22/05/2026
Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia II
dari "Firman Tuhan Harian"
"Firman Tuhan Harian: Kutipan 340" dari _Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Engkau Sekalian Begitu Rendah dalam Akhlakmu!”*_
Ini kutipan yang benar-benar membongkar akhlak dan kemanusiaan yang sudah tercemar. Tajam, langsung, tidak ada basa-basi.
*DESKRIPSI UNTUK MEDIA SOSIAL*
*IMAN DI BIBIR, KAKI MASIH DI LUMPUR*
Imanmu sangat indah di kata-kata. Katamu, engkau bersedia mengorbankan seumur hidupmu demi pekerjaan Tuhan, bahkan berkorban nyawa. *Tapi watakmu tidak banyak berubah.*
Engkau berbicara dengan arogan, padahal perilakumu sangat buruk. *Seakan-akan lidah dan bibirmu berada di surga, tapi kakimu berada jauh di bumi.* Akibatnya, kata-kata, perbuatan, dan reputasimu tetap dalam kondisi buruk.
Reputasimu hancur, sikapmu hina, cara bicaramu hina, hidupmu tercela. *Bahkan seluruh kemanusiaanmu telah merosot begitu rendah.* Engkau berpikiran sempit, tawar-menawar dalam setiap hal kecil. Engkau bertengkar karena reputasi dan status, bahkan sampai bersedia turun ke neraka dan ke dalam lautan api.
*Perkataan dan perbuatanmu sudah cukup bagi Tuhan untuk menentukan bahwa engkau berdosa.* Sikapmu terhadap pekerjaan-Nya membuktikan engkau orang fasik. Watakmu menyatakan engkau jiwa cemar yang penuh kekejian. *Engkau adalah orang-orang yang telah minum sampai kenyang darah roh-roh najis.*
Ketika perkara masuk kerajaan disampaikan, engkau tidak mengungkapkan perasaan. *Apakah engkau yakin kondisimu sekarang sudah cukup untuk masuk gerbang kerajaan surga?* Apakah tanpa diuji, kata-kata dan perbuatanmu layak masuk tanah suci?
*Siapa yang sanggup menipu mata Tuhan?* Perilaku hina dan rendahmu tidak luput dari pandangan-Nya. Hidupmu ditentukan sebagai kehid**an yang meminum darah dan memakan daging roh-roh najis, sebab setiap hari engkau meniru rupa mereka di hadapan Tuhan.
*Perkataanmu mengandung kekotoran roh najis:* membujuk, menutupi, menyanjung seperti orang yang terlibat sihir, seperti orang licik yang meminum darah orang benar. *Semua ungkapan manusia sangat fasik.* Bagaimana mungkin ditempatkan di tanah suci?
*Lidahmu yang seperti ular itu akhirnya akan merusak dagingmu.* Tanganmu yang berlumuran darah roh najis akan menarik jiwamu ke neraka. *Mengapa tidak kau gunakan kesempatan ini untuk mentahirkan tanganmu yang cemar?* Mengapa tidak kau potong lidahmu yang penuh dusta? Mungkinkah engkau rela menderita dalam api neraka demi tangan, lidah, dan bibirmu?
*Tuhan mengawasi hati semua orang.* Jauh sebelum menciptakan manusia, Dia sudah menggenggam hati mereka. Dia sudah lama menyelami hati manusia. *Tidak ada pikiran yang luput dari mata-Nya. Tidak ada yang bisa lolos dari pembakaran Roh-Nya.*
*HASHTAG*
Hati
Firman Tuhan Harian: Kutipan 340
dari "Firman Tuhan Harian"Imanmu sangat indah; katamu, engkau bersedia mengorbankan seumur hidupmu demi pekerjaan-Ku, dan bahwa engkau bersedia berkorban nyawa untuk itu, tetapi watakmu tidak banyak berubah. Engkau hanya berbicara dengan arogan, padahal perilakumu yang sebenarnya sangat buruk. Seakan-akan, lidah dan bibir manusia berada di surga tetapi kakinya berada jauh di bumi, dan sebagai akibatnya, kata-kata dan perbuatannya serta reputasinya tetap dalam kondisi buruk. Reputasimu telah hancur, sikapmu hina, cara bicaramu hina, dan hidupmu tercela; bahkan seluruh kemanusiaanmu telah merosot begitu rendah. Engkau sekalian berpikiran sempit terhadap orang lain dan engkau tawar-menawar dalam setiap hal kecil. Engkau bertengkar karena reputasi dan statusmu sendiri, bahkan sampai bersedia turun ke neraka dan ke dalam lautan api. Perkataan dan perbuatanmu saat ini sudah cukup bagi-Ku untuk