02/08/2021
DELAPAN KEBAHAGIAAN SEMPURNA
Matius 5:1-12
Melalui Khotbah Yesus di Bukit, dalam catatan Injil Matius 5:1-12, disebutkan ada delapan kebahagiaan sempurna. Bila orang memilikinya maka pemiliknya tersebut dapat menjadi orang paling berbahagia yang pernah ada, baik di bumi maupun di sorga. Delapan harta tersebut adalah:
1. Menjadi empu (tuan) di kerajaan sorga (Ay.3, 10).
Bukan sekedar jadi tuan tanah yang hanyalah debu di antara milyaran manusia di dunia. Bila Anda adalah seorang tuan tanah, apakah punya semilyar hektar tanah di dunia? Bila telah memilikinya, itu pun belum seberapa. Tak ada yang perlu disombongkan, bila belum menjadi tuan tanah di seluruh kerjaan sorga.
2. Mendapat penghiburan sejati (Ay.4).
Bukan hiburan murahan melepas stress sejenak sebelum masuk liang kubur, selepasnya akan mernderita selamanya. Tetapi penghiburan sejati, dibebaskan dari dosa dan terhindar dari api neraka.
3. Pemilik bumi. Seluruh bumi jadi miliknya (Ay.5).
Raja Salman, closednya saja terbuat dari emas murni. Di Abu Dhabi rata-rata setiap orang punya mobil mewah. Saking mewahnya ada yang dilapisi dengan emas murni atau berlian. Anda punya investasi berapa? Apakah sang pemilik seratus mobil mewas semua berlapis emas atau berlian? Toilet Anda ada berapa? Apakah ada seratus dan semua terbuat dari emas murni? Bila telah memilikinya, itu pun tak perlu membusungkan dada bila belum memiliki semuanya. Menjadi pemilik seluruh dunia.
4. Mendapat kepuasan sempurna (Ay.6).
Bukan kepuasan yang tidak pernah puas-puas, yang artinya masih kurang. Cari kurang. Cari lagi dan selalu kurang, sampai kapan pun selalu merasa kurang. Dan memang selalu kurang. Kurang, kurang, selalu kurang…..
5. Beroleh kemurahan (Ay.7).
Bukan kesialan, tak ada jalan keluar atau jalan buntu yang akan berakhir pada air mata dan duka mendalam.
6. Melihat Allah (Ay.😎.
Menyaksikan kemurahan serta berkat Allah dalam hidupnya. Mendapat pemeliharaan serta penyertaan Allah dalam langkah juang hidupnya. Bukan kutuk yang benuai bencana.
7. Mendapat gelar kehormatan sebagai anak-anak Allah (Ay.9).
Lebih dari sekedar anak Pejabat, anak Camat, anak bupati, anak Gubernur, anak Raja atau Presiden, atau anak ningrat atau anak konglomerat. Bila kita adalah salah satunya, atau keluarga dekatnya, itu pun jangan dulu berbangga, bila belum bergelar sebagai “anak-anak Allah”, anak dari sang pemilik jagad raya. Sang pemilik dunia dan sorga!
8. Pemilik investasi dengan upah besar di sorga (Ay.11-12).
Bukan sekedar punya investasi dan gaji besar di dunia. Bila memiliki investasi triliyuanan di dunia, itu pun jangan lupa daratan, bila setelah meninggal dunia ternyata melarat di alam sana. Satu sen pun tak punya investasi di sana. Jangankan upah besar, malah jadi penghuni api neraka. Jangankan AC, kipas angin pun tak ada!
Saudara, mungkinkah kita memperolehnya? Mungkin saja. Dan pasti mungkin. Karena bagi Allah tidak ada yang mustahil! Terlebih, mengingat ini adalah ajaran Yesus sendiri mustahil bila salah omong! Lalu bagaimana cara memperolehnya? Bila ada kesungguhan untuk memperolehnya. Dan harus, mumpung sebelum malaikat Almaut keburu menjemput pulang. Caranya?
1. Bangun relasi dengan Allah
Bila ingin menjadi orang paling berbahagia di bumi dan di sorga, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun relasi dengan Allah. Membangun relasi dengan Allah berarti menghargai Allah. Menghormati Allah. Menjadikan Allah benar-benar jadi Allah, bukan jadi pesuruh untuk memenuhi segala bentuk keinginan. Tetapi sadar diri merasa “miskin di hadapan Allah”. Bukan menyombongkan diri di hadapan Allah. Bagaimana Allah menghargai dan menganugerahkan kehidupan kekal bila kita mengecewakannya, tak sungguh-sungguh bertobat dan menangisi dosa?
Bagaimana Allah akan menghargai kita bila kita tak pernah menghargai-Nya? Tak pernah setia, menyangkal iman ketika situasi sulit dihadapi? Bila sungguh-sungguh merindukan kebahagiaan sejati, maka relasi dengan Allah harus dibangun. Senangkan hati Allah. Jangan senangkan keinginan daging dengan aneka dosa yang dapat menjadikan Allah murka.
2. Bangun relasi dengan sesama manusia
Berkat Allah tidak langsung turun dari langit. Tapi juga melewati sesama manusia. Karena itu, bila ingin mendapatkan kebahagiaan sejati, bangun relasi dengan sesama manusia tanpa pilih bulu dengan baik. Jadilah orang yang pemurah. Jangan pelit. Karena ingat, peti mati kita nantinya, tak mungkin kita bawa sendiri ke pemakaman.
Jaga kesucian hati. Jangan curang, karena kita juga suatu saat pasti akan dicurangi. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi lakukan kasih. Jadilah orang yang membawa damai. Jangan s**a cari masalah. Jaga perasaan orang. Hargai dan jangan s**a meremehkan orang. Setialah pada pasangan. Lakukan yang lebih, karena cepat atau lambat kita pasti akan menuai kebaikan dari apa yang kita tabur!
3. Bangun relasi dengan alam lingkungan
Jangan kira kebahagian sempurna tak ada hungannya dengan alam lingkungan. Karena nyata-nyata (pada ayat 5) Yesus sendiri menegaskan “…..karena mereka akan memiliki bumi”. Hargai dan kelola alam dengan baik, maka engkau akan mendapat berkat daripadanya.
Lemah lembut bukan hanya dilakukan kepada manusia. Tetapi juga ditunjukkan dalam memperlakukan alam lingkungan. Jangan hanya merusaknya secara rakus untuk kebahagiaan semua, karena dengan caranya sendiri alam akan melakukan pembalasan dan engkau pasti akan menuai bencana hingga ke anak cucumu!
Sauadara, apa sebenarnya yang kita cari selama ini? Apakah harta semua? Kebahagian semu? Atau harta kekayaan termahal yang menjadikan kita orang paling berbahagia di dunia dan di sorga? Mumpung ajal belum tiba, renungkanlah dalam-dalam, tarik nafas panjang. Firman Allah tak pernah kembali dengan sia-sia. Semoga saudara dan saya memilih dan memperjuangkan secara tepat, memilih dan melakukan yang tepat, hingga menjadi orang yang paling berbahagia. Kebahagiaan yang sesungguhnya. Di bumi dan di sorga! Amin!