Anugerah Terindah

Anugerah Terindah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Anugerah Terindah, Religious organisation, Palangkaraya.

Firman Tuhan Harian: Kutipan 432dari "Firman Tuhan Harian"Tuntutan Tuhan terhadap manusia tidaklah muluk. Selama orang m...
20/08/2026

Firman Tuhan Harian: Kutipan 432
dari "Firman Tuhan Harian"Tuntutan Tuhan terhadap manusia tidaklah muluk. Selama orang melakukan penerapan dengan rajin dan sungguh-sungguh, mereka pasti menerima “nilai lulus”. Sesungguhnya, mencapai pemahaman, pengetahuan, dan pengertian tentang kebenaran lebih rumit daripada menerapkan kebenaran. Pertama terapkanlah sebanyak yang engkau pahami dan lakukan apa yang telah engkau pahami. Dengan cara ini, engkau akan dapat secara bertahap mencapai pengetahuan sejati dan pemahaman tentang kebenaran. Inilah langkah-langkah dan cara Roh Kudus bekerja. Jika engkau tidak menerapkan ketundukan dengan cara ini, engkau tidak akan mencapai apa pun. Jika engkau selalu bertindak atas kemauanmu sendiri, dan tidak menerapkan ketundukan, apakah Roh Kudus akan bekerja di dalam dirimu? Apakah Roh Kudus bekerja sesuai yang kauinginkan? Ataukah Dia bekerja sesuai dengan kekuranganmu, dan berdasarkan firman Tuhan? Jika ini tidak jelas bagimu, engkau tidak akan dapat memasuki kenyataan kebenaran. Mengapa banyak orang telah berusaha keras membaca firman Tuhan, tetapi hanya mendapat pengetahuan dan tidak dapat mengatakan apa pun tentang jalan yang nyata sesudahnya? Apakah sangkamu memiliki pengetahuan berarti memiliki kebenaran? Bukankah itu sudut pandang yang membingungkan? Engkau sanggup mengatakan pengetahuan sebanyak butiran pasir di pantai, tetapi tidak ada dari perkataanmu yang mengandung jalan yang nyata. Dengan begini, bukankah engkau berusaha membodohi orang? Bukankah engkau sekadar pamer, tanpa memiliki hakikat untuk mendukungnya? Perilaku seperti ini berbahaya bagi orang lain! Semakin tinggi teorinya dan semakin hampa teori tersebut dalam hal kenyataan, semakin teori itu tidak mampu membawa orang ke dalam kenyataan. Makin tinggi teorinya, makin teori itu membuatmu memberontak terhadap Tuhan dan menentang-Nya. Jangan perlakukan teori rohani sebagai harta karun—itu tidak ada gunanya! Beberapa orang telah berbicara tentang teori rohani selama beberapa dekade, dan mereka telah menjadi tokoh rohani yang hebat, tetapi pada akhirnya, mereka tetap gagal untuk memasuki kenyataan kebenaran. Karena mereka belum menerapkan atau mengalami firman Tuhan, mereka tidak memiliki prinsip atau jalan untuk menerapkannya. Orang-orang seperti ini adalah diri mereka sendiri tanpa kenyataan kebenaran, jadi bagaimana mereka bisa membawa orang lain ke jalan yang benar dalam iman mereka kepada Tuhan? Mereka hanya bisa menyesatkan orang. Bukankah ini merugikan orang lain dan diri mereka sendiri? Paling tidak, engkau harus bisa memecahkan masalah nyata yang ada di depanmu. Artinya, engkau harus mampu menerapkan dan mengalami firman Tuhan, serta menerapkan kebenaran. Hanya inilah yang dimaksud dengan ketundukan kepada Tuhan. Hanya setelah engkau memiliki jalan masuk kehid**an, barulah engkau memenuhi syarat untuk bekerja bagi Tuhan, dan hanya jika engkau berkorban untuk Tuhan dengan tulus, barulah engkau dapat diperkenan oleh Tuhan. Jangan selalu membuat pernyataan muluk-muluk dan berbicara tentang teori bombastis; ini tidak nyata. Mengutip teori rohani untuk membuat orang mengagumimu bukanlah bersaksi tentang Tuhan, melainkan memamerkan dirimu sendiri. Ini sama sekali tidak bermanfaat bagi orang dan tidak mendidik kerohanian mereka, dan dapat dengan mudah menyebabkan mereka menyembah teori rohani dan tidak berfokus pada penerapan kebenaran—dan bukankah ini berarti menyesatkan orang? Melakukan hal seperti ini akan memunculkan banyak teori dan aturan kosong yang akan membatasi dan menjebak orang; itu benar-benar memalukan. Jadi berkatalah lebih banyak tentang hal yang nyata, perbanyak bicara tentang masalah yang sebenarnya ada, manfaatkan lebih banyak waktu mencari kebenaran untuk memecahkan masalah nyata; ini yang terpenting. Jangan tunda dalam belajar menerapkan kebenaran: ini adalah jalan masuk ke dalam kenyataan. Jangan mengambil pengalaman dan pengetahuan orang lain sebagai milik pribadimu dan menyampaikannya untuk dikagumi orang lain. Engkau harus memiliki jalan masuk kehid**anmu sendiri. Hanya dengan menerapkan kebenaran dan tunduk kepada Tuhan engkau akan memiliki jalan masuk kehid**an. Inilah yang harus diterapkan dan difokuskan oleh setiap orang.
dari "Firman Tuhan Harian"Apabila apa yang engkau katakan dapat memberi jalan yang dapat ditempuh orang lain, maka itu berarti engkau memiliki kenyataan. Apa pun yang kaukatakan, engkau harus membawa orang ke dalam pengamalan dan memberi mereka semua jalan yang dapat mereka ikuti. Jangan sekadar memungkinkan mereka mendapatkan pengetahuan; hal yang lebih penting adalah tentang memiliki jalan yang dapat ditempuh. Agar orang percaya kepada Tuhan, mereka harus menempuh jalan yang diarahkan oleh Tuhan dalam pekerjaan-Nya. Artinya, proses percaya kepada Tuhan adalah proses menempuh jalan yang diarahkan oleh Roh Kudus bagimu. Oleh karena itu, engkau harus memiliki jalan yang dapat kautempuh, apa pun yang terjadi, dan engkau harus menapaki jalan penyempurnaan oleh Tuhan. Jangan tertinggal terlalu jauh, dan jangan memusingkan dirimu dengan terlalu banyak perkara. Hanya jika engkau berjalan di jalan yang dituntun Tuhan tanpa menimbulkan kekacauan, barulah engkau dapat menerima pekerjaan Roh Kudus dan memiliki jalan masuk. Hanya inilah yang sesuai dengan maksud Tuhan dan memenuhi tugas manusia. Sebagai seorang pribadi dalam arus ini, setiap orang harus memenuhi tugasnya dengan benar, melakukan lebih banyak hal yang seharusnya dilakukan manusia, dan tidak bertindak sesuka hati. Orang yang melaksanakan pekerjaan harus menjadikan kata-kata mereka jelas, orang yang mengikuti harus lebih fokus pada ketabahan menghadapi kesulitan dan ketundukan, dan setiap orang harus tetap di tempat mereka dan tidak melangkah keluar garis. Harus jelas di hati setiap orang bagaimana mereka harus melakukan pengamalan dan peran apa yang harus mereka laksanakan. Ikuti jalan yang dituntun Roh Kudus; jangan menyimpang atau keliru. Engkau harus melihat pekerjaan hari ini dengan jelas. Memasuki cara kerja masa sekarang, itulah yang harus engkau terapkan. Ini hal pertama yang harus engkau masuki. Jangan lagi menyia-nyiakan kata-kata mengenai hal lain. Melaksanakan pekerjaan rumah Tuhan sekarang ini adalah tanggung jawabmu, memasuki cara kerja sekarang ini adalah tugasmu, dan melakukan kebenaran sekarang ini adalah beban engkau sekalian.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Lebih Fokus pada Kenyataan”
dari "Firman Tuhan Harian"*Firman Tuhan Harian*
dari "Cara Mengenal Kenyataan" - Firman, Jilid 1

