Pondok Pesantren Al-Mahfudz

Pondok Pesantren Al-Mahfudz المعهد الاسلامي السلفي المحفوظ

16/11/2020

((Saling Mendoakan))
Oleh : Amimah Azmi

Menjadi orang yang sukses adalah impian setiap orang. Sukses dalam bidang masing-masing, sukses dengan cara masing-masing, dan tentunya sukses dengan kapasitas masing-masing.

Belajar menjadi kunci untuk menggapai kesuksesan itu. Belajar ibarat tunas yg akan trus berkembang jika dipupuk dengan niat dan semangat yang tinggi. Belajar juga tidak melulu di bangku sekolah. Dimanapun kita menemukan hikmah dan ilmu maka disitulah kita bisa belajar.

Selain belajar, mengajar tentunya menjadi wasilah sampainya ilmu kepada murid. Setiap guru punya cita dan asa yang digantungkan untuk murid-muridnya. Setiap guru ingin ilmu yang dititipkan oleh Allah kepadanya itu sampai kepada anak didiknya. Namun tentunya membuat pintar semua murid bukanlah suatu tujuan utama.

Sebagaimana ngendikan dari Alm Romo Kyai Maimoen Zubair :

"Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang Penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah."

Bagi seorang murid, mendoakan guru adalah hal yang wajib dan perlu dilanggengkan agar rasa hormat dan tawadlu meliputi dirinya serta mendapatkan barokah dari guru.

Dalam sebuah hadits riwayat imam Bukhori :
عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنما أنا لكم بمنزلة الوالد أعلمكم
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya kedudukanku terhadap kalian seperti kedudukan seorang ayah, aku mengajari kalian semua

Begitu juga dalam sebuah sya'ir dikatakan :
فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ * وَهذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَف
Ustadzku adalah pengasuh jiwaku dan jiwaku adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pengasuh badanku dan badanku bagaikan kerangnya

Dari hadits dan syair diatas kita tahu bahwa orang tua dan guru merupakan Murabbi dalam hidup kita, maka seyogyanya bagi setiap murid untuk mendoakan kebaikan, keselamatan, dan keberkahan untuk kedua Murabbinya.

Sedangkan bagi seorang guru sendiri, mendoakan murid juga perlu dilakukan. Karena doa seorang guru untuk murid bisa dikatakan sebagai bentuk ihtiram kepada Thalibul 'ilm.

Doa guru terhadap murid-muridnya merupakan salah satu doa yang mujarab. Sama halnya doa orang tua kepada anak-anaknya dan doa nabi untuk umatnya.

Hendaklah setiap guru mendoakan para muridnya. Berdoa agar murid-muridnya dimudahkan dalam menyerap ilmu yang diberikan bapak/ibu guru, menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, taat kepada Allah dan rasul-Nya, taat kepada orang tua dan gurunya dan selamat hidup dunia dan akhirat.

اللَّهُمَّ أَكْرِمْنَا بِنُوْرِ الفَهْمِ وَأَخْرِجْنَا مِنَ ظُلُمَاتِ الوَهْمِ وَافْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا حِكْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, muliakanlah kami dengan cahaya pemahaman, dan keluarkanlah kami dari gelapnya keragu-raguan dan bukakanlah bagi kami pintu-pintu rahmat-Mu dan bukakanlah pintu hikmah-Mu wahai Dzat Yang Paling Pengasih di antara Pengasih...

Ahad, 15 November 2020

Malam HaulKH. MAHFUDZ BIN KH. SHOLIH KH. ICHSAN ZABIDI BIN KH. MAHFUDZغفر الله ذنوبهم وستر عيوبهم واعاد لنا من بركاتهم و...
05/06/2020

Malam Haul
KH. MAHFUDZ BIN KH. SHOLIH
KH. ICHSAN ZABIDI BIN KH. MAHFUDZ
غفر الله ذنوبهم وستر عيوبهم واعاد لنا من بركاتهم وكرماتهم ونفعنا بهم وبعلومهم فى الدارين. آمين...

04/06/2020
قدس الله سره و غفر ذنوبه و رفع درجاته و ستر عيوبه و اعاد لنا من بركاته و كرماته و نفعنا به و بعلومه فى الدارين. آمين...
03/06/2020

قدس الله سره و غفر ذنوبه و رفع درجاته و ستر عيوبه و اعاد لنا من بركاته و كرماته و نفعنا به و بعلومه فى الدارين. آمين...

Sudah tidak menjadi asing lagi bahwa eksistensi Ulama dari kalangan perempuan tidak kalah dengan ulama laki-laki. Hal it...
17/04/2019

Sudah tidak menjadi asing lagi bahwa eksistensi Ulama dari kalangan perempuan tidak kalah dengan ulama laki-laki. Hal itu sudah mulai mentradisi dari zaman Rasulullah.
Penasaran sama peran ulama Perempuan dan tantangannya di masa kini?
Yuk intip artikel ini!

Pada masa sekarang penyebutan kata “ulama” lebih banyak digunakan untuk pakar Islam dari kaum lelaki. Apakah perempuan juga disebut ulama perempuan ?

