Umat Hindu Pati

Umat Hindu Pati Umat Hindu Pati

25/05/2026

25/05/2026

17/04/2026

Pernah lewat tanpa tahu… nama di baliknya punya cerita besar.
Ida Bagus Mantra bukan hanya menjaga tradisi—beliau membangun pura, menghidupkan budaya, menguatkan ekonomi umat, hingga ajaran bisa kita pahami hari ini.
Yang kita nikmati sekarang… adalah hasil perjuangan panjang.
Pertanyaannya—kita mau sekadar lewat… atau lanjutkan dharmanya?

17/04/2026

Pernahkah kita bertanya… siapa yang merumuskan doa yang kita ucapkan setiap hari?
I Gusti Bagus Sugriwa adalah tokoh besar Hindu Indonesia.
Beliau berperan dalam penyusunan Puja Tri Sandhya,
menguatkan Parisada Hindu Dharma Indonesia,
serta mengembangkan pendidikan dan pelestarian sastra suci Hindu.
Dedikasinya membuat ajaran Weda tetap hidup hingga kini.
Namanya pun diabadikan sebagai warisan pendidikan Hindu di Indonesia.
Apa yang kita jalani hari ini… adalah hasil perjuangan beliau.
Sekarang giliran kita… menjaga dan melanjutkan dharma.

16/04/2026

“Kalau menurut Hindu, alam semesta ini diciptakan dari apa?
Dari kosong? Dari Tuhan?
Atau… bahkan sebelum ‘ada’, belum ada kata ada?”

13/04/2026

Suasana penuh kedamaian dan kebersamaan terasa begitu kuat dalam perayaan Dharma Santih Nyepi 1948 Saka yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, Minggu (12 April 2026). Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol nyata harmoni umat Hindu di wilayah Pati Raya sekaligus bukti bahwa Jepara adalah rumah bagi semua umat beragama.
Perpaduan budaya Jawa dan Bali menjadi daya tarik utama. Alunan gamelan mengiringi Tari Gambyong khas Jawa, disusul nuansa Bali lewat Tari Condong dan penampilan ogoh-ogoh yang penuh makna spiritual. Semua berpadu dalam satu panggung kebhinekaan yang indah—menguatkan identitas Hindu Nusantara yang kaya dan beragam.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting, termasuk Ketua PHDI se-Pati Raya dari Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Turut hadir Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah Tri Wahono serta Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Eko Pujianto yang memberikan sambutan penuh inspirasi.
Dukungan pemerintah daerah juga sangat terasa. Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar hadir langsung, menunjukkan komitmen terhadap toleransi. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Jepara adalah rumah bagi semua umat beragama, termasuk umat Hindu. Pernyataan ini memperkuat semangat inklusivitas yang menjadi nilai utama acara tersebut.
Tidak hanya itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, S.H., M.H. juga turut hadir, menambah kekuatan sinergi antara umat dan institusi negara. Puncak acara diisi dengan Dharma Wacana oleh Santi Dharma Chandra, yang mengingatkan umat Hindu Pati Raya untuk tetap menjaga dan mengamalkan ajaran serta budaya leluhur di tengah arus modernisasi. Pesan ini menjadi refleksi penting agar generasi muda tetap berakar pada nilai dharma.
Acara ditutup dengan doa bersama dan Puja Tri Sandhya, memperkuat spiritualitas dan rasa persaudaraan antar umat.

Suasana penuh kedamaian dan kebersamaan terasa begitu kuat dalam perayaan Dharma Santih Nyepi 1948 Saka yang digelar di ...
13/04/2026