*Caption :
Pada zaman sekarang, segala sesuatu dimulai dari *kenyataan*.
Pekerjaan Tuhan adalah yang paling nyata, dan bisa disentuh oleh manusia; itu adalah sesuatu yang dapat dialami dan dicapai manusia.
Tapi di dalam diri kita masih ada banyak hal yang samar dan supernatural.
Itulah yang menghentikan kita dari pengenalan akan pekerjaan Tuhan saat ini.
Karena kita tidak memahami prinsip-prinsip pekerjaan Roh Kudus, kita selalu menyimpang.
Kita memandang tuntutan Tuhan dari kejauhan, melihat firman-Nya baik... tapi tidak tahu jalan untuk masuk.
Dan dengar ini baik-baik:
*Roh Kudus bekerja berdasarkan prinsip kerja sama.*
Bukan Roh Kudus bertindak sendiri, atau manusia bertindak sendiri. Keduanya sangat diperlukan.
Makin kita aktif berdoa, mencari, dan mendekat kepada Tuhan...
Makin besar pekerjaan Roh Kudus dalam kita.
Makin nyata pengalaman kita akan esensi firman Tuhan.
Tuhan tidak melakukan hal-hal supernatural lalu kita tinggal tunggu pasif.
Mereka yang memiliki pemahaman benar akan berkata:
"Tindakan Tuhan hanya dapat berjalan sejauh kerja samaku."
Saat Tuhan berbicara, kita harus berusaha semampu kita untuk mencari dan mendekati firman Tuhan.
Itulah yang harus kita capai 🙏

*Hashtag :
`

Judul: Firman Tuhan Harian:Topik : Jalan Masuk ke Dalam Kehid**an Idari "Firman Tuhan Harian" Kutipan 401dari "Firman Tu...
25/07/2026

