01/08/2026
Anggota DPD RI Pdt. Penrad Siagian dan Ephorus HKI Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung Tegaskan: Jubileum 100 Tahun HKI Momentum Besar Nasional.
huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar, 31 Juli 2026. Dalam rangka menyongsong perayaan Jubileum 100 Tahun Huria Kristen Indonesia (HKI), pimpinan gereja bersama perwakilan pemerintah membahas sejumlah langkah strategis yang berfokus pada kolaborasi lintas sektor, penguatan aset gereja, serta peningkatan dampak sosial bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri Ephorus HKI Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, M.Sc, Sekretaris Jenderal HKI Pdt. Dormen Pasaribu, M.Th, serta Anggota DPD RI Pdt. Penrad Siagian, S.Th., M.Si., Teol. Turut hadir jajaran pimpinan HKI, termasuk para kepala departemen Marturia, Koinonia, Diakonia, Umum, serta Biro Infokom.
Sekretaris Jenderal HKI menegaskan bahwa Jubileum 100 tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum transformasi yang menghadirkan pembebasan dari berbagai persoalan kehidupan, seperti kesulitan ekonomi, tantangan sosial, hingga perhatian terhadap kelompok disabilitas. Selain itu, momentum ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi jemaat.
“Melalui Jubileum ini, kita ingin menunjukkan bahwa sejak masa perjuangan kemerdekaan, HKI telah turut ambil bagian dalam pembangunan bangsa,” ujar Pdt. Dormen Pasaribu.
Dalam pembahasan tersebut, HKI juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah pusat, termasuk harapan kehadiran Presiden atau Wakil Presiden pada puncak perayaan. Anggota DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, menekankan pentingnya kejelasan tujuan dalam melibatkan pemerintah agar kehadirannya memberikan dampak konkret.
“Kita ingin Jubileum 100 tahun ini sukses, dan itu membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah. Saya siap terlibat dalam pembahasan lebih lanjut, baik terkait kegiatan maupun pembiayaan,” tegasnya.
Aspek pendanaan turut menjadi perhatian utama. Setiap daerah didorong segera menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, mengingat pembahasan anggaran akan dimulai dalam waktu dekat. Usulan program diharapkan telah diajukan paling lambat bulan Agustus.
Ephorus HKI, Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, menambahkan bahwa Jubileum ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kontribusi HKI dalam sejarah bangsa, termasuk melahirkan tokoh-tokoh berjiwa nasionalis.
“Kita ingin masyarakat Indonesia mengetahui bahwa HKI memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, HKI merencanakan penyusunan buku sejarah gereja yang mendokumentasikan perjalanan dan kontribusinya. Selain itu, akan diupayakan pengajuan tokoh HKI sebagai pahlawan nasional melalui kementerian terkait.
Di bidang sosial, HKI juga mendorong pengembangan panti asuhan serta menjajaki dukungan lahan dari PTPN. Seluruh aset yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk pelayanan sosial dan penguatan misi gereja.
Untuk mendukung hal tersebut, disepakati pembentukan Tim Pengurusan Aset HKI yang akan fokus pada legalisasi dan optimalisasi pengelolaan aset, termasuk penyelesaian persoalan tanah dan hibah.
Pdt. Penrad Siagian turut menyoroti pentingnya legalitas aset gereja, mengingat aset yang belum terdaftar atas nama resmi HKI berpotensi dikenakan pajak komersial.
“Selama aset belum atas nama gereja, maka pajaknya akan dianggap komersial. Ini harus segera kita benahi bersama,” ujarnya.
Pertemuan ini menegaskan komitmen HKI untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan iman dan bangsa. Jubileum 100 Tahun HKI diharapkan menjadi tonggak kebangkitan pelayanan yang berdampak luas secara nasional. Pewarta: Kabiro Infokom - Pdt. Boy. F. Tampubolon