24/05/2014
Sahabat.
Suatu hari Rosul kedatangan bangsawan, orang terkemuka suku Quraisy yg menginginkan seandainya Rosul mengabulkan keinginan mereka bahwasanya, bagaimana kiranya satu hari diadakan pertemuan untuk bangsawan tadi dan kesempatan hari2 yg lain, esok atau lusanya bersama sahabat2 Rosul sendiri yg tiap hari mendengar dan menelaah ajarannya.
Awalnya Rosulpun menyanggupi dengan harapan orang2 baru suku Quraisy ini akan getol menimba ajaran2 islam. Namun sebelum diadakan dan direalisasikan pertemuan itu, turun ayat:
واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغدات والعشي يريدون وجهه -الأية-
Walaupun sebenarnya makna yang tersirat ini relevan disetiap zaman, tetapi agaknya akan lebih baik jika ditingkatkan lagi pada situasi saat ini:
واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغدات والعشي يريدون وجهه
"Tahanlah dirimu bersama orang orang yang pagi dan sorenya menyeru Tuhannya untuk meraih perhatianNya" (Surah al kahfi ayat 28)
Bertahan dalam komunitas orang orang yang sepanjang harinya mengharap Ridlo Allah, atau minimal dengan orang orang yang tidak meninggalkan Sholat Ashar dan Subuh sesibuk apapun seakan menjadi kunci perintah dalam ayat di atas.
Dan secara tersirat juga bahwa kita dihimbau agar menahan diri dari orang-orang tersebut, tentu saja bisa diartikan bertahan dari beratnya aktifitas, mencurigai atau mencela mereka sebagai pencitraan, politisasi dan hanya pamer. Kita memang tidak diperintahkan menilai hati, kecuali hati kita sendiri.
Keberhasilan seseorang mencapai ridlo Allah bisa diukur seberapa bertahannya ia bersama komunitas diatas.
Istikomah selalu beserta orang-orang sekitarmu, mengajar, memberikan petuah dlsb. walau dari kalangan miskin papa sekalipun. Jangan karena berkeinginan punya tambahan pengikut dan apalagi isi amplop yg tebal dari bangsawan dan saudagar kaya, maka orang disekitarmu tersisihkan, terpinggirkan, kurang diperhatikan.
Sekian.