KASIH TUHAN

KASIH TUHAN 1. Kasih Tuhan itu sungguh luar biasa.
2. hoby suka berpetualang sebenarnya dan menyukai pemandangan yang indah dan menarik.

👏Manusia mengira pekerjaan berarti sibuk melakukan banyak hal bagi Tuhan, berkhotbah di mana-mana dan berkorban, padahal...
30/09/2026

👏Manusia mengira pekerjaan berarti sibuk melakukan banyak hal bagi Tuhan, berkhotbah di mana-mana dan berkorban, padahal itu terlalu sepihak. Yang Tuhan minta bukan kesibukan, tapi pelayanan dan pembekalan di dalam roh — apakah hidup dan apa yang kita jalani bisa memberi kenikmatan kepada Tuhan. Pekerjaan sejati adalah memakai kesetiaan dan pengenalan akan Tuhan untuk bersaksi tentang Tuhan serta melayani dan membekali manusia. Itulah tanggung jawab kita, dan jalan masuk kita adalah pekerjaan kita. Banyak orang bertahun-tahun melayani tapi justru mengabaikan jalan masuk rohani pribadi, bahkan menganggap pekerjaan Roh Kudus saat berkhotbah sebagai pertumbuhan rohaninya sendiri, sehingga merasa puas diri dan tergelincir dalam kemalasan. Karena itu dalam tugas apa pun, kita harus membedakan antara pekerjaan Roh Kudus dan tingkat pertumbuhan kita sendiri, dan menganggap jalan masuk sebagai pelajaran paling penting — bukan hanya makan minum firman, tapi mampu bersaksi dan membekali orang lain.

