REMATA Parepare

REMATA Parepare Slogan : Penegak Syariat, Penjaga Islam

REMATA mempunyai peran penting dalam mendidik dan membimbing remaja sebagai kader, aktivis, partisipan dan simpatisan, dengan pembentukan jati diri remaja yang bersifat spritual, disamping dapat menambah kuantitas remaja masjid juga menjaga regenerasi dari pengaruh lingkungan yang membias dari akhlak dan moral.

16/11/2024
 “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk MENANGKAP dan MEMENJARAKANMU...
21/05/2017



“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk MENANGKAP dan MEMENJARAKANMU atau MEMBUNUHMU, atau MENGUSIRMU. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al Anfal, 8:30)




nb. Jangan dishare tapi dicopas agar tembus 7 juta

KPI melarang penayangan Aksi Bela Islam II, 4 November 2016. Mari viralkan dengan menjadikan icon ini sebagai Display Pi...
31/10/2016

KPI melarang penayangan Aksi Bela Islam II, 4 November 2016. Mari viralkan dengan menjadikan icon ini sebagai Display Picture di Media Sosial

Dengan hanya mengharap rahmat, ridho dan berkah Allaah Azza wa Jalla, hadirilah...!!🌟🌟🌟 SIMPOSIUM BELA NEGARA DAN CINTA ...
22/02/2016

Dengan hanya mengharap rahmat, ridho dan berkah Allaah Azza wa Jalla, hadirilah...!!

🌟🌟🌟 SIMPOSIUM BELA NEGARA DAN CINTA TANAH AIR 🌟🌟🌟
"Menciptakan Stabilitas Keamanan dengan Pemantapan Bela Negara dan Cinta Tanah Air"

Kata Sambutan oleh
Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH★
(Gubernur Sulawesi Selatan)

In syaa Allaah dilaksanakan pada:

📆 Hari/Tgl: Sabtu-Ahad, ,18-19 Jumadil Awwal 1437 H/27-28 Februari 2016 M
⏰ Waktu: Pkl 08:30 - 17:30 Wita (3 Sesi)
🏢 Tempat: Auditorium LPP RRI Nusantara IV
Jl. Riburane No.3, Makassar

======================================

Materi & Narasumber:

👤 Ust. Dzulkarnain M. Sunusi حفظه الله
(Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar)
📕 Asas dan Dasar Tegaknya Keamanan di Sebuah Negeri
📕 Mewaspadai Tahapan Terjadinya Terorisme dan Peledakan

👤 Ust. Salman Mahmud حفظه الله
(Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah Mamuju)
📗 Menjadi Warga Negara yang Baik

👤 Ust. Luqman Jamal, Lc حفظه الله
(Pengasuh Pondok Pesantren Tanwirus Sunnah Gowa)
📘 Mencintai dan Membela Negeri

👤 Ust. Fauzan Al-Kutawy حفظه الله
(Pengasuh Ponpes Tahfizh As-Sunnah Sidrap)
📙 Sebab-Sebab Perekat Hati dalam Kehidupan Bermasyarakat

👤 Ustadz Abul Irbadh حفظه الله
(Pengasuh Pesantren Ibnu Abbas Bulukumba)
📒 Sejarah Kelompok Radikal

👤 Khaidir M. Sunusi حفظه الله
(Pengasuh Pesantren As-Sunnah Makassar)
📓 Ancaman Syi'ah dan Khawarij terhadap Keutuhan Negeri

======================================

🚹 Event ini gratis dan terbuka khusus ikhwan (laki-laki)

📱Informasi:
Riswan Ilyas 08124282216
Burhanuddin 085399090004

🎬 Program ini terselenggara atas kerjasama
Yayasan As-Sunnah Makassar
RRI Nusantara IV Makassar

★ dalam tahap konfirmasi


Dengan hanya mengharap berkah, rahmat dan ridho Allaah Azza wa Jalla, hadirilah..!!✨ Tabligh Akbar Kota Sengkang 1437 H ...
02/02/2016

Dengan hanya mengharap berkah, rahmat dan ridho Allaah Azza wa Jalla, hadirilah..!!

