HKBP Pematang Bandar -Ressort Pematang Bandar

HKBP Pematang Bandar -Ressort Pematang Bandar KITA JUGA DAPAT MENGUNJUNGI BLOG HKBP PEM.BANDAR DI WEBSITE KAMI

31/03/2021
08/02/2020
28/08/2019

Mauliate ma di Amang
Pdt Ganda Tambunan MM
Naung manghobasi Huria Pematang Bandar
Juli 2016 - 25 Agustus 2019
Debata ma Na manambai PasupasuNa tu tongatonga ni keluarga dohot hahipason.
Selamat Manghobasi ma di Amang
Pdt Remanto Tumanggor M.Div.
Sai anggiat ma margogo jala di ramoti Debata.

Serah Terima DanPisah - SambutPdt. Ganda Tambunan  MM danPdt Remanto Tumanggor M.Div
28/08/2019

Serah Terima
Dan
Pisah - Sambut
Pdt. Ganda Tambunan MM
dan
Pdt Remanto Tumanggor M.Div

HKBP Pematang Bandar mengucapkan  turut berduka cita atas meninggalnya Op.Ester Br Simajuntak. Orang tua dari Pdt. Gilbe...
31/05/2019

HKBP Pematang Bandar mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Op.Ester Br Simajuntak. Orang tua dari Pdt. Gilbert Situmorang M.Th. Pendeta HKBP Bogor - Ressort Bogor. Semoga keluarga yang ditinggalkannya diberikan kekuatan dan cepat terhibur.

⏳     Jangan memelihara Dosa    ⏳               1 Yoh 1:8 - 8, Roma 6:23Memelihara Dosa ibarat memelihara hewan berbahay...
21/03/2019

⏳ Jangan memelihara Dosa ⏳

1 Yoh 1:8 - 8, Roma 6:23

Memelihara Dosa ibarat memelihara hewan berbahaya yang suatu saat kita akan menjadi santapan'nya.

Sebagaimana di lansir dari Lifebuzz, ada seorang wanita yang s**a memelihara ular piton. Bahkan ia menjadikan binatang reptil itu sebagai teman tidurnya.
Seringkali, ular itu diletakan di tubuhnya saat ia tidur. Wanita itu memelihara ular tersebut dengan baik, sehingga nampak sehat.

Namun, suatu hari ia merasa cemas karena ular itu berhenti makan. Ia pun membawa ular tersebut ke dokter hewan untuk memeriksa apakah si ular ini sakit.
Penjelasan sang dokter setelah memeriksa ular itu, cukup membuatnya merasa jantungan.
Dokter itu mengajukan pertanyaan aneh kepada wanita itu!

" apakah Ular ini tidur bersama anda setiap malam, dengan melingkar di tubuh anda atau berada dekat dengannya ?

Wanita itu menjawab Setiap malam ia tidur bersama Ular itu. Di malam hari, ular itu terkadang menjalari tubuhnya dari kepala hingga ke jari-jari kaki.

Dokter itu kembali menjelaskan bahwa:

" Ular itu sebenarnya tengah menargetkan tuan'nya sebagai mangsanya "
Menurut dokter itu, setiap kali ular itu merayap dan membungkus tubuh si wanita, sebenarnya ia tengah memeriksa ukuran dan berat tuan-nya. Ia menolak makan dengan tujuan untuk membuat ruang yang cukup sehingga dapat menelan dan mencerna wanita itu.
Untungnya wanita itu segera membawa ke dokter hewan, sehingga ia tidak menjadi " Cemilan " binatang peliharaannya.

***************

Dosa merupan hal yang berbahaya bagi semua orang, sebab dosa membawa kepada Kebinasaan, sebagaimana Alkitab menyebutkan " Upan Dosa ialah Maut "
Ibarat wanita itu memelihara ular piton, tetapi tanpa ia sadari bahwa dirinya sedang dalam bahaya.
Manusia cenderung memiliki keinginan untuk memuaskan hasrat atau keinginan dagingnya. Dan bila tidak dapat menguasai diri, keinginan itulah yang membawa manusia kepada kebinasaan.

" dan apabila keinginan itu telah dibuahi, Ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut "
📖 Yak 1:15

Bila seseorang bermain - main dengan dosa dan hingga akhir hidupnya tidak berbalik percaya kepada Tuhan, orang itu akan mengalami kebinasaan Kekal.
Penderitaan'nya kelak tidak ada ujungnya.
Hal inilah yang terjadi bila seseorang tidak cepat-cepat bertobat dan tidak percaya kepada Dia yang memberi hidup Kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Mungkin bagi sebagian orang berkata bahwa : " Berkata kotor, berjudi, Narkoba, mabuk-mabukan, dan berzina adalah hal yang biasa dan itu hanyalah sebatas kebiasaan semata.
Namun, tanpa di sadari mereka sedang berada dalam jerat dosa dan berujung kepada maut, bila tidak segera bertobat.

