11/08/2026
๐๐๐ธ๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐ฅ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป:
๐๐น๐๐ฎ๐ฟ ๐๐ถ๐ธ๐ผ๐๐ผ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ป, ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ด๐๐บ๐๐น๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ ๐ฃ๐ข๐จ๐ ๐๐ต๐ฎ๐ฝ๐ฒ๐น ๐จ๐ฆ๐จ ๐๐ถ๐ฎ๐ป ๐ ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ
โMEDAN โ Suasana duka dan tangis haru menyelimuti pelataran altar Gereja POUK Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) pada Senin (10/8/2026). Bangunan tempat umat bersekutu dan memuliakan nama Tuhan tersebut mendadak lengang setelah seluruh perlengkapan ibadah di dalamnya diangkut. Di tengah lantai yang berserakan kabel serta bola lampu yang jatuh, puluhan jemaat menaikkan doa dengan air mata, meratapi tempat persekutuan mereka yang kini porak-poranda.
โPeristiwa pengosongan ini terjadi saat pemimpin rohani mereka, Pendeta Gloria Bale, sedang menjalani proses hukum di Polda Sumatera Utara atas tuduhan pencemaran nama baik. Saat pendampingan hukum berlangsung, kabar mengenai kedatangan armada pengangkut dari pihak kampus mengejutkan jemaat yang ada di lokasi.
โKetua LBH Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Deddy Mauritz Simanjuntak, yang mendampingi Pendeta Gloria, menyayangkan tindakan sepihak tersebut. Ia menilai langkah itu menciderai nilai-nilai kasih dan kedamaian, terlebih proses mediasi yang melibatkan Staf Khusus Menteri Agama RI baru saja digelar dua minggu sebelumnya untuk mendorong persekutuan dan kesepakatan bersama sebelum adanya perbaikan fisik gedung.
โPergumulan antara jemaat dan pihak rektorat USU ini sendiri telah berlangsung sejak April 2026. Pihak rektorat menyampaikan imbauan pengosongan dengan alasan rencana renovasi gedung. Namun, jemaat memandang bangunan rumah doa tersebut masih sangat layak untuk dipakai bersua dengan Tuhan. Jemaat juga mencatat bahwa penataan dan pembangunan gereja serta pastori selama ini berdiri atas dasar gotong royong, kesatuan hati, serta pengorbanan jemaat dan para simpatisan tanpa beban dana negara.
โLangkah pengosongan yang mendadak ini menjadi ujian iman bagi jemaat POUK Chapel USU. Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Umat berharap ada jalan terang dan pemulihan, agar rumah ibadah senantiasa menjadi tempat yang menghadirkan damai sejahtera bagi semua pihak.