Judul: Firman Tuhan Harian:Topik : Jalan Masuk ke Dalam Kehid**an I
dari "Firman Tuhan Harian" Kutipan 401
dari "Firman Tuhan Harian"

Sekarang adalah Zaman Kerajaan. Mengenai apakah engkau telah memasuki zaman yang baru ini atau belum, itu tergantung dari apakah engkau telah memasuki realitas firman Tuhan, apakah firman-Nya telah menjadi kenyataan hidupmu. Firman Tuhan diberitakan kepada setiap orang sehingga, pada akhirnya, semua orang akan hidup di dunia firman Tuhan dan firman-Nya akan mencerahkan dan menerangi tiap-tiap orang dari dalam batinnya. Jika, selama waktu ini, engkau ceroboh dalam membaca firman Tuhan, dan tidak tertarik dengan firman-Nya, hal itu menunjukkan bahwa ada kondisimu salah. Jika engkau tidak dapat memasuki Zaman Firman, Roh Kudus tidak bekerja dalam dirimu; jika engkau sudah memasuki zaman ini, Dia akan melakukan pekerjaan-Nya. Apa yang dapat engkau lakukan pada permulaan Zaman Firman ini untuk memperoleh pekerjaan Roh Kudus? Di zaman ini, dan di tengah-tengahmu, Tuhan akan menggenapkan kenyataan berikut ini: bahwa setiap orang akan hidup dalam firman Tuhan, akan dapat menerapkan kebenaran, dan akan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh; bahwa semua orang akan menggunakan firman Tuhan sebagai dasar dan kenyataan mereka, dan akan memiliki hati yang takut akan Tuhan; dan melalui menerapkan firman Tuhan, manusia kemudian akan menggunakan kekuasaan raja bersama-sama dengan Tuhan. Inilah pekerjaan yang akan dicapai oleh Tuhan. Bisakah engkau bertahan tanpa membaca firman Tuhan? Dewasa ini, ada banyak orang yang merasa bahwa mereka tidak tahan bahkan satu atau dua hari pun tanpa membaca firman Tuhan. Mereka harus membaca firman-Nya setiap hari, dan jika waktunya tidak memungkinkan, mendengarkannya akan cukup. Inilah perasaan yang Roh Kudus berikan kepada orang, dan inilah cara Dia mulai menggerakkan mereka. Artinya, Dia mengatur orang melalui firman sehingga mereka dapat masuk ke dalam realitas firman Tuhan. Jika, setelah satu hari saja tanpa makan dan minum firman Tuhan, engkau merasakan kegelapan dan kehausan, dan tidak tahan, ini menunjukkan bahwa engkau telah digerakkan oleh Roh Kudus, dan bahwa Dia tidak berpaling darimu. Maka, engkau adalah orang yang berada di aliran ini. Namun, jika setelah satu atau dua hari tanpa makan dan minum firman Tuhan, engkau tidak merasakan apa-apa, jika engkau tidak haus, dan sama sekali tidak tersentuh, ini menunjukkan bahwa Roh Kudus telah berpaling darimu. Maka, ini berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan keadaan batiniahmu; engkau belum memasuki Zaman Firman, dan engkau adalah salah seorang yang sudah jauh tertinggal. Tuhan menggunakan firman untuk memerintah orang; engkau merasa baik jika makan dan minum firman Tuhan, dan jika tidak melakukannya, engkau tidak mempunyai jalan yang harus diikuti. Firman Tuhan menjadi makanan orang dan kekuatan yang menggerakkan mereka. Alkitab mengatakan bahwa “Manusia hidup bukan hanya dari roti, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan” (Matius 4:4). Dewasa ini, Tuhan akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan Dia akan menggenapkan kenyataan ini di dalam engkau sekalian. Bagaimana mungkin di masa lampau orang bisa tahan berhari-hari tidak membaca firman Tuhan dan bisa makan dan bekerja seperti biasa, tetapi tidak demikian halnya sekarang? Di zaman ini, Tuhan terutama menggunakan firman untuk memerintah segalanya. Melalui firman Tuhan, manusia dihakimi dan disempurnakan, lalu akhirnya dibawa ke dalam kerajaan. Hanya firman Tuhan yang dapat membekali kehid**an manusia, dan hanya firman Tuhan yang dapat memberi terang kepada manusia memberi jalan penerapan kepada manusia, khususnya di Zaman Kerajaan. Selama engkau tidak menyimpang dari kenyataan firman Tuhan, makan dan minum firman-Nya setiap hari, Tuhan akan dapat menyempurnakanmu.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman”
dari "Firman Tuhan Harian"
*Firman Tuhan Harian: Kutipan 401* 💛
dari "Firman Tuhan Harian"

*"Standar yang Tuhan tuntut dari manusia adalah:*
*mencapai kasih sejati bagi Tuhan,*
*mencapai ketaatan yang sejati kepada Tuhan,*
*dan mencapai kepedulian bagi kehendak Tuhan.*

