TQN Suryalaya Sirnarasa 38 TV

TQN Suryalaya Sirnarasa 38 TV Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from TQN Suryalaya Sirnarasa 38 TV, Religious organisation, Panjalu.

Grup ini Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Sirnarasa 38 TV Amalkan Amankan Melastarikan Ajaranya & Informasi Keadaan Sekarang TQN PP Suryalaya Sirnarasa .

29/11/2025
Kenapa Kerajaan Turki Ustmaniyah begitu Kuat(CAHAYA SUFI)Pondasi Kerajaan Turki Ustmaniyah didirikan oleh Ertoghul bin S...
12/02/2024

Kenapa Kerajaan Turki Ustmaniyah begitu Kuat
(CAHAYA SUFI)

Pondasi Kerajaan Turki Ustmaniyah didirikan oleh Ertoghul bin Sulaiman Akp Syah yang kemudian dibangun oleh anaknya Sultan Usman I. Kerajaan Turki Ustmaniyah mampu bertahan selama 700 tahun. Kekuatan ini bukan dilihat dari hebat nya militer Jenissaris, Sipahi, Kapikulu dan Kekuatan meriam dan angkatan laut Ustmaniyah. Melainkan kontribusi ulama Sufi yang berperan menguatkan ruh Kekhalifahan Sultan Ustmani. Yang uniknya Bahkan semua Sultan Ustmaniyah seorang pengamal tarekat dan masing-masing mempunyai seorang syekh murrabi yang membimbing kinerja pemerintahan Sultan.
Tidak seperti Kerajaan2 di masa Ustmaniyah. Seperti Kerajaan Safawiyah di Persia hanya bertahan tak sampai 200 tahun, Kerajaan Mughal di India cuma bertahan 230 tahun akhirnya tumbang oleh Inggris. Kekaisaran Ming di Tiongkok cuma bertahan paling lama 300 tahu. Kerajaan Saadi di Maroko juga bertahan 200 tahun.

Rahasia Ketangguhan Kerajaan Turki Ustmaniyah

Sultan-Sultan Uthmaniah & Tarekat Sufi.

• Sultan Ertoghul berguru dengan Syekhul al-Akbar Muhiyiddin Ibnu Arabi,

• Sultan Osman Ghazi & Sultan Orhan Ghazi berguru dengan Syeikh Adibali daripada Tarekat Rifa’i.

• Sultan Murad khan I berguru dengan Sayyid Mehmed Hammari.

• Sultan Yildirim Beyazid Han berguru dengan Syeikh Emir Sultan daripada Tarekat Nurbahsiyye.

• Sultan Celebi Mehmed I berguru dengan Syeikh Mullah Syamsuddin Hamzah Fanari dari Tarekat Zeyniyye

• Sultan Murat II berguru dengan Syeikh Emir Adil Celebi dari Tarekat Mawlawiyah (Jalaluddin Rumi)

• Sultan Mehmet al-Fateh berguru dengan Syeikh Aq Shamsuddin Samtekin dari Tarekat Bayramiyyah.

• Sultan Beyazid II berguru dengan Syeikh Celebi Halife dari Tarekat Khalwatiyyah (Mesir)

• Yavuz Sultan Selim I berguru dengan Syeikh Halili Celebi dari Tarekat Zeyniyye.

• Sultan Sulaiman a-Qanuni berguru dengan Syeikh Yahya Efendi dari Tarekat Ûveysiyye.

• Sultan Selim II berguru dengan Syeikh Suleyman Amidi dari Tarekat Khalwatiyyah.

• Sultan Murad III berguru dengan Syeikh Husamettin Usaaki dati Tarekat Khalwatiyyah dan Haji Ahmad Sadik Kabili dari Tarekat Naqsyabandiyyah.

• Sultan Mehmet III berguru dengan Syeikh Abdul Majid Sivasi dari Tarekat Khalwatiyyah dan Syeikh Aziz Mahmud Hüdai dari Tarekat Celvetiye (Hüdai).