✨ Tabligh Akbar Kota Sengkang 1437 H ✨

Bersama narasumber
👤 Ust. Luqman bin Muhammad Ba'abduh
(Pengasuh Pondok Pesantren As-Salafy, Jember/Penulis buku "Mereka Adalah Teroris)

In shaa Allaah akan dilaksanakan pada:

📆 Hari/Tgl: Ahad, 27 Rabi'ul Akhir 1437 H/07 Februari 2016 M
⏰ Waktu: Pkl 09:00 Wita - selesai
🏠 Tempat: Masjid Nurul Ittihad, Lapesongko selatan, Sengkang_Kab. Wajo
📚 Tema: "Terorisme dan Bahayanya terhadap Ummat, Bangsa dan Negara"

💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫

🚻 Acara ini gratis dan terbuka untuk umum (Muslim & Muslimah)

📱 Sekretariat & Informasi
Jl. Rusa, Sengkang Kab. Wajo
085255666955 (Ridwan)
085299559955 (Abu Abdirahman)

🎬 Penyelenggara
Yayasan Darussalaf

♻ Didukung oleh
Radio Islam Indonesia

📻 Live Streaming
www.salafymakassar.net

Dengan hanya mengharap berkah, rahmat dan ridho Allaah Azza wa Jalla, hadirilah..!!✨ Dauroh Ilmiyah Islamiyah ✨Bersama n...
01/02/2016

Dengan hanya mengharap berkah, rahmat dan ridho Allaah Azza wa Jalla, hadirilah..!!

✨ Dauroh Ilmiyah Islamiyah ✨

Bersama narasumber
👤 Ust. Luqman bin Muhammad Ba'abduh
(Pengasuh Pondok Pesantren As-Salafy, Jember_Jawa timur)

In shaa Allaah akan dilaksanakan pada:

📆 Hari/Tgl: Sabtu, 26-27 Rabi'ul Akhir 1437 H/06 Februari 2016 M
⏰ Waktu: Tercantum
🏠 Tempat: Tercantum

📆 Hari/Tgl: Sabtu, 26 Rabi'ul Akhir 1437 H/06 Februari 2016 M
⏰ Waktu: Pkl 09:30 Wita - selesai
🏠 Tempat: Masjid Al-Abror (belakang kantor Kejaksaan Negeri Sidrap)
📚 Tema: "Jaga Diri dan Keluargamu dari Siksa Api Neraka"

📆 Hari/Tgl: Sabtu, 27 Rabi'ul Akhir 1437 H/06 Februari 2016 M
⏰ Waktu: Pkl 18:30 Wita (ba'da Maghrib) - selesai
🏠 Tempat: Masjid Agung Sidrap, Pangkajenne'_Sidrap
📚 Tema: "Bahaya Syi'ah dan Liberalisme"

💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫

🚻 Acara ini gratis dan terbuka untuk umum (Muslim & Muslimah)

📱 Informasi
081355271212
081343747369

📻 Live Streaming
Radio Salafy Makassar www.salafymakassar.net
Radio Salafy Indonesia (Rasyid)
Radio Islam Indonesia (RII)

Dengan hanya mengharap rahmat, ridho dan berkah Allaah Azza wa Jalla semata. Serta senantiasa istiqomah ittiba'  kepada ...
24/01/2016

Dengan hanya mengharap rahmat, ridho dan berkah Allaah Azza wa Jalla semata. Serta senantiasa istiqomah ittiba' kepada Rasulullaah, hadirilah...!!!

🎯 SEMINAR ARCHERY PARENTING 🎯
"Panahan, Sarana Pembentukan Generasi Berkarakter"

Dengan narasumber dan tema:
👤 Ust. H. Muhammad Ikhwan Abd. Jalil, Lc., M.Hi
(Ketua Dewan Pembina Rimayah Archery Club/RAC)
✒ "Hikmah Di Balik Perintah Mengajarkan Panahan"

👤 Defrizal Siregar, S.Or
(Presiden Indonesia Archery School Program/INASP)
✒ "Mendidik dengan Panahan"

In shaa Allaah akan dilaksanakan pada:

📆 Hari/Tgl: Sabtu, 20 Rabi'ul Akhir 1437 H/30 Januari 2016 M
⏰ Waktu: Pkl 08:00 Wita - Pkl 12:00 Wita
🏠 Tempat: Gedung LAN, Jl. Raya Baruga No.48 Antang, Makassar

🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯

💶 HTM: Rp 50.000,-
🚻 Acara ini terbuka untuk umum (Muslim & Muslimat)

📱Informasi & Registrasi
081342652635 (Supandi)
081342577754 (Armawi)

🎬 Pelaksana
Rimayah Archery Club Makassar

"Setiap sesuatu yang tidak termasuk mengingat Allah, ia merupakan permainan yang sia-sia kecuali empat hal; seorang lelaki berjalan di antara dua tujuan (untuk memanah), melatih berkuda, bermesraan dengan keluarga, dan mengajarinya berenang"
(HR. At-Thabrani)

Ada yg nonton Indonesia Lawyers Club di tvOne malam ini? Episode utk malam ini adalah "Konser Berdarah ISIS di Awal Tahu...
19/01/2016

Ada yg nonton Indonesia Lawyers Club di tvOne malam ini? Episode utk malam ini adalah "Konser Berdarah ISIS di Awal Tahun"

Dalam salah satu segmennya, Karni Ilyas mewawancarai secara eksklusif via sambungan video terpidana kasus terorisme, Ali Imron langsung dari Polda Metro Jaya.

