31/05/2026
Renungan Edisi Minggu, 31 Mei 2026
Renungan Injil Yohanes 3 : 16-18
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh 3:16)
Injil hari ini mengingatkan kita akan besarnya kasih Allah kepada manusia. Kasih itu bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan nyata dalam tindakan: Allah mengutus Yesus Kristus ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Kehadiran Yesus menjadi tanda bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya, tetapi selalu mencari, memeluk, dan menyelamatkan.
Sebagai umat Katolik, kita pun dipanggil untuk melanjutkan tugas perutusan Kristus di tengah dunia. Perutusan itu dimulai dari kehidupan sehari-hari: di keluarga, lingkungan masyarakat, tempat kerja, sekolah, maupun dalam kehidupan menggereja. Iman kepada Kristus tidak cukup hanya disimpan dalam hati atau diwujudkan lewat doa pribadi saja, tetapi harus tampak dalam sikap hidup yang mencerminkan kasih Allah.
Di tengah masyarakat, umat Katolik dipanggil menjadi pembawa damai, penabur kasih, dan pelayan bagi sesama tanpa membeda-bedakan. Ketika kita membantu orang yang membutuhkan, menghibur yang sedih, berlaku jujur, menjaga persaudaraan, dan ikut membangun kehidupan bersama yang rukun, di situlah kita sedang menjalankan perutusan Kristus.
Dalam kehidupan menggereja, perutusan itu diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam pelayanan. Gereja membutuhkan umat yang mau ambil bagian: menjadi penggerak lingkungan, lektor, pemazmur, pengurus wilayah, pendamping OMK, pelayan liturgi, maupun hadir mendukung kegiatan paroki dengan setia. Gereja bukan hanya tanggung jawab imam atau pengurus, tetapi tanggung jawab seluruh umat Allah.
Yohanes 3:17 mengatakan bahwa Yesus datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Maka sebagai murid Kristus, kita pun dipanggil untuk tidak mudah menghakimi sesama, melainkan menghadirkan kasih, pengampunan, dan harapan. Dunia saat ini membutuhkan teladan umat beriman yang mampu menjadi terang dan garam di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Semoga melalui sabda Tuhan hari ini, kita semakin menyadari bahwa setia