31/07/2024
Saat dzuhur tiba di sebuah masjid dalam perumahan, usai sholat saya melihat gerobak motor bubur kacang ijo. Kebetulan abangnya baru saja keluar dari masjid, saya ajak ngobrol sebentar. Pertanyaan awal adalah "bagaimana pak jualannya ? semoga laris manisa yak pak" kata saya.
"Yak pak, lagi sedang berjuang ini" kata abangnya. "yak pak, gpp berjuang dengan extra tapi saat waktu sholat jangan lupa mampir ke masjid/musholla" lanjut saya menimpali ucapan abangnya. "Yak pak, Alhamdulillah. kepada siapa lagi kita minta" kata abangnya.
"Alhamdulillah, bapak justru punya peluang besar bisa sholat berjamaah di masjid setiap waktu karena sering berkeliling" ujar saya. "Yak pak, itu yang saya syukuri" kata abangnya lagi.
Percakapan singkatpun diakhiri dengan saling mendoakan, semoga diberikan kelancaran dalam usahanya.
----
Hikmah dari percakapan ini, saya merasakan bahwa para abang keliling atau ojol ini sebenarnya sangat berpeluang untuk bisa menjaga sholat berjamaahnya di masjid. Karena waktunya fleksibel juga ada sarana yang dapat digunakan untuk menuju masjid. Namun semua itu tidak semudah yang kita bayangkan, karena semua yang menggerakan adanya di dalam hati bukan karena sarana dan kesenggangan waktu.
Coba saja kita lihat, ada orang yang rumahnya dekat masjid tapi jika hatinya tidak tergerak ia akan terasa berat untuk melangkah.
----
Foto : Ilustrasi