menentukan bahwa engkau sekalian berdosa. Sikapmu terhadap pekerjaan-Ku sudah cukup bagi-Ku untuk menentukan bahwa engkau sekalian adalah orang-orang fasik, dan semua watakmu sudah cukup untuk menyatakan bahwa engkau sekalian adalah jiwa-jiwa cemar yang penuh dengan kekejian. Manifestasimu dan apa yang engkau ungkapkan sudah cukup untuk menyatakan bahwa engkau semua adalah orang-orang yang telah minum sampai kenyang darah roh-roh najis. Ketika perkara memasuki kerajaan disampaikan, engkau sekalian tidak mengungkapkan perasaanmu. Apakah engkau semua yakin bahwa kondisimu sekarang sudah memadai bagimu untuk memasuki gerbang kerajaan surga-Ku? Apakah engkau semua yakin bahwa engkau dapat memperoleh jalan masuk ke tanah suci dari pekerjaan dan firman-Ku tanpa kata-kata dan perbuatanmu lebih dahulu menjalani pengujian-Ku? Siapa yang sanggup menipu kedua mata-Ku? Bagaimana bisa perilaku dan percakapanmu yang hina dan rendah luput dari pandangan-Ku? Hidupmu telah Kutentukan sebagai kehid**an yang meminum darah dan memakan daging dari roh-roh najis sebab engkau sekalian meniru rupa mereka di hadapan-Ku setiap hari. Di hadapan-Ku, perilakumu sangat buruk, jadi bagaimana mungkin Aku tidak mendapati dirimu menjijikkan? Perkataanmu mengandung kekotoran dari roh-roh najis: engkau membujuk, menutupi, dan menyanjung seperti orang-orang yang terlibat sihir dan seperti mereka yang berbuat licik dan meminum darah orang yang tidak benar. Semua ungkapan manusia sangat fasik, jadi bagaimana mungkin semua orang dapat ditempatkan di tanah suci di tempat orang-orang benar berada? Apakah engkau berpikir bahwa perilakumu yang tercela dapat membedakan dirimu sebagai orang yang kudus dibandingkan orang-orang fasik itu? Lidahmu yang seperti ular itu akhirnya akan merusak dagingmu yang membawa kehancuran dan melakukan kekejian, dan tanganmu yang berlumuran dengan darah roh-roh najis itu juga akhirnya akan menarik jiwamu ke neraka. Jadi, mengapa engkau tidak menggapai kesempatan ini untuk mentahirkan tanganmu yang berlumuran kecemaran? Dan mengapa engkau tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk memotong lidahmu yang mengatakan kata-kata yang tidak benar? Mungkinkah engkau bersedia menderita dalam api neraka demi tangan, lidah, dan bibirmu? Aku mengawasi hati semua orang dengan kedua mata-Ku karena jauh sebelum Aku menciptakan manusia, Aku telah menggenggam hati mereka di dalam tangan-Ku. Aku sudah lama menyelami hati manusia, jadi bagaimana mungkin segala pikiran manusia luput dari mata-Ku? Bagaimana mungkin mereka bisa tepat pada waktunya lolos dari pembakaran Roh-Ku?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Engkau Sekalian Begitu Rendah dalam Akhlakmu!”
dari "Firman Tuhan Harian"*3 PERTANYAAN REFLEKSI TAJAM*
1. *Soal Kesenjangan:* Apakah kata-kataku rohani dan indah, tapi kelakuanku sehari-hari masih kikir, licik, haus status, dan memandang rendah orang? Kalau ya, berarti lidahku di surga tapi kakiku masih di lumpur.
2. *Soal Kekejian Tersembunyi:* Apakah di hadapan Tuhan aku sering “meniru rupa roh najis” — membujuk, menutupi, menyanjung demi keuntungan? Apakah aku berani jujur di hadapan-Nya bahwa tanganku berlumuran kecemaran?
3. *Soal Kerajaan:* Kalau hari ini Tuhan uji aku soal masuk kerajaan-Nya, apakah hidupku — bukan kata-kataku — yang akan bersaksi? Atau aku akan diam karena tahu diriku tidak layak?
*POIN UTAMA KUTIPAN 340:*
1. *Iman tanpa perubahan watak adalah kebohongan.* Indah di mulut, busuk di perbuatan.
2. *Tuhan tidak bisa ditipu.* Dia melihat hati, menyelami pikiran, dan muak dengan kemunafikan.
3. *Kesempatan masih ada: tahirkan tangan dan potong lidah dusta sekarang.* Sebelum lidah dan tangan itu menyeret kita ke neraka.