06/05/2025
S**A MEMBACA ALKITAB (SMA) HARI KE 127. 7 MEI 2025.
1Sam 16-17
Yoh 5:1-18
Maz 106:16-33
Ams 13:1-12
HIKMAT DALAM SETIAP LANGKAH.
Amsal 13:1
"Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi pencemooh tidak mendengarkan hardikan."
Dalam Amsal 13:1-12, Salomo mengajarkan tentang pentingnya mendengarkan didikan, memilih jalan hidup yang benar, dan memelihara harapan. Ayat-ayat ini menyoroti bahwa respons seseorang terhadap didikan menunjukkan kebijaksanaannya. Anak yang bijak tidak merasa tersinggung saat ditegur, melainkan menerima koreksi sebagai jalan menuju pertumbuhan. Sebaliknya, pencemooh menolak nasihat dan menuai kebodohan.
Di tengah budaya modern yang menekankan kebebasan pribadi dan keinginan untuk menentukan jalan sendiri, mendengarkan nasihat kadang dianggap sebagai kelemahan, padahal justru di situlah letak kekuatan seorang yang bijak. Seorang bijak tidak alergi terhadap koreksi, sebab ia tahu bahwa teguran adalah alat pembentuk karakter. Sebaliknya, orang yang mencemooh—yang menolak didikan—menutup pintu pertumbuhan.
Sebuah studi dari Harvard Business Review menyatakan bahwa orang yang terbuka terhadap umpan balik cenderung berkembang lebih cepat secara profesional dan emosional dibandingkan mereka yang defensif atau merasa paling tahu. Dalam terang firman ini, pertanyaannya adalah : Apakah kita cukup rendah hati untuk mendengarkan teguran dari orang tua, pemimpin rohani, atau bahkan sahabat yang peduli? Ataukah kita menolaknya karena merasa sudah cukup benar?
Rick Warren, pernah berkata “Tuhan lebih tertarik pada karakter kita daripada kenyamanan kita, dan sering kali Ia membentuk karakter kita melalui nasihat yang sulit didengar.” Maka hari ini, jangan anggap remeh setiap suara yang Tuhan izinkan masuk ke hidup kita, karena bisa jadi itulah suara hikmat yang akan menuntun langkah kita keluar dari kebodohan dan masuk ke dalam berkat-Nya.
Setiap teguran yang membangun, setiap nasihat yang tulus, adalah batu pijakan menuju hidup yang lebih berkenan di hadapan Allah.
Belajarlah untuk mendengar sebelum melangkah—karena hikmat sejati dimulai dari hati yang mau dibentuk.
"Langkah orang benar ditetapkan oleh Tuhan karena ia bersandar bukan pada pengertiannya sendiri, tetapi pada hikmat dari atas."
(Billy Graham).
Semangat pagi, semangat hari baru, dan tetaplah semangat.