Fb-ers Katolik Nongkrong

Fb-ers Katolik Nongkrong Tempat nongkrongnya para facebooker Katolik

12/05/2018

Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?
Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;
yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga.
Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku, kemurahan-Mu membuat aku besar.
Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah.

~Mzm 18:30-36

02/05/2018

PERMISI DI RUMAH SUCI

Setiap bangsa punya adat bertamu. Di sini umumnya tamu berseru: “Permisi.” Tanpa permisi, orang kurang ajar. Gedung gereja itu rumah Tuhan, umat-Nya tamu. Tamu wajib permisi kepada tuan rumah. Kalau begitu, saat datang ke rumah-Nya, permisilah. Caranya?

Langkah 1:
Sikap hormat. Begitu pintu gereja dimasuki, sikap hormat adalah mutlak.

Langkah 2:
Ambil air suci dengan ujung jari.

Langkah 3:
Buat tanda salib dengan air suci. Saat buat tanda salib, jangan lalai ucapannya: “Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” Ucapan dapat juga dibatinkan. Lakukan tanda itu dengan khidmat. Kekurangan banyak orang adalah melakukan itu tanpa khidmat. Kalau tanda salib dibuat khidmat, ternyata tak terlampau cepat. Kalau tanda salib terlalu cepat, agaknya asal-asalan. Janganlah. Itu tak hormat kepada Sang Tuan Rumah.

Langkah 4: Berlutut satu kaki sebelum ke tempat duduk. Kalau mau khidmat, ini juga tak cepat-cepat. Zaman now apa-apa serba cepat. Di rumah Tuhan, cepat-cepat bisa jadi racun. Berlututlah khidmat seraya berucap dalam hati – contoh: “Tuhan, saya datang” atau “Saya hadir, ya Yesus” atau doa karangan sendiri. Perkataan macam itulah permisi kepada Tuhan, permisi di rumah suci. Ingatlah, jangan kurang adab, Anda sungguh tamu terhormat Tuhan.

By: Rev. D. Y. Istimoer Bayu Adjie
Post by: Anton Budiarsa

01/05/2018

“Berdoalah, Berharaplah, dan jangan khawatir. Kecemasan tidak membantu sama sekali. Allah yang berbelas kasih akan mendengarkan doamu.” – St. Pio Pietrelcina

01/05/2018

Bunda yang tak bercela, doakanlah kami.

Bunda yang patut dicintai, doakanlah kami.

Bunda yang patut dikagumi,doakanlah kami

Bunda penasihat yang baik, doakanlah kami.

Bunda Pencipta, doakanlah kami

Bunda Penebus, doakanlah kami

Perawan yang amat bijaksana, doakanlah kami

Perawan yang harus dihormati, doakanlah kami

Perawan yang harus dipuji, doakanlah kami

Perawan yang harus berkuasa, doakanlah kami

Perawan yang harus murah hati, doakanlah kami

Perawan yang harus setia, doakanlah kami

Cermin kekudusan, doakanlah kami

Takhta kebijaksanaan, doakanlah kami

Pohon sukacita kami, doakanlah kami

Bejana rohani, doakanlah kami

Bejana yang patut dihoromati, doakanlah kami

Bejana kebaktian utama, doakanlah kami

Bunga mawar yang gaib, doakanlah kami

Benteng Daud, doakanlah kami

Benteng Gading, doakanlah kami

Rumah kencana, doakanlah kami

Tabut perjanjian, doakanlah kami

Pintu Surga, doakanlah kami

Bintang Timur, doakanlah kami

Keselamatan orang sakit, doakanlah kami

Perlindungan orang berdosa, doakanlah kami

Penghibur orang yang bersukacita, doakanlah kami

Pertolongan orang Kristen, doakanlah kami

Ratu para Malaikat, doakanlah kami

Ratu para Bapa bangsa, doakanlah kami

Ratu para Nabi, doakanlah kami

Ratu para Rasul, doakanlah kami

Ratu para Martir, doakanlah kami

Ratu para pengaku iman, doakanlah kami

Ratu para Perawan, doakanlah kami

Ratu para orang Kudus, doakanlah kami

Ratu yang terkandung dengan tiada bernoda asal, doakanlah kami

Ratu yang diangkat ke Surga, doakanlah kami

Ratu Rosario yang amat suci, doakanlah kami

Ratu pencinta damai, doakanlah kami

Doakanlah kami ya Santa Bunda Allah.
Supaya kami pantas menikmati janji Kristus. Amin

