15/02/2020
Girls, nahan rasa itu emang ga gampang. Aku tau banget rasanya. Pas SMP aku liat temen-temen pada pacaran, dari yang cuma gandengan tangan di perpustakaan, sampai yg pada mojok di kolam renang (husnuzhon mungkin lagi turnamen catur).
Belum lagi kalo denger temen-teman cerita tentang ngapain aja sama pacarnya. Kuping rasanya panas dingin pengen tutup aja, tapi rasa kepo mengalahkan semuanya ๐
Belum lagi kamu sadar ga? Tontonan, film, iklan, lagu, bacaan, apapun yang kamu konsumsi hari ini, ga membantu meredakan rasa-rasa itu. Malah bikin perasaanmu dan hayalanmu makin ngaco.
Kamu jadi gampang ngarep. Ada cowo deketin, kamu langsung bafer wafer lemfer. Padahal tu orang cuma numpang nanya, indiemaret terdekat sebelah mana?
Aku bukan nakut-nakutin sih, tapi kalau kamu serapuh dan sehalu itu, suatu saat kamu bisa keserok perangkap buaya ๐
Mereka tau yang kamu mau kasih sayang. Mereka kasih kamu perhatian. Mereka siap memberimu kenyamanan, atas nama ungkapan cinta, padahal sesungguhnya jebakan belaka. Kehormatan dan kemuliaanmu sedang dipertaruhkan.
Serius, girls. You donโt derserve cinta palsu seperti itu. Cinta sejati itu memuliakan. Cinta mulia ga akan menodai, ga akan menjerumuskan kamu dalam kubangan. Ga akan meminta sebelum halalnya.
Kamu berharga, terlalu berharga untuk disia-siakan cinta abal-abal. Percayalah, penantian dan kesabaran itu sepadan dengan nilai dirimu, serta balasan terindah dari Allah.
Sebelum datang pangeran tampan yang menjabat tangan walimu, manfaatkan waktu kamu sekarang untuk pol-polan berbakti pada kedua orang tuamu.
Karena mereka berdualah yang sesungguhnya mengajarimu cinta, jauh sebelum kamu bisa mengeja apa itu c-i-n-t-a.
Mereka ga akan pernah berhenti mencintamu, bahkan ga pernah berkurang sedikitpun, sekalipun cinta mereka ga berbalas karena kamu lagi halu dengan cinta semu ๐