakkan langkah mereka untuk selalu berbondong-bondong mengikuti Yesus. Mereka menemukan bahwa Yesus tampil sebagai pribadi yang berbeda dengan para ahli-ahli Taurat. Yesus pun berpindah posisi yaitu turun dari bukit. Perpindahan tempat ini menunjukkan akan adanya sebuah episode baru dalam narasi tentang Yesus yaitu dari pengajaran menuju pada aksi nyata karya-karya mukjizad.
Dalam masyarakat waktu itu, penderita kusta biasanya tinggal di luar kota. Mereka diasingkan dari tengah masyarkat. Sebab penyakit kusta merupakan salah satu penyakit yang menular dan tidak bisa disembuhkan. Penderitaa kusta tidak sekedar sakit secara fisik, namun diyakini juga bahwa dia mengalami kutukan dari Tuhan atau sakit secara spiritual. Biasanya, bila da yang menderita sakit kulit, dia harus dibawa ke hadapan imam. Lalu, imam tersebut akan melihat dan menjatuhkan hukuman baginya sebagai “orang yang najis atau tidak bersih”. Dengan pernyataan dari imam itu, maka si penderita kusta harus diasingkan ke luar kota dan tidak diperbolehkan untuk masuk kota. Dia akan kembali ke tengah masyarakat bila imam menyatakan dia sembuh dan menarik kembali pernyataan tersebut. Lalu, sebagai sebuah ritual pemulihan diri, maka si penderita kusta wajib mempersembahkan korban di bait Allah.
Situasi keterasingan tersebut membuat si penderita kusta merasa kehilangan harapan untuk sembuh, bahkan harapan untuk hidup. Nampaknya, tidak ada lagi orang yang akan mendekat dan menongnya. Namun, ketika dia melihat Yesus yang turun dari gunung, dia berseru padanya : Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku”. Yesus pun menjamahnya dan mengatakan “Aku mau”. Percakapan antara si Kusta dan Yesus memperlihatkan adanya suatu relasi yang mendalam antara mereka. Si penderita kusta “tahu” akan siapa itu Yesus, maka dengan rendah hati dan penuh iman dia memohon kemauaan dari Yesus untuk menyembuhkannya. Tindakan dan jawaban Yesus yaitu menjamah si penderita kusta dan mengungkapkan kemauaan untuk menyembuhkannya menjadi tanda bahwa Yesuslah mesias yang sedang dinantikan oleh orang-orang Yahudi. Sebab tanda bahwa mesias telah datang adalah orang orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir dan orang yang terpenjara dibebaskan. Mesia adalah pribadi yang membawa kabar gembira bagi pribadi-pribadi yang selama ini tersingkirkan dari masyarakat.
Orang kusta itu sadar dan tahu bahwa yang dia jumpai itu adalah Mesias. Karena itu, Yesus menyuruhnya diam. Orang Kusta itu harus memperlihatkan dirinya kepada Imam yang dulu menjatuhkan hukuman kepadanya “sebagai pribadi najis”. Dengan demikian, Yesus menjadikan orang Kusta tersebut sebagai sarana pewartaan bagi para imam untuk sadar akan kehadiran diri-Nya sebagai mesias yang selama ini dinantikan oleh orang-orang Yahudi. Sebagaimaban si Kusta yang menanti, menaruh harapan dan merasakan kesembuhan dari Yesus, marilah kitapun senantiasa mempersembahakan setiap tantangan hidup pada Yesus. Yakinlah bahwa Yesus mampu dan mau untuk mengampuni dan memperbaharuhi hidup kita dari kusta-kusta zaman modern yang menjelma dalam kata-kata dan tindakan yang kurang berkenan di hadapan Tuhan serta sesama. Amin.

