19/04/2022
﷽
RENUNGAN : “Perkara-perkara Yang Dapat Menghapus Pahala Amal Kebaikan Kita”
Allah ﷻ memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan amalan shaleh dengan penuh ketaatan untuk meraih pahala dari Allah ﷻ.
Akan tetapi tahukah kita bahwasanya pahala amalan ibadah yang kita lakukan akan gugur dan terhapus jika kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah ﷻ
Diantara amalan yang tersebut adalah,
1. HASAD / DENGKI
Hasad / Dengki adalah tidak senang atas suatu kebahagian dan nikmat yang diberi-kan oleh Allah kepada orang lain baik itu tetangga-nya, teman-nya, kerabat-nya, sahabat-nya, saudara-nya, keluarganya, dan bahkan ia berusaha agar orang-orang tersebut mereka kesenangannya semua hilang dan menjadi susah.
Orang yang ada hasad dengki itu senang melihat orang yang lain susah dan sangat susah bahkan kecewa melihat orang yang lain senang.
Penyakit ini biasanya berjangkit pada orang-orang yang bergelut dalam dunia politik, bisnes, dalam dunia pekerjaan, keluarga, bahkan di kalangan orang-orang berilmu pun hasad dengki masih berlaku juga
Allah ﷻ berfirman dalam alam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ 32,
“Dan janganlah engkau iri hati terhadap apa yang dikarunia-kan Allah ﷻ kepada sebagian engkau lebih banyak dari sebagian yang lain. (sebab) bagi orang laki-laki ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bagian dari apa yang (telah) mereka usahakan, dan memohonlah kepada Allah ﷻ sebagian dari karunia-Nya. Sesungguh-nya Allah ﷻ Maha mengetahui segala sesuatu.”
(QS. An-Nisa’: 32).
Sebagaimana Rasulullah ﷺ juga bersabda,
“Jauhkanlah dirimu dari sifat hasad dengki, karena sesungguhnya hasad dengki itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar.”
(H.R. Abu Dawud).
2. GADHAB (Marah / emosi)
Sikap pemarah dan emosi merupakan sikap negatif yang wajib di jauhi kerana sikap marah yang tak terkawal, akan dapat menggugurkan amalan-amalan shalih yang kita lakukan.
Sebagaimana Firman Allah ﷻ dalam al-Qur’an Surah Ali-Imran, ayat 134,
“…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali-Imran : 134)
Sebagaimana Rasulullah ﷺ juga bersabda,
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ, “Berilah aku wasiat”
Beliau ﷺ menjawab, “Engkau jangan marah!”
Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi ﷺ bersabda,
“Engkau jangan marah!”
(HR Al-Bukhari).
3. GHIBAH (menganggap atau mengatakan orang baik itu buruk).
Ghibah atau istilah lainnya adalah “GOSSIP”, hal ini bukan suatu yang asing lagi di kalangan masyarakat kita.
Ghibah yang pada hakikatnya adalah membicarakan hal orang lain (tanpa ada niat dan maksud dan tujuan tertentu) yang apabila di dengar oleh orang yang sedang dibicarakan, orang tersebut akan merasa malu, merasa tersinggung dan marah.
Allah ﷻ berfirman dalam al-Qur’an surah Al-Hujurat 12,
“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), sebab sebagian prasangka adalah dosa; janganlah (kalian) mencari-cari keburukan orang, dan jangan (kalian) menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara engkau s**a memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah engkau merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah ﷻ ! Sesungguhnya Allah ﷻ Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”
(Q.S.: Al-Hujurat : 12)
Seorang syeikh ditanya,
“Ada seseorang yang rajin sholat malam dan melakukan banyak amal ketaatan, tapi sayangnya ia banyak ghibah (menggunjing) orang ?”
Syeikh menjawab,
“Mungkin Allah memang menjadikannya beramal untuk diberikan pahalanya kepada orang lain !”