Di segmen tersebut, bang Karni menanyakan tanggapan dan sikap Ali Imron terkait kasus teror di Sarinah.
Dalam pemaparannya, Ali Imron secara tegas menganggap bahwa aksi di Jl. MH. Thamrin bukanlah gerakan Jihad yg diajarkan Islam. Bahkan aksi itu merusak dan merugikan citra mujahidin khususnya dan muslim pada umumnya.

Masih banyak lagi statement dan "fatwa" Ali Imron terkait teror di Jakarta itu. Untuk video wawancara selengkapnya, mohon tunggu kiriman videonya

Dengan hanya mengharap rahmat dan ridho Allaah Azza wa Jalla semata, hadirilah Tabligh Akbar!!!✨ FITNAH DAN PETAKA AKHIR...
03/01/2016

Dengan hanya mengharap rahmat dan ridho Allaah Azza wa Jalla semata, hadirilah Tabligh Akbar!!!

✨ FITNAH DAN PETAKA AKHIR ZAMAN ✨
(Detik-detik Menuju Kehancuran Alam Semesta)

Dengan pemateri:
👤 Ust. Abu Fatiah Al Adnani
(Penulis Buku Best Seller Akhir Zaman asal Jakarta)

In shaa Allaah akan dilaksanakan pada:

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

📆 Hari/Tgl: Sabtu, 28 Rabi'ul Awal 1437 H/09 Januari 2016 M
⏰ Waktu: Pkl 13:00 Wita - selesai
🏠 Tempat: Masjid Pondok Pesantren Darussalam Buriko, Kab. Wajo

💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

🚻 Acara ini gratis dan terbuka untuk umum (Muslim & Muslimat)

📱 Kontak Informasi
081355917702 (Rudy bin Hamzah)

🎬 Pelaksana
Pondok Pesantren Darussalam Buriko
Lazis As-Salam

♻ Didukung oleh
Pengurus Masjid Darussalam, Buriko
Pengurus Masjid Ash Shobabah, Barabba'e
Pengurus Masjid Baitus Salam, Siwa
Pengurus Masjid Nurul Huda, Ladonge

02/01/2016

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺧﻴﻢ

In Shaa Allaah, Jadwal Kajian Islamiyah pada hari Sabtu, 22 Rabi'ul Awal 1437 H / 02 Januari 2016 M

👤 Ust. Dr. Lukman Jamaluddin, Lc., MA
⌚ Ba'da Maghrib-Isya
🏠 Masjid Al-Furqon, Jl. Bau Massepe, Parepare
📚 Kajian Umum

👤 Ust. Abu Aisyah Hakum
⌚ Ba'da Maghrib-Isya
🏠 Masjid Amanah, Jl. Jend. Ahmad Yani KM 5 (belakang toko Amanah), Parepare
📚 Kajian Kitab Syarah Kitabul Jami'

👤 Ust. Ahmad Bone
⌚ Ba'da Maghrib-Isya
🏠 Masjid Jami' Quba, Lakessi_Parepare
📚 Kajian Kitab Salasatul Usul

Baarakallaahu fiikum

29/12/2015

📜 10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

📢 Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

📃 Bagaimana hukum merayakan tahun baru bagi muslim? Ternyata banyak kerusakan yang ditimbulkan sehingga membuat perayaan tersebut terlarang. Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru.

1). Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram.

⇨ Perlu diketahui bahwa perayaan (’ied) kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan, “Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.’" [HR. An Nasa-i no. 1556. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Namun setelah itu muncul berbagai perayaan (’ied) di tengah kaum muslimin. Ada perayaan yang dimaksudkan untuk ibadah atau sekedar meniru-niru orang kafir. Di antara perayaan yang kami maksudkan di sini adalah perayaan tahun baru Masehi. Perayaan semacam ini berarti di luar perayaan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan sebagai perayaan yang lebih baik yang Allah ganti. Karena perayaan kaum muslimin hanyalah dua yang dikatakan baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.

2). Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir

⇨ Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

⇨ Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan memang benar-benar terjadi saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu p**a berbagai perayaan pun diikuti, termasuk p**a perayaan tahun baru ini.