• Sultan Ahmed I berguru dengan Syeikh Aziz Mahmud Hüdai dari Tarekat Celvetiye (Hüdai).

• Sultan Mustafa I, Sultan Sultan Osman II, Sultan Murad IV dan Sultan Ibrahim masing-masing tidak penulis kenalpasti berguru dengan siapa.

• Sultan Mehmet IV berguru dengan Syeikh Ahmed Cahidi dari Tarekat Khalwatiyyah.

• Sultan Suleyman II berguru dengan Syeikh Osman Fadli dari Tarekat Khalwatiyyah.

• Sultan Ahmed II, Sultan Mustafa II dan Sultan Ahmet III masing-masing berguru dengan Receb Enis Dede dari Tarekat Mawlawiyyah.

• Sultan Mahmud I dan Sultan Osman III maing-masing berguru dengan Sayyid Muhammed Muradi dari Tarekat Naqsyabandiyyah.

• Sultan Mustafa III berguru dengan Syeikh Beyzade Mustafa Efendi dari Tarekat Naqsyabandiyyah.

• Sultan Abdul Hamid I berguru dengan Syeikh Mehmed Ziyad Efendi dari Tarekat Sadiye.

• Sultan Selim III berguru dengan Syeikh Mehmed Emin Celebi dari Tarekat Mawlawiyah.

• Sultan Mustafa IV berguru dengan Mullah Murad Effendi dari Tarekat Naqsyabandiyyah.

• Sultan Mahmud II dan Sultan Abdul Majid masing-masing berguru dengan Syeikh Mehmed Nuri Efendi dari Tarekat Naqsyabandiyyah.

• Sultan Abdul Aziz berguru dengan Syeikh Sadrettim Celebi dari Tarekat Mawlawiyah.

• Sultan Murad V tidak dikenalpasti gurunya siapa.

• Sultan Abdul Hamid II berguru dengan Syeikh Ahmet Ziyaeddin Gümüshanevi dari Tarekat Naqsyabandiyyah, Syeikh Zafir Efendi dari Tarekat Syaziliyah, Syeikh Abdullah Efendi dari Tarekat Qadiriyah dan Syeikh Ebulhuda Rufai dari Tarekat Qadiriyyah. Sultan Abdul Hamid II sendiri bertaraf Syeikh dalam Tarekat Syaziliyah.

• Sultan Rashid berguru dengan Syeikh Selahattin Dede dari Tarekat Mawlawiyah.

• Sultan Vahideden berguru dengan Syeikh Ziyaeddin Dagistani dari Tarekat Naqsyabandiyyah.

Kerajaan Turki Ustmaniyah pusat berkumpul berbagai macam Tarekat Sufi, seperti Tarekat;
1. Bayramiyyah
2. Qadiriyah
3. Khulusiyah
4. Mawlawiyah (Jalaluddin Rumi)
5. Bektasiyah
7. Khalwatiyyah
8. Nabulsiyah
9. Naqsyabandiyah
10. Jalwatiyah
11. Sunbuliyah
13. Sa'adiyah
14. Uvesiyah
15. Zayniyah
16. Jerrarihyah
17. Chistiyah (celvetiyeh)
18. Nurbasiyeh
19. Syuhrawardiyah
20. Kubrawiyah.

11/02/2024

MARHABAN YA SYAHRO SYA' BAN

Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
innalloha wa malaaa-ikatahuu yusholluuna 'alan-nabiyy, yaaa ayyuhallaziina aamanuu sholluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa

"Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)