(DR, Musyaffa’ Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى)
Sungguh kerugian yang nyata.
Semoga Allah menyelamatkan kita dari ghibah, meski banyak yang melakukannya
dengan polesan agama. Aamiin…
4. TAKABBUR (Sombong).
Takabbur atau sombong adalah orang yang merasa dirinya paling baik dan benar dari orang lain bahkan orang yang sombong ini tak mau menerima kebenaran walaupun dirinya itu salah.
Sunguh Takabbur ini merupakan sifat iblis
Perhatikanlah bagaimana iblis yang amal ibadahnya sangatlah luar biasa kepada Allah ﷻ, bahkan Allah ﷻ dulu mengangkat iblis ini ke surga dan dijadikan pimpinan para malaikat.
Namun Ketika Allah ﷻ menciptakan Nabi Adam dengan dibekali berbagai pengetahuan, dan memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk bersujud padanya, termasuk juga iblis.
Akan tetapi iblis enggan untuk bersujud kepada Nabi Adam.
Karena iblis merasa lebih baik dari Nabi Adam, sehingga kesombongannya membuatnya melanggar perintah Allah
Allah ﷻ berfirman dalam al-Qur’an surah Luqman ayat 18,
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. Luqman:18)
Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman dalam surah An-Nahl ayat 23,
“Sesungguhnya (Dia Allah ﷻ) tidak menyukai orang-orang yang s**a menyombongkan diri.”
(QS. An-Nahl: 23)
Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
“Mahukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Semoga Allah ﷻ menerima segala amal kebaikan kita serta terhindar dan terpelihara dari keburukan yang bisa menghilangkan dan menghapus semua kabaikan kita. Aamin
✍ Sumber :
🌐ntb.kemenag.go.id
•
•
📃Bangkrut
Ketika lisan s**a mencaci, mencela, melaknat, ghibah dan berkata-kata kotor kepada orang lain,
Ketika tangan kita s**a mengetik/ menulis perkataan buruk, menulis tuduhan yang tidak berdasar, merendahkan orang lain, berkomentar buruk bahkan menyakiti fisik orang lain,
Maka cukuplah ingat bahwa jika kita melakukan perbuatan dzalim kepada orang lain baik dengan lisan (mulut), tangan (tulisan) atau anggota tubuh lainnya ini sama saja kita akan “bagi-bagi pahala gratis” kepada mereka di akhirat kemudian kita akan bangkrut.
Mengapa demikian?
Karena mereka yang pernah kita cela, caci-maki, atau bahkan yang pernah kita sakiti adalah pihak yang kita dzalimi.
Jika kita tidak meminta maaf di dunia, maka urusan akan berlanjut di akhirat.
Di akhirat kita tidak bisa meminta maaf begitu saja, akan tetapi ada “kompensasinya”
“Kompensasi” yang dimaksud bukanlah uang ataupun harta.
Karena ini sudah tidak bermanfaat di hari kiamat.
Allah berfirman,
“Pada hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat” (Asy-Syu’araa`: 88-89).
Kompensasinya adalah sebagai berikut,
1. Jika punya pahala kebaikan seperti pahala shalat dan puasa, maka akan dibagi-bagikan kepada mereka yang didzalimi di dunia dan belum selesai perkaranya artinya belum ada maaf dan memaafkan
2. Jika yang mendzalimi (mencela dan memaki) sudah habis pahalanya, maka dosa orang yang didzalimi akan ditimpakan dam diberikan kepada orang yang mendzalimi
Inilah yang disebut dengan orang yang bangkrut atau “muflis” di hari kiamat
Sebagaimana hadits berikut,
“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?”
Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang bangkrut) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”
Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
“Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak).
Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya.
Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”
(HR. Muslim).
Maka jagalah diri kita dari mendzalimi orang lain agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang BANGKRUT
✍ Sumber :
👤Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
🌐muslim.or.id