14/04/2026
Sudah seharusnya berani suarakan kebenaran..
Tensi diplomatik antara Vatikan dan Amerika Serikat memanas! Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak gentar menghadapi gertakan Presiden AS, Donald Trump. Pernyataan ini muncul setelah Trump menyerang sang Paus di platform Truth Social dengan sebutan "lemah" karena berani mengkritik keterlibatan militer AS-Israel terhadap Iran. βͺπ»π¦πΊπΈ
Dalam penerbangannya menuju Aljazair, Senin (13/4), Paus asal Amerika tersebut menegaskan bahwa keberaniannya bersuara menentang perang bukanlah urusan politik, melainkan mandat dari ajaran Injil. "Saya tak takut dengan pemerintahan Trump... Saya akan terus bersuara lantang untuk menentang perang," tutur Paus Leo.
Sebelumnya, Trump melontarkan klaim kontroversial dengan menyebut bahwa Leo terpilih menjadi Paus hanya karena faktor dirinya yang berada di Gedung Putih. "Jika saya tak ada di Gedung Putih, Leo tak akan berada di Vatikan," tulis Trump. Ia juga mengkritik kebijakan luar negeri Paus yang dianggapnya buruk terkait isu senjata nuklir Iran.
Menanggapi serangan personal tersebut, Paus Leo memilih untuk tidak memperpanjang drama dan menolak untuk berdebat lebih jauh dengan sang presiden. Pertarungan ideologi antara "Prinsip Injil" dan "Kepentingan Politik" ini pun kini menjadi sorotan tajam mata dunia. Bagaimana menurut kalian, Rek? Siapa yang lebih punya pengaruh di mata global saat ini?