26/06/2024

Pendengar & Pelaksana Sabda
(Matius 7:21-29; Kamis, 27 Juni 2024, Hari Biasa Pekan XII)
Ada perkataan/ungkapan: bukan seberapa banyak yang kita tahu tetapi berapa banyak firman yang kita lakukan. Lewat permenungan Injil hari ini (Kamis, XII) Yesus menyatakan bahwa tidak cukup hanya tahu berseru kepada Tuhan tetapi juga harus lincah, terampil, dan cekatan melakukan Sabda Tuhan itu dalam hidup sehari-hari.Yesus berkata: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga" (Mt 7:21).Itu berarti tidak cukup dengan mulut saja kita berseruh mengatakan 'Tuhan ya Tuhan' tetapi dibuktikan dengan perbuatan sehingga firman menjadi tindakan.Yesus mengajarkan dan menegaskan bahwa para pendengar-Nya harus sampai pada sikap pelaksana - pelaku. Jangan merasa puas dengan manis di mulut tetapi yang lebih utama adalah pelaku atau pelaksana Sabda itu agar ada bukti dan perubahan konkrit.Yesus mengumpamakan orang yang mendengar dan melakukan sabda itu seperti orang membangun rumahnya di atas batu: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melaksanakannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi tidak rubuh sebab didirikan di atas batu" (Mt 7:24). Orang yang mendengar dan melakoni sabda itu akan tahan, tidak goyah. Orang demikian kokoh, teguh dan tidak mudah diterjang badai kehidupan.Kita ditantang untuk tidak hanya tahu omong doang melainkan bertindak sepenuh hati dan kasih. Jika demikian kita akan diterima dalam kemuliaan, jika tidak akan disingkirkan. Yesus berkata: "Aku tidak pernah mengenal kamu. Enyalah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Mt 7:23)Iman itu harus ditampakkan dalam tindakan nyata. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Jangan hanya mengaku diri seorang Katolik tetapi tidak pernah ke gereja dan berdoa. Jangan bilang sebagai kristen atau pengikut Kristus bila ke lingkungan pun tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Jangan mengaku diri ber- Tuhan bila tidak hidup jujur dan menghormati sesamanya. Jangan bilang ber-Agama bila tidak dapat bertoleransi dan menghargai perbedaan, dsb.Untuk memiliki bangunan iman yang kokoh membutuhkan campuran yang kuat, sebagaimana bangungan tembok seperti semen dan pasir. Campuran itu adalah mendengar dan melaksanakan Sabda Tuhan. Dua hal ini yang tidak dapat dilepas dan dipisahkan, karena Sabda baru berfaedah jika dipraktekkan dalam perbuatan. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa Iman kepada Tuhan itu tidak melulu rajin beribadat. Seorang beriman pada akhirnya akan dinilai berdasarkan kesetiaannya untuk melaksanakan kehendak dan sabda Allah. Itulah pertanda iman dan ibadat berbuah dalam hidup ketika ada perbuatan nyata. Iman itu hidup dan menghidupkan adalah iman yang tampak dalam perbuatan nyata dalam keseharian.Jadilah pendengar Sabda yang baik tetapi juga pelaku atau pelaksana sabda itu. Orang demikian adalah orang bijaksana yang mendasarkan hidupnya pada fundasi yang kokoh.Semangat selalu dan Selamat beraktivitas!

25/06/2024

RENUNGAN KITAB SUCI, Rabu 26 Juni 2024: MATIUS 7:15-20 II Sr. Petronella Br. Karo KSSY

