03/04/2026
“Kenapa Masjid Sepi?
Oleh: Ibrahim.Halim
Masjid yang sepi bukan selalu karena lokasi yang tidak strategis atau bangunan yang sederhana. Seringkali, akar masalahnya justru terletak pada SDM DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) yang belum dikelola secara optimal. Banyak pengurus masjid bekerja sendiri-sendiri, tanpa sistem yang jelas. Akibatnya, program tidak berjalan maksimal, jama’ah tidak terlayani dengan baik, dan masjid kehilangan daya tariknya.
Salah satu kesalahan utama adalah tidak adanya pembagian tugas yang jelas. Semua pekerjaan seringkali menumpuk pada satu atau dua orang saja. Padahal, masjid membutuhkan kerja tim yang solid. Ada yang fokus pada ibadah dan dakwah, pendidikan, sosial, hingga media dan publikasi. Tanpa struktur yang rapi, potensi besar masjid tidak akan pernah berkembang.
Selain itu, banyak DKM yang masih minim leadership dan visi. Masjid hanya berjalan “apa adanya”, tanpa arah yang jelas. Tidak ada target jama’ah, tidak ada program unggulan, dan tidak ada semangat untuk berkembang. Padahal, masjid di zaman Rasulullah ﷺ adalah pusat peradaban, tempat ibadah, pendidikan, sosial, bahkan penguatan ekonomi umat.
Di sinilah pentingnya menghadirkan SDM yang punya ruh dakwah, termasuk peran mulia seorang marbot atau takmir masjid. Jangan pernah meremehkan peran ini. Menjadi marbot bukan sekadar menjaga kebersihan atau membuka pintu masjid, tetapi menjadi penjaga rumah Allah. Setiap langkah kaki yang memakmurkan masjid adalah amal besar di sisi-Nya. Rasulullah ﷺ sendiri memuliakan orang-orang yang hatinya terpaut dengan masjid.
Bayangkan jika setiap DKM memiliki semangat melayani seperti marbot sejati; ikhlas, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Masjid tidak hanya hidup, tetapi akan menjadi pusat kebangkitan umat.
Masjid yang makmur lahir dari pengurus yang bekerja dengan sistem, memiliki visi, dan siap berkorban untuk umat. Maka, mari kita perbaiki dari dalam; mulai dari SDM DKM kita hari ini.
“Masjid besar bukan karena bangunannya, tapi karena SDM-nya.”