Masjid Al Maa'uun

Masjid Al Maa'uun Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Masjid Al Maa'uun, Religious organisation, Pekanbaru.

01/09/2022


---
🔰KETIKA PEMBERI NASIHAT DATANG DARI ORANG YANG SEDANG MENGALAMI NYA.

Seorang laki laki yang buta di rumah sakit Saudi maju untuk mengimami pasien dan keluarga Pasien sholat di musolla rumah sakit disana namun sebelum sholat ia memberikan nasihat, coba perhatikan nasihat nya ....

Ternyata syaikh Ini juga termasuk Pasien disana dan beliau sedang mengalami sakit kebutaan dan juga terlihat dari tangan beliau yang terus bergetar. Masya Allah Laa quwwata Ilah Billah.

Sungguh beruntung jika dirumah-rumah sakit Seperti ini dijumpai seseorang alim yang memberikan nasihat tatkala sakit sudah di puncaknya akan terasa ringan setelah mendengarkan nasihat nya.

Semoga Allah menjaga Saudi dan rakyat nya serta kaum muslimin.

🔴 موعظة من مريض بمستشفى سعودي في الصلاة وخطب خطبة بليغة مؤثرة. أنه من محبة الله للعبد أن يبتليه بما يكره في الدنيا
أسأل الله العظيم رب العرش الكريم أن يشفي مرضانا ومرضى المسلمين

﷽◽Belajar Islam Amalan🖋️Penyesalan Memang Selalu Datang BelakanganIslam mengajarkan keyakinan terhadap hari akhir dan ha...
07/05/2022


◽Belajar Islam Amalan

🖋️Penyesalan Memang Selalu Datang Belakangan

Islam mengajarkan keyakinan terhadap hari akhir dan hari pembalasan. Islam menanamkan prinsip bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Kematian bukanlah akhir segalanya. Bahkan, kematian adalah awal hidup abadi yang sebenarnya, di negeri akhirat. Surga atau neraka, itulah tempat tinggal terakhir bagi setiap manusia.

Tingkah laku di dunia harus kita pertanggung-jawabkan, ketika telah tiba masa hisab. Perbuatan baik, perbuatan buruk, semuanya.

Dalam Islam, keyakinan terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman. Berbekal iman tersebut, seorang muslim dituntut untuk berpacu agar memanfaatkan hidup yang cuma sekali ini sebaik-baiknya.

🔸Hidup di dunia ini ibarat masa menanam, dan hidup di akhirat adalah masa menuai. Kalau tidak maksimal menanam kebaikan, bagaimana mungkin bisa menuai kebahagiaan?

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُون

“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun: 115)

🔹Penyesalan…
Satu rasa yang tidak ada lagi gunanya pada hari kiamat. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Apakah itu bisa berguna … pada hari setiap orang hanya bisa menuai, tak lagi mampu menanam?

🔸Dalam Al-Quran, disebutkan beberapa bentuk penyesalan manusia. Kali ini akan kita simak bentuk sesal dengan lafal “layta” (لَيْتَ). Dalam bahasa Arab, ungkapan “layta” menunjukkan angan-angan yang mustahil tercapai..

🔹Andaikan kami taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah dan taat (p**a) kepada Rasul.” (QS. Al-Ahzab: 66)

🔹Andaikan kitabku ini tidak diberikan kepadaku.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, ‘Duhai, alangkah baiknya andaikan tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).‘” (QS. Al-Haqqah: 25)

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

“Duhai, andaikan kematian itu menyelesaikan segala sesuatu.” (QS. Al-Haqqah: 27)

مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ

“Hartaku tidak memberi manfaat kepadaku sama sekali.” (QS. Al-Haqqah: 28)

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيهْ

“Telah hilang kekuasaanku dariku.” (QS. Al-Haqqah: 29)

🔹Andaikan dahulu aku hanyalah tanah.

إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَاباً قَرِيباً يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَاباً

“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (wahai orang kafir) tentang siksa yang dekat, pada hari manusia melihat segala hal yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan dahulu aku hanyalah tanah.’” (QS. An-Naba: 40)

🔹Andaikan dahulu aku mengerjakan amal shalih.