"Waspada terhadap pengajaran yang menyesatkan"
Saudara-saudari yang terkasih, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar bahwa sikap anak adalah cerminan dari orang tuanya. Benarkah ungkapan ini? Kalau sikap anak-anaknya baik orang akan berkata itu karena didikan orangtuanya yang sangat baik maka anak-anaknyapun baik-baik. Kalau anaknya bandel, s**a buat masalah orang akan berkata, yahhh tidak salahlah habis orangtuanya juga s**a berkelahi, s**a buat masalah? Artinya, kebiasaan, tindak tanduk, perilaku dan sifat anak cerminan dari sikap, perilaku dan pengajaran orangtuanya. Secara tidak langsung, ungkapan ini mau mengingatkan, para orang tua, bahwa menjadi orangtua merupakan tugas yang amat mulia. Pasalnya, selain menjalani kehidupannya sendiri sebagai pribadi para orangtua juga harus memikirkan kehidupan anak-anaknya.
Bagi anak, setiap pengajaran yang baik dari orangtua menjadi suatu pedoman dalam hidup mereka. Kata-kata berisi nasihat yang baik dari orangtua membantu anak untuk menentukan sikap dalam menghadapi masalah hidup juga dalam menentukan suatu pilihan. Pengajaran untuk anak adalah hadiah terindah dari orangtua. Karena lewat pengajaran yang baik, kata-kata yang bijak nilai-nilai kebaikan dari orangtua diturunkan pada anak mereka.
Dalam bacaan hari ini berhadapan dengan berbagai pengajaran yang akan diterima oleh para murid, Yesus mengawaskan agar mereka waspada terhadap nabi-nabi palsu yang menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Yesus mengingatkan sebuah realita tentang relasi hidup manusia. Para murid harus waspada terhadap sikap orang-orang yang ada disekitarnya dan berhati-hati dalam menilai seseorang. Kita tidak menilai orang hanya dari tampilan kulit luar saja yang sangat mempesona, kata-kata yang sangat meyakinkan tetapi menilai orang dari buahnya atau sikap dan perbuatan-perbuatan yang dihasilkannya. Untuk itu Yesus meminta para murid memiliki sikap yang jelas.
Mereka harus mengenali pengajar-pengajar yang benar. Ada pengajar yang sejati, tetapi ada juga pengajar yang sebenarnya adalah serigala yang membahayakan para pendengarnya. Ada pengajaran yang membuahkan kebaikan, yang membuat hidup seseorang menjadi lebih baik namun ada juga pengajaran yang membawa orang pada kehancuran. Karena itu para murid harus jeli mengenali pengajaran itu dengan melihat bagaimana sikap hidup orang yang memberikan pengajaran itu karena setiap pengajaran yang baik akan menghasilkan buah yang baik p**a. Jika kita melihat realita dalam kehidupan banyak pengajaran yang menghancurkan misalnya menenangkan pikiran dengan narkoba, minum-minuman keras. Barangkali benar sebentar tenang karena sudah tidak sadar tapi apakah pikiran sudah benar tenang? Tawaran-tawaran yang menggiurkan sehingga terlilit hutang, bagi anak-anak sekolah sudah ditawarkan kunci jawaban sehingga malas belajar dan akhirnya makin bodoh dan sebagainya.
Saudara-saudari, menghadapi banyaknya pengajaran sesat dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan yang menjauhkan kita dengan Tuhan, Sabda Tuhan mengajak kita agar setia mendengarkan pengajaranNya, lewat renungan-renungan setiap hari. Barangkali renungan ini tidak menggiurkan namun menyelamatkan. Sabda Tuhan yang kita terima adalah nutrisi untuk menyehatkan rohani kita dan menguatkan iman kita kepada Kristus. Jasmani kita butuh nutrisi supaya sehat, rohani kita juga butuh nutrisi sabda Tuhan supaya sehat dan dapat menghasilkan buah-buah kebaikan. Tuhan memberkati.

24/06/2024

RENUNGAN KITAB SUCI, Selasa 25 Juni 2024: MATIUS 7:6.12-14 II RP Yohanes Don Bosco, CMF

Dalam bacaan Injil tadi Yesus menegaskan, Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi”. Saudara dan saudariku, kita semua tentu ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Kita semua mau dikasihi dan dihargai oleh orang lain. Untuk itu kita harus terlebih dahulu melakukan kebaikan, mengasihi dan menghargai orang lain. Kita seringkali protes terhadap perlakukan orang lain terhadap kita. Mengapa orang lain tidak menghargai kita? Mungkin saja karena kita tidak menghargai mereka. Jangan mengharapkan orang lain tersenyum kepada kita kalau kita tidak mau terlebih dahulu tersenyum kepada sesama kita.
Karena kebaikan kita akan dipancarkan kembali kepada kita tetapi kejahatan yang kita lakukan terhadap orang lain juga akan dipancarkan kembali kepada kita. Oleh karena itu kalau kita mau mengubah perlakuan orang lain kepada kita maka kita harus mengubah perlakuan kita sendiri terhadap orang lain.
Injil hari ini juga mengingatkan kita akan pintu kehidupan yang bisa dilewati. Dikatakan tadi bahwa ada dua pintu yang bisa dilewati yakni pintu dan jalan yang luas menuju kepada kebinasaan dan pintu dan jalan yang sempit menuju kehidupan.
Kita sebagai pengikut Kristus pilihannya cuma satu yakni melewati pintu yang sempit. Kita harus menjadi pengikut Kristus dan melakukan segala sesuatu yang dikehendaki Kristus. Karena itu saudara dan saudariku, marilah kita hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan, meskipun harus melewati hambatan-hambatan, sebab jalan sulit yang kita lalui bersama Tuhan adalah jalan yang menuntun kita kepada kehidupan yang kekal.

Tuhan memberkati kita semua.