21/04/2018

Gereja Katolik:
Satu, Kudus, Katolik & Apostolik
oleh: P. Francis J. Peffley

Hampir 2000 tahun yang lalu, Yesus Kristus menetapkan Gereja-Nya di dunia. Selama berabad-abad, Gereja-Nya itu tetap satu, memenuhi perkataan St. Paulus akan “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan”, dan melestarikan ajaran-ajaran Kitab Suci serta tradisi-tradisi Kristiani. Namun demikian, bermula dari Reformasi Protestan pada tahun 1500, sekonyong-konyong, dengan sangat menyedihkan, kekristenan terpecah-belah menjadi begitu banyak sekte. Kaum pemrotes ini (yang kemudian dikenal sebagai Protestan) menolak iman Katolik dan melep***an diri dari Gereja. Mereka mendirikan gereja-gereja baru dengan hukum-hukum baru serta pemimpin-pemimpin baru. Banyak di antara sekte-sekte ini, seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya terpecah-belah lagi menjadi sekte-sekte baru yang saling tidak bersesuaian satu dengan lainnya. Hingga saat ini, tercatat kurang lebih 30.000 sekte Protestan yang berbeda, masing-masing percaya akan ajaran mereka masing-masing, yang saling bertentangan satu dengan lainnya.

Sementara itu, tetap hanya ada satu Gereja Katolik Roma; yang tetap satu dalam iman dan kepercayaan setelah 2000 tahun lamanya. Yang menjadikan Gereja Katolik unik adalah keempat “sifat” atau ciri-ciri hakikat Gereja, yaitu, Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.

SATU

Gereja Katolik adalah SATU karena semua anggotanya mempraktekkan satu iman, satu dalam komuni, dan ada di bawah Kepala Gereja yang satu, yaitu Paus, yang mewakili Kepala Gereja yang tidak kelihatan, yaitu Yesus Kristus (Yoh 10:16). Di negara mana pun kita tinggal, ajaran-ajaran pokok iman dan kepercayaan yang sama akan membimbing iman kita sebagai seorang Katolik, mempersatukan kita - semua orang Katolik di seluruh dunia - dalam iman. Di gereja-gereja Katolik di seluruh dunia kita akan mendengar - walaupun dalam bahasa yang berbeda-beda - doa-doa dasar yang sama (Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, dll), pokok-pokok katekese yang sama, dan yang terutama Misa Kudus yang sama (yang paling utama dalam mempersatukan segala doa dan karya Gereja). Oleh karena segenap uskup, imam dan awam Katolik semuanya dipersatukan di bawah pimpinan yang sama, Bapa Paus, maka dimungkinkanlah persatuan yang sedemikian itu. Kristus Sendiri merencanakannya demikian ketika Ia memilih keduabelas Rasul-Nya (para imam dan uskup pertama Gereja) serta menetapkan Petrus sebagai kepala mereka.

KUDUS

Gereja Katolik adalah KUDUS karena pendirinya, Yesus Kristus, adalah kudus; Gereja mengajarkan ajaran-ajaran-Nya yang kudus; yang memungkinkan kita menjadi kudus (1 Pet 1:15). Yesus Kristus, Kepala Gereja yang tak nampak, menyatakan kekudusan-Nya lewat ajaran-ajaran-Nya yang murni dan tanpa salah, yang Ia wartakan semasa hidup-Nya di dunia, dan lewat mukjizat-mukjizat, serta tindakan-tindakan tanpa cela yang dilakukan-Nya. Seperti orang banyak pada zaman-Nya telah menyatakannya, hanya Tuhan Sendiri-lah, yang dapat melakukan hal-hal demikian. Yesus menghendaki kita agar mengikuti-Nya (Mat 5:48), dan melalui Gereja dan ketujuh Sakramen yang Ia tetapkan, Yesus menunjukkan jalan-Nya kepada kita. Seperti kepala memimpin tubuh, demikian juga Yesus memimpin Tubuh-Nya, yaitu Gereja, yang memungkinkan kita, melalui Dia, menjadi kudus dan dengan demikian mewarisi hidup yang kekal (Rm 8:17). Setiap Sakramen dan setiap ajaran Gereja mendekatkan kekudusan ke dalam jangkauan kita, seperti telah dibuktikan oleh begitu banyak para kudus dalam Gereja Katolik.

KATOLIK

Gereja Katolik adalah KATOLIK (bahasa Yunani, artinya 'umum' atau 'merangkul semua') dalam tiga hal. Umum menurut waktu, karena sejak saat Kristus mengutus para Rasul-Nya hingga saat ini, Gereja berdiri, mengajar, serta berkarya, untuk membawa orang datang kepada Kristus. Umum menurut tempat, sebab Gereja tidak terikat pada suatu bangsa tertentu, melainkan terbuka bagi semua orang (Mat 28:19) dan sesungguhnya, jangkauan Gereja lebih luas mencakup berbagai bangsa dibandingkan agama lain mana pun. Umum menurut ajarannya, sebab Gereja menawarkan ajaran-ajaran dan sakramen-sakramen yang sama, di mana pun, dalam bahasa apa pun, dan dalam berbagai tingkatan sosial, mulai dari yang kaya hingga yang miskin. Lagipula, sesuai janji Yesus Sendiri, Gereja akan tetap terus demikian hingga akhir jaman.