02/02/2024

"NUR KEHIDUPAN"
(LILIN LILIN BERCAHAYA)
QS. An-Nahl (16) : 120;
Katakanlah:
"Ruh Kudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan hati orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri".
Artinya Nur Kehidupan yang memancar dari seorang Wali Mursyid adalah datangnya dari mata rantai emas menyambung sampai Rosululloh, Malaikat Jibril dan Alloh SWT.
Disinilah pentingnya untuk mengambil Nur Kehidupan dari seorang Wali Mursyid sekaligus membersihkan wadahnya yang telah kotor, berbau, kumal, banyak noda, berkarat berpenyakit dan lain-lainnya. Sehingga akan mempermudah menerima pantulan Nur kehidupan dari seorang Wali Mursyid.
Kita dapat mengambil i'tibar bahwa Nur Kehidupan yang dipancarkan Alloh dialam jasad ini, sebab: Matahari memancarkan kebulan dan bintang-bintang, lalu sinar itu masuk kecelah-celah jendela Rumah-rumah dan kemudian memantul lagi dari kaca yang satu ke kaca yang lain sehingga Alam menjadi terang.
Begitu p**a sebaliknya sistem kerja Nur seperti menunjukan dengan jelas bahwa tidak mungkin manusia mendapatkan "NUR HIDAYAH" dari Alloh langsung, kecuali dengan mengikuti cara kerja (sunah) yang sudah dicontohkan tersebut. Barangsiapa berkehendak mendapatkan "NUR KEHIDUPAN" itu untuk dirinya sendiri terlebih lagi untuk hati dan ruh-nya, maka carilah dari sumber-sumber dimuka bumi ini, yaitu seorang wali Mursyid yang membawa Bibit Tauhid dan Ma'rifat yang silsilahnya dapat dipertanggung jawabkan dunia akherat, sebab merekalah yang mempunyai stempel kekholifahan diatas muka bumi ini.
Ia sudah mendapatkan hak atau stempel resmi dari Rosululloh untuk menyampaikan Nur Alloh melalui aktifitas dan pengabdian hidup mereka, baik melalui dakwah, ibadah dan dzikir yang mereka kerjakan terlebih dari pancaran doa-doa dan munajat yang mereka panjatkan.
Demikian itulah sunnatulloh yang sejak diciptakan tidak akan ada perubahan lagi untuk selamanya sampai kiamat.
Didalam QS. FUSH-SHILAT (41) : 11 ;
"Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan s**a hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan s**a hati".
Dari ayat diatas telah mengungkapkan suatu rahasia terbesar yang tersimpan dialam barzakh (alam hati yang belum terbongkar) yang berada dialam kehidupan semesta ini, urusan Ilahiyah yang sudah ditetapkan sejak zaman kelanggengan yaitu sejak langit dan bumi menjawab panggilan Alloh SWT : "Kami datang dengan s**a hati, maka sejak itu dan bahkan selamanya sesuai dengan kehendakNya, seluruh makhluk dimuka bumi ini beserta segala isinya terkendali dengan satu sistem komando".
Ketika Alloh memberikan Komando yang berupa Stempel Bibit Tauhid dan Ma'rifat dari sistem tersebut, maka seluruh perangkat yang ada itu, baik dibumi maupun dilangit niscaya dengan serta merta menjalankan masing-masing fungsinya.
Sistem Komando itu adalah Hati seorang Kholifatulloh yang mendapatkan stempel dan izin-Nya dari seorang Kholifah yang diberi wewenang untuk memegang stempel Nur Kehidupan, yaitu LAA ILAAHA ILLALLOH berpotensi menjinakan bumi dan langit serta isinya.
Alloh SWT berfirman:
"Dan Dia menjinakan untukmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi semuanya, (sebagai rahmat) dari pada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi kaum yang berfikir".
(QS. Al - Jaatsiah : 13).
Dengan dua potensi besar itu, maka berarti seluruh makhluk yang ada dijagad raya ini berpotensi ditundukkan oleh manusia yang membawa stempel serta komando ada ditangannya. Dialah seorang Wali Mursyid Kamil Mukamil.
(Sumber : Mursyid ke 37 TQN, Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) ra qs)

IKUT PILIHAN GURU AGUNG (WALI MURSYID)Dawuh Abah Aos Qs. Dulu di IAILM ada seorang Profesor menyampaikan kepada para mah...
01/02/2024

