06/05/2026
Balutan kain adat berwarna-warni, doa rosario dalam beragam bahasa daerah, serta tarian tradisional yang mengiringi langkah umat menuju altar mewarnai Misa Inkulturasi budaya Flores dan Timor di Gereja St. Petrus Kenten, Minggu (3/5). Dalam suasana Bulan Maria, perayaan ini menjadi gambaran nyata harmoni antara iman Katolik dan kekayaan budaya Nusantara yang mempererat persaudaraan umat.
Rangkaian acara diawali dengan doa rosario bersama di pendopo gereja. Salam Maria didaraskan secara bergantian menggunakan berbagai bahasa daerah, seperti Bahasa Dawan, Lamaholot, Bajawa, Sikka, dan Manggarai, sementara bagian Santa Maria diucapkan dalam Bahasa Indonesia. Keberagaman bahasa tersebut menjadi simbol kesatuan umat dalam satu iman melalui perantaraan Bunda Maria.
Perayaan ini juga menjadi wujud nyata Gereja yang terbuka terhadap budaya lokal sebagai sarana memperkaya pewartaan iman. Inkulturasi bukan sekadar pelestarian tradisi, tetapi juga bentuk persatuan Gereja yang merangkul keberagaman sebagai kekuatan.