APOSTOLIK

Gereja Katolik adalah APOSTOLIK karena didirikan oleh Kristus atas para apostolos (bahasa Latin, artinya rasul) dan senantiasa dipimpin oleh para penerus mereka. Setelah Kristus menetapkan keduabelas rasul-Nya (Lukas 6:14) sebagai para imam dan para uskup pertama Gereja, selanjutnya mereka menetapkan para rasul lain (Kis 1:23), para diakon (Kis 6:5), para imam (1Tim 4:14; Titus 1:5), para uskup (Flp 1:1) dan para murid guna melestarikan serta menyebarluaskan ajaran-ajaran Kristus. Paus Yohanes Paulus II adalah Uskup Roma yang ke-264; St. Petrus yang pertama. Uskup Roma merupakan pemimpin dari semua uskup di seluruh dunia, sama seperti St. Petrus dipilih Kristus untuk menjadi pemimpin atas para rasul (Mat 16:18; Yoh 21:15). Uskup Roma lebih dikenal dengan sebutan “Paus”, yang berasal dari kata Latin papa, artinya “Bapa”.

sumber : “Timeline of Christianity” by Father Peffley; Father Peffley's Web Site; www.transporter.com/fatherpeffley
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”

http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/id156.htm

BERSATU DENGAN YESUS DALAM EKARISTI SETIAP kali kita menyambut komuni dan menyatakan amin, kita percaya bahwa Yesus hadi...
19/04/2018

BERSATU DENGAN YESUS DALAM EKARISTI

SETIAP kali kita menyambut komuni dan menyatakan amin, kita percaya bahwa Yesus hadir di dalam hosti kudus yang kita santap.
Dengan menyantap Tubuh dan DarahNya,
Kita bersatu dengan Kristus sendiri, yang mengalirkan kekuatan kepada kita untuk hidup selaras dengan kehendakNya, dan untuk memikul salib kehidupan dengan setia.
Kita bersatu dengan seluruh umat beriman sebagai anggota Tubuh Kristus. Kesadaran ini hendaknya mengubah diri kita untuk hidup dengan penuh persaudaraan, saling membantu, melengkapi satu sama lain karena kita semua adalah anggota keluargaNya
Perayaan Ekaristi merupakan undangan dari Yesus sendiri kepada kita, semua murid-muridNya untuk tinggal bersama Dia. Mari tanggapi panggilanNya dengan menghadirinya secara setia, untuk menimba rahmat kehidupan dan memperoleh bagian dalam hidup ilahi. Dengan berbekal roti kehidupan, kita akan selalu memiliki semangat baru dalam meneruskan perjalanan hidup dan berjuang untuk selalu melangkah di jalanNya yang menuntun kita menuju keselamatan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Pastor Letnan Kolonel (Sus) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro Raih Rekor MuriMungkin Anda tidak berpikir menjadi anggota T...
16/04/2018

Pastor Letnan Kolonel (Sus) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro Raih Rekor Muri

Mungkin Anda tidak berpikir menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersamaan dengan menjadi seorang Pastor. Namun, Letnan Kolonel (Sus) Romo Yoseph Maria Marcelinus Bintoro membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi Pastor sekaligus anggota TNI.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Yoseph sebagai 'Pastor Pertama yang Sekolah Perwira Prajurit Karir di Akmil'.
Penghargaan diserahkan Pendiri MURI Jaya Suprana di Balairung Jaya Suprana Performing Arts Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu, (15/4).

Romo Yoseph mengatakan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan profesinya sebagai pastor dimana diidentikkan dengan perdamaian dimana hal itu berbarengan bersama profesinya sebagai anggota TNI yang identik dengan peperangan.
"Kami siap perang tapi kami juga siap membawa perdamaian," ujar Romo Yos Bintoro yang memiliki 5 Satyalancana.

Lebih lanjut, menurut Romo Yos Bintoro yang kini aktif di Akademi Angkatan Udara, apa yang sudah dilakukannya ini merupakan bentuk kecintaannya kepada bangsa Indonesia.
"Cinta pertama kita adalah pada negeri. Cinta negeri adalah suatu bakti kepada bangsa dan agama dan itu lah yang sebetulnya harus kita ingin hidupi," tukasnya.

Ialah Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja SJ yang menugaskan Romo Yoseph menjadi orang pertama yang menjadi pastor sekaligus TNI.
Setelah ditahbiskan sebagai imam tahun 1996 Romo Yoseph mengikuti pendidikan Perwira Prajurit Karir di Akademi Militer Magelang dan dilantik pada tahun 1997 dengan pangkat Letnan Dua.

Meski mengaku sempat frustasi selama empat tahun saat diberikan penugasan sebagai pastor tentara namun kini dirinya mengaku bangga atas penugasan itu.
Seiring berjalannya waktu, pria yang kini berusia 51 tahun ini sadar bahwa tugas di TNI AU tidak cukup hanya memberikan pembinaan rohani atau sekedar pelayanan pastoral saja. Romo Yos mengaku akan berbuat sesuatu untuk menyiapkan apa yang dibutuhkan TNI AU ke depan.

Selain Romo Yos Bintoro ada 9 orang yang juga menerima penghargaan dari MURI yaitu Drum Pertama dengan Ornamen Batik dari Proses Tradisional atas nama Haryo Sasongko Susanto & Kyre Drums, Militer Pertama yang Menjabat Wakil Perdana Menteri Mayjen TNI (purn) dr.AK. Gani, Doktor Kimia Termuda Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, Tari Pendet oleh Penyandang Disabilitas Rungu Terbanyak Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S., Kons.

Menulis Buku dengan Metode Menemu Baling oleh Guru Terbanyak Ikatan Guru Indonesia, Pendaki 7 (Tujuh) Puncak Tertinggi di Indonesia dalam Kurun Waktu 100 Hari Tri Hardiyanto Pranata Putra dan Mila Ayu Hariyanti, Pemasangan Double Deck Elevator Pertama PT Kone Indo Elevator, Mengunggah Lagu Terbanyak di Grup WhatsApp Adharta Ongkosaputra serta Ahli Hukum Tata Negara Termuda sebagai Saksi Ahli di MA dan MK Muhammad Rullyandi, S.H., M.H.
Dalam kesempatan itu Jaya Suprana mengatakan bahwa semua rekor istimewa, semua rekor tidak ada duanya dan semua rekor merupakan rekor baru yang sebelumnya belum tercatat. Hingga kini MURI sudah memberikan penghargaan sebanyak 8 ribu. (rls)

DevosiDefinisi dan inti devosi kepadaBunda Maria dalam tradisi Iman Gereja Katolik.I. DEFINISI:        Devosi Marial (hy...
07/04/2018

Devosi

Definisi dan inti devosi kepada
Bunda Maria dalam tradisi Iman Gereja Katolik.

I. DEFINISI:
Devosi Marial (hyperdulia) adalah seluruh kebaktian kepada Maria Ibu Yesus dari Nazaret dalam bentuk puji-pujian, kagum, hormat dan cinta dengan meneladani cara hidupnya sambil memohon bantuan pengantaraan doanya bagi Gereja yang masih sedang dalam perjalanan ziarah menuju persatuan dengan Allah di tanah air surgawi (bdk.LG No. 66) Setelah mendapat khabar gembira dari Malaikat Tuhan (Lukas 1:26-38), Maria amat bersukacita dan bernubuat: "Yes, from this day forward all generations will call me blessed, for the Almighty has done a great things for me" (Lukas 1:48).
Secara singkat kita dapat menyebut beberapa alasan pokok mengapa Maria dapat dihormati khusus dan dapat dimintakan pengantaraan doanya oleh umat beriman:

Pertama, Maria dipilih Tuhan secara istimewa untuk menjadi Bunda Tuhan Yesus Kristus juru selamat manusia. Pemilihan yang istimewa ini sangat dirasakan akibatnya yang membahagiakan oleh Gereja sepanjang masa.
Kedua, seperti yang dijelaskan oleh Lumen Gentium No.62, keibuan Maria dalam tata rahmat berlangsung terus tanpa putus, mulai dari persetujuan yang diberikannya dengan setia pada saat menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel dan yang dipertahankannya tanpa ragu sampai di kaki salib sampai kepada kesempurnaan abadi semua orang beriman. Karena setelah diangkat ke surga, Maria tidak meninggalkan tugas ini, melainkan melanjutkannya melalui peraantaraan limpah dengan memberikan kita anugerah keselamatan abadi. Hal itu menunjukkan bahwa peran Maria dalam tata penyelamatan tetap aktual sepanjang sejarah Gereja tanpa terhenti oleh hilangnya Maria secara fisik dari panggung sejarah dunia. Karena itu Maria sungguh melebihi segala makluk di surga maupun di bumi, dan keunggulan ini sekaligus menjadi alasan bagi umat beriman untuk memuji, mencinta khusus, mengagumi dan menghormati Maria sambil meneladani dan memohon bantuan pengantaraan doanya pada Allah.
II. INTI DEVOSI KEPADA MARIA:

Kalau diperiksa dengan teliti, maka kita akan menemukan tiga elemen yang membentuk kesatuan inti devosi kepada Maria, yaitu: puja-puji Maria, mencontoh Maria dan memohon bantuan pengantaraan doa Maria.

Memuji Maria
Puja-puji merupakan salah satu elemen inti devosi kepada Maria. Kitab Suci sendiri mencatat pujian Elisabet dan anak dalam rahimnya sebagai pujian paling pertama bagi Maria: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai IBU TUHANKU datang mengunjungi aku?...anak di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia yang telah percaya" (Luk 1:42-45). Dalam devosi marial, umat beriman, sama seperti dilakukan Eliabeth dan anak dalam rahimnya, mengagumi dan menghormati Maria karena perannya menjadi ibu Tuhan, Bunda Mesias. Bunda Maria dipuji karena karya agung Allah dalam diriNya. Maria tidak dihormati seakan dia berprestasi atas usaha-usahanya sendiri, melainkan karena di dalam dia Allah berkarya secara luar biasa St. Chrisostomus memberikan contoh tentang bagaimana dan apa alasan Maria dipuji: "Sungguh pantas dan wajarlah kami memuji dikau, o Bunda Allah yang amat kudus, suci murni dan bunda Tuhan kami. Kami menghormati engkau yang seharusnya dipuji melebihi Kerubim dan Seraphim. Engkau yang tanpa kehilangan keperawananmu melahirman Sabda Tuhan. Engkaulah sungguh-sungguh Bunda Allah.

Mencontoh Maria
Dalam devosi marial, kita tidak hanya cukup sampai pada sikap heran, kagum dan puji Maria karena karya Agung Allah dalam dirinya, tapi kita, umat beriman juga harus mencontohi Maria sebagai citra dalam hal iman, cintakasih persatuan yang sempurna dengan Kristus. Gereja mengajarkan bahwa Maria adalah typos Gereja (gambaran Gereja), gambaran umat beriman dalam perjalanan menuju Allah. Itu berarti dalam usaha menjawab panggilan Allah, kita bisa belajar pada Maria tentang bagaimana menjawab panggilan Allah dan hidup seturut firmanNya, tentang bagaimana mengikuti Yesus secara sempurna, dan bagiamana melaksanakan kehendak Allah dengan setia.

Memohon pengantaraan doa Maria:
Di samping memuji dan mencontohi berbagai keutamaan Maria, umat beriman dapat berdoa kepada Maria. Akan tetapi diusahakan sekian sehingga doa-doa itu tidak bercorak seakan-akan Maria dapat menganugerahi sesuatu tanpa diketahui Allah sendiri. Doa kepada Maria lebih berarti DENGAN ALLAH. Tentang ini St. Thomas Aquninas menjelaskan, doa dalam artinya sebenarnya memang hanya ditujukan kepada Allah karena hanya Allah yang patut disembah. Selain itu doa kita dimaksudkan untuk memperoleh rahmat yang hanya bisa diberikan oleh Allah seorang diri. Tapi kalau doa-doa kita ditujukan kepada para malaikat dan orang kudus, maka hal itu terjadi karena mereka sudah dipersatukan secara erat dengan Allah dan doa-doa kita akan menjadi lebih efektif melalui doa-doa dan jasa kepengantaraan mereka. Jadi para kudus sendiri tidak mengabulkan doa kita, tapi mereka dapat mendoakan kita pada Allah, atau menyampaikan doa-doa kita kepada Allah.



III. MACAM-MACAM GEJALA PRAKTEK DEVOSI MARIAL:

Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka diperkirakan bertumbuhlah kepercayaan akan perlindungan Maria dan bentuk-bentuk devosi kepadanya, seperti:

A. Doa kepada Maria:

Seperti Doa Salam Maria, Sabtu sebagai Hari Maria dan Mei sebagai Bulan Maria.

Doa Salam Maria:
Doa salam Maria berasal dari Salam Malaikat Gabriel (Lk 1:28) dan pujian Elisabet (Lk 1:42). ada abad ke-VI untuk pertama kalinya di Gereja Timur (Yunani) "Salam Malaikat Gabriel dan pujian Elisabeth" digabungkan: "Salam Maria penuh rahmat. Tuhan sertamu. Terpujilah Engkau di antara semua wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus". Rumusan doa ini dijadikan sebagai doa antiphon dan didaraskan secara berulang-ulang. Baru setelah beberapa tahun kemudian, antiphon yang berasal dari salam malaikat dan Elisabeth ini disatukan dengan doa permohonan Gereja (umat beriman): "Santa Maria Bunda Allah, doakan kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Amin."

Sabtu sebagai Hari Maria:
Pada abad yang sama (IV) Hari Sabtu juga dipersembahkan kepada Maria untuk mperingati kedukaan Maria yang sangat dalam atas kematian PuteraNya Yesus Kristus.

Mei sebagai Bulan Maria:
Mei masih merupakan bagian musim semi untuk Eropa. Karena itu umat Eropa dulu mempersembahkan bulan Mei kepada Maria agar bunga-bunga yang bersemua pada bulan ini mendorong kita untuk merenungkan kelimpahan harta rohani Bunda Maria. Seperti bunga-bunga musim semi menghiasi bumi, demikian juga umat beriman diharapkan secara alamiah bagai bunga-bunga bersemi menghormati maha pencipta bersama Maria.



B. Empat Antipon Utama Maria:

1. Alma Redemtoris Mater:
dinyanyikan pada masa Adventus.
dalam lagu ini Maria dipuji sebagai "gerbang surga dan bintang laut" karena menerima salam malaikat Gabriel dan akan melahirkan penebus manusia.
2. Ave Regina Caelorum
dinyanyikan sejak masa natal sampai pekan suci.
Isinya: semacan ajakan atau rayuan umat beriman agar Maria sudi bergembira bersama Gereja atas karunia penebusan melalui Yesus Kristus.
3. Regina Caeli
dinyanyikan pada masa p***a.
Isinya: ajakan umat beriman agar Maria bergembira bersama Gereja atas kebangkitan Puteranya Yesus Kristus dari kematian
4. Salve Regina:
dinyanyikan pada masa biasa setelah masa p***a sampai sebelum adventus.
Isinya: maria dipuji sebagai bunda pemurah, dan harapan umat beriman. Maria diyakini sebagai pembela umat beriman pada pengadilan terakhir di hadapan Kristus sebagai HAKIM pada akhir jaman.
C. Litani St. Maria:

Dalam doa litani, Maria diberi gelar dan nama yang bermacam-macam, dan kemudian dia dipuji berdasarkan gelar-gelar itu.

D. Doa Rosario



IV. DOA ROSARIO DAN SEJARAHNYA:

Definisi:
Doa Rosario: doa kepada atau melalaui Maria dengan mendaraskan 150 kali Salam Maria sambil merenungkan peristiwa-peristiwa inti hidup Yesus dan Maria sambil menghitung biji rosario (to keep truck).

Rosario dalam sejumlah agama:
Kebiasaan berdoa dengan menggunakan hitungan biji-bijian sudah sangat tua usianya.

Orang peru kuno sudah memakai hitungan manil-manik dalam doa mereka.
Di Ninive (abad IX BC) ditemukan angka pahatan yang memperlihatkan sebuah untaian manik-manik.
Orang Islam, Hindu, Bunda di Cina, India dan Jepang sudah lama mengenal kebiasaan berdoa sambil memakai hitungan biji-bijian.
Umat Islam khususnya mengenal doa yang disebut "doa tasbih", yaitu doa yang terdiri atas sebuah untaian 99 butir untuk menyebut nama Allah yang Mahaesa.
Tasbih yang sama sudah ada pada umat Kristen Timur (Yunani) sejak lama yang mengulang-ulang doa pendek tertentu dengan menyebut nama Allah dan Yesus Kristus.
Rangkaian doa tasbih ditemukan dalam kubur Santa Getrudis dari Nivella pada abad yang ke IV.
Para pertapa di padang gurung dulu juga biasa memakai hitungan biji tasbih dalam doa mereka. Para pertapa itu mempunyai sebuah bakul yang berisikan kelereng yang berfungsi untuk menghubungkan doa-doa mereka yang mereka ucapkan setiap hari.
Itu berarti, pemakaian hitungan biji tasbih dalam doa-doa sudah sangat tua usia nya dan merupakan suatu gejala umum pada setiap agama, dan umumnya bertujuan untuk MENGHITUNG DOA-DOA TERTENTU SEHINGGA MUDAH DIDARASKAN BERSAMA DAN UNTUK MENCIPTAKAN KONSENTRASI WAKTU BERDOA.

Doa Rosario pada Abad Pertengahan:
"Rosario" berasal dari kata bahasa Latin "rosa", artinya "bunga mawar". Sedangkan "rosario" artinya "rangkaian atau untaian karangan bunga mawar". Di Eropa dulu (dan sampai sekarang), bunga mempunyai arti yang sangat penting. Bunga bisa diberikan kepada seseorang sebagai tanda cinta, sayang atau hormat.Pada abad pertengahan khususnya, seorang hamba mempunyai kebiasaan merangkaikan karangan bunga mawar untuk kemudian dipersembahkan kepada tuannya. Diperkirakan bahwa umat Kristen pada zaman ini secara imitatif mengambil alih kebiasaan ini. Dalam devosi kepada Maria, umat Kristen menyadari diri sebagai hamba-hamba Maria. Lalu sebagai pelayaan Maria, mereka merangkaikan bunga mawar (wreaths and crowns of roses) untuk dipersembahkan kpd Maria. Demikianlah devosi marial pada abad pertengahan berpusat pada simbol bunga mawar. Caranya: Umat Kristen merangkaikan bunga mawar itu semacam mahkota, lalu meletakannya di rumah ibadat di depan gambar atau patung St. Maria. Dalam proses merangkaikan bunga mawar itu, mereka mengucapkan litani pujian kepada Maria. Dengan itu tidak terlalu sulit untuk memahami bahwa biji tasbih atau mani-manik yang sekarang lebih dikenal dengan nama BIJI ROSARIO merupakan perkembangan untaian mahkota bunga mawar itu.

Hubungan Doa Rosario dan 150 Mazmur Daud:
Pada mulanya doa Gereja perdana berpusat sekitar 150 mazmur Daud. Pada jaman Renainsance pada umumnya umat beriman, yang dapat membaca, memiliki buku doa mazmur. Pada rahib biasanya membagi 150 mazmur itu atas tiga bagian berdasarkan atas tiga pembagian waktu doa yaitu pagi, siang dan malam., sehingga menjadi 3 kali 50 mazmur. Sedangkan umat beriman, yang tidak dapat membaca, dapat mendaraskan 150 kali Doa Bapa Kami dan Salam Maria sebagai ganti 150 mazmur Daud ( 3 kali 50) dalam waktu sehari. Dan untuk menjamin konsetrasi dalam berdoa, mereka memakai bantuan hitungan tasbih. Dengan demikan, pada mulanya doa rosario menjadi doa pengganti doa mazmur bagi saudara-saudara yang tidak dapat membaca. Sebab itu, waktu kerap kali doa Rosario disebut "Kitab mazmur Maria" (the Psalter of Our Lady). Doa Rosario dalam paralelitasnya dengan doa Mazmur dapat dirincikan sebagai berikut:

"Bapa Kami" sebagai pengganti Antiphon mazmur,
Sepuluh kali doa "Salam Maria" berperan sebagai pengganti pendarasan Mazmur,
dan "kemuliaan kepada Bapa..." berperan sebagai doa tanggapa
Bulan Oktober sabagai Bulan Rosario:
Semangat dan minat umat Kristen Katolik terhadap doa rosario mendorong sejumlah Paus untuk menetapakan bulan Oktober sebagai bulan Rosario. Paus Leo XIII secara resmi yang secara resmi menetapkan bulan Oktober sebagai bulan rosario, menulis: "Kepada Bunda Surgawi ini kita telah persembahkan kembang-kembang mawar pada bulan Mei, maka kepadanya kita juga hendak mempersembahkan paneh buah-buahan yang berlimpah bulan Oktober dengan hati yang penuh ikhlas." Pada tahun 1883, dalam Eksikliknya "Supremasi Apostolatus" Paus Leo XIII menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario bagai semua Gereja Kristen Katolik. Pada tahun 1885 malah Paus ini mengatakan bahwa umat dapat memperoleh indulgensi dengan berdoa Rosario pada bulan Oktober. Dalam sebuah suratnya, Paus Leo XIII lagi-lagi mengijinkan para petani, yang pada umumnya sangat sibuk mengumpulkan panenan pada bulan Oktober, untuk menunda berdoa Rosario pada bulan November atau Desember.

doa rosario dan Tarekat Dominikan: Ada yang berpendapat bahwa Doa Rosario ditemukan (diciptakan) oleh Tarekat Dominikan di bawah pimpinan Alanus De Rupe. Pendapat ini tidak benar seluruhnya. Tapi yang jelas bahwa dalam sejarah Gereja, Tarekat Dominikan dikenal berjasa dalam menyebarluaskan dan mempopulerkan Doa rosario di sebagian besar wilayah Eropa pada Abad Pertengahan. Pada tahun 1470 Alanus de Rupe (Dominikan) mendirikan sebuah Tarekat Religius bernama "Serikat Mazmur Yesus dan Maria" (Conferternity of the Psalter of Jesus and Mary". Di dalam dan melalui tarekat ini Alanus de Rupe menunjukan semangat dan kecintaannya yang sangat besar kepada Bunda Maria.Pada abad yang sama di Eropa, terutama di Perancis dan Italia, munculah sebuah kelompok heretis yang disebut Kaum Albigensis. Malalui kothbah yang berapi-api dan semangat doa yang tinggi, termasuk secara khusus doa-doa kepada Bunda Maria, Alanus de Rupe dan kaum biarawan Dominikan lainnya berhasil mentobatkan kaum Albigensis dan membawa mereka kembali kepada ajaran Gereja yang benar.


Rm. Alex Jebadu, SVD

[Definisi Devosi kepada Bunda Maria] [Pengertian Arti Devosi] [Doa Silih] [Litani Hati Yesus] [Jalan Salib] [Novena Tiga Salam Maria] [Litani St. Perawan Maria] [Doa Rosario]



Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id

05/04/2018

Paus akhiri katekese tentang Misa dalam Audiensi Umum dalam suasana Paskah

Paus Fransiskus mengakhiri katekese tentang Misa dalam Audiensi Umum Rabu Paskah, 4 April 2018, yang bertema “Sukacita,” dan mengingatkan para peziarah bahwa bunga-bunga Paskah berbicara kepada kita tentang sukacita dan kegembiraan, sukacita yang kita rasakan dalam semakin terkenalnya Kristus Yang Bangkit, semakin besarnya pembenaran kita, semakin kudusnya Gereja.
Perayaan Paskah, tulis Christopher Wells dari Vatican News , berlangsung sepanjang masa Paskah, tetapi terutama dalam pekan ini, saat setiap hari dirayakan seperti Minggu Paskah. Paus meminta orang-orang memenuhi Lapangan Santo Petrus, Vatikan, itu untuk dengan penuh sukacita saling bersalaman sambil mengucapkan “Selamat Paskah,” dan juga mengajak mereka mengucapkan “Selamat Paskah” untuk “Paus Benediktus tercinta,” yang menurut Paus, sedang mengikuti perayaan-perayaan Paskah lewat televisi.
Katekese tentang Misa pada hari Rabu itu, lanjut Paus, berfokus pada ritus penutup, berkat dan pengutusan yang berlangsung sesudah doa penutup. “Dengan berkat, yang selalu mengikuti formula Trinitarian, Misa diakhiri sama seperti ketika dimulai dengan, “dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.”
Tetapi, kata Paus Fransiskus, penutupan liturgi itu bukanlah akhir dari kehidupan Kristiani kita, “Sebaliknya, itulah awal ‘komitmen kita terhadap kesaksian Kristiani.” Umat Kristiani, kata Paus, “jangan mengikuti Misa untuk memenuhi tugas mingguan dan kemudian melupakannya.” Orang Kristiani datang menghadiri Misa untuk berperanserta dalam Sengsara dan Kebangkitan Tuhan, dan kemudian hidup lebih baik lagi sebagai orang Kristiani. Misa hendaknya menuntun kita untuk berperan lebih besar dalam kehidupan Kristus, untuk bertindak seperti Yesus, dan itulah kekudusan umat Kristiani.”
Paus Fransiskus lalu menjelaskan bahwa kehadiran Kristus dalam Ekaristi tidak berakhir dengan Misa, tetapi berlanjut, “itulah sebabnya mengapa Hosti tersedia dalam tabernakel, baik untuk komuni bagi orang sakit dan untuk Adorasi. Ibadah Sakramen Mahakudus dalam Adorasi membantu kita untuk tinggal di dalam Kristus.”
Bapa Suci kemudian menggambarkan buah-buah Misa. Misa itu, kata Paus, laksana sebutir gandum “yang tumbuh dalam kehidupan kita sehari-hari, tumbuh dan matang dalam perbuatan-perbuatan baik, dalam sikap yang membuat kita lebih seperti Yesus.”
Kalau kita mengikuti Misa secara teratur, kata Paus, “kita bertumbuh bersama Kristus, dan semakin terpisah dari dosa. Sering ikut dalam liturgi itu memperbarui dan memperkuat ikatan kita satu dengan yang lain dalam komunitas Kristiani.” Dengan Misa, lanjut Paus, “kita melihat Kristus di dalam saudara dan saudari kita, di mana Dia menanti untuk ‘diakui, dilayani, dihormati, dan dikasihi’ oleh kita.”
“Dengan membawa harta kekayaan persatuan dengan Kristus,” kata Paus, “kita terus-menerus perlu kembali ke altar suci, sampai akhirnya, di firdaus, kita dapat merasakan sepenuhnya kebahagiaan dari pesta pernikahan Anak Domba.” ( paul c pati)

Address

Jalan Sirikki No. 6
Parapat

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fb-ers Katolik Nongkrong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share