30/01/2026
Merawat Amanah ZISWAF: Prestasi PRM Kauman, Masjid Sabilurrohman, dan Ibu-ibu Majelis Taklim dalam Apresiasi Lazismu Wiradesa
Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, gerakan filantropi Islam tetap menjadi nadi penting dalam menguatkan solidaritas umat. Di Wiradesa, denyut itu terawat melalui kerja-kerja sunyi namun berdampak yang dijalankan oleh Lazismu KL Wiradesa bersama jaringan Persyarikatan di tingkat akar rumput.
Pada kegiatan Laporan ZISWAF dan Evaluasi Kinerja Tahun 2025 serta Pemantapan Program Tahun 2026, Lazismu KL Wiradesa tidak hanya menyampaikan pertanggungjawaban pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga memberikan apresiasi kepada elemen Persyarikatan yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam gerakan kedermawanan umat.
Dalam momentum tersebut, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kauman mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat kedua Infak Ihsan Terbaik, peringkat kedua Infak Program Terbaik, dan peringkat kedua Wakaf Terbaik. Capaian ini menunjukkan konsistensi gerakan filantropi di tingkat ranting yang terorganisasi, terukur, dan berkelanjutan.
Ketua PRM Kauman, Khalimin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Persyarikatan atas kontribusi dan kebersamaan yang telah terbangun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Persyarikatan Muhammadiyah Ranting Kauman. Semoga kita dapat mempertahankan semangat fastabiqul khairat ini dan meningkatkannya menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.
Selain itu, Masjid Sabilurrohman Kauman meraih peringkat pertama Infak Kliwon Terbaik, menegaskan peran masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat filantropi dan pemberdayaan umat. Tradisi infak Kliwon yang terjaga menunjukkan kuatnya kesadaran kolektif jamaah dalam menyalurkan kepedulian sosial secara terstruktur.
Sekretaris Takmir Masjid Sabilurrohman Kauman, Rosichudin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas peran jamaah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari jamaah Masjid Sabilurrohman yang telah berkenan bersama masjid menumbuhkan budaya infak di lingkungan Masjid Sabilurrohman Kauman, khususnya, dan masyarakat Wiradesa pada umumnya. Prestasi ini milik semua jamaah masjid, baik dari lingkungan sekitar maupun jamaah dari luar yang turut membersamai kami,” tuturnya.
Sementara itu, Ibu-ibu Majelis Taklim Sabilurrohman Kauman menerima peringkat ketiga Mitra Spesial Lazismu, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menggerakkan jamaah perempuan untuk aktif dalam kegiatan infak, sedekah, dan program kemanusiaan.
Ketua Majelis Taklim Sabilurrohman Kauman, Hj. Noor Ida Laila, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillāhi bi ni‘matillāhi tatimmuṣ-ṣāliḥāt, segala puji milik Allah atas segala karunia-Nya. Ibu-ibu Majelis Taklim Sabilurrohman telah membuktikan semangat kedermawanan dan kebersamaan. Kita patut bersyukur atas apresiasi ini, semoga ke depan kita bisa mempertahankan dan meningkatkannya,” ujarnya.
Koordinator Lazismu KL Wiradesa menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas kerja-kerja kolektif yang sering kali tidak terlihat, namun sangat menentukan arah gerakan filantropi Muhammadiyah. Ranting, masjid, dan majelis taklim merupakan simpul strategis dalam membangun budaya memberi yang terarah, transparan, dan berdampak.
Melalui evaluasi kinerja tahun 2025, Lazismu KL Wiradesa juga meneguhkan langkah pemantapan kinerja tahun 2026 dengan fokus pada penguatan tata kelola, transparansi pelaporan, pengembangan program pemberdayaan mustahik, serta digitalisasi layanan donasi. Dengan demikian, filantropi tidak hanya menjadi aktivitas karitatif, tetapi juga instrumen transformasi sosial yang berkelanjutan.
Apresiasi kepada PRM Kauman, Masjid Sabilurrohman Kauman, dan Ibu-ibu Majelis Taklim Sabilurrohman Kauman menjadi penanda bahwa gerakan kebaikan dapat tumbuh dari masjid, majelis taklim, dan ranting—dari ruang-ruang yang mungkin kecil secara geografis, tetapi besar secara makna dan dampak bagi umat.