Keluarga Silat Tahta Sejati

Keluarga Silat Tahta Sejati Selamat Datang Di fanspage Merisai Diri Lahir Batin . pusat perguruan Ponpes mahat İslami koto nan 4 Aamiin. Tingkatan Pelatihan dalam Perguruan Silat “TS”:
1.

SEJARAH BERDIRI NYA SENI BELA DIRI SILAT MERISAI DIRI LAHIR BATIN KOTA BIRU”
DI KOTA PAYAKUMBUH

SEKILAS TENTANG PERGURUAN
“MERISAI DIRI LAHIR BATIN KOTA BIRU”

Seni beladiri pernapasan “Merisai Diri” adalah salah satu olahraga beladiri yang mengajarkan silat dengan pendekatan seni pernapasan melalui pendalaman energi yang ada dalam diri setiap manusia. Seni beladiri ini

lahir dari akar budaya bangsa dan dipadukan dengan upaya menegakkan syariat Islam di tanah tercinta/negeri kita Indonesia. Melalui bekal pengalaman pencarian beladiri sejak masih muda dengan mengikuti karate, taekwondo, pencak silat, yudo dan silat dengan tenaga batin maka timbullah semangat dan pemikiran untuk membangun suatu beladiri yang menyatukan dua sisi pencapaian yaitu kuat fisik (jasmani) dan kuat mental (rohani). Maka lahirlah Perguruan silat ini yang didirikan pada tanggal 7 Juli 2015 oleh Raden Wahyu Mayogi yang ber-alamat di Kelurahan Ampangan Payakumbuh Selatan No : 05 RT 001/RW 01 Kelurahan Ampangan Payakumbuh Selatan dengan murid perintisnya sebanyak 27 orang dan dengan perkembangan selanjutnya sampai saat ini telah terdaftar anggota 100 orang, yang mulai menghasilkan kader-kader pemuda yang berjuang dan bisa eksis dalam bidang masing-masing dengan tetap berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Nama “Tahta Sejati” mempunyai makna bahwa Allah-lah yang telah mengatur segalanya buat kita karena hanya Dia yang mempunyai sifat Maha Tinggi (Al-Ala). Tugas kita melaksanakan segala perintah-Nya sesuai kemampuan kita dan meninggalkan segala larangan-Nya dengan sepenuh hati, jiwa dan raga tanpa sedikitpun meragukan titah-Nya. Firman Allah:
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
“Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi.” (Al-A’la: 1)
Sebagai suatu kegiatan yang hadir ditengah masyarakat, seni beladiri pernapasan ini mempunyai dua tujuan pokok yaitu mengukuhkan atau memperkuat Aqidah/Tauhid (keimanan kepada Allah SWT semata, tanpa menyekutukan-Nya) dan membentuk Akhlaqul Qarimah atau berakhlaq mulia merujuk pada uswatun hasanah Rosulullah Muhammad SAW. Seperti kita ketahui saat ini melemahnya kekuatan aqidah pada diri setiap muslim dan merosotnya moral atau akhlak manusia karena mau terjebak oleh tipu daya dan strategi yang diterapkan oleh iblis laknatullah. Pengajaran silat pernapasan ini menitikberatkan pada 2 hal pencapaian yaitu pengajaran lahir/fisik dan pengajaran batin/jiwa. Pengajaran lahir atau fisik dtekankan pada pencapaian dan sasaran kemampuan fisik diantaranya : kesehatan dan kebugaran tubuh, daya tahan fisik yang prima, penguasaan emosional diri, dan keterampilan dasar silat, sedangkan Pengajaran batin atau jiwa dikhususkan pada pencapaian dan sasaran kemampuan batin diantaranya : kekuatan mental/jiwa atau aqidah, keteguhan iman, akhlak yang baik dan tumbuhnya rasa sosial yang tinggi. Metode pengajaran yang digunakan adalah “belajar bersama” dan “memberikan contoh kepada sesama”, dengan “belajar bersama” mempunyai arti bahwa manusia siapapun dia adanya sebenarnya adalah hanya seorang manusia yang lemah, rapuh, dan bergantung kepada keadaan sekitarnya/lingkungannya, jadi selalu membutuhkan hal “belajar” untuk membentuk dirinya. Dan kemampuan “belajar” tersebut akan menghasilkan sesuatu perubahan manakala kita mampu “memberikan contoh” tentang hikmah dibalik sikap “belajar” tadi. Dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani kadang kita memaknai atau mengartikan sesuatu berdasarkan kepada apa yang telah kita raih dalam hidup ini, seperti : kesuksesan, keberhasilan, kekayaan, kepintaran, penampilan, status, jabatan dan pengalaman yang kita dapatkan dianggap sebagai penentu kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat, padahal hakekatnya kita ini hanya melakukan apa yang seharusnya menjadi skenario Allah. Proses menjalani hal-hal tersebut diatas itulah yang membentuk kita untuk memahami makna “liya’budun” (menyembah kepada-Nya) seharusnya yang melekat dalam diri pribadi manusia adalah bagian dari sesuatu yang harus dijalaninya dan itu berarti kesuksesan-liya’budun, keberhasilan-liya’budun dst. sehingga akan terbentuk manusia yang sempurna/Al-Insan Al-Kamil, tetapi jika kita lalai dan melupakan Allah maka sebenarnya kita sedang dituntun oleh iblis laknatullah kedalam perangkapnya untuk “cinta dunia” dan “takut mati”. Semoga Allah SWT melapangkan jalan bagi upaya kita menerima petunjuk dan bimbingan-Nya. Tingkat Dasar 7 : Tahapan Kesadaran (Mengenal Diri Sendiri)
2. Tingkat Inti 6 : Tahapan IMAN (Menyakini Kebesaran Allah SWT)
3. Tingkat Inti 5 : Tahapan ISLAM (Tunduk dan patuh kepada ajaran Kitabullah dan Sunnah Rasulullah)
4. Tingkat Inti 6 : Tahapan IKHSAN (Beribadah menuju tahapan cinta dan dekat kepada Allah SWT semata/Ma’rifatullah)
Q.S. Al-Baqarah Ayat 147:
ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ‌ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ

"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu" (147)

Address

Payakumbuh

Telephone

+6282382200485

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keluarga Silat Tahta Sejati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Keluarga Silat Tahta Sejati:

Share