Judul :Firman Tuhan Harian: Kutipan 457
dari "Firman Tuhan Harian"
👉📙 Mengenai pekerjaan, manusia percaya bahwa bekerja berarti sangat sibuk melakukan banyak hal bagi Tuhan, berkhotbah di mana-mana, dan mengorbankan diri bagi Dia. Meskipun keyakinan ini benar, ini terlalu sepihak; hal yang Tuhan minta dari manusia bukanlah sekadar sibuk melakukan banyak hal bagi-Nya; lebih dari hal itu, pekerjaan ini berkaitan dengan pelayanan dan pembekalan di dalam roh. Banyak saudara-saudari, bahkan setelah pengalaman selama bertahun-tahun, belum pernah memikirkan tentang bekerja bagi Tuhan, karena pekerjaan yang dibayangkan manusia tidak sesuai dengan apa yang Tuhan minta. Oleh karena itu, manusia tidak tertarik sama sekali dengan masalah pekerjaan, dan inilah justru alasan mengapa jalan masuk manusia juga sangat sepihak. Engkau semua harus memulai jalan masukmu dengan bekerja bagi Tuhan, sehingga engkau semua dapat mengalami semua aspek pengalaman dengan lebih baik. Inilah yang harus engkau masuki. Pekerjaan bukan mengacu pada sibuk melakukan banyak hal bagi Tuhan, tetapi mengacu pada apakah hidup manusia dan hal yang manusia jalani mampu memberikan kenikmatan kepada Tuhan. Pekerjaan mengacu pada orang-orang yang menggunakan kesetiaan mereka kepada Tuhan dan pengenalan mereka akan Tuhan untuk bersaksi tentang Tuhan dan melayani manusia. Inilah tanggung jawab manusia dan inilah yang harus dipahami oleh semua manusia. Bisa dikatakan bahwa jalan masukmu adalah pekerjaanmu, dan hal yang berusaha untuk engkau semua masuki selama melakukan pekerjaan bagi Tuhan. Mengalami pekerjaan Tuhan bukan hanya berarti bahwa engkau tahu cara makan dan minum firman-Nya; yang lebih penting, engkau harus tahu bagaimana memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan mampu melayani Tuhan, serta mampu melayani dan membekali manusia. Inilah yang dimaksud dengan pekerjaan, dan inilah juga jalan masukmu; inilah yang harus dicapai oleh setiap orang. Ada banyak orang yang hanya berfokus menyibukkan diri melakukan banyak hal bagi Tuhan dan berkhotbah dimana-mana, tetapi mengabaikan pengalaman pribadi mereka dan melalaikan jalan masuk mereka ke dalam kehidupan rohani. Inilah yang telah menyebabkan mereka yang melayani Tuhan menjadi mereka yang menentang Tuhan. Orang-orang ini, yang telah melayani Tuhan dan melayani manusia selama bertahun-tahun, telah begitu saja menganggap bekerja dan berkhotbah sebagai jalan masuk, dan tidak seorang pun memandang pengalaman rohaninya sendiri sebagai jalan masuk yang penting. Sebaliknya, mereka menggunakan pencerahan yang mereka peroleh dari pekerjaan Roh Kudus sebagai modal untuk mengajar orang lain. Ketika berkhotbah, mereka sangat terbeban dan menerima pekerjaan Roh Kudus, dan melalui hal ini, mereka memperdengarkan suara Roh Kudus. Pada waktu ini, mereka yang bekerja dipenuhi perasaan puas akan dirinya, seolah-olah pekerjaan Roh Kudus telah menjadi pengalaman rohani mereka sendiri; mereka merasa bahwa semua perkataan yang mereka ucapkan adalah dari keberadaaan mereka sendiri, tetapi sekali lagi tampaknya pengalaman mereka sendiri tidaklah sejelas yang mereka paparkan. Lebih dari itu, sebelum berbicara, mereka tak terpikirkan tentang apa yang akan mereka katakan, tetapi ketika Roh Kudus bekerja dalam diri mereka, perkataan mereka mengalir keluar tanpa henti. Setelah engkau satu kali berkhotbah dengan cara demikian, engkau merasa bahwa tingkat pertumbuhanmu yang sesungguhnya tidaklah sekecil yang engkau yakini, dan seperti dalam sebuah situasi di mana Roh Kudus telah bekerja dalam dirimu beberapa kali, engkau pun yakin bahwa engkau sudah memiliki tingkat pertumbuhan yang baik dan secara keliru meyakini bahwa pekerjaan Roh Kudus itu adalah jalan masukmu sendiri dan keberadaanmu sendiri. Ketika engkau terus-menerus mengalami seperti ini, engkau akan menjadi lalai mengenai jalan masukmu sendiri, tergelincir ke dalam kemalasan tanpa menyadarinya, dan berhenti untuk mementingkan jalan masukmu sendiri. Karena alasan inilah, ketika engkau melayani orang lain, engkau harus membedakan dengan jelas antara tingkat pertumbuhanmu dan pekerjaan Roh Kudus. Hal ini akan mempermudah jalan masukmu dan akan lebih bermanfaat bagi pengalamanmu. Ketika manusia menganggap pekerjaan Roh Kudus sebagai pengalaman mereka sendiri, ini menjadi sebuah sumber kemerosotan. Itulah sebabnya Kukatakan bahwa tugas apa pun yang engkau semua laksanakan, engkau harus menganggap jalan masukmu sebagai pelajaran yang sangat penting.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (2)
dari "Firman Tuhan Harian"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 453dari "Firman Tuhan Harian"*TUHAN MAU HATIMU, BUKAN SANDIWARAMU.*Tuhan katakan ini agar k...
25/09/2026

Firman Tuhan Harian: Kutipan 453
dari "Firman Tuhan Harian"

*TUHAN MAU HATIMU, BUKAN SANDIWARAMU.*

Tuhan katakan ini agar kita tahu persyaratan melayani dalam keselarasan dengan maksud-Nya:

*Berikan hatimu kepada Tuhan, tanpa loyalitas yang terbagi.*

Jika kita tidak memberikan hati kepada Tuhan, jika kita tidak memperhatikan maksud-maksud Tuhan seperti Yesus, kita tidak bisa dipercaya oleh Tuhan, dan akhirnya akan dihakimi oleh Tuhan.

Tuhan menyelidiki hati kita. Mungkin di luar kita terlihat melayani, tapi di dalam kita memendam niat untuk mengelabui Tuhan, berurusan dengan-Nya dengan sikap acuh tak acuh.

Tuhan bilang dengan sangat tegas:
Jika engkau menipu Tuhan, penghakiman tanpa belas kasih akan menimpamu.