قدس الله سره و غفر ذنوبه و رفع درجاته و ستر عيوبه و اعاد لنا من بركاته و كرماته و نفعنا به و بعلومه فى الدارين. آمين...🙏
30/07/2018

قدس الله سره و غفر ذنوبه و رفع درجاته و ستر عيوبه و اعاد لنا من بركاته و كرماته و نفعنا به و بعلومه فى الدارين. آمين...🙏

14/01/2018

Sudahkah kita memuliakan tamu kita sesuai perintah Allah dan ajaran Rasulullah?

Dalam ajaran Islam, tamu memiliki kedudukan yang mulia lagi utama. Orang yang bertamu dipandang sebagai orang yang mentradisikan kebiasaan para nabi serta orang-orang shalih, dan penyambung ikatan silaturahim. Karena kedudukannya yang mulia lagi utama, ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk memuliakan tamu.

Dalam sebuah periwayatan berbunyi :
حدثنا مسدد حدثنا عبد الله بن داود عن فضيل بن غزوان عن أبي حازم عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فبعث إلى نسائه فقلن ما معنا إلا الماء فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من يضم أو يضيف هذا فقال رجل من الأنصار أنا فانطلق به إلى امرأته فقال أكرمي ضيف رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالت ما عندنا إلا قوت صبياني فقال هيئي طعامك وأصبحي سراجك ونومي صبيانك إذا أرادوا عشاء فهيأت طعامها وأصبحت سراجها ونومت صبيانها ثم قامت كأنها تصلح سراجها فأطفأته فجعلا يريانه أنهما يأكلان فباتا طاويين فلما أصبح غدا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال ضحك الله الليلة أو عجب من فعالكما فأنزل الله ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة ومن يوق شح نفسه فأولئك هم المفلحون
( رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ( W. 59 H. ) berkata :
Bahwasanya ada seseorang datang kepada Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah menghubungi istri-istrinya, maka istri-istrinya berkata: “Tidak ada pada kami sesuatu kecuali air.

Lalu Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam berkata (kepada para shahabatnya): “Siapa yang mau mengambil atau menjamu (tamuku) ini?”Maka berkatalah seseorang dari kalangan Anshar: “Saya”.

Kemudian dia pergi bersamanya ke istrinya lalu berkata: “Muliakanlah tamu RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam! Istrinya berkata: “Tidak ada apa-apa pada kita kecuali makanan untuk anak-anak kecil kita”. Dia berkata: “Siapkan makananmu, nyalakan lampumu, tidurkan anak-anakku, jika mereka ingin makan malam maka siapkanlah makanannya dan nyalakan lampunya dan tidurkan anak-anakku kemudian kamu berdiri seakan-akan kamu memperbaiki lampu lalu kamu matikan lampu tersebut, keduanya berbuat seakan-akan sedang makan. Keduanya tidur dalam keadaan lapar yang sangat. Maka tatkala pagi hari dia pergi ke Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam, Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallamberkata: “Allah tersenyum pada malam itu atau Dia kagum terhadap apa yang kalian berdua kerjakan”.

Maka turunlah ayat: “Dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan”. (Al-Hasyr: 9).

Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Bukhari ( W. 256 H.) dalam bab ayat Allah surat al-Hasyr : 9.

Dalam hadits tersebut kita dapat mengambil pelajaran :

1. Contoh penerapan nilai-nilai keislaman oleh Rasulullah melalui tindakan Sahabat
2. Bentuk memuliakan tamu oleh sahabat Rasulullah. ( Dalam sebuah periwayatan dari Ibn at-Atin dan Ismail al-Qadli dikatakan bahwa Sahabat Nabi yang dimaksud dalam hadits adalah Tsabit bin Qays yang bukan berasal dari keluarga yang dilimpahi kekayaan harta. Namun, ia melakuan hal tersebut demi menerapkan sunnah Rasulullah yaitu keutamaan memuliakan tamu)
3. Allah sangat kagum dan mencintai hamba-Nya yang senantiasa memuliakan tamu
4. Kehidupan sederhana Nabi dan beberapa sahabatnya

Semoga kita mampu menerapkan ajaran-ajaran Rasulullah dengan baik dan benar serta mendapatkan Ridla Allah SWT.

Referensi :
1. Shahih Bukhari
2. Fathul Baari ( Syarah Shahih Bukhari)

11/01/2018

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب ( قال : سمعت رسول الله ( يقول : ( إنما الأعمال بالنيات ، وإنما لكل امرئ ما نوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ) . رواه البخاري ومسلم

Dari Amirul mukminin, Umar bin Khathab RA, beliau berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu (dinilai) kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu (dinilai) kepada apa yang ditujunya”.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim

Pondok Pesantren Al-MahfudzJl. Almahfud, Pucung, Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah 51151
22/12/2017

Pondok Pesantren Al-Mahfudz
Jl. Almahfud, Pucung, Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah 51151

Jl. Almahfud, Pucung, Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah 51151

Address

Jalan Masjid Al-Mahfudz, Pucung 07/02 Tirto Pekalongan
Pekalongan
51151

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Al-Mahfudz posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share