22/04/2018
HARI SABAT DALAM ROH NUBUAT
Oleh: Ellen G. White
*MENYALAKAN API*
*“Selama perjalanan di padang belantara menyalakan api pada hari yang ketujuh telah sangat dilarang. Larangan itu ternyata tidak dilanjutkan sampai ke tanah Kanaan, di sana udara dingin yang sangat berat senantiasa membuat api sangat dibutuhkan;* tetapi di padang belantara api tidak diperlukan bagi pemanasan.” (Patriarchs and Prophets, p. 409)
*PRAKTEK DOKTER*
“Seringkali para dokter dipanggil pada hari Sabat untuk melayani si sakit, sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk mengambil waktu bagi istirahat dan penyerahan diri kepada Tuhan. Juruselamat telah menunjukkan kepada kita oleh teladan-Nya, bahwa adalah sah-sah saja meringankan penderitaan orang pada hari ini. *Namun para dokter dan para jururawat agar jangan melakukan pekerjaan apapun yang tidak sangat mendesak. Pelayanan biasa dan operasi-operasi yang dapat ditunda, harus ditunda sampai ke hari berikutnya. Para penderita hendaknya memahami bahwa dokter-dokter itu harus memperoleh satu hari bagi istirahat.* Tuhan berfirman : ‘Sesungguhnya semua Sabat-Ku harus kamu peringati, karena ia itu merupakan tanda di antara Aku dengan kamu sepanjang generasi-generasimu.’ Keluaran 31:13.”
*“Janganlah seorangpun, karena sebab ia dokter, lalu merasa bebas untuk melalaikan firman Tuhan ini. Ia harus merencanakan tugasnya sedemikian rupa agar dapat memenuhi tuntutan-tuntutan Allah. Ia tidak boleh membuat perjalanan pada hari Sabat, terkecuali apabila terdapat penderitaan yang sangat mendesak untuk ditolong.”* (Medical Ministry, pp. 214, 215)
*“Mungkin saja perlu untuk menggunakan juga jam-jam dari Sabat yang suci bagi meringankan orang-orang yang menderita.* Namun hasil *(fee) yang diperoleh bagi pekerjaan yang sedemikian ini harus diserahkan kepada perbendaharaan Tuhan,* untuk digunakan *membantu orang-orang yang benar-benar miskin, yang membutuhkan keahlian medis tetapi tidak mampu membiayainya.”* (Medical Ministry, p. 216)
*“Perbuatan-perbuatan yang sangat mendesak dan perbuatan-perbuatan peri kemanusiaan adalah diijinkan pada hari Sabat, orang sakit dan orang-orang yang menderita pada segala masa harus dijaga. Tetapi pekerjaan yang tidak mendesak harus benar-benar dihindari.”* (Patriarchs and Prophets, p. 307)
*CUCI PIRING*
*“Kami akan mendesak kepada semua agar jangan mencuci piring mereka pada hari Sabat, kalau saja ini dapat dihindari.* Allah akan dipermalukan oleh setiap perbuatan yang tidak perlu dilakukan pada hari suci-Nya. Bukan saja tidak konsisten, melainkan justru *sepatutnya, agar piring-piring itu supaya dibiarkan sampai selesai Sabat baharu dicuci, sekiranya ini dapat diatur.”* (Selected Messages, book 3, p. 258)
*TRANSAKSI*
*“Bila umat Tuhan membicarakan transaksi dagang berlangsung pada hari Sabat untuk memperoleh keuntungan, maka ia berdosa,* sama seperti orang yang tidak seiman tadi, ia *tidak boleh mengizinkan dari uangnya untuk membayar orang bekerja pada hari Sabat.”* (Signs of the Times, May 20, 1886)
*CUKUR KUMIS & SEMIR SEPATU*
*“Banyak orang menjadi teledor sehingga mereka menyemir sepatu, mencukur kumis, sesudah masuk hari Sabat. Hal ini tidak patut adanya. Biarlah sepatu tetap kasar dan kumis tetap tidak dicukur, hingga hari Sabat berlalu.”* (Signs of the Times, May 25, 1882)
*MAIN BOLA & BERENANG*
*“Mencari kesenangan, main bola, berenang tidak perlu pada hari Sabat. Tetapi itu merupakan dosa yang melalaikan kesucian hari Sabat.”* (Selected Messages, book 3, p. 528)
*ANAK-ANAK BERMAIN*
“Rumah Allah dinajiskan dan hari Sabat dilanggar oleh anak-anak pemelihara Sabat. *Mereka berlari-lari di rumah Tuhan bermain dan berbicara menunjukkan satu tabiat yang jahat.”* (Selected Messages, book 3, p. 257)
*ANAK-ANAK SEKOLAH*
*“Jika orang tua mengizinkan anaknya mendapat pendidikan dengan dunia dan menjadikan Sabat suatu hari yang biasa saja, maka meterai Allah tidak dapat mereka peroleh.* Mereka akan dibinasakan dengan dunia, dan bukankah orang tua bertanggung jawab atas darah mereka?” (Nasihat Bagi Sidang, jilid 1, hal. 60)
*ANAK-ANAK MASUK GEREJA*
*“Para bapa dan ibu harus membuatkan sesuatu peraturan agar anak-anak mereka menghadiri perbaktian umum pada hari Sabat, dan mereka harus memaksakan peraturan ini melalui teladannya sendiri.* Adalah kewajiban kita untuk memerintahkan anak-anak kita serta seluruh rumah tangga kita untuk mengikuti kita, sebagaimana yang diperbuat Abraham dahulu. *Oleh teladan dan juga peraturan kita hendaknya menanamkan pada mereka pentingnya ajaran agama.”* (Child Guidance, p. 530)
*PENUTUPAN HARI SABAT*
*“Sementara matahari masuk, hendaklah suara doa dan nyanyian pujian mengumandang menandai berakhirnya jam-jam yang suci itu sambil mengundang kehadiran Allah menyertai kita pada sepanjang satu minggu kerja yang akan dimasuki.”*
“Demikianlah para orangtua dapat *membuat hari Sabat itu sebagaimana yang sepatutnya,* yaitu *hari yang paling menggembirakan* di dalam minggu. *Mereka dapat memimpin anak-anaknya menghargainya sebagai sesuatu hari yang paling menyenangkan dari hari-hari lainnya, yaitu hari suci milik Tuhan yang dimuliakan.”*
“Saya menasehatkan kamu, saudara-saudariku : ‘Ingatlah akan hari Sabat supaya menyucikannya.’ *Jika engkau ingin anak-anakmu mematuhi Sabat sesuai dengan perintahnya, maka engkau harus mengajarkan kepada mereka baik melalui ketentuan peraturannya maupun oleh teladanmu sendiri.* Pengukiran kebenaran yang mendalam di dalam hati tidak akan pernah terhapuskan sama sekali. Ia itu dapat saja menjadi gelap, tetapi tidak akan pernah dapat dihapuskan. *Kesan-kesan yang dibuat di dalam hidup sejak dini akan tampak dalam tahun-tahun kemudian.* Berbagai keadaan dapat saja timbul memisahkan anak-anak daripada para orangtua mereka dan rumah mereka, namun selama mereka masih hidup, *petunjuk yang pernah diberikan di masa kanak-kanak dan di masa mudanya akan menjadi suatu berkat.”* (Testimonies for the Church, vol. 6, p. 359)