Maka, karena kita baru masuk ke jalur yang benar dalam melayani Tuhan, kita harus ambil manfaat ini:

Baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan orang lain, hati kita harus selalu ditujukan kepada Tuhan. Bertekad untuk mengasihi Tuhan seperti Yesus.

Jika kita mau disempurnakan dan pelayanan kita selaras dengan maksud-Nya, kita harus mengubah pandangan lama tentang iman dan cara lama dalam melayani Tuhan.

Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang seperti ini. Seperti Petrus, engkau akan menjadi pelopor bagi mereka yang mengasihi Tuhan.

Tapi jika tetap tidak bertobat, tetap pakai watak jahat, licik, membujuk dan mengendalikan seperti yang kita bahas dari kisah Dabao — maka akan menjumpai akhir yang sama seperti Yudas.

Ini harus dipahami oleh semua orang yang percaya kepada Tuhan.

Hari ini Tuhan mau hatimu yang tulus, bukan penampilan luarmu 🤍





Setiap orang yang telah bertekad, bisa melayani Tuhan—tetapi hanya mereka yang memperhatikan dan memahami maksud-maksud Tuhan yang layak dan berhak untuk melayani Tuhan. Aku telah mendapati hal ini di antaramu: banyak orang yakin bahwa selama mereka dengan sungguh-sungguh menyebarkan Injil bagi Tuhan, pergi ke jalan-jalan untuk Tuhan, mengorbankan diri mereka sendiri dan menyerahkan segala sesuatu untuk Tuhan, dan seterusnya, maka inilah arti melayani Tuhan. Bahkan orang-orang yang lebih religius yakin bahwa melayani Tuhan berarti pergi ke sana kemari dengan Alkitab di tangan mereka, menyebarkan Injil kerajaan surga dan menyelamatkan jiwa-jiwa dengan membuat mereka bertobat dan mengakui dosa. Ada banyak juga pemuka agama yang berpikir bahwa melayani Tuhan artinya berkhotbah di kapel setelah menempuh studi dan pelatihan lanjutan di seminari, dan mengajar orang melalui pembacaan ayat-ayat Alkitab. Selain itu, ada juga orang-orang di wilayah miskin yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat di antara saudara-saudari mereka atau berdoa bagi mereka, atau melayani mereka. Di antaramu, ada banyak orang yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti makan dan minum firman Tuhan, berdoa kepada Tuhan setiap hari, juga mengunjungi dan melakukan pekerjaan di gereja di mana-mana. Ada saudara-saudari lainnya yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti tidak pernah menikah atau membesarkan anak dan mendedikasikan segenap keberadaan mereka bagi Tuhan. Namun, hanya sedikit yang mengetahui apa sebenarnya arti melayani Tuhan. Meskipun ada begitu banyak orang yang melayani Tuhan seperti bintang di langit, jumlah mereka yang bisa melayani secara langsung, dan yang mampu melayani sesuai dengan maksud-maksud Tuhan, sangatlah sedikit—benar-benar sedikit. Mengapa Kukatakan demikian? Kukatakan ini karena engkau tidak memahami hakikat dari frasa “pelayanan kepada Tuhan,” dan engkau sangat sedikit memahami tentang bagaimana melayani sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Ada kebutuhan yang mendesak bagi orang-orang untuk memahami dengan tepat jenis pelayanan kepada Tuhan seperti apa yang selaras dengan maksud-maksud-Nya.
dari "Firman Tuhan Harian"Jika engkau semua ingin melayani sesuai dengan maksud-maksud Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memahami orang macam apa yang berkenan kepada Tuhan, orang macam apa yang dibenci Tuhan, orang macam apa yang disempurnakan oleh Tuhan, dan orang macam apa yang layak untuk melayani Tuhan. Setidaknya, engkau semua harus dibekali dengan pengetahuan ini. Selain itu, engkau semua harus mengetahui tujuan pekerjaan Tuhan, dan pekerjaan yang akan Tuhan lakukan di sini pada saat ini. Setelah memahami hal ini, dan melalui