*Dengan demikian, mencapai pengenalan akan Tuhan,*
*dan mencapai watak yang berubah.*

*Ini semua adalah apa yang harus dicapai manusia.*

*Tuhan tidak menuntut hal-hal yang berlebihan dari manusia.*
*Semua yang Dia tuntut adalah apa yang dapat dicapai manusia,*
*dan apa yang harus dikejar oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan.*

*Jika manusia tidak dapat mencapai hal-hal ini,
maka mereka bukan orang yang percaya kepada Tuhan.
Jika engkau benar-benar percaya kepada Tuhan,
engkau harus makan dan minum firman Tuhan setiap hari,*
*mengejar kebenaran, dan hidup di dalam firman Tuhan.*

*Engkau harus mampu melepaskan daging,*
*mampu menderita kesulitan,*
*dan mampu menjadi setia kepada Tuhan.*

*Inilah yang harus dilakukan oleh orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan.*
*Dan inilah juga satu-satunya jalan untuk disempurnakan oleh Tuhan."*

*4 Standar yang Tuhan Tuntut:*
1. *Kasih sejati bagi Tuhan* - Bukan karena berkat
2. *Ketaatan sejati kepada Tuhan* - Taat walau tidak mengerti
3. *Peduli pada kehendak Tuhan* - Yang Tuhan mau, itu yang kita mau
4. *Pengenalan akan Tuhan & Watak yang berubah* - Dari watak Iblis ke watak Kristus

*3 Tindakan Orang yang Benar-Benar Percaya:*
1. *Makan & minum firman Tuhan setiap hari*
2. *Mengejar kebenaran & hidup di dalam firman*
3. *Mampu melepaskan daging, menderita, dan setia kepada Tuhan*

*Caption untuk Posting:*
Tuhan tidak menuntut yang mustahil ❤️
Dia hanya minta 4 hal ini:

*1. Kasih sejati*
*2. Ketaatan sejati*
*3. Peduli kehendak Tuhan*
*4. Watak berubah*

Caranya?
*Makan firman tiap hari + Lepaskan daging + Setia*

Itu tandanya kamu benar-benar percaya.

*Hashtag:*
`

Topik : Menyingkapkan Kerusakan Manusia IIdari "Firman TuhanFirman Tuhan Harian: Kutipan 361dari "Firman Tuhan Harian"*C...
05/06/2026

Topik : Menyingkapkan Kerusakan Manusia II
dari "Firman Tuhan

Firman Tuhan Harian: Kutipan 361
dari "Firman Tuhan Harian"
*Caption:*
📖 Jumat, 5Juni 2026 Firman Tuhan Harian: Kutipan 361

Firman ini menjelaskan bahwa kehid**an manusia bersumber dari jiwa yang bereinkarnasi, sehingga natur manusia juga berasal dari jiwa, bukan daging, dan hanya jiwa yang mengalami pencobaan serta perusakan Iblis. Karena itulah manusia semakin gelap dan jauh dari Tuhan, sementara Iblis menguasai jiwa dan daging manusia. Namun daging yang dikenakan Roh Tuhan adalah kudus dan tidak dapat dirusak Iblis, sehingga Kristus selamanya kebal dari pengkhianatan. Pengkhianatan adalah natur manusia yang jatuh, bukan masalah bagi Kristus. Amin.

