22/05/2020
𝗛𝗮𝗱𝗿𝗮𝘁𝘂𝘀𝘀𝘆𝗲𝗶𝗸𝗵 𝗛𝗮𝘀𝘆𝗶𝗺 𝗔𝘀𝘆'𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝘆𝗲𝗶𝗸𝗵 𝗧𝗮𝗾𝗶𝘆𝘂𝗱𝗱𝗶𝗻 𝗔𝗻𝗻𝗮𝗯𝗵𝗮𝗻𝗶
Pola pikir pendiri NU dan pendiri HTI memang berbeda 180 derajat. Pendiri NU menggunakan negara sebagai wasilah untuk menjalankan agama dengan baik. Dengan kata lain negara (tanah air) sebagai sajadah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Sehingga menganggap negara adalah rumah sendiri. Baiknya negara adalah baiknya rumah dan sebaliknya rusaknya agama adalah rusaknya rumah sendiri.
Taqiyuddin Annabhani mempunyai pikiran sebaliknya, dimana HT tinggal, disitulah selalu mempermasalahkan sistem negara, yang ujung-ujungnya ingin mengambil alih kekuasaan negara, dengan dalih khilafah. Seakan mereka mempertuhankan khilafah. Segala apapun, permasalahan apapun hanyalah khilafah yang bisa menyelesaikan. Padahal khilafah hanyalah ijtihadiyah belaka, bukan ajaran Islam, bukan syariat Islam apalagi bukan aqidah Islam.
NU dan HTI berbeda secar diametral, sehingga jika ada orang NU yang ikut HTI maka dia sudah mengingkari apa yang digariskan pendiri NU, Hadratussyeikh Hasyim Asyari. Dengan kata lain, jika ada orang NU yang ikut gerakan HTI maka secara otomatis, dia sudah bukan NU lagi, sudah keluar dari NU. Dia sudah berkhianat kepada Hadraussyeikh KH Hasyim Asyari.
NU cinta NKRI
HTI anti NKRI
"Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari membela negara dengan menggunakan agama, tetapi tidak melawan negara menggunakan agama"