23/06/2024

Senin, 24 Juni 2024 Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis
Bacaan Injil hari ini diambil dari Luk 1:57-66,80 yang mengisahkan kelahiran Yohanes, pemberian nama, penyunatan dan kesembuhan Zakharia (ayah Yohanes Pembaptis) dari kebisuannya. Allah sudah memanggil Yohanes Pembaptis sejak di kandungan ibunya. Melalui malaikat Gabriel, Allah menyampaikan kabar s**acita kepada Zakharia. Yohanes pembaptis menjadi nabi besar yang diutus Tuhan untuk mempersipakan kedatangan Yesus Kristus dengan menyerukan kepada seluruh bangsa Israel pertobatan dan ajakan untuk dibaptis. Pada akhirnya, Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Dia akan datang kemudian daripada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.
Sepanjang kisah kelahiran Yohanes pembaptis, kita melihat tangan Tuhan yang menyertai, misalnya ibunya yang sudah tua dan mandul, kini mengandung dan melahirkan anak. Para tetangga melihat peristiwa itu sebagai rahmat Allah yang begitu besar diterima oleh Elisabeth dan pemberian nama yang tidak mengikuti kebiasaan pada umumnya yang membuat para tetangganya menjadi heran. Bahkan kelahiran Yohanes pembaptis menyadarkan orang-orang pada masanya akan kehadiran Allah. Mereka berkata, Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertainya. Allah selalu menyertai kita untuk menyelamatkan kita.
Pada saat pemberitaan kelahiran Yohaenes Pembaptis oleh malaikat Gabriel, Zakaharia tidak percaya. Kini Saat zakharia sadar akan penyertaan Tuhan yang dialami oleh keluarganya, ia menanggapinya melambungkan pujian kepada Allah sang pemberi rahmat.
Rahmat Allah tetap bekerja walaupun kita meragukannya. Berhadapan dengan rahmat Allah, kita hanya bisa menyampaikan pujian kepada-Nya sebab rahmat itu tidak dapat kita nilai dengan materi atau kita beli dengan uang. Maka hanya pujian kita sampaikan kepada Allah.
Allah tidak pernah meninggalkan ciptaanNya. Ia selalu menyertai kita kendati pun amat sering kita melupakan-Nya dan kurang menyadari penyertaan tangan-Nya. Mari kita menyadari tangan Tuhan yang menyertai kehidupan kita agar kita bisa memanjatkan ucapan syukur kepada-Nya. Penyertaan Tuhan tidak hanya demi kepentingan diri sendiri atau dinikamati sendiri, melainkan mengandung tugas atau misi yang dikehendaki Allah dalam diri kita masing-masing.
Sebagaimana dengan Yohanes pembaptis yang sudah dipanggil sejak dalam kandungan ibunya, kita juga memiliki panggilan masing-masing. Sebagai orang tua, guru, siswa/mahasiswa, Pastor, Suster, orang-orang yang sudah pensiun, dll memiliki panggilan untuk dikerjakan bagi Allah. Kita tidak bekerja sendirian sebab tangan Tuhan menyertai kita. Kita harus menaruh sikap percaya kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kehendak-Nya. Mungkin kehendak-Nya berupa jalan-jalan yang berliku atau jalan yang curam. Jangan putus asa sebab tuntutan Tuhan tidak pernah melampaui kemampuan seseorang. Saat kita mengetahui dan melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup kita, di situlah kita menemukan keberhasilan hidup.