*Hashtag:*





Natur manusia sangat berbeda dengan esensi-Ku, karena natur manusia yang rusak sepenuhnya berasal dari Iblis; natur manusia telah diproses dan dirusak oleh Iblis. Itu artinya, manusia hidup di bawah pengaruh kejahatan dan keburukan Iblis. Manusia tidak bertumbuh di dunia kebenaran atau di lingkungan yang kudus, dan manusia, terlebih lagi, tidak hidup dalam terang. Oleh karena itu, tidaklah mungkin bagi siapa pun untuk memiliki kebenaran di dalam natur mereka dari sejak mereka dilahirkan, dan terlebih dari itu, tidaklah mungkin bagi siapa pun untuk dilahirkan dengan memiliki esensi yang takut akan Tuhan dan tunduk kepada Tuhan. Sebaliknya, manusia memiliki natur yang menentang Tuhan, memberontak terhadap Tuhan, dan tidak mengasihi kebenaran. Natur ini adalah masalah yang ingin Aku bicarakan—pengkhianatan. Pengkhianatan adalah sumber penentangan setiap orang kepada Tuhan. Ini adalah masalah yang hanya ada dalam diri manusia dan tidak ada dalam diri-Ku. Beberapa orang akan bertanya: Karena semua manusia hidup di dunia seperti halnya Kristus, mengapa semua manusia memiliki natur yang mengkhianati Tuhan, sedangkan Kristus tidak? Ini adalah masalah yang harus diterangkan dengan jelas kepadamu.
dari "Firman Tuhan Harian"Dasar keberadaan umat manusia adalah reinkarnasi jiwa yang terjadi berulang-ulang. Dalam kata lain, setiap orang memperoleh kehid**an manusia dalam daging ketika jiwa mereka bereinkarnasi. Setelah tubuh seseorang dilahirkan, kehid**annya berlanjut sampai daging tersebut pada akhirnya mencapai batasnya, yang merupakan momen terakhir, saat jiwa meninggalkan cangkangnya. Proses ini berulang berkali-kali, dengan jiwa seseorang datang dan pergi dari waktu ke waktu, dan dengan demikian keberadaan umat manusia dipertahankan. Kehid**an daging adalah juga kehid**an jiwa manusia, dan jiwa manusia mendukung keberadaan daging manusia. Dengan kata lain, kehid**an setiap orang berasal dari jiwanya, dan kehid**an tidak melekat pada daging. Jadi, natur manusia berasal dari jiwa, bukan dari daging. Hanya jiwa masing-masing oranglah yang tahu bagaimana mereka telah mengalami pencobaan, penderitaan, dan perusakan Iblis. Hal-hal ini tidak bisa diketahui oleh daging manusia. Oleh karena itu, umat manusia, tanpa sadar, menjadi jauh lebih gelap, jauh lebih kotor, dan jauh lebih jahat, sementara jarak antara Aku dan manusia menjadi jauh lebih besar, dan kehid**an menjadi jauh lebih gelap bagi umat manusia. Iblis memegang jiwa manusia dalam genggamannya, jadi tentu saja, daging manusia juga telah dikuasai oleh Iblis. Bagaimana mungkin daging yang seperti itu dan manusia yang seperti itu tidak menentang Tuhan? Bagaimana mungkin mereka dapat secara alamiah sesuai dengan-Nya? Alasan Aku melemparkan Iblis ke udara adalah karena ia mengkhianati Aku. Jadi, bagaimana mungkin manusia terbebas dari akibat tindakan ini? Inilah alasan mengapa pengkhianatan adalah natur manusia. Aku yakin bahwa begitu engkau semua memahami alasan ini, engkau semua seharusnya juga memiliki ukuran tertentu mengenai kepercayaanmu akan esensi Kristus. Daging yang dikenakan Roh Tuhan adalah daging Tuhan sendiri. Roh Tuhan adalah yang tertinggi; Roh-Nya mahakuasa, kudus, dan benar. Dengan demikian, daging-Nya pun adalah yang tertinggi, mahakuasa, kudus, dan benar. Daging seperti itu hanya dapat melakukan hal yang benar dan bermanfaat bagi umat manusia, hal yang kudus, mulia, dan besar; Dia tidak mampu melakukan apa pun yang melanggar kebenaran, hal apa pun yang melanggar moralitas dan keadilan, dan terlebih lagi Dia tidak mampu melakukan apa pun yang mengkhianati Roh Tuhan. Roh Tuhan itu kudus, dan dengan demikian daging-Nya tidak dapat dirusak oleh Iblis; daging-Nya memiliki esensi yang berbeda dari daging manusia. Karena manusialah, bukan Tuhan, yang dirusak oleh Iblis, dan Iblis tidak mungkin bisa merusak daging Tuhan sendiri. Jadi, terlepas dari kenyataan bahwa manusia dan Kristus hidup di ruang yang sama, hanya manusialah yang dapat dirasuki, dimanfaatkan, dan dirugikan oleh tipu daya Iblis. Sebaliknya, Kristus selama-lamanya kebal dari perusakan Iblis, karena Iblis tidak akan pernah bisa naik ke tempat yang tertinggi, dan tidak akan pernah bisa mendekat kepada Tuhan. Sekarang, engkau semua harus mengerti bahwa hanya umat manusia, yang telah dirusak Iblis, yang mengkhianati Aku. Pengkhianatan tidak akan pernah menjadi masalah yang melibatkan Kristus sama sekali.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Masalah yang Sangat Serius: Pengkhianatan (2)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia Idari "Firman Tuhan Harian"*DESKRIPSI *ESENSI IMANMU: MENJILAT ATAU MENGENAL TUHA...
10/05/2026

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia I
dari "Firman Tuhan Harian"*DESKRIPSI

*ESENSI IMANMU: MENJILAT ATAU MENGENAL TUHAN?*
Banyak orang telah mengikut Tuhan tanpa keraguan sampai saat ini. Mereka telah mengalami banyak kelelahan selama beberapa tahun. Tuhan memahami dengan sangat jelas karakter bawaan dan kebiasaan setiap orang. Tetapi sayangnya, meskipun Tuhan telah memahami banyak tentang manusia, manusia tidak memahami apa pun tentang Tuhan.

Tak heran manusia terkecoh oleh tipu daya pada saat yang membingungkan. Manusia tidak memahami apa pun tentang watak Tuhan, apalagi menyelami apa yang ada di dalam pikiran-Nya. Sekarang, kesalahpahaman mengenai Tuhan semakin besar, dan iman manusia tetap merupakan iman yang bingung.

