Fastabiq Center

Fastabiq Center Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Fastabiq Center, Pati.

07/08/2017
IKHLAS BESERTA DAKWAHSaat kita diundang untuk memberikan tausiyah lalu kita penuhi dan kemudian menjalani syiar dakwah, ...
21/07/2017

IKHLAS BESERTA DAKWAH
Saat kita diundang untuk memberikan tausiyah lalu kita penuhi dan kemudian menjalani syiar dakwah, maka tentu hal yang biasa dan begitulah seharusnya. Tapi, tidak ada undangan dan bahkan kita berupaya mendatangi objek dakwah lalu kita menjalani syiar dakwah, maka tentu hal ini luar biasa dan begitulah amal indah yang semestinya.
Kita berdakwah bukan karena diundang tapi kita tetap berdakwah mesti tidak diundang. Lisan kita tetap berujar nasihat penuh hikmah, meski tidak di atas podium. Kita tetap bersemangat menyampaikan ilmu-ilmu Allah dan Rasul-Nya, meski setelah itu tidak ada panitia yang salam tempel memberi fee transport. Kita tetap berdakwah sama penuh ghirah-nya, baik di perkantoran dan perkotaan ataupun di pelosok-pelosok kampung. Baik dengan jumlah jamaah yang membeludak atau hanya beberapa jamaah saja di gang-gang kecil.
Insya Allah kita bukan berkategori pendakwah air PDAM; keran air terbuka dan air akan keluar kalau sudah dibayar. Justru dakwah kita akan menjadi air hujan, yang siap mengguyur dan membasahi ruhiyah penduduk bumi, kapan pun dan di mana pun serta dalam kondisi bagaimanapun. Atau, dakwah kita akan menjadi air di tempayan besar; sesiapa saja yang haus dan butuh disilahkan mengambilnya.
Dalam hal dakwah kita belum diterima maka janganlah menyudahi amal mulia ini. Jangan lupa batu pecah bukan pada pukulan keseratus tapi karena terus dipukul. Teruslah jaga dengan istiqamah dan ikhlas. Saatnya kita memuhasabah harakah dakwah yang sudah kita jalani ini. Terutama dalam hal keikhlasan. Kita barangkali yang kurang dalam ikhlas sehingga dakwah kita pun sulit diterima di masyarakat, termasuk orang-orang dekat kita.
Ingat, ikhlas itu sebab paling besar diterimanya suatu penyampaian. Sindir al-Baihaqi dalam Al-Madkhal ila 'Ilmi As- Sunan, "Kenapa perkataan ulama salaf di masa silam lebih terasa manfaat daripada perkataan kita?" Jawabnya, "Karena mereka ketika berucap hanya untuk meraih kejayaan Islam, supaya diri mereka mendapat keselamatan dan mereka hanya cari ridha Ar- Rahman. Sedangkan, kalau kita berucap lebih dominan untuk mencari pop**aritas, hanya cari kepuasan dunia dan cuma berbicara menyesuaikan selera manusia yang mendengar."
Ikhlas dalam dakwah akan membuat amalan itu lebih langgeng. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "Segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermanfaat dan tidak akan kekal." (Dar-ut Ta'arudh Al 'Aql wan Naql, 2: 188).
Coba lihat Imam Nawawi, meskipun umurnya singkat, namun ilmunya terus kekal dan langgeng. Karya beliau yang begitu masyhur, seperti Hadits Arba'in An-Nawawiyah, Riyadhus Sholihin dan Syarh Shahih Muslim. Bahkan, kita dapati beliau punya karya dalam berbagai bidang ilmu. Itu semua beliau lakukan karena hanya ingin meraih ridha Allah, bukan ingin disebut orang paling cerdas, paling berilmu dan saleh. Bukan p**a ingin meraih gelar mentereng dengan gemerlap dunia semata. Wallahu A'lam.