bimbingan firman Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memiliki jalan masuk, dan engkau harus terlebih dahulu menerima amanat Tuhan. Setelah engkau semua memiliki pengalaman yang nyata dari firman Tuhan, dan ketika engkau benar-benar mengetahui pekerjaan Tuhan, engkau semua akan memenuhi syarat untuk melayani Tuhan. Pada saat engkau semua melayani-Nya barulah Tuhan membuka mata rohanimu dan memungkinkanmu untuk memiliki pemahaman yang lebih besar tentang pekerjaan-Nya dan melihatnya dengan lebih jelas. Saat engkau memasuki kenyataan ini, pengalamanmu akan menjadi lebih mendalam dan nyata, dan engkau semua yang memiliki pengalaman seperti itu akan mampu berjalan di antara gereja-gereja dan membekali saudara-saudarimu, sehingga engkau semua bisa saling memanfaatkan kekuatan satu sama lain untuk mengimbangi kekuranganmu sendiri, dan mendapatkan pengetahuan yang lebih kaya dalam rohmu. Setelah memperoleh efek ini barulah engkau semua akan mampu melayani sesuai dengan maksud-maksud Tuhan dan disempurnakan oleh Tuhan di sepanjang pelayananmu.
dari "Firman Tuhan Harian"Kukatakan ini agar engkau semua dapat mengetahui persyaratan apa yang harus dipenuhi untuk melayani dalam keselarasan dengan maksud-maksud Tuhan. Jika engkau semua tidak memberikan hatimu kepada Tuhan, jika engkau tidak memperhatikan maksud-maksud Tuhan seperti Yesus, engkau semua tidak dapat dipercaya oleh Tuhan, dan akhirnya akan dihakimi oleh Tuhan. Mungkin sekarang, dalam pelayananmu untuk Tuhan, engkau selalu memendam niat untuk mengelabui Tuhan dan selalu berurusan dengan-Nya dengan sikap yang acuh tak acuh. Singkatnya, terlepas dari apa pun, jika engkau menipu Tuhan, penghakiman tanpa belas kasih akan menimpamu. Engkau semua seharusnya mengambil manfaat karena baru saja masuk ke jalur yang benar dalam melayani Tuhan dengan pertama-tama memberikan hatimu kepada Tuhan, tanpa loyalitas yang terbagi. Terlepas dari apakah engkau berada di hadapan Tuhan atau di hadapan orang lain, hatimu harus selalu ditujukan kepada Tuhan, dan engkau harus bertekad untuk mengasihi Tuhan seperti Yesus. Dengan demikian, Tuhan akan menyempurnakanmu, sehingga engkau menjadi pelayan Tuhan yang sesuai dengan maksud-maksud-Nya. Jika engkau benar-benar ingin disempurnakan oleh Tuhan, dan agar pelayananmu ada dalam keselarasan dengan maksud-maksud-Nya, maka engkau harus mengubah pandanganmu yang terdahulu tentang iman kepada Tuhan, dan mengubah caramu yang lama dalam melayani Tuhan, sehingga semakin banyak dari dirimu yang disempurnakan oleh Tuhan. Dengan cara ini, Tuhan tidak akan meninggalkanmu, dan, seperti Petrus, engkau akan menjadi pelopor bagi mereka yang mengasihi Tuhan. Jika engkau tetap tidak bertobat, maka engkau akan menjumpai akhir yang sama seperti Yudas. Ini harus dipahami oleh semua orang yang percaya kepada Tuhan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Bagaimana Melayani dalam Keselarasan dengan Maksud-Maksud Tuhan”
dari "Firman Tuhan Harian"

Judul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 446dari "Firman Tuhan Harian"*CAPTION + HASHTAG * 📌*Firman Tuhan Harian: Kutipan 44...
11/09/2026

Judul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 446
dari "Firman Tuhan Harian"
*CAPTION + HASHTAG * 📌

*Firman Tuhan Harian: Kutipan 446*
"Di Mana Jalan yang Lebih Baik Itu?"

*WAKTUNYA SEKARANG* ⏰

Tuhan berfirman:
"Di masa depan, apakah engkau akan diberkati atau menderita kemalangan,
itu akan ditentukan berdasarkan tindakan dan perilakumu sekarang ini."

"Jika engkau hendak disempurnakan oleh Tuhan, itu harus terjadi di zaman sekarang ini;
tidak akan ada kesempatan lain di masa depan."