*Alih-alih mengatakan beriman kepada Tuhan, lebih tepat mengatakan manusia hanya berusaha menjilat untuk memperoleh perkenanan-Nya dan mencari muka kepada-Nya.* Motifnya sangat sederhana: “Aku akan mengikuti siapa pun yang dapat memberiku upah, dan aku akan memercayai siapa pun yang dapat meluputkan aku dari bencana besar, entah dia adalah Tuhan atau Tuhan yang mana pun. Yang mana pun jadi, aku tak peduli.”

Ada banyak orang semacam itu, dan keadaan ini sangat serius. Jika suatu hari ada ujian untuk melihat seberapa banyak yang beriman kepada Kristus karena pemahaman tentang esensi-Nya, dikhawatirkan tak seorang pun yang akan memenuhi keinginan Tuhan.

*Jadi, renungkanlah pertanyaan ini:*
Tuhan yang kaupercayai sangat berbeda dengan Tuhan yang sejati, dan karena itu, apa esensi imanmu kepada Tuhan? Semakin engkau percaya kepada yang engkau sebut sebagai Tuhan, semakin jauh engkau menyimpang dari Tuhan yang sejati.

*Lalu apa inti dari masalah ini?* Tak seorang pun pernah merenungkan pertanyaan seperti itu. Tetapi pernahkah keseriusan masalah ini terpikirkan olehmu? Sudahkah engkau memikirkan konsekuensinya apabila terus percaya dengan cara ini?

*HASHTAG*


















---

*RANGKUMAN 3 POIN KUTIPAN 319 UTUH:*
1. *Iman tanpa pengenalan = iman bingung* — Secara lahiriah taat, tetapi hakikatnya tidak beriman dan tidak mengasihi Kristus karena tidak kenal watak & hakikat-Nya.
2. *Motif rusak = menjilat* — Banyak orang percaya hanya untuk upah dan luput dari bencana, bukan karena mengasihi Tuhan. Tuhan yang dipercayai berbeda dengan Tuhan yang sejati.
3. *Peringatan serius* — Semakin percaya pada “Tuhan samar” buatan perasaan, semakin jauh dari Tuhan. Jika diuji soal pemahaman esensi Kristus, dikhawatirkan tak ada yang lulus.Firman Tuhan Harian: Kutipan 319
dari "Firman Tuhan Harian"Engkau semua ingin menerima upah di hadapan Tuhan dan diperkenan oleh-Nya; semua orang mengharapkan hal-hal seperti itu ketika mereka mulai percaya kepada Tuhan, karena semua orang disibukkan dengan pengejaran akan hal-hal yang lebih tinggi, dan tak seorang pun mau tertinggal dari orang lain. Inilah keadaan manusia. Justru karena alasan ini, banyak di antaramu yang terus-menerus berusaha menjilat Tuhan yang di surga, tetapi sebenarnya, kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada Tuhan jauh lebih rendah daripada kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada dirimu sendiri. Mengapa Kukatakan ini? Karena Aku sama sekali tidak mengakui kesetiaanmu kepada Tuhan dan, selain itu, karena Aku menolak keberadaan Tuhan yang ada di dalam hatimu. Dengan kata lain, Tuhan yang kausembah, Tuhan yang samar yang kau kagumi, sama sekali tidak ada. Alasan Aku dapat mengatakan ini dengan sangat pasti adalah karena engkau semua terlalu jauh dari Tuhan yang sejati. Alasan kesetiaanmu adalah keberadaan berhala di dalam hatimu; sedangkan Aku, Tuhan yang tidak kaupandang sebagai Tuhan yang besar ataupun kecil, hanya engkau akui dengan kata-kata. Ketika Kukatakan engkau semua jauh dari Tuhan, maksud-Ku adalah engkau semua jauh dari Tuhan yang sejati, sementara Tuhan yang samar tampaknya dekat. Ketika Aku berkata, “tidak besar,” ini mengacu pada bagaimana Tuhan yang kaupercayai pada saat ini tampaknya hanya merupakan pribadi tanpa kemampuan yang hebat, sosok pribadi yang tidak terlalu mulia. Dan ketika Aku berkata “tidak kecil,” ini berarti bahwa, walaupun pribadi ini tidak dapat memanggil angin dan memerintahkan hujan, tetapi Dia dapat memanggil Roh Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang mengguncangkan langit dan bumi, membuat manusia benar-benar terkecoh. Secara lahiriah, engkau semua tampak sangat taat kepada Kristus yang di bumi ini, tetapi pada hakikatnya, engkau tidak memiliki iman kepada-Nya, juga tidak mengasihi-Nya. Dengan kata lain, pribadi yang sebenarnya kaupercayai adalah Tuhan yang samar yang ada dalam perasaanmu, dan pribadi yang sebenarnya kaukasihi adalah Tuhan yang kaurindukan siang dan malam, tetapi yang tidak pernah kaulihat secara langsung. Terhadap Kristus ini, imanmu sangat kecil, dan kasihmu tidak ada apa-apanya. Iman berarti keyakinan dan kepercayaan, kasih berarti pemujaan dan kekaguman di dalam hati seseorang, keduanya tidak pernah bterpisah. Namun, iman dan kasihmu kepada Kristus yang sekarang ini sangat kurang akan hal ini. Dalam hal iman, bagaimanakah engkau beriman kepada-Nya? Dalam hal kasih, dengan cara apakah engkau mengasihi-Nya? Engkau semua sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang watak-Nya, apalagi mengetahui hakikat-Nya, jadi bagaimana engkau beriman kepada-Nya? Di manakah kenyataan imanmu kepada-Nya? Bagaimana engkau mengasihi-Nya? Di mana kenyataan kasihmu untuk-Nya?
dari "Firman Tuhan Harian"Banyak orang telah mengikut Aku tanpa keraguan sampai saat ini. Demikian p**a, engkau semua telah mengalami banyak kelelahan selama beberapa tahun terakhir. Karakter bawaan dan kebiasaanmu masing-masing telah Kupahami dengan sangat jelas; berinteraksi denganmu semua sangatlah sulit. Sayangnya, meskipun Aku telah memahami banyak tentang dirimu, engkau semua tidak memahami apa pun tentang diri-Ku. Tak heran orang mengatakan engkau semua terkecoh oleh tipu daya seseorang pada saat yang membingungkan. Memang, engkau semua tidak memahami apa pun tentang watak-Ku, apalagi menyelami apa yang ada di dalam pikiran-Ku. Sekarang, kesalahpahamanmu mengenai Diri-Ku semakin besar, dan imanmu kepada-Ku tetap merupakan iman yang bingung. Alih-alih mengatakan bahwa engkau semua beriman kepada-Ku, akan lebih tepat mengatakan bahwa engkau semua hanya berusaha menjilat untuk memperoleh perkenanan-Ku dan mencari muka kepada-Ku. Motifmu sangat sederhana: aku akan mengikuti siapa pun yang dapat memberiku upah, dan aku akan memercayai siapa pun yang dapat meluputkan aku dari bencana besar, entah dia adalah Tuhan atau Tuhan yang mana pun. Yang mana pun jadi, aku tak peduli. Ada banyak orang semacam itu di antaramu, dan keadaan ini sangat serius. Jika, suatu hari, ada sebuah ujian diberikan untuk melihat seberapa banyak di antaramu yang beriman kepada Kristus karena pemahaman tentang esensi-Nya, Aku khawatir tak seorang pun dari antaramu yang akan memenuhi keinginan-Ku. Jadi, tidak ada salahnya bagi setiap orang di antaramu untuk merenungkan pertanyaan ini: Tuhan yang kaupercayai sangat berbeda dengan diri-Ku, dan karena itu, apa esensi imanmu kepada Tuhan? Semakin engkau percaya kepada yang engkau sebut sebagai Tuhan, semakin jauh engkau menyimpang dari-Ku. Lalu apa inti dari masalah ini? Aku yakin tak seorang pun dari antaramu pernah merenungkan pertanyaan seperti itu, tetapi pernahkah keseriusan masalah ini terpikirkan olehmu? Sudahkah engkau memikirkan konsekuensinya apabila terus percaya dengan cara ini?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi”
dari "Firman Tuhan Harian"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 311dari "Firman Tuhan Harian"*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥  *Iblis tidak pernah cuti...
27/04/2026

Firman Tuhan Harian: Kutipan 311
dari "Firman Tuhan Harian"
*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥

*Iblis tidak pernah cuti.*
*Kerjanya: ganggu Tuhan, bikin kita nyerah, pake kecewa & "ya sudahlah"*

*Tapi Tuhan kasih bocoran:*
*"Makin kamu kenal kelicikan Iblis, makin dekat kamu sama Aku"*

*Jadi hari ini:*
*Stop salahin orang. Stop salahin keadaan.*
*Musuhnya satu: Iblis yang mau kita jauh dari Tuhan*

*Tuhan sudah tidak sabar mau menolong kamu.*
*Kamu mau pegang tangan-Nya?*

*Komen "AKU MAU"* 🙏

*
Dari atas sampai ke bawah dan dari awal sampai akhir, Iblis telah mengganggu pekerjaan Tuhan dan bertindak dalam penentangan terhadap-Nya. Semua pembicaraan tentang “warisan budaya kuno”, “pengetahuan tentang budaya kuno” yang berharga, “ajaran Taoisme dan Konfusianisme”, “nilai-nilai Konfusius dan ritual feodal” telah membawa manusia ke dalam neraka. Pengetahuan dan teknologi zaman modern yang maju serta industri, pertanian, dan bisnis yang sangat maju, tidak terlihat di mana pun. Sebaliknya, semua itu hanya menekankan pada ritual feodal yang disebarluaskan oleh para “kera-kera” pada zaman kuno untuk dengan sengaja mengganggu, menentang, dan merombak pekerjaan Tuhan. Sampai hari ini, dia tidak saja terus menyengsarakan manusia, tetapi juga ingin menelan[1] manusia sepenuhnya. Penyebaran ajaran moral dan etika feodalisme dan pengetahuan budaya kuno yang diturunkan telah lama menjangkiti umat manusia dan mengubah mereka menjadi setan-setan besar dan kecil. Hanya sedikit dari mereka yang akan dengan senang hati menerima Tuhan, hanya sedikit yang akan dengan penuh sukacita menyambut kedatangan-Nya. Wajah seluruh umat manusia dipenuhi dengan niat membunuh, dan di setiap tempat, napas pembunuhan memenuhi udara. Mereka berusaha mengusir Tuhan dari negeri ini; dengan pisau dan pedang terhunus, mereka mengatur barisan perangnya untuk “membinasakan” Tuhan. Di seluruh negeri para setan ini, tempat manusia terus-menerus diajarkan bahwa tidak ada Tuhan, berhala-hala tersebar di mana-mana, dan udara di atasnya dipenuhi dengan bau kertas terbakar dan d**a yang memualkan, begitu tebal sehingga membuat sulit bernapas. Itu seperti bau busuk lumpur yang terbawa angin bersama dengan ular beracun yang menggeliat-geliat, sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa menahan muntah. Selain itu, samar-samar terdengar suara roh-roh jahat melantunkan nyanyian, suara yang sepertinya datang dari jauh di neraka, sedemikian rupa sehingga orang pasti akan gemetar. Di seluruh negeri ini ditempatkan berhala dengan semua warna pelangi, yang mengubah negeri ini menjadi dunia kenikmatan hawa nafsu, sementara raja setan terus tertawa dengan culas, seolah-olah rencana jahatnya telah berhasil. Sementara itu, manusia tetap sama sekali tidak menyadarinya, juga tidak sadar sedikit pun bahwa setan telah merusaknya sampai pada titik di mana dia menjadi tak sadarkan diri dan menundukkan kepalanya dalam kekalahan. Iblis ingin, dalam satu gebrakan, melenyapkan segala sesuatu tentang Tuhan, dan sekali lagi mencemari dan membunuh-Nya; itu dimaksudkan untuk menghancurkan dan mengganggu pekerjaan-Nya. Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan menyamai statusnya? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan “ikut campur” dalam pekerjaannya di antara manusia di bumi? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan mengacaukan pekerjaannya? Bagaimana mungkin si setan ini, yang penuh dengan kemarahan, membiarkan Tuhan memegang kendali atas pengadilan kerajaannya di bumi? Bagaimana mungkin dia dengan rela tunduk pada kemahakuasaan-Nya? Wajah aslinya yang mengerikan sudah tersingkap apa adanya, sehingga manusia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, dan itu benar-benar sulit untuk dibicarakan. Bukankah itulah hakikat si setan? Memiliki jiwa yang buruk, tetapi tetap menganggap dirinya luar biasa indah. Gerombolan kaki tangan dalam kejahatan[2] ini! Mereka turun ke alam fana untuk menikmati kesenangan dan menyebabkan keributan, mengaduk-aduk segala sesuatu sedemikian rupa sehingga dunia menjadi tempat yang berubah-ubah dan tidak konstan serta hati manusia dipenuhi dengan kepanikan dan kegelisahan, dan mereka telah mempermainkan manusia sedemikian rupa sehingga penampilannya telah menjadi seperti binatang buas yang tidak manusiawi, sangat buruk, di mana jejak terakhir dari manusia yang awalnya kudus telah hilang. Selain itu, mereka bahkan ingin mendapatkan kekuasaan berdaulat di bumi. Mereka merintangi pekerjaan Tuhan sedemikian rupa sehingga itu hampir tidak bisa maju sedikit pun, dan mereka menutup manusia serapat tembok yang terbuat dari tembaga dan besi. Setelah melakukan begitu banyak dosa yang serius dan menyebabkan begitu banyak bencana, apakah mereka masih mengharapkan sesuatu selain hajaran? Setan dan roh jahat telah mengamuk di bumi selama beberapa waktu, dan telah menutup maksud dan upaya Tuhan yang sungguh-sungguh dengan begitu rapatnya sehingga mereka tidak dapat ditembus. Sungguh, ini adalah dosa yang kejam! Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa cemas? Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa murka? Mereka telah dengan keras menghalangi dan menentang pekerjaan Tuhan: Betapa memberontaknya mereka! Bahkan setan-setan itu, baik besar maupun kecil, berperilaku seperti serigala di belakang singa, dan mengikuti arus jahat, membuat gangguan ke mana pun mereka pergi. Mengetahui kebenaran, mereka dengan sengaja menentangnya, anak-anak pemberontak ini!Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan jijik. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[3] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[4] Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa, sementara mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah anjing dan babi najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka. Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk mengamuk, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penindasan mereka untuk menganiaya keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka mengamuk di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negeri si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Dengan tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui sukacita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin cepat maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Semakin jelas manusia mengenali si raja setan, semakin dekat dia kepada Tuhan, sehingga kerinduan-Nya dapat tercapai.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Address

Palangkaraya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anugerah Terindah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share