11/04/2021
Firman Tuhan, Minggu, 11 April 2021
Kisah Para Rasul 4:32-37
Membangun Persekutuan yang saling Mengasihi
Syalom
Salam Sejahtera bagi kita semua..
Marilah sejenak merenungkan Firman Tuhan ini...
Ketika kita membaca Firman Tuhan ini, apakah yang terlintas di benak kita... Siapakah Yusuf yang disebut Barnabas, yang artinya anak penghiburan, tentulah dia seorang yang murah hati dan hatinya penuh dengan pengorbanan, yang menjual hartanya atau ladangnya dan hasilnya ia beri untuk menopang pelayanan jemaat mulamula itu. Atau dalam benak kita, mungkin dia adalah orang yang sangat kaya raya, dengan menjual ladangnya, itu tidak ada apa apanya, dan tidak merugikannya, atau mungkin dlm benak kita, dia itu orang yang tidak memerlukan uang, sehingga ia mampu melakukannya.
Yusuf dia adalah seorang lewi, dari sifrus. Dia adalah orang yang menjadi berkat orang yang menerima beban Ilahi, sehingga ia memiliki beban empati ketika dia melihat suatu kebutuhab yang dirasakan oleh org lain atau lingkungan, dan kemudian mengabdikan diri dalam pelayanan. Ketika gereja mulamula mulai bertumbuh, banyak sekali petobat baru, dimana kebanyakan adl org yg berasal dari keluarga sederhana, paspasan dan berkekurangan. Dan yusuf atau barnabas hatinya terbeban sehingga ia rela menjual ladang miliknya dan hasilnya dia serahkan kpd para rasul untuk membantu jemaat yang berkekurangan. Dalam "2 Korintus 8:13,14,15
Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. "
Tanah dan ladang adalah sebuah identitas kala itu, jadi dapat dikatakan sangat berharga. Artinya, yusuf rela mempersembahkan sesuatu yg berharga miliknya utk melayani Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa ia menempatkan pekerjaan Tuhan dan kepentingan sesama lebih dari kepentingan diri sendiri.
Saudara/i yang terkasih, masih adakah diantara kita seperti Yusuf yang disebutkan dalam tesk ini? Jawabnya: ya, ada, bahkan masih banyak. Bahkan dalam sejarah berdirinya gereja gereja HKBP, kebanyakan tanah gereja nya adalah hasil hibah atau pemberian dari seseorang atau keluarga yang hatinya menerima beban Ilahi, bahkan dlm pendirian dan pembangunan fisik gereja, banyak jemaat yang mau dan rela berkorban materi dan tenaga spy gereja itu berdiri kokoh dan pelayanannya semakin maju dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Ai godang do jolma i manghilalahon asi ni roha ni Debata na jinalo na ndang na gabe hohom holann ibana na taruli, alai olo ibana berbagi, manasagihon na di ibana tu angka na hurangan. Asa pasahat angka naa dumenggan, ringkot do pengorbanan, bukan hanya di materi, tetapi juga tenaga, pikiran, waktu, harga diri, gengsi.
Jemaat yang dikasihi Allah, bagaimana dengan kita, apakah berita firman Tuhan bagi kita hari ini, firman ini mengajaka kita. Walau dalam kondisi susah krn Pandemi C-19, janganlah kendor dalam hal menjadi berkat bagi sesama. Tetapi tetaplah menjadi berkat. Menjadi berkat adalah terpanggil dan terbeban dalam beban Ilahi. Memiliki empati, mau berkorban dan memberi dalam menopang pelayanan di dalam pemberitaan firman Tuhan. Berilah yang terbaik bagi Tuhan. Sampaikanlah yang paling patut untuk Tuhan dan yang palung berharga... Memberilah dengan Tulus. Untuk dapat memberi dengan tulus, kita harus memiliki hati spt anak bayi, yang suci dan selalu haus akan susu yang murni, yang selalu merindukan persekutuan yang baik, dan hatinya selalu mampu bersahabat dan selalu bergantung pada ibunya. Demikian juga kita, harus selalu merindukan persekutuan yang saling mengasihi, persekutuan yang tidak memandang rendah org lain, yang saling menghargai, saling menopang dan saling membantu dan selalu hidupnya bergantung pada Tuhan Yesus Kristus (Quasimodogeniti). Banyak hal yang harus kita benahi, banyak hal yang harus kita bantu, jadilah anak penghiburan, firman Tuhan hari ini bagi kita. Jadilah berkat, tetap bersaksi, bersekutu dan berdiakonia...
Mari kita sukseskan gerakan 1000 menopang dan membantu pelunasan Dana Pensiun HKBP.
Selamat Menghidupi Minggu Quasimodogeniti...
Pdt. Lenni Situmorang, STh.