Mari kita ingatkan orang sekitar kita akan akibat Dosa. Sembari kita belajar hidup kudus dan meninggalkan kebiasaan - kebiasaan buruk.

✔ Semakin lama seorang bermain-main dengan dosa, semakin kuat jerat dosa mengikat. Berbaliklah segera !

Izin Copas Saat TeduhRenungan*Sang Pria tidak tau, kalau ada Ular dibawahnya.*Sang Wanita juga tidak tau, kalau ada Batu...
04/03/2019

Izin Copas Saat Teduh
Renungan

*Sang Pria tidak tau, kalau ada Ular dibawahnya.
*Sang Wanita juga tidak tau, kalau ada Batu Besar yg menghimpit sang Pria.

*Sang Wanita berpikir : Aku akan jatuh & aku tidak bisa memanjat, karena ada Ular yg akan menggigitku. Mengapa dia tidak bisa mencoba untuk menarikku.
*Sang Pria berpikir : Aku sangat sakit. Aku mencoba untuk menjaga dia, dengan semua kekuatan yg aku bisa. Tapi mengapa dia tidak bisa untuk mencoba memanjat sedikit.

*Kita tidak pernah melihat tekanan & rasa sakit dari teman ataupun dari pasangan kita sendiri.
Dan mereka juga tidak bisa melihat, apa yg sedang kita alami.
*Hidup adalah bahwa, bahkan jika itu mengenai cinta, pekerjaan, keluarga atau pertemanan, kita harus mencoba untuk memahami satu sama lain dengan baik.
Belajar untuk berdiri disepatu orang lain, belajar untuk berpikir berbeda & menjadi merasa lebih, hidup akan terasa jauh lebih nyaman.

Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏🙏

28/02/2019

My Utmost (B. Indonesia)
“Karena itu kami percaya ....” Jawab Yesus kepada mereka: “Percayakah kamu sekarang?” — Yohanes 16:30-31

Sungguh renungan hari ini merupakan peringatan bagi pekerja Kristen, yang telah meninggalkan Yesus, tetapi masih berusaha melayani-Nya sebagai kewajiban atau hanya karena merasa perlu menurut penilaian diri sendiri. Yang terjadi adalah kita bukannya mencari pimpinan-Nya, melainkan mengambil keputusan sendiri berdasarkan akal sehat. Setelah itu, kita meminta Tuhan memberkatinya -- keputusan yang justru terlepas dari realita {Tuhan).

Percayakah Kamu Sekarang?

Sekarang kami percaya...” Akan tetapi, Yesus bertanya, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang... ketika kamu meninggalkan Aku seorang diri” (Yohanes l6:31-32).

Banyak pekerja Kristen telah meninggalkan Yesus seorang diri, tetapi berusaha melayani-Nya karena merasa sebagai kewajiban atau karena merasa perlu sebagai akibat dari penilaian mereka sendiri.

Alasan terjadinya hal ini sebenarnya adalah karena tidak adanya hidup kebangkitan dari Yesus. Jiwa kita telah lepas dari keakraban hubungan dengan Allah karena mengandalkan pengertian keagamaan kita sendiri (lihat Amsal 3:5-6).

Hal ini bukan dosa kesengajaan dan tidak ada hukuman yang berkaitan dengannya. Akan tetapi, pada saat seseorang menyadari betapa dia telah merintangi pengertiannya tentang Yesus Kristus, dan menyebabkan kebingungan, dukacita, dan kesulitan bagi dirinya, maka dia harus segera kembali (kepada-Nya) dengan malu dan penyesalan.

Kita perlu bersandar pada hidup kebangkitan Yesus pada taraf yang lebih mendalam ketimbang yang kita lakukan sekarang ini. Kita harus terus-menerus terbiasa mencari pimpinan-Nya dalam setiap hal, bukannya mengambil keputusan kita sendiri berdasarkan akal sehat kita, lalu meminta Dia memberkati keputusan itu. Dia tidak dapat memberkati keputusan itu; itu bukan cara-Nya untuk berbuat demikian, dan keputusan tersebut terlepas dari realita atau kenyataan.

Jika kita berbuat sesuatu semata-mata karena merasa wajib, kita mencoba hidup menurut tolok ukur lain selain yang bersumber dari Yesus Kristus. Kita menjadi orang yang sombong dan arogan, menyangka bahwa kita tahu tindakan yang harus dilakukan dalam setiap situasi. Kita telah mendudukkan kewajiban di atas takhta kehidupan kita, bukannya mengutamakan hidup kebangkitan Yesus.

Kita tidak diperintah untuk “hidup di dalam terang” dari nurani kita atau di dalam terang dari kewajiban kita, melainkan “...hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang...” (1 Yohanes 1:7).

Bila kita berbuat sesuatu berdasarkan kewajiban, mudah untuk memberikan argumen atau alasan dari tindakan kita kepada orang lain. Akan tetapi, bila kita berbuat sesuatu dalam ketaatan kepada Tuhan, tidak akan ada penjelasan atau argumen lain – kecuali ketaatan. Itulah sebabnya, seorang kudus dapat mudah diejek dan disalah mengerti.

Selamat siang jangan lupa makan siang
Tuhan Memberkati 😇

26/02/2019

My Utmost (B. Indonesia)
Dari manakah Engkau memperoleh air hidup? — Yohanes 4:11

Adakah Anda telah membatasi atau melemahkan pelayanan Yesus sampai ke taraf yang menyebabkan Dia tidak sanggup bekerja dalam hidup Anda? Kita melemahkan pelayanan Yesus dalam diri kita, ketika kita lupa bahwa Dia itu Mahakuasa. Hal yang membuat pelayan menjadi lemah itu bersumber dari dalam diri kita, bukan dalam Dia.

Judul : Melemahkan atau Membatasi Pelayanan Yesus**

“Dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?” (Yohanes 4:11)

“Sumur ini amat dalam”, kata perempuan Samaria itu — dan bahkan jauh lebih dalam daripada yang diketahuinya (Yohanes 4:11). Pikirkanlah kedalaman sifat dan hidup manusia. Pikirkanlah kedalaman “sumur-sumur” yang ada di dalam diri Anda. Adakah Anda telah membatasi atau melemahkan pelayanan Yesus sampai ke taraf yang menyebabkan Dia tidak sanggup bekerja dalam hidup Anda?

Andaikata Anda mempunyai “sumur” luka dan kesusahan di dalam hati Anda, lalu Yesus datang dan berkata, “Janganlah gelisah hatimu...” (Yohanes 14:1), apakah Anda menanggapinya dengan mengangkat bahu sambil berkata, “Tapi, Tuhan, sumurnya terlalu dalam, bahkan tidak ada kedamaian dan kesejukan di dalamnya yang dapat Engkau jumpai.”

Sesungguhnya, hal itu benar. Yesus tidak dapat mendapatkan apa pun dari sumur dalam diri atau sifat manusia — Dia membawanya turun dari atas. Kita membatasi Yang Suci dari Israel dengan mengingat hanya apa yang kita izinkan Dia kerjakan bagi kita di masa lampau, dan juga dengan berkata, “Memang, aku tidak dapat berharap Allah melakukan hal khusus seperti ini.” Sepertinya, kita menetapkan batas kekuasaan Allah yaitu hal yang harus kita percayai yang Dia akan lakukan bagi kita sebagai murid-murid Yesus.

Kita memiskinkan melemahkan pelayanan-Nya di dalam kita pada saat kita lupa bahwa Dia adalah Mahakuasa. Pelemahan pelayan itu bersumber dari dalam diri kita, bukan di dalam Dia. Kita ingin datang pada Yesus agar Dia menjadi penghibur dan pembela kita, tetapi kita berhenti mendekati Dia sebagai Allah Yang Mahakuasa.

Alasan mengapa beberapa di antara kita menjadi contoh jelek dari Kekristenan adalah bahwa karena kita gagal mengenal bahwa Kristus sebagai Mahakuasa. Kita mempunyai berbagai atribut Kristen dan pengalaman Kristen, tetapi tidak ada penyerahan kepada Yesus Kristus. Bila kita menghadapi situasi sulit, kita merendahkan pelayanan-Nya dengan mengatakan, “Tentu saja, Dia tidak dapat berbuat sesuatu mengenai hal ini.” Dalam hal ini, kita berusaha keras untuk mencapai dasar sumur kita sendiri, sambil mencoba mendapatkan air untuk diri kita.

Berhati-hatilah, jangan tidak berbuat apa-apa dan berkata, “Itu tidak dapat dilakukan.” Anda akan tahu bahwa hal itu dapat dilakukan jika Anda mau memandang Yesus. Sumur ketidaksempurnaan Anda memang amat dalam, tetapi bangkitlah berpaling dari diri sendiri dan memandang kepada Yesus.

Selamat Pagi & Selamat beraktifitas
Tuhan Memberkati 😇😇 😇

Semoga Makin Jaya
22/09/2018

Semoga Makin Jaya

Ibadah PA Remaja Naposo Bulung di rmah Boi Sianipar (Ujung Manis)  dgn khotbah diskusi trtulis dri Matius 18:31-35
28/02/2018

Ibadah PA Remaja Naposo Bulung di rmah Boi Sianipar (Ujung Manis) dgn khotbah diskusi trtulis dri Matius 18:31-35

Address

Jalan Gereja No 47 Pematang Bandar
Pematangbandar
21184

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HKBP Pematang Bandar -Ressort Pematang Bandar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share