Suasana penuh kedamaian dan kebersamaan terasa begitu kuat dalam perayaan Dharma Santih Nyepi 1948 Saka yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, Minggu (12 April 2026). Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol nyata harmoni umat Hindu di wilayah Pati Raya sekaligus bukti bahwa Jepara adalah rumah bagi semua umat beragama.
Perpaduan budaya Jawa dan Bali menjadi daya tarik utama. Alunan gamelan mengiringi Tari Gambyong khas Jawa, disusul nuansa Bali lewat Tari Condong dan penampilan ogoh-ogoh yang penuh makna spiritual. Semua berpadu dalam satu panggung kebhinekaan yang indah—menguatkan identitas Hindu Nusantara yang kaya dan beragam.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting, termasuk Ketua PHDI se-Pati Raya dari Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Turut hadir Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah Tri Wahono serta Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Eko Pujianto yang memberikan sambutan penuh inspirasi.
Dukungan pemerintah daerah juga sangat terasa. Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar hadir langsung, menunjukkan komitmen terhadap toleransi. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Jepara adalah rumah bagi semua umat beragama, termasuk umat Hindu. Pernyataan ini memperkuat semangat inklusivitas yang menjadi nilai utama acara tersebut.
Tidak hanya itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, S.H., M.H. juga turut hadir, menambah kekuatan sinergi antara umat dan institusi negara. Puncak acara diisi dengan Dharma Wacana oleh Santi Dharma Chandra, yang mengingatkan umat Hindu Pati Raya untuk tetap menjaga dan mengamalkan ajaran serta budaya leluhur di tengah arus modernisasi. Pesan ini menjadi refleksi penting agar generasi muda tetap berakar pada nilai dharma.
Acara ditutup dengan doa bersama dan Puja Tri Sandhya, memperkuat spiritualitas dan rasa persaudaraan antar umat.

13/04/2026

Pernah ngerasa hidup kamu tertinggal? Scroll tiap hari, lihat orang lain sukses… tapi kamu masih di tempat yang sama. Mungkin bukan kamu yang salah—cara pandangmu aja yang perlu diubah

10/04/2026

Setelah kemerdekaan Indonesia, umat Hindu menghadapi tantangan besar: belum adanya pengakuan resmi secara nasional. Dari sinilah muncul semangat persatuan untuk membangun organisasi yang mampu menata kehidupan keagamaan Hindu di Indonesia.
Langkah awal dimulai dengan terbentuknya Parisada Hindu Dharma Bali (PHDB). Pada tanggal 21–23 Februari 1959, tokoh-tokoh Hindu mengadakan pesamuhan di Denpasar dan sepakat mendirikan sebuah majelis keagamaan. PHDB dibentuk sebagai wadah untuk mengatur, membina, dan memperkuat ajaran serta praktik keagamaan Hindu di Bali .
Tidak berhenti di Bali, semangat persatuan terus berkembang. Melalui Mahasabha I tahun 1964 dan Mahasabha II tahun 1968, dilakukan penyempurnaan organisasi. Hasil pentingnya adalah perubahan dari PHDB menjadi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), yang menjadikan lembaga ini sebagai organisasi nasional umat Hindu di Indonesia .
Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Hindu di Indonesia, karena PHDI berperan besar dalam menyatukan visi, memperjuangkan pengakuan, serta membina kehidupan keagamaan umat Hindu di seluruh Nusantara.
Dengan adanya PHDI, umat Hindu semakin kuat, terorganisir, dan mampu menjaga ajaran dharma tetap hidup di tengah perkembangan zaman.



Sumber: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Komang Edi Putra, 2021.

02/04/2026

02/04/2026

Piodalan Pura Kertha Buana: Suci di Purnama Kedasa ✨

Hari ini, Kamis 2 April 2026, Umat Hindu Pati melaksanakan persembahyangan Piodalan di Pura Kertha Buana dengan penuh khidmat dan rasa bhakti. Bertepatan dengan Purnama Kedasa (Sasih Kedasa), momen suci yang dipercaya sebagai waktu turunnya energi kesucian dan kemakmuran, umat memanjatkan doa untuk keselamatan, keharmonisan, dan kesejahteraan bersama.
Dalam suasana yang teduh dan penuh kekeluargaan, persembahyangan berlangsung tertib, diiringi kidung suci dan harapan tulus dari seluruh umat. Piodalan ini menjadi pengingat untuk selalu menjaga keseimbangan hidup, baik secara spiritual, sosial, maupun dengan alam sekitar.
Semoga melalui Piodalan di Purnama Kedasa ini, umat senantiasa diberikan kerahayuan jagat, kesehatan, serta kekuatan dalam menjalani dharma kehidupan.

Address

Pati

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Umat Hindu Pati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category