02/02/2024
"NUR KEHIDUPAN"
(LILIN LILIN BERCAHAYA)
QS. An-Nahl (16) : 120;
Katakanlah:
"Ruh Kudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan hati orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri".
Artinya Nur Kehidupan yang memancar dari seorang Wali Mursyid adalah datangnya dari mata rantai emas menyambung sampai Rosululloh, Malaikat Jibril dan Alloh SWT.
Disinilah pentingnya untuk mengambil Nur Kehidupan dari seorang Wali Mursyid sekaligus membersihkan wadahnya yang telah kotor, berbau, kumal, banyak noda, berkarat berpenyakit dan lain-lainnya. Sehingga akan mempermudah menerima pantulan Nur kehidupan dari seorang Wali Mursyid.
Kita dapat mengambil i'tibar bahwa Nur Kehidupan yang dipancarkan Alloh dialam jasad ini, sebab: Matahari memancarkan kebulan dan bintang-bintang, lalu sinar itu masuk kecelah-celah jendela Rumah-rumah dan kemudian memantul lagi dari kaca yang satu ke kaca yang lain sehingga Alam menjadi terang.
Begitu p**a sebaliknya sistem kerja Nur seperti menunjukan dengan jelas bahwa tidak mungkin manusia mendapatkan "NUR HIDAYAH" dari Alloh langsung, kecuali dengan mengikuti cara kerja (sunah) yang sudah dicontohkan tersebut. Barangsiapa berkehendak mendapatkan "NUR KEHIDUPAN" itu untuk dirinya sendiri terlebih lagi untuk hati dan ruh-nya, maka carilah dari sumber-sumber dimuka bumi ini, yaitu seorang wali Mursyid yang membawa Bibit Tauhid dan Ma'rifat yang silsilahnya dapat dipertanggung jawabkan dunia akherat, sebab merekalah yang mempunyai stempel kekholifahan diatas muka bumi ini.
Ia sudah mendapatkan hak atau stempel resmi dari Rosululloh untuk menyampaikan Nur Alloh melalui aktifitas dan pengabdian hidup mereka, baik melalui dakwah, ibadah dan dzikir yang mereka kerjakan terlebih dari pancaran doa-doa dan munajat yang mereka panjatkan.
Demikian itulah sunnatulloh yang sejak diciptakan tidak akan ada perubahan lagi untuk selamanya sampai kiamat.
Didalam QS. FUSH-SHILAT (41) : 11 ;
"Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan s**a hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan s**a hati".
Dari ayat diatas telah mengungkapkan suatu rahasia terbesar yang tersimpan dialam barzakh (alam hati yang belum terbongkar) yang berada dialam kehidupan semesta ini, urusan Ilahiyah yang sudah ditetapkan sejak zaman kelanggengan yaitu sejak langit dan bumi menjawab panggilan Alloh SWT : "Kami datang dengan s**a hati, maka sejak itu dan bahkan selamanya sesuai dengan kehendakNya, seluruh makhluk dimuka bumi ini beserta segala isinya terkendali dengan satu sistem komando".
Ketika Alloh memberikan Komando yang berupa Stempel Bibit Tauhid dan Ma'rifat dari sistem tersebut, maka seluruh perangkat yang ada itu, baik dibumi maupun dilangit niscaya dengan serta merta menjalankan masing-masing fungsinya.
Sistem Komando itu adalah Hati seorang Kholifatulloh yang mendapatkan stempel dan izin-Nya dari seorang Kholifah yang diberi wewenang untuk memegang stempel Nur Kehidupan, yaitu LAA ILAAHA ILLALLOH berpotensi menjinakan bumi dan langit serta isinya.
Alloh SWT berfirman:
"Dan Dia menjinakan untukmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi semuanya, (sebagai rahmat) dari pada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi kaum yang berfikir".
(QS. Al - Jaatsiah : 13).
Dengan dua potensi besar itu, maka berarti seluruh makhluk yang ada dijagad raya ini berpotensi ditundukkan oleh manusia yang membawa stempel serta komando ada ditangannya. Dialah seorang Wali Mursyid Kamil Mukamil.
(Sumber : Mursyid ke 37 TQN, Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) ra qs)