🥺 Firman zaman sekarang sudah di puncak tertinggi.
Pekerjaan Roh Kudus belum pernah setinggi ini.
Bahkan di zaman Yesus pun tidak seperti ini.

Ini bukti: *Tuhan sungguh-sungguh mau menyempurnakan kita SEKARANG.*

Jadi jangan tunda lagi.
Jangan bilang "nanti kalau sudah siap".
*Lakukan yang terbaik SEKARANG.*
*Kerahkan segala upaya SEKARANG.*

Karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali 🤍 Amin !🙏




Pekerjaan Roh Kudus memungkinkan orang untuk mengalami kemajuan yang positif, sedangkan pekerjaan Iblis membuat mereka menjadi negatif dan mundur, memberontak terhadap Tuhan dan menentang-Nya, kehilangan iman mereka kepada Dia, dan menjadi lemah dalam melaksanakan tugas mereka. Segala hal yang bersumber dari pencerahan Roh Kudus terjadi dengan sangat alami; tidak dipaksakan atas dirimu. Jika engkau tunduk akan hal itu, engkau akan beroleh kedamaian; jika tidak, setelahnya engkau akan ditegur. Dengan pencerahan Roh Kudus, apa pun yang engkau lakukan tidak akan terganggu atau terkekang; engkau akan dibebaskan, akan ada jalan penerapan dalam tindakan-tindakanmu, dan engkau tidak akan terkekang oleh apa pun, melainkan mampu untuk melakukan maksud-maksud Tuhan. Pekerjaan Iblis mendatangkan gangguan dalam banyak hal bagimu; itu menjadikan engkau enggan berdoa, terlalu malas untuk makan dan minum firman Tuhan, dan tidak ingin menjalani kehidupan bergereja, dan itu menjauhkanmu dari kehidupan rohani. Pekerjaan Roh Kudus tidak mengganggu kehidupan sehari-harimu dan tidak mengganggu kehidupan rohanimu yang normal. Engkau tidak mampu membedakan banyak hal ketika itu terjadi, tetapi selang beberapa hari, hatimu menjadi lebih terang dan pikiranmu lebih jernih. Engkau memperoleh pengertian tentang hal-hal dari roh, dan perlahan-lahan engkau dapat membedakan apakah suatu pemikiran berasal dari Tuhan atau dari Iblis. Beberapa hal jelas-jelas membuatmu menentang Tuhan dan memberontak terhadap Tuhan, atau menghentikanmu menerapkan firman Tuhan; semua hal ini berasal dari Iblis. Beberapa hal tidak terlalu jelas, dan engkau tidak bisa mengetahui apakah sesungguhnya hal-hal tersebut pada saat itu; setelahnya, engkau bisa melihat perwujudan-perwujudannya, dan kemudian menerapkan kearifan. Jika engkau bisa dengan jelas membedakan mana hal-hal yang berasal dari Iblis dan mana yang diarahkan oleh Roh Kudus, engkau tidak akan lagi mudah disesatkan dalam pengalaman-pengalamanmu. Ada kalanya, bila keadaanmu kurang baik, akan ada pikiran-pikiran tertentu yang membuatmu keluar dari keadaan negatifmu. Ini menunjukkan bahwa walaupun keadaanmu tidak menguntungkan, beberapa pikiranmu masih bisa berasal dari Roh Kudus. Keliru untuk beranggapan bahwa bila engkau negatif, semua pikiranmu berasal dari Iblis; apabila itu benar, lalu kapan engkau bisa beralih ke keadaan positif? Setelah negatif selama sekian waktu, Roh Kudus memberimu kesempatan untuk disempurnakan; Dia menjamahmu, membawamu ke luar dari keadaanmu yang negatif, dan engkau pun masuk ke dalam keadaan yang normal.
dari "Firman Tuhan Harian"Dengan mengetahui apa pekerjaan Roh Kudus, dan apa pekerjaan Iblis, engkau dapat membandingkannya dengan keadaan dirimu ketika mengalami pengalaman-pengalaman itu, dan dengan pengalamanmu sendiri, dengan cara ini akan ada lebih banyak kebenaran yang berhubungan dengan prinsip dalam pengalamanmu. Setelah memahami berbagai kebenaran tentang prinsip ini, engkau akan mampu mengendalikan keadaan nyatamu, engkau akan mampu menilai orang dan peristiwa, dan engkau tidak lagi perlu menghabiskan begitu banyak upaya untuk mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Tentunya, ini tergantung pada motivasi yang benar, dan pada kesediaanmu untuk mencari dan melakukan penerapan. Bahasa seperti ini—bahasa yang berkenaan dengan prinsip—harus muncul dalam pengalamanmu. Tanpanya, pengalamanmu akan sarat dengan gangguan Iblis dan pengetahuan yang bodoh. Jika engkau tidak memahami cara Roh Kudus bekerja, berarti engkau tidak memahami bagaimana berdoa kepada Tuhan atau bagaimana engkau harus masuk, dan jika engkau tidak memahami cara Iblis bertindak untuk menyesatkan dan mengganggu manusia, berarti engkau tidak tahu bagaimana menolak Iblis dan berdiri teguh dalam kesaksianmu. Cara Roh Kudus bekerja dan cara Iblis bertindak adalah hal-hal yang harus orang pahami, dan itu adalah hal-hal yang harus orang alami dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan Roh Kudus dan Pekerjaan Iblis”
dari "Firman Tuhan Harian"