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.’” (QS. Al-Fajr: 24)

🔹Andaikan aku tidak menjadikannya teman akrab

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

“Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku).” (QS. Al-Furqan: 28)

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 29)

Itulah sederet penyesalan pada hari akhir. Yang tidak mampu membuat waktu berjalan mundur. Yang sudah terlambat.

🔹Mari berubah, sebelum penyesalan tidak lagi berguna.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم بمنكبي فقال : كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل ] وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول : إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك رواه البخاري

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang pundakku seraya bersabda, “Jadilah – di dunia ini – layaknya orang asing atau pengembara.”

Lalu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika engkau berada pada waktu sore maka jangan menunggu hingga pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhari)

Ammi Nur Baits

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bismillah Cara Membaca Doa Malam Lailatul Qadar . Telah kita ketahui bersama doa yang dibaca ketika malam lailatul qadar...
21/04/2022

Bismillah
Cara Membaca Doa Malam Lailatul Qadar .

Telah kita ketahui bersama doa yang dibaca ketika malam lailatul qadar adalah
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى .

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni . (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” [HR. Tirmidzi] .

Bagaimana cara membaca doa ini?

Berikut caranya:

1. Doa ini dibaca secara sendiri-sendiri sebagaimana hukum asal berdoa adalah sendiri-sendiri dan dengan suara lirih .

2. Doa ini dibaca ketika malam hari yaitu pada malam di mana ada dugaan kuat malam itu adalah malam lailatul qadar .

3. Tidak ada jumlah tertentu berapa kali kita membaca doa ini, kita baca doa ini di sela-sela ibadah yang kita lakukan di malam lailatul qadar . Karena ibadah pada malam lailatul qadar itu bervariasi. Syaikh Bin Baz mengatakan, . "Menghidupkan Lailatul Qadr dapat dilakukan dengan melakukan shalat, dzikir, do'a, membaca al-Quran dan berbagai bentuk kebaikan yang lain." [Fatawa Ibnu Baz 15/426] .

4. Bisa juga doa ini dibaca pada setiap malam-malam sunnah yaitu malam disunnahkan i'tikaf 10 hari terakhir. . Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan, . "Boleh mengucapkan doa ini pada semua malam-malam sunnah dan hendaknya bersemangat untuk memgucapkan doa ini pada malam lailatul qadar.

Baca selengkapnya: https://muslimafiyah.com/cara-membaca-doa-malam-lailatul-qadar.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

19/04/2022



RENUNGAN : “Perkara-perkara Yang Dapat Menghapus Pahala Amal Kebaikan Kita”

Allah ﷻ memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan amalan shaleh dengan penuh ketaatan untuk meraih pahala dari Allah ﷻ.

Akan tetapi tahukah kita bahwasanya pahala amalan ibadah yang kita lakukan akan gugur dan terhapus jika kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah ﷻ

Diantara amalan yang tersebut adalah,

1. HASAD / DENGKI

Hasad / Dengki adalah tidak senang atas suatu kebahagian dan nikmat yang diberi-kan oleh Allah kepada orang lain baik itu tetangga-nya, teman-nya, kerabat-nya, sahabat-nya, saudara-nya, keluarganya, dan bahkan ia berusaha agar orang-orang tersebut mereka kesenangannya semua hilang dan menjadi susah.

Orang yang ada hasad dengki itu senang melihat orang yang lain susah dan sangat susah bahkan kecewa melihat orang yang lain senang.

Penyakit ini biasanya berjangkit pada orang-orang yang bergelut dalam dunia politik, bisnes, dalam dunia pekerjaan, keluarga, bahkan di kalangan orang-orang berilmu pun hasad dengki masih berlaku juga

Allah ﷻ berfirman dalam alam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ 32,

“Dan janganlah engkau iri hati terhadap apa yang dikarunia-kan Allah ﷻ kepada sebagian engkau lebih banyak dari sebagian yang lain. (sebab) bagi orang laki-laki ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bagian dari apa yang (telah) mereka usahakan, dan memohonlah kepada Allah ﷻ sebagian dari karunia-Nya. Sesungguh-nya Allah ﷻ Maha mengetahui segala sesuatu.”
(QS. An-Nisa’: 32).

Sebagaimana Rasulullah ﷺ juga bersabda,

“Jauhkanlah dirimu dari sifat hasad dengki, karena sesungguhnya hasad dengki itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar.”
(H.R. Abu Dawud).

2. GADHAB (Marah / emosi)

Sikap pemarah dan emosi merupakan sikap negatif yang wajib di jauhi kerana sikap marah yang tak terkawal, akan dapat menggugurkan amalan-amalan shalih yang kita lakukan.

Sebagaimana Firman Allah ﷻ dalam al-Qur’an Surah Ali-Imran, ayat 134,

“…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali-Imran : 134)

Sebagaimana Rasulullah ﷺ juga bersabda,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ, “Berilah aku wasiat”

Beliau ﷺ menjawab, “Engkau jangan marah!”

Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi ﷺ bersabda,
“Engkau jangan marah!”
(HR Al-Bukhari).

3. GHIBAH (menganggap atau mengatakan orang baik itu buruk).

Ghibah atau istilah lainnya adalah “GOSSIP”, hal ini bukan suatu yang asing lagi di kalangan masyarakat kita.

Ghibah yang pada hakikatnya adalah membicarakan hal orang lain (tanpa ada niat dan maksud dan tujuan tertentu) yang apabila di dengar oleh orang yang sedang dibicarakan, orang tersebut akan merasa malu, merasa tersinggung dan marah.

Allah ﷻ berfirman dalam al-Qur’an surah Al-Hujurat 12,

“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), sebab sebagian prasangka adalah dosa; janganlah (kalian) mencari-cari keburukan orang, dan jangan (kalian) menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara engkau s**a memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah engkau merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah ﷻ ! Sesungguhnya Allah ﷻ Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”
(Q.S.: Al-Hujurat : 12)

Seorang syeikh ditanya,

“Ada seseorang yang rajin sholat malam dan melakukan banyak amal ketaatan, tapi sayangnya ia banyak ghibah (menggunjing) orang ?”

Syeikh menjawab,

“Mungkin Allah memang menjadikannya beramal untuk diberikan pahalanya kepada orang lain !”
(DR, Musyaffa’ Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى)

Sungguh kerugian yang nyata.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari ghibah, meski banyak yang melakukannya
dengan polesan agama. Aamiin…

4. TAKABBUR (Sombong).

Takabbur atau sombong adalah orang yang merasa dirinya paling baik dan benar dari orang lain bahkan orang yang sombong ini tak mau menerima kebenaran walaupun dirinya itu salah.

Sunguh Takabbur ini merupakan sifat iblis

Perhatikanlah bagaimana iblis yang amal ibadahnya sangatlah luar biasa kepada Allah ﷻ, bahkan Allah ﷻ dulu mengangkat iblis ini ke surga dan dijadikan pimpinan para malaikat.

Namun Ketika Allah ﷻ menciptakan Nabi Adam dengan dibekali berbagai pengetahuan, dan memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk bersujud padanya, termasuk juga iblis.

Akan tetapi iblis enggan untuk bersujud kepada Nabi Adam.
Karena iblis merasa lebih baik dari Nabi Adam, sehingga kesombongannya membuatnya melanggar perintah Allah

Allah ﷻ berfirman dalam al-Qur’an surah Luqman ayat 18,

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. Luqman:18)

Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman dalam surah An-Nahl ayat 23,

“Sesungguhnya (Dia Allah ﷻ) tidak menyukai orang-orang yang s**a menyombongkan diri.”
(QS. An-Nahl: 23)

Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

“Mahukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah ﷻ menerima segala amal kebaikan kita serta terhindar dan terpelihara dari keburukan yang bisa menghilangkan dan menghapus semua kabaikan kita. Aamin

✍ Sumber :
🌐ntb.kemenag.go.id


📃Bangkrut

Ketika lisan s**a mencaci, mencela, melaknat, ghibah dan berkata-kata kotor kepada orang lain,

Ketika tangan kita s**a mengetik/ menulis perkataan buruk, menulis tuduhan yang tidak berdasar, merendahkan orang lain, berkomentar buruk bahkan menyakiti fisik orang lain,

Maka cukuplah ingat bahwa jika kita melakukan perbuatan dzalim kepada orang lain baik dengan lisan (mulut), tangan (tulisan) atau anggota tubuh lainnya ini sama saja kita akan “bagi-bagi pahala gratis” kepada mereka di akhirat kemudian kita akan bangkrut.

Mengapa demikian?
Karena mereka yang pernah kita cela, caci-maki, atau bahkan yang pernah kita sakiti adalah pihak yang kita dzalimi.

Jika kita tidak meminta maaf di dunia, maka urusan akan berlanjut di akhirat.

Di akhirat kita tidak bisa meminta maaf begitu saja, akan tetapi ada “kompensasinya”

“Kompensasi” yang dimaksud bukanlah uang ataupun harta.

Karena ini sudah tidak bermanfaat di hari kiamat.

Allah berfirman,

“Pada hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat” (Asy-Syu’araa`: 88-89).

Kompensasinya adalah sebagai berikut,

1. Jika punya pahala kebaikan seperti pahala shalat dan puasa, maka akan dibagi-bagikan kepada mereka yang didzalimi di dunia dan belum selesai perkaranya artinya belum ada maaf dan memaafkan

2. Jika yang mendzalimi (mencela dan memaki) sudah habis pahalanya, maka dosa orang yang didzalimi akan ditimpakan dam diberikan kepada orang yang mendzalimi
Inilah yang disebut dengan orang yang bangkrut atau “muflis” di hari kiamat

Sebagaimana hadits berikut,

“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?”

Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang bangkrut) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

“Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak).

Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya.

Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”
(HR. Muslim).

Maka jagalah diri kita dari mendzalimi orang lain agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang BANGKRUT

✍ Sumber :
👤Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
🌐muslim.or.id

Alhamdulillah.. Pelaksanaan berbuka puasa bersama jamaah Masjid Al Maa'uun dan warga sekitarnya pada malam 17 Ramadhan 1...
18/04/2022

Alhamdulillah.. Pelaksanaan berbuka puasa bersama jamaah Masjid Al Maa'uun dan warga sekitarnya pada malam 17 Ramadhan 1443 H.

Bismillah Diampuni Dosa Setelah Makan Dari Abu Umamah, ia berkata bahwasanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ...
17/04/2022

Bismillah


Diampuni Dosa Setelah Makan


Dari Abu Umamah, ia berkata bahwasanya,


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengangkat hidangannya (artinya: selesai makan), beliau berdo’a: Alhamdulillahi kastiron thoyyiban mubarokan fiih, ghoiro makfiyyin wa laa muwadda’in wa laa mustaghnan ‘anhu robbanaa (segala puji hanyalah milik Allah, yang Allah tidak butuh pada makanan dari makhluk-Nya, yang Allah tidak mungkin ditinggalkan, dan semua tidak lepas dari butuh pada Allah, wahai Rabb kami) (HR. Bukhari no. 5458)


Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “ Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3: 439. Imam Tirmidzi, Ibnu Hajar dan ulama lainnya menghasankan hadits ini sebagaimana disetujui oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali dalam Bahjatun Nazhirin, 2: 50).


Wallahu a'lam


https://rumaysho.com/6048-do-setelah-makan.html

 # Jangan Ucapkan “Aamiin” pada bagian doa Qunut BerikutKetika imam membacakan doa qunut, maka kita membaca “aamiin” (Ar...
17/04/2022

# Jangan Ucapkan “Aamiin” pada bagian doa Qunut Berikut

Ketika imam membacakan doa qunut, maka kita membaca “aamiin” (Artinya adalah: kabulkan lah) pada setiap kali imam berhenti pada ujung kalimat dari beberapa kalimat doa qunut. Apabila diperhatikan arti dari doa qunut, tidak semua bagian kalimat tersebut “diaminkan”, bahkan hukumnya adalah haram apabila “diaminkan” karena tidak semua kalimat pada doa qunut artinya doa.

Perhatikan doa qunut dan artinya berikut:

Di awal-awal doa qunut, isinya adalah berdoa kepada Allah, maka diucapkan “aamiin”

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ

Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk.

(aamiin)

وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ

“Berilah aku keselamatan, sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan”

(Aamiin)

Dan seterusnya…

Ketika sampai pada lafadz doa berikut, hendaknya JANGAN UCAPKAN AMIN:

فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى

Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menjatuhkan ketetapan untuk-Mu

وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ

Sesungguhnya tidak akan terhina orang Engkau jadikan wali-Mu.

وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

Tidak akan mulia orang yang menjadi musuh-Mu.

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Maha Mulia Engkau wahai Rab kami, dan Maha Tinggi.

Mengapa tidak boleh ucapkan “aamiin”? karena bagian lafadz doa qunut tersebut bukanlah doa, melainkan suatu ketetapan.

Apakah kita diucapkan “Allah Maha Tinggi” kemudian kita doakan “aamiin” yang artinya berdoa dan berharap semoga Allah Maha Tinggi? Tentu tidak

Apa yang dilakukan? Jawabnya adalah DIAM pada bagian qoa ini, apabila kita mengucapkan SUBHANALLAH maka boleh

Pembahasan ini terkait dengan bab kitab TAUHID “Tidak boleh mengucapkan lafadz salamullah” yaitu ucapan doa keselamatan untuk Allah, karena Allah lah pemberi keselamatan.

Demikian semoga bermanfaat, disarikan dari potongan ceramah syaikh Shalih Al-‘Ushaimiy: https://www.youtube.com/watch?v=ZCHsM7fyWrQ&feature=youtu.be

@ Lombok, Pulau seribu masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

https://muslimafiyah.com/jangan-ucapkan-aamiin-pada-bagian-doa-qunut-berikut.html

__
Follow Raehanul Bahraen (Klik):
IG: https://www.instagram.com/raehanul_bahraen/
FB: https://www.facebook.com/raehanul.bahraen

Perhatikan dalil-dalil berikut yang menunjukkan banyaknya sebab ampunan di bulan Ramadhan:  1. Puasa Ramadhan menghapusk...
17/04/2022

Perhatikan dalil-dalil berikut yang menunjukkan banyaknya sebab ampunan di bulan Ramadhan:

1. Puasa Ramadhan menghapuskan dosa

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.” [HR. Bukhari dan Muslim]


2. Shalat malam di bulan Ramadhan menghapuskan dosa
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat.”[HR. Muslim]

3. Sedekah menghapuskan dosa
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai. Bersedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Dan shalat seseorang di kegelapan malam …[HR. Tirmidzi]

4. Shalat pada malam lailatul qadar menghapuskan dosa
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari & Muslim]

5. Zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa
Ibnu Abbas mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, sebagai penyuci orang yang berpuasa dari perbuatan yang menggugurkan pahala puasa serta dari perbuatan atau ucapan jorok, juga sebagai makanan bagi orang miskin.” [HR. Abu Daud]

Penulis: Ustadz Raehanul Bahraen hafizhahullah
Artikel: muslim.or.id

📷 x

Namanya Royyan... Usia 13 tahun.... Tertidur karena kelelahan membaca Alquran dan Alquran berada didalam pelukannya.... ...
17/04/2022

Namanya Royyan... Usia 13 tahun.... Tertidur karena kelelahan membaca Alquran dan Alquran berada didalam pelukannya.... Selama Romadhan ini Royyan sudah khotam 5 kali.... Ya Allah... Ampuni Hambamu yang pemalas ini......

***

Official Channel Ustadz Maududi Abdullah, Lc
Website : Maududiabdullah.com
Facebook : https://www.facebook.com/MaududiAbdullah
Instagram : maududiabdullah
Telegram : Maududi Abdullah Official
Spotify : Maududi Abdullah

Address

Pekanbaru
28125

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al Maa'uun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share