30/04/2019
Perempuan-perempuan Minahasa yang mencerdaskan bangsa.
βR.A. Kartini vs Nona Manado"
R.A. Kartini lahir 21 April 1879 hampir berbarengan dengan dibagunnya Sekolah Khusus Perempuan Meisjesschool di Tomohon Sulawesi Utara atau lebih dikenal Sekolah Nona Manado pada tahun 1881. (http://www.tomohon.info/travel/gedung-tua-meisjesschool/)
Artinya saat R.A. Kartini baru berkeinginan sekolah, Nona2 Manado telah lama bebas bersekolah. Hal ini disebabkan karena Peran perempuan yang kuat di Manado / Minahasa sehingga pada masa itu Minahasa menganut sistem matriarkal. Hal ini karena leluhur orang Manado adalah seorang perempuan bernama "Lumimuut" serta pemimpin spiritual yg juga perempuan yaitu "Karema".
Sikap hidup orang Manado sejak dulu egaliter dan demokratis tidak membedakan pria dan wanita. Karena berposisi sederajat dengan pria, maka Nona Manado juga terbiasa melakukan pekerjaan berat sehingga berakibat pada kekokohan tubuhnya. Kesan atas kesegaran dan kekuatan mental tecermin pada raut mukanya. Banyak dari mereka mempunyai bentuk badan bagus. Berjalan dan melangkah ringan, warna kulit muka terang dengan mata terbuka, bebas bertanya serta rambut tebal merupakan ciri khas.
Nona Manado dilukiskan Nicholas Grafland, dalam bukunya berjudul Nederlandsche Zendeling Genootschap; sebagai perempuan lincah dan ramah. Orang Belanda menyebut style (sikap) perempuan Manado.
Nona Manado telah lama Sarjana saat kaum perempuan lainnya di Tanah Air berkeinginan Sekolah berjuang melepas kungkungan tradisi. Sejumlah Nona Manado tersebut adalah :
- Wilhelmina Warokka (Mien) seorang guru wanita pertama di Meisjesschool Tomohon.
- Ny. Maria Y. Walanda-Maramis seorang pemerhati status sosial kaum wanita Minahasa.
- Wulankajes Rachel Wilhelmina Ratulangi (kakak Dr. Sam Ratulangi dan istri Mayoor A.H.D. Supit) wanita Indonesia pertama yang merebut ijasah K.E. (Kleinambtenaar) tahun 1898.
- Wulan Ratulangi (kakak kedua Dr. Sam Ratulangi) wanita Indonesia pertama yang berhasil memperoleh ijasah Hulpacte tahun 1912.
- Nona Marie Doodoh orang Indonesia pertama yang lulus Europeesche Hoofdacte.
- Stientje Ticoalu-Adam pembicara dalam Kongres Pemuda Indonesia tahun 1926 dan 1928.
- Johana Masdani-Tumbuan pembaca teks Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda tahun 1928.
- Ny. S.K. Pandean singa betina dari Minahasa.
- Dr. Marie Thomas dokter wanita pertama Indonesia lulusan STOVIA tahun 1922.
- Dr. Anna Warouw dokter wanita kedua Indonesia lulusan STOVIA tahun 1924.
- Dr. Dee M.A. Weydemuller dokter wanita ketiga Indonesia lulusan NIAS Surabaya 1924.
- Prof. Dr. Annie Abbas-Manoppo sarjana hukum wanita pertama Indonesia lulusan HKS Batavia tahun 1934 juga guru besar wanita pertama Indonesia.
- Ny. A. M. Tine Waworoentoe (anak A.L. Waworuntu) walikota wanita pertama Indonesia tahun 1950.
- Antonetee Waroh anggota parelemen wanita pertama di Indonesia Timur.
- Dr. Agustina/Zus Ratulangi (anak Dr. Sam Ratulangi) anggota parlemen wanita & termuda di Indonesia.
http://sejarah.kompasiana.com/2012/10/27/koleksi-sejarah-kesehatan-indonesia-504525.html
http://bode-talumewo.blogspot.com/2008/12/galeri-foto-para-wanita-minahasa.html