Dengan mengetahui apa pekerjaan Roh Kudus, dan apa pekerjaan Iblis, engkau dapat membandingkannya dengan keadaan dirimu ketika mengalami pengalaman-pengalaman itu, dan dengan pengalamanmu sendiri, dengan cara ini akan ada lebih banyak kebenaran yang berhubungan dengan prinsip dalam pengalamanmu. Setelah memahami berbagai kebenaran tentang prinsip ini, engkau akan mampu mengendalikan keadaan nyatamu, engkau akan mampu menilai orang dan peristiwa, dan engkau tidak lagi perlu menghabiskan begitu banyak upaya untuk mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Tentunya, ini tergantung pada motivasi yang benar, dan pada kesediaanmu untuk mencari dan melakukan penerapan. Bahasa seperti ini—bahasa yang berkenaan dengan prinsip—harus muncul dalam pengalamanmu. Tanpanya, pengalamanmu akan sarat dengan gangguan Iblis dan pengetahuan yang bodoh. Jika engkau tidak memahami cara Roh Kudus bekerja, berarti engkau tidak memahami bagaimana berdoa kepada Tuhan atau bagaimana engkau harus masuk, dan jika engkau tidak memahami cara Iblis bertindak untuk menyesatkan dan mengganggu manusia, berarti engkau tidak tahu bagaimana menolak Iblis dan berdiri teguh dalam kesaksianmu. Cara Roh Kudus bekerja dan cara Iblis bertindak adalah hal-hal yang harus orang pahami, dan itu adalah hal-hal yang harus orang alami dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan Roh Kudus dan Pekerjaan Iblis
dari "Firman Tuhan Harian"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 442dari "Firman Tuhan Harian"* LEMBUT & MENGUATKAN* 🤍*Caption: Tuhan tidak minta kamu jadi ...
01/09/2026

Firman Tuhan Harian: Kutipan 442
dari "Firman Tuhan Harian"*
LEMBUT & MENGUATKAN* 🤍
*Caption:
Tuhan tidak minta kamu jadi hebat 🥺
Dia hanya minta kamu jujur.

Jujur cerita:
Dulu aku seperti ini, tapi Tuhan ubah aku.
Dulu aku memberontak, tapi firman-Nya menaklukkan aku.

Itulah kesaksian yang paling nyata.
Itulah pekerjaan Tuhan yang paling indah ❤️‍🔥

Dia melakukan ini semua supaya kita diselamatkan sepenuhnya.