IKUT PILIHAN GURU AGUNG (WALI MURSYID)

Dawuh Abah Aos Qs.
Dulu di IAILM ada seorang Profesor menyampaikan kepada para mahasiswa :
" Syaikh Mursyid tidak mengurus urusan dunia, Syaikh Mursyid hanya mengurus urusan akhirat (urusan ruh) para murid. "
Esok harinya setelah sowan ke Abah Anom, Abah Aos (Ajengan Gaos) menyampaikan kuliah meralat apa yang disampaikan profesor.
Dalam kuliah nya kata Abah Aos :
" Syaikh Mursyid (Abah Anom) bukan hanya mengurus ruh / urusan aherat saja, tapi Syaikh Mursyid juga mengurus dunia"
لا ينبغى لفقير أن يتصدّى و يتصدّر لإرشاد الناس إلا أن أعطاه الله علم العلماء و سياسة الملوك و حكمة الحكمآء
Tidak layak seorang shufi bertindak sebagai mursyid yang memberikan bimbingan kepada manusia kecuali ia telah diberi anugerah oleh Alloh SWT :
- ilmu ulama’ (ilmal ulama'),
- strategi para raja (siyasatal muluk)
- hikmah yang dimiliki orang-orang yang bijaksana (hikmatul hukama).
---------
Jangan berfikir Waliyulloh (Syaikh Mursyid) hanya ngurus aherat.
Politik dunia pun Abah Anom (Syaikh Mursyid) sangat faham.
Bagaimana tidak faham...!
Karena... Alloh yang memberitahunya tentang seluruh kejadian yang akan terjadi di dunia.
-----------
Esok harinya profesor itu datang ke Abah Anom, dan berkata :
" Abah.... Kayanya Ajengan gaos, sudah mempersiapkan materi kuliah nya untuk menyerang saya... "
Kata Abah Anom :
" bukan Kayanya.... Tapi memang Abah yang mempersiapkan nya "...
-----------
Jika berkurang satu saja dari para wali.
Langit tidak akan hujan lagi.
Tidak akan tumbuh apapun lagi di bumi ini.
(alkawakibuzzahiroh 152)
Dunia akan gersang kering kerontang jika tidak ada para wali yang continue ibadah kepada Alloh.
Semua manusia termasuk PRESIDEN & CALON PRESIDEN tidak bisa minum dan makan jika tidak ada waliyulloh. Apalagi para jurkamnya.
Alloh masih memberi rizki ke dunia... Karena masih ada para kekasih Nya di muka bumi.
Kita hanya numpang makan kepada para kekasih Alloh.
Kita bukan ikut Capres Cawapres, kita ikut Syaikh Mursyid kekasih Alloh.

Kenali KholifahNYA, Maka kita Akan mengenal DZATNYA"Lafadz Alloh merupakan Asma Dari DZAT YANG MAHA TIDAK TERBATAS,Manus...
23/01/2024

Kenali KholifahNYA, Maka kita Akan mengenal DZATNYA

"Lafadz Alloh merupakan Asma Dari DZAT YANG MAHA TIDAK TERBATAS,
Manusia selain Nabi dan Wali, tidak akan mampu menjangkaunya,
Namun Alloh pingin dikenal,
Sebagaimana dalam Hadits Qudsiy Dikatakan:
"Alloh menciptakan Manusia untuk MengenalNYA".

Tugas yang mulia tapi berat bagi manusia,
Alloh Maha Tahu manusia tidak akan mampu mengenal DZATNYA dialam Mulki ini, maka Alloh menurunkan KholifahNya para Rosul dan Nabi, untuk membimbing Manusia kembali Mengenal KeagunganNya.

Maka Kholifah jaman sekarang bukan lagi Nabi dan Rosul, melainkan Arsala Rosuli / utusanya utusan,
Yang Nabi Muhammad memberi gelar "Al Khulafau Rosyidiin Al Mahdiyiin"
Wakil Nabi yang mendapat petunjuk dan bisa memberi petunjuk.

Maka Alloh memberi gelar Kehormatan dalam Al Qur'an Sebagai "Waliyan Mursyidan" (Baca QS. Al Kahf : 17).
Wali Mursyid Hakikatnya Adalah NUR MUHAMMAD,
Mencintai Wali Mursyid berarti mencintai NUR MUHAMMAD, mencintai NUR MUHAMMAD berarti Mencintai Nabi Muhammad, dan Mencintai Alloh.

Membenci Wali Mursyid berarti membenci Nabi Muhammad dan Membenci Alloh.

Mengikuti Wali Mursyid maka tanda Bahwa Alloh telah memilihnya untuk dibimbing mengenal Hakikat Nabi Muhammad dan puncaknya Mengenal DZATULLOH.

Murid semakin Mengenal Syeikh Mursyid, maka tanda dia semakin mengenal Alloh,
Menyelamlah kedalam samudra Ruhaniyah Syeikh Mursyid, karena didalamnya tersimpan Mutiara yang tiada Bandingnya,

Disalin Oleh Kang Roni Rahman, S.Pd.
Ikhwan TQN Ma'had Suryalaya Sirnarasa Subang

NGAJI TentangLarangan Menghina/Mengganggu/MencederaiSesama Ikhwan ThoriqohJangan menghina, mengganggu, atau melukai hati...
16/01/2024

NGAJI Tentang
Larangan Menghina/Mengganggu/Mencederai
Sesama Ikhwan Thoriqoh
Jangan menghina, mengganggu, atau melukai hati murid/pecinta para Wali Alloh [auliaa Alloh]. Sebab beberapa di antara mereka telah dipilih sebagai kekasihnya kekasih Alloh.
Mencederai murid/pecinta para Wali Alloh berarti mencederai para Wali Alloh. Dan para Wali punya cara sendiri menjaga, membela mereka dari para penganggu, tak peduli siapapun.
Hati-hati. Sejarah menjadi saksi siapa saja yang mencederai para kekasihnya kekasih Alloh akan hidup dalam nestapa dan kerugian besar.
Kanjeng Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam melalui sabdanya telah memberikan 'kode keras' bagi siapa saja yang mengganggu Aulia Alloh. Berikut ini sabdanya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: ( إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيَّاً فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ. وَمَا تَقَرَّبَ إِلِيَّ عَبْدِيْ بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلِيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ. ولايَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِيْ بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِيْ لأُعطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لأُعِيْذَنَّهُ ) – رواه البخاري
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya.
Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku s**ai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya.
Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya.
Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya.” [Bukhari no. 6502]
So, mulai sekarang belajarlah memuliakan Yang Maha Mulia, Alloh, melalui cara memuliakan para kekasih Alloh, melalui cara memuliakan para kekasihnya para kekasih Alloh
Salam hangat,
Abah Jagat

TATA CARA PELAKSANAAN SHOLAT SUNNAH ROJAB MALAM PERTAMAJum'at (Malam Sabtu), 12 Jan 2024.10 Roka'at, 5 salam.Waktu pelak...
12/01/2024

TATA CARA PELAKSANAAN SHOLAT SUNNAH ROJAB MALAM PERTAMA

Jum'at (Malam Sabtu), 12 Jan 2024.
10 Roka'at, 5 salam.

Waktu pelaksanaannya, setelah Ba’diyyah Maghrib.

Niiat : Usholli Sunnatan Syahri Rojab Rok'ataini Mustaqbilal Ka'bah (ma'muman / imamam) Lillahita'ala

Surat yang dibaca setelah al-Fatihah : Al-Ikhlash 3x dan Al-Kafirun 3x.

DO'A SETELAH SALAM :
Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa hayyul laa yamuutu biyadihil khoiru wa huwa ‘alaa kulli syay’in qodiirun, Allohumma laa maa ni’a lima a’thoyta wa laa mu’thia lima mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

AWROD ( BACAAN-BACAAN) :
~ 1 s/d 10 Rojab (13-22 Jan 2024) :
Subhaanallohil hayyil qoyyum. (100x)

DITUTUP DO'A :
Allohumma thohhir lisaa nii, minal kidz bi, wa qolbii minan nifaaqi, wa ‘amalii minarriyaa i, wa bashorii minal khiyaa nah, fainnaka ta’lamu khoo inatal a’yuni wa maa tukh fish shuduur.

"Alloohu lathiifum bi ’ibaadihi yarzuku may yasyaa’u wa Huwal Qowiyyul 'Aziizu". (38x)

Bilbarokati wal karomati Guru Agung Hadrotisyeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul al Qodiri an Naqsyabandy RA QS,
Al-Fatihah.

Pemaduan Fiqih Dengan TashowwufIslam memberikan tempat bagi penghayatan ke-agamanaan secara lahiriah dan secara bathinia...
12/01/2024

Pemaduan Fiqih Dengan Tashowwuf

Islam memberikan tempat bagi penghayatan ke-agamanaan secara lahiriah dan secara bathiniah. Penghayatan lahiriah dilakukan dengan fiqih (syariat). Sedangkan penghayatan secara bathiniah dilakukan dengan tashowwuf. Antara Fiqih (Syariat) dan Tashowwuf tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Fiqih diibaratkan jasad dan Tashowwuf diibaratkan nyawa, jasad tanpa nyawa tidak akan hidup sedangkan nyawa tanpa jasad tidak akan terwujud.
Pengamalan tashowwuf harus dalam kerangka syariat (fiqih) dan pelaksanaan syariat (fiqih) harus dalam pengendalian tashowwuf, karena tidak memperhatikan batas-batas hukum yang telah ditentukan. Sedangkan mengamalkan fiqih tanpa tashowwuf akan kehilangan ruh.

Memadukan antara fiqih dengan tashowuf melahirkan keseimbangan dimensi lahir dan bathin. Rintisan untuk memadukan fiqih dengan tashowuf diawali oleh Imam Malik bin Anas (wafat 179 H). Beliau seorang ulama ahli fiqih, mujtahid dan imam madzhab yang berpengetahuan luas. Beliau termasuk seorang pengamal tashowwuf (sufi).
Beliau berpendapat :
“Barang siapa yang mengamalkan tashowwuf tanpa dilandasi pengamalan fiqih maka dia telah zindiq (menyimpang dari agama yang benar), dan barangsiapa yang mengamalkan fiqih tanpa dilengkapi dengan pengamalan tashowwuf dia telah fasiq (berdosa), dan barang siapa mengamalkan keduanya ia telah meraih hakikat kebenaran”.

Tashowwuf berada pada tataran nilai etika dan aspek bathin dari perbuatan seorang hamba, Tashowwuf berusaha meluruskan, memberisihkan, mensucikan dan membeningkan qolbu dari penyakit dan kotoran-kotoran bathin yang dapat merusak ibadah yang kaifiyatnya sudah diperbaiki oleh fiqih. Tashowwuf memiliki parameter nilai etika yaitu baik dan buruk, sempurna dan tidak sempurna, terpuji dan tercela. Kriteria baik tesebut terletak pada amaliyah qolbu dalam melakukan ibadah.
Sedangkan fiqh berbicara pada tataran aspek normaltif dari perbuatan mukallah yang bersifat lahiriyah. Fiqih berusaha memperbaiki amaliyah ibadah manusia dalam bentuk kaifiyat ritual.

Disalin Oleh Kang Roni Rahman, S.Pd.
Ikhwan TQN Ma'had Surayalaya Sirnarasa

Address

Panjalu

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00

Telephone

+6281284236233

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TQN Suryalaya Sirnarasa 38 TV posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to TQN Suryalaya Sirnarasa 38 TV:

Share