RAJA BIJAK DAN DERMAWANAlkisah, para wanita kelas atas menggunjingkan sang permaisuri yang jatuh cinta kepada pemuda ber...
17/07/2017

RAJA BIJAK DAN DERMAWAN

Alkisah, para wanita kelas atas menggunjingkan sang permaisuri yang jatuh cinta kepada pemuda bernama Yusuf. Permaisuri itu kesal, dia lalu mengundang para wanita itu datang ke istana. Kepada setiap mereka diberikan sebilah pisau, lalu Nabi Yusuf (Alaihi Salam) disuruh keluar.
Allah SWT menceritakan dalam firman-Nya, "Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)-nya, dan mereka 'memotong' (jari) tangannya sendiri dan berkata, Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia." (QS Yusuf: 31)
Kata memotong dalam terjemahan di atas sengaja saya berikan tanda petik. Mengapa? Sebab, umumnya diterjemahkan sebagai 'menggores'. Padahal, kata itu dalam bahasa Arabnya diberikan penekanan (tasydid) sehingga arti yang lebih tepat adalah 'memotong dengan keras'.
Kata tergores punya pemahaman, memotong secara tidak sengaja, mungkin sambil memotong buah. Padahal, Alquran tidak menceritakan adanya buah-buahan pada ayat tersebut. Mereka hanya diberikan pisau, tetapi tidak diberikan buah.
Ketika akhirnya Yusuf dipenjara akibat menolak bujukan permaisuri untuk selingkuh, dua orang datang menghampirinya dan meminta pendapat atas mimpi mereka. Mereka menganggap Yusuf seorang yang sangat santun, bijak, dan tidak emosional.
Bersama perjalanan waktu, Yusuf lalu bebas dari penjara. Ia kemudian menjadi penguasa Mesir dan menjadi raja di negeri itu. Suatu hari, Yusuf mengundang saudara-saudaranya yang dulu membuangnya agar datang ke Mesir bersama Bunyamin untuk mendapatkan pembagian gandum. Namun, para saudaranya itu tidak lagi mengenali Yusuf, bahkan Bunyamin pun tak mengenalinya.
Agar ada alasan untuk menahan Bunyamin, pada kantong gandum Bunyamin dimasukkan piala kerajaan hingga Bunyamin dituduh mencuri. Para saudara Yusuf berkeras Bunyamin tidak mencuri dan mereka memohon pada Yusuf agar membebaskannya.
Masya Allah, Yusuf dikenal bijak saat hidup susah di penjara dan bijak p**a saat hidup senang sebagai raja. Dalam sejarah peradaban Islam, pernah hidup seorang raja yang dikenal sangat dermawan. Kekayaannya sungguh fantastis.
Raja itu adalah Musa Mansa (atau Musa Keita I), seorang raja di negeri Mali, Afrika. Menurut Ibnu Khaldun, Musa Mansa lahir sekitar tahun 1280 M dan meninggal di tahun 1337 M. Dia dikenal sebagai seorang yang dermawan dan mencintai ilmu pengetahun.
Pada tahun 1324, Musa pergi haji. Di zaman itu, perjalanan haji masih menempuh darat dan dibutuhkan waktu berbulan-bulan perjalanan. Musa membawa rombongan sebanyak 60 ribu orang, 20 ribu di antaranya adalah para budak.
Pada setiap budak ditugaskan membawa 1,8 kg emas. Dia juga membawa 60 unta dan masing-masing unta membawa sekitar 23 sampai 136 kg emas. Total perbekalan emas yang dibawanya adalah 34 ton!
Sepanjang jalan yang dilaluinya, dia memberi sedekah kepada fakir miskin berupa kepingan-kepingan emas. Saat mampir di Mesir dan memberi hadiah kepada raja Mesir ketika itu, al-Nasir Muhammad, sebanyak 50 ribu dinar.
Kedatangannya di Tanah Suci disambut gegap gempita. Hijaz (Arab Saudi) kala itu masih tandus dan miskin. Maka, kedatangan sang raja menaikkan transaksi ekonomi masyarakat.
Rupanya, akibat kedermawanannya, semua wilayah yang dilalui Musa mengalami inflasi. Harga emas menjadi murah karena ketersediaan emas melimpah dan harga barang melonjak. Dalam perjalanan balik dari Makkah, dia bersedia membeli balik emas yang berlebih.
Di negeri kelahirannya, dia membangun masjid yang diberi nama Masjid Djinguereber. Masjid itu berdiri kokoh hingga hari ini di Kota Timbuktu, Mali. Keberadaan raja yang bijak, kaya, rupawan, dan dermawan niscaya melahirkan multiefek yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

Sampaikan Kritik Dan Saran Anda Ke :(0295) 383999 Atau 08123 202 1414
12/07/2017

Sampaikan Kritik Dan Saran Anda Ke :
(0295) 383999 Atau 08123 202 1414

PENGUMUMAN :Terhitung Mulai Hari Senin, 10 Juli 2017 KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah BEROPERASI 5 HARI KERJADengan Jam Opera...
12/07/2017

PENGUMUMAN :
Terhitung Mulai Hari Senin, 10 Juli 2017
KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah
BEROPERASI 5 HARI KERJA
Dengan Jam Operasional Sebagai Berikut :
Senin-Jum'at Pukul 07.30 - 16.30 WIB (SABTU LIBUR)
Demikian Untuk Menjadi Perhatian Dan Terimakasih

Halal Bi Halalkeluarga Besar KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah"Gembira Lalu Semangat"
04/07/2017

Halal Bi Halal
keluarga Besar KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah
"Gembira Lalu Semangat"

Segenap Pengurus Direksi Dan Karyawan KSPPS Fastabiq Khoiro UmmahMengucapkanSelamat Hari Raya Idul Fitri 1438 HMohon Maa...
23/06/2017

Segenap Pengurus Direksi Dan Karyawan
KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah
Mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H
Mohon Maaf Lahir Dan Batin

KEBUTUHAN POKOK BERNEGARA Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata, "Semenjak dibesarkan, aku telah membangun urusanku di at...
19/06/2017

KEBUTUHAN POKOK BERNEGARA

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata, "Semenjak dibesarkan, aku telah membangun urusanku di atas kejujuran. Ketika aku keluar dari Makkah menuju Baghdad (Irak) untuk mencari ilmu, ibuku memberi bekal uang sebanyak 40 dinar dan menekankan kepadaku untuk selalu jujur."
"Maka tatkala sampai di daerah Hamdan, kami dicegat oleh sekelompok perampok. Lewatlah salah seorang di antara mereka di hadapanku seraya berkata, 'Apa yang engkau bawa?' Aku menjawab, 'Uang 40 dinar'. Orang itu mengira aku membohonginya sehingga kemudian ia tinggalkan aku. Kemudian ada yang lain lagi dari kawanan itu bertanya kepadaku, 'Apa yang engkau bawa?'"
"Aku memberitahukan kepadanya apa yang aku bawa sehingga ia membawaku menuju pemimpin mereka. Pemimpin itu juga bertanya hal yang sama kepadaku dan aku pun menjawabnya. Lalu, ia berkata, 'Apa yang mendorongmu selalu berkata jujur?' Aku menjawab, 'Ibu memerintahkan kepadaku untuk selalu jujur dan aku takut akan mengkhianatinya'."
"Kemudian pemimpin kelompok tersebut ketakutan lalu berteriak dan menyobek bajunya, ia berkata, 'Engkau takut jika mengkhianati janji ibumu, sedangkan aku tidak takut telah mengkhianati Allah!' Lalu ia perintahkan pengikutnya untuk mengembalikan semua yang telah diambil dari para rombongan."
"Pemimpin kawanan perampok itu berkata, 'Sesungguhnya aku bertobat kepada Allah lewat dirimu'. Kemudian, para pengikutnya pun berkata, 'Engkau adalah pemimpin kami dalam merampok dan sekarang engkau adalah pemimpin kami dalam bertobat'. Maka bertobatlah mereka semuanya."
Inilah berkah kejujuran yang dapat diambil dari kisah perjalanan hidup ulama besar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Ia kukuh mempertahankan kejujuran. Berkah kejujuran yang telah mendatangkan hidayah Allah untuk melakukan kebaikan yang dapat mengantarkan ke surga Allah. Dan, Nabi SAW telah memerintahkan umatnya berlaku jujur, baik itu dalam perkataan, perbuatan, ibadah, maupun dalam semua perkara. Karena kelak orang-orang yang berlaku jujur akan berada di sisi Allah.
Dari 'Abdullah bin Mas'ud RA, ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, 'Hendaklah kalian selalu berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur'," (HR Bukhari-Muslim dan Ibnu Mas'ud).
Maka, kejujuran menjadi kebutuhan pokok dan utama dalam upaya mengangkat martabat kehidupan berbangsa dan bernegara. Berlaku jujur akan menghindarkan diri dari keinginan ataupun bujuk rayu untuk berbuat korupsi. Sikap jujur mendorong untuk senantiasa menyampaikan hal-hal yang benar dan tidak menyebarkan hoax.
Sungguh mulia orang-orang yang mampu mengimplementasikan kejujuran karena derajatnya berada tepat di bawah derajat kenabian.
Dan kelak di surga, dari tempat tinggal para nabi, mengalirlah mata air yang sungai-sungainya menuju ke tempat tinggal orang-orang yang senantiasa berlaku benar dan jujur. Wallahu a'lam bishawab.

NIKMATNYA TEKNOLOGI Ibnu Hazm meletakkan sebuah kaidah untuk mengetahui apakah sesuatu yang kita peroleh itu nikmat atau...
05/06/2017

NIKMATNYA TEKNOLOGI
Ibnu Hazm meletakkan sebuah kaidah untuk mengetahui apakah sesuatu yang kita peroleh itu nikmat atau fitnah. Ia berkata, "Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah hanyalah musibah" (Jaami'ul Ulum wal Hikam).
Teknologi dapat memberi kebaikan yang banyak bagi seorang mukmin. Memanfaatkan teknologi untuk menuntut ilmu, misalnya, adalah bentuk syukur kepada Allah terhadap nikmat teknologi. Allah SWT berfirman, "Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)" (QS at-Takatsur: 8).
Seseorang bernama Baqi bin Makhlad berjalan dari Andalusia (Spanyol) menuju Baghdad dengan menyusuri Afrika Utara untuk berguru kepada Imam Ahmad bin Hambal (Thabaqatil Hanabilah). Pada hari ini, seseorang dapat menimba mata air ilmu ke sejumlah kota di Indonesia, bahkan ke negari-negeri di Timur Tengah, menggunakan moda transportasi udara hanya dalam hitungan belasan jam. Sekarang perjalanan Baqi bin Makhlad tersebut dapat ditempuh enam sampai tujuh jam saja menggunakan pesawat komersial.
Mencari hadis pun pada hari ini sangatlah mudah. Selain banyak terdapat di perpustakaan dan toko-toko buku, kitab-kitab hadis dalam beragam format dapat diakses melalui gawai, termasuk dalam bentuk software.
Dua belas abad silam, Abu Hatim ar Razi harus menempuh perjalanan sejauh 4.800 kilometer untuk mencari hadis-hadis Nabi. Ia mengembara selama 10 tahun saat infrastruktur jalan modern dan kendaraan bermesin belum ada. Karena kertas belum diproduksi secara massal sehingga harganya terbilang mahal, beliau pernah menjual bajunya seharga 60 dirham, 10 dirham ia belanjakan untuk kertas dan selebihnya ia gunakan sebagai upah bagi penyalin kitab Imam Asy Syafi'i.
Imam Asy Syafi'i pun pernah menulis di atas pelepah kurma, tulang unta, bebatuan, tembikar dan kertas bekas yang dibuang orang (Ensiklopedi Imam Syafi'i). Gawai pada hari ini menawarkan banyak fungsi. Salah satunya untuk menuliskan catatan ringkas atau merekam. Dahulu, Majduddin ibn Taimiyah (kakek Ibnu Taimiyah) harus memintakan orang lain membacakan sebuah kitab saat ia sedang di kamar mandi. Hal itu ia lakukan agar tidak ada waktu yang terbuang percuma. Apabila alat perekam sudah ada, tentu ia tidak perlu bersusah-susah untuk mengulang pelajaran.
Ketekunan Imam Bukhari dalam menulis kitab Tarikh Kabir pun tidak padam dengan gelapnya malam. Karena tidak memiliki uang untuk membeli lampu minyak, beliau duduk di dekat makam Rasulullah dan menulis di bawah sinar rembulan. Pada hari ini, nyaris tidak ada satu pun hunian tanpa penerangan.
Ketika komputer, laptop, alat tulis praktis, dan internet belum ditemukan, Imam Thabari menulis tarikhnya sebanyak 3.000 halaman (Siyar A'lam an Nubala), sedangkan Ibnu Aqil menulis sebuah karya terbesar di dunia, yakni al Funun sebanyak 400-800 jilid (Tarikh Islam). Tanpa mesin cetak, Ahmad bin Abdid al Maqdisiy telah menyalin lebih dari 2.000 jilid kitab, sedangkan Ibnu Jauzi menyalin 50-60 kitab dalam setahun. Subhanallah.

Fastabiq Mewangi"Mewarnai Ramadhan Dengan Berbagi"
02/06/2017

Fastabiq Mewangi
"Mewarnai Ramadhan Dengan Berbagi"

Address

Pati

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fastabiq Center posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Fastabiq Center:

Share