02/02/2020
SEKEDAR SHARING
Seorang laki laki pergi ke Masjid. Ia lupa mematikan (silent mode) HP nya, dan secara tiba tiba berdering waktu sedang berdoa. Seorang takmir menegurnya dari depan. Beberapa orang memarahinya usai berdoa karena dia sudah mengganggu kekhusukan dan ketenangan mereka ketika berdoa. Dalam perjalanan pulang, istrinya terus memarahinya karena keteledorannya sepanjang jalan pulang ke rumah. Orang orang tampak melihatnya dengan rasa nyinyir dan menertawakannya, dipermalukan dan meremehkannya.
Sejak itu, ia memutuskan untuk tidak pernah lagi melangkahkan kakinya ke masjid itu.
DAN
Malamnya, ia pergi ke cafe. Masih merasa gugup dan terguncang, ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di meja. Pelayan bar dengan sigap meminta maaf dan memberikan lap bersih untuk membersihkan pakaiannya. Petugas kebersihan mengepel lantai. Manajer bar itu memberikan minuman pengganti. Ia juga memberikannya pelukan serta berkata "Jangan kuatir, Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah?"
Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke bar itu.
PELAJARAN
Terkadang sikap kita sebagai orang beriman malah mengantarkan jiwa-jiwa ke neraka. Kita memagari/mengekslusivekan diri kita seakan kita adalah orang² suci.
Bagaimana kita bicara tentang memenangkan jiwa, bila fokus kita adalah kesalahan² orang lain saja?
Mari asah kembali mata hati kita, bukan soal siapa benar ataupun siapa salah, namun respon kita yg menentukan.
SEMOGA BERMANFAAT.