⇨ Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269]

⇨ Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’). [Lihat penukilan ijma’ (kesepakatan ulama) yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidho’ Ash Shirotil Mustaqim, 1/363, Wazarotu Asy Syu-un Al Islamiyah, cetakan ketujuh, tahun 1417 H]

3). Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru

⇨ Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun. “Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh.

⇨ Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.

⇨ Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.”

⇨ Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud,

وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ.

“Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”

Ibnu Mas’ud lantas berkata,

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.” [HR. Ad Darimi. Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayid (bagus)]

⇨ Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.

4). Kerusakan Keempat: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru.

⇨ Kita telah ketahui bersama bahwa tahun baru adalah syiar orang kafir dan bukanlah syiar kaum muslimin. Jadi, tidak pantas seorang muslim memberi selamat dalam syiar orang kafir seperti ini. Bahkan hal ini tidak dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’).

⇨ Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.

⇨ Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.

⇨ Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” [Ahkam Ahli Dzimmah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/441, Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1418 H]

5). Kerusakan Kelima: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Shalat Lima Waktu

⇨ Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.

⇨ Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.

⇨ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” [HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574]

⇨ Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat p**a terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam.

⇨ Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” [HR. Muslim no. 1163]

⇨ Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.

6). Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat.

⇨ Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

⇨ Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” [HR. Bukhari no. 568]

⇨ Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak s**a begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah.

⇨ ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” [Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah]

⇨ Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!

7). Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

⇨ Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan.

⇨ Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.

⇨ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” [HR. Muslim no. 6925]

8). Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin.

⇨ Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit.

⇨ Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” [18] HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41]

⇨ Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya.

⇨ Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.” [19] Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 1/38, Asy Syamilah]

⇨ Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!

9). Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan

⇨ Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam?

⇨ Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia. Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb.

⇨ Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)

⇨ Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauh sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.

10). Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga

⇨ Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” [HR. Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shohih]

⇨ Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.

Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.” [Al Fawa’id, hal. 33]

⇨ Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah.

⇨ Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37).

⇨ Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.” [Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6/553, pada tafsir surat Fathir ayat 37]

🔉 Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru.

🔉 Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia.

🔉 Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu.

🔉 Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. [Diringkas dari tulisan Ustad Muhammad Abduh Tuasikal di Artikel Rumaysho.Com]

👆 Ya Allah teguhkanlah kami di atas iman dan amal shalih, hidupkan kami dengan kehidupan yang baik dan sertakan diri kami bersama golongan orang-orang yang Beriman.

والله أعلم. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🔁 Dipublish ulang oleh Remata

25/12/2015

💦Renungan ayat
=======

☝🏻Inilah akibat perayaan natal (memperingati hari kelahiran Al Masih)

🌹Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman:

ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻭَﻟَﺪﺍً (88)
ﻟَﻘَﺪْ ﺟِﺌْﺘُﻢْ ﺷَﻴْﺌﺎً ﺇِﺩّﺍً (89 )
ﺗَﻜَﺎﺩُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕُ ﻳَﺘَﻔَﻄَّﺮْﻥَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﺗَﻨﺸَﻖُّ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽُ ﻭَﺗَﺨِﺮُّ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝُ ﻫَﺪّﺍً ( 90 )
ﺃَﻥ ﺩَﻋَﻮْﺍ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻭَﻟَﺪﺍً ( 91 )
ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨﺒَﻐِﻲ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺃَﻥ ﻳَﺘَّﺨِﺬَ ﻭَﻟَﺪﺍً ( 92 )
ﺇِﻥ ﻛُﻞُّ ﻣَﻦ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺇِﻟَّﺎ ﺁﺗِﻲ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻋَﺒْﺪﺍً (93)

"Dan mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai seorang anak (88)
Sungguh kalian telah mendatangkan suatu perkara yang sangat keji/mungkar (89)
Hampir saja langit terpecah karenanya dan bumi terbelah serta gunung menjadi runtuh dengan sehancur-hancurnya (90)
Karena mereka menuduh bahwa Allah mempunyai anak (91)
Padahal tidaklah patut bagi Allah mempunyai seorang anakpun (92)
Tidaklah yang ada di langit dan di bumi kecuali seluruhnya akan datang kepada Allah sebagai seorang hamba (93)".
______
Al-Qur'an Surah Maryam: Ayat 88-93.

✏️ Al-Ustâdz Fauzan Abu Muhammad Hafizhahullâh
_____
📲Telegram Channel الإعتصام بالسنة
(Al-Ustâdz Fauzan Abu Muhammad Hafizhahullâh)

Address

Jalan KH. Sanusi Maggu
Parepare
91133

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when REMATA Parepare posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to REMATA Parepare:

Share