"Engkau harus memberi kesaksian tentang semua ini"
— Kutipan Firman Tuhan 442

*Hashtag:*

Memberi kesaksian tentang Tuhan terutama adalah perihal mengatakan pengetahuanmu tentang pekerjaan Tuhan, tentang bagaimana Tuhan menaklukkan manusia, bagaimana Dia menyelamatkan manusia, bagaimana Dia mengubah manusia; memberi kesaksian adalah perihal mengatakan tentang bagaimana Dia menuntun manusia untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran, sehingga memungkinkan mereka untuk ditaklukkan, disempurnakan dan diselamatkan oleh-Nya. Memberi kesaksian berarti mengatakan tentang pekerjaan-Nya dan semua yang telah engkau alami. Hanya pekerjaan-Nya yang dapat merepresentasikan diri-Nya dan hanya pekerjaan-Nya yang dapat secara terbuka mengungkapkan diri-Nya, dalam keseluruhan-Nya; pekerjaan-Nya memberi kesaksian tentang diri-Nya. Pekerjaan dan perkataan-Nya secara langsung merepresentasikan Roh; pekerjaan yang Dia lakukan dilakukan oleh Roh, dan firman yang Dia ucapkan diucapkan oleh Roh. Hal-hal ini hanya diungkapkan melalui daging inkarnasi Tuhan, tetapi, pada kenyataannya, semua itu adalah ungkapan Roh. Semua pekerjaan yang Dia lakukan dan semua firman yang Dia ucapkan merepresentasikan esensi-Nya. Jika, setelah membungkus diri-Nya dalam daging dan datang di antara manusia, Tuhan tidak berfirman atau bekerja, lalu kemudian memintamu untuk mengetahui kenyataan diri-Nya, kenormalan-Nya, dan kemahakuasaan-Nya, akankah engkau mampu melakukannya? Akankah engkau mampu mengetahui apa hakikat dari Roh? Akankah engkau mampu mengetahui sifat-sifat daging-Nya? Hanya karena engkau semua telah mengalami setiap langkah pekerjaan-Nya, maka Dia memintamu untuk memberikan kesaksian tentang Dia. Jika engkau semua tidak memiliki pengalaman seperti itu, Dia tidak akan bersikeras memintamu untuk memberi kesaksian. Dengan demikian, ketika engkau memberi kesaksian tentang Tuhan, engkau bukan hanya bersaksi tentang penampilan luar kemanusiaan normal-Nya, tetapi juga pekerjaan yang Dia lakukan dan jalan yang dipimpin-Nya; engkau harus bersaksi tentang bagaimana engkau telah ditaklukkan oleh-Nya dan dalam aspek apa engkau telah disempurnakan. Inilah jenis kesaksian yang harus engkau berikan. Jika, ke mana pun engkau pergi, engkau berteriak: “Tuhan kami telah datang untuk bekerja, dan pekerjaan-Nya benar-benar nyata! Dia telah mendapatkan kami tanpa melakukan tindakan supernatural, tanpa mukjizat dan keajaiban sama sekali!” Orang lain akan bertanya: “Apa maksudmu mengatakan bahwa Dia tidak melakukan mukjizat dan keajaiban? Bagaimana Dia dapat menaklukkanmu tanpa melakukan mukjizat dan keajaiban?” Dan engkau menjawab: “Dia berfirman, dan tanpa memperlihatkan mukjizat dan keajaiban apa pun, Dia telah menaklukkan kami. Pekerjaan-Nya telah menaklukkan kami.” Pada akhirnya, jika engkau tidak mampu mengatakan sesuatu yang substantif, jika engkau tidak dapat membicarakan tentang hal-hal yang spesifik, apakah ini kesaksian yang benar? Ketika Tuhan yang berinkarnasi menaklukkan manusia, firman ilahi-Nya-lah yang melakukannya. Kemanusiaan tidak dapat melakukan ini; ini bukan sesuatu yang dapat dicapai oleh makhluk fana mana pun, bahkan mereka yang berkualitas tertinggi di antara manusia biasa, mereka tak mampu melakukan ini, karena keilahian-Nya lebih tinggi daripada makhluk ciptaan mana pun. Ini adalah hal yang luar biasa bagi manusia; Sang Pencipta, bagaimanapun juga, adalah lebih tinggi daripada makhluk ciptaan mana pun. Makhluk ciptaan tidak bisa lebih tinggi daripada Sang Pencipta; jika engkau lebih tinggi daripada Dia, Dia tidak akan mampu menaklukkanmu, dan Dia hanya dapat menaklukkanmu karena Dia lebih tinggi daripadamu. Dia yang dapat menaklukkan semua manusia adalah Sang Pencipta, dan tidak seorang pun kecuali Dia yang dapat melakukan pekerjaan ini. Perkataan-perkataan ini adalah “kesaksian”—jenis kesaksian yang harus engkau berikan. Selangkah demi selangkah, engkau telah mengalami hajaran, penghakiman, pemurnian, ujian, kemunduran, dan kesengsaraan, dan engkau telah ditaklukkan; engkau telah mengesampingkan prospek dagingmu, motivasi pribadimu, dan kepentingan pribadi dagingmu. Dengan kata lain, firman Tuhan telah menaklukkan hatimu sepenuhnya. Meskipun dalam hidupmu, engkau belum bertumbuh sebanyak yang Tuhan tuntut, engkau mengetahui semua hal ini dan engkau sepenuhnya diyakinkan oleh apa yang Dia lakukan. Dengan demikian, ini dapat disebut sebagai kesaksian, kesaksian yang nyata dan benar. Pekerjaan yang telah Tuhan lakukan, pekerjaan penghakiman dan hajaran, dimaksudkan untuk menaklukkan manusia, tetapi Dia juga menyelesaikan pekerjaan-Nya, mengakhiri zaman, dan melaksanakan pekerjaan penyelesaian. Dia sedang mengakhiri seluruh zaman, menyelamatkan semua manusia, membebaskan manusia sepenuhnya dari dosa; Dia sepenuhnya mendapatkan manusia, yang Dia ciptakan. Engkau harus memberi kesaksian tentang semua ini. Engkau telah mengalami begitu banyak pekerjaan Tuhan, engkau telah melihatnya dengan matamu sendiri dan mengalaminya secara pribadi; saat engkau mencapai titik akhir, engkau tidak boleh sampai tak mampu melaksanakan fungsi yangmenjadi tanggung jawabmu. Sayang sekali jika itu yang terjadi! Di masa depan, ketika Injil disebarkan, engkau harus mampu berbicara tentang pengetahuanmu sendiri, bersaksi tentang semua yang telah engkau peroleh dalam hatimu, dan bekerjalah sekeras mungkin. Inilah yang harus dicapai oleh makhluk ciptaan. Apa makna penting sebenarnya dari tahap pekerjaan Tuhan ini? Apa dampaknya? Dan, seberapa banyak dari pekerjaan Tuhan itu yang dilakukan dalam diri manusia? Apa yang harus orang lakukan? Pada saat engkau semua mampu berbicara dengan jelas mengenai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi sejak Dia datang ke bumi, maka kesaksianmu itu lengkap. Pada saat engkau mampu berbicara dengan jelas tentang kelima hal ini: makna penting pekerjaan-Nya; isi pekerjaan-Nya; hakikat pekerjaan-Nya; watak yang direpresentasikan pekerjaan tersebut; dan prinsip-prinsip pekerjaan-Nya, maka ini akan membuktikan bahwa engkau mampu memberi kesaksian tentang Tuhan, bahwa engkau benar-benar memiliki pengetahuan. Tuntutan-Ku terhadap engkau semua tidak terlalu tinggi, dan dapat dicapai oleh semua orang yang benar-benar melakukan pengejarannya. Jika engkau bertekad menjadi salah seorang saksi Tuhan, engkau harus memahami apa yang Tuhan benci dan apa yang Tuhan kasihi. Engkau telah mengalami banyak pekerjaan-Nya; melalui pekerjaan ini, engkau harus semakin mengetahui watak-Nya, memahami maksud-maksud-Nya, dan memahami apa yang dituntut-Nya dari manusia, lalu menggunakan pengetahuan ini untuk bersaksi tentang Dia dan memenuhi tugasmu. Engkau mungkin hanya berkata: “Kami mengenal Tuhan. Penghakiman dan hajaran-Nya sangat berat. Firman-Nya sangat keras; firman-Nya itu benar dan megah, dan tidak dapat dilanggar oleh siapa pun,” tetapi apakah firman ini pada akhirnya membekali manusia? Apa pengaruhnya dalam diri manusia? