01/02/2020
Suatu ketika Hasan Al-Bashri pernah ditanya, “Wahai Syeikh, ini sudah lama tidak turun hujan. Lalu apa yang harus kita lakukan agar Allah menurunkan hujan?” Kemudian Hasan Al-Bashri menjawab, “Beristighfatlah.” Datang lagi seseorang yang mengeluhkan keadaannya yang terus berada dalam kemiskinan. Syeikh Hasan Al Bashri juga memberikan anjuran yang sama, “Beristighfarlah kepada Allah.” Kemudian datang lagi orang yang menyampaikan permasalahan yang berbeda-beda. Mulai dari istri yang mandul, tanaman yang tidak tumbuh, sampai tanah yang kekeringan.
Dan Syeikh Hasan Al-Bashri masih memberikan anjuran yang sama, yaitu beristighfar kepada Allah Swt. Hingga kemudian, salah seorang dari mereka ada yang protes, mengapa pertanyaan mereka yang berbeda-beda semua dijawab dengan jawaban yang sama.
Jawaban Syeikh Hasan Al-Bashri tentu bukan tanpa alasan. Melainkan selaras dengan firman Allah dalam surat Nuh:..
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَّيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12) مَا لَكُمْ لَا تَرْجُوْنَ اللهَ وَقَارًا (13)..
“Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepadamu hujan yang lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (p**a didalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?" []