21/06/2024

Renungan KKS
Sabtu, 22 Juni 2024
Injil Mat. 6:24-34
Saudara/saudari terkasih, pertanyaan besar yang menjadi permenungan kita hari ini, “Mengapa manusia sering kuatir akan hidupnya sehingga Yesus mengingatkan supaya jangan kuatir? Lalu adakah manusia yang tidak kuatir? Adalah mudah untuk mengucapkan bahwa manusia tidak perlu kuatir tentang hari esok, namun untuk menghadapinya saya kira tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang membuat manusia kuatir, misalnya pada orangtua, tagihan uang sekolah anaknya, Krisis tertentu, kehilangan pekerjaan, masih banyak hal lain lagi adalah beberapa contoh yang membuat manusia kuatir. Lingkungan sangat mempengaruhi keadaan emosi dan kekuatiran selalu mengejar manusia dan itu sangat sulit untuk dilepaskan. Untuk sekedar memikirkan apa yang manusia perlukan untuk masa depan mereka adalah tidak masalah. Pokok masalah yakni ketika apa yang dipikirkan itu menjadi suatu beban dan menjadi tidak sejahtera karenanya. Apakah manusia tidak perlu kuatir tentang tagihan bulanan yang masing-masing harus lunas tiap bulannya? Atau apakah dalam hal ini manusia juga tidak perlu kuatir tentang masalah yang terjadi dalam hubungan dengan sesama? Atau apakah termasuk di dalamnya manusia tidak perlu kuatir tentang mimpi, cita-cita, tujuan hidup serta ambisi mereka masing-masing? Tentu saja, manusia perlu memikirkan itu semua. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai seseorang menjadi susah karena menguatirkannya. Saudara-saudari terkasih, Masa depan yang misterius memang bisa membuat seseorang merasa kuatir. Tetapi sebenarnya dia bisa menghadapi masa depan itu tidak dengan hati dan pikiran tegang. Untuk menyongsong masa depan itu seseorang tetap bisa bersabar dan berpikiran bahwa dia akan berusaha untuk hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus menegaskan bahwa hidup manusia tidaklah tergantung dari kekayaan (Luk. 12:15). Orang yang bergantung pada kekuatan uang berarti memberhalakannya. Kalau seseorang sudah terikat dengan berhala kekayaan ini atau materialisme maka sangatlah s**ar mengerti dan menangkap kebenaran firman TuhanDalam hal ini bisa dipahami mengapa Tuhan Yesus dalam suatu perumpamaan berkata bahwa orang kaya s**ar masuk ke dalam kerajaan sorga (Mark. 10:24-27). Tipu daya kekayaan menunjuk pada ikatan terhadap harta, sehingga kebahagiaan jiwanya hanya dapat ditopang oleh kekayaan. Dalam hal ini harus diwaspadai bahwa kekayaan dapat memikat hati seseorang sehingga merasa tidak memerlukan yang lain. Tuhan pun juga tidak diperlukannya. Jika sudah demikian, maka ia tidak dapat menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Allah, sebab allahnya adalah kekayaan tersebut. Saudara/saudari terkasih, Tuhan Yesus mengetahui bahwa manusia sering kuatir: jika nanti tidak ada makanan, minuman, dan pakaian. Kekuatiran dapat menjadi berlebihan dan dapat menjadi semacam penyakit. Para ahli ilmu jiwa tahu bahwa kekuatiran dapat menekan jiwa berjuta-juta orang, akibatnya orang tidak bisa tidur, sehingga kekuatiran kadang-kadang disebut "penyakit utama" dan "musuh utama manusia". Justru perlu kita sadari sebagai manusia bahwa kita terlahir dengan kapasitas untuk cenderung kepada hal-hal rohani dan dengan kebutuhan untuk menyembah Allah. Manusia diciptakan dari elemen-elemen materi dan memiliki kebutuhan materi serta kapasitas untuk menikmati hal-hal materi. Yesus mengingatkan murid-muridNya agar tidak menjadi kuatir. Apa yang menjadi fokus perhatian seseorang menjadi hal yang penting untuk diperhatikan: dan Yesus pun mengingatkan hal itu. “Hidup itu lebih penting dari makanan, dan tubuh lebih penting dari pakaian.” Manusia takut tidak bisa makan, tapi seharusnya bersyukur ketika ia masih hidup. Manusia takut tidak sanggup membeli pakaian, tapi seharusnya bisa mensyukuri bahwa manusia itu masih punya tubuh. Manusia sering memandang hanya kepada masalah dan lupa memperhatikan apa yang masih dimilikinya. Manusia cenderung lebih melihat sisi negatif dari pada fokus kepada hal-hal positif dalam hidupnya: dan Yesus pun mengingatkan hal ini. Untuk itu, kita diajak oleh Tuhan Yesus sendiri untuk memiliki keyakinan teguh bahwa bapa senantiasa memelihara hidup kita. Dia mengasihi kita, menjaga kita. Yang diinginkan Tuhan adalah jangan sampai kekuatiran akan duniawi menggerogoti bahkan melumpuhkan iman kita akan Allah yang selama ini telah Tuhan tanamkan dalam diri kita. Semoga Amin.

Address

Jalan Simpang Karang Sari Permai PPU KAM, Pematangsiantar. Kel. Tambun Nabolon. Kec. Siantar Martoba
Pematangsiantar

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komisi Kerasulan Kitab Suci - KAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Komisi Kerasulan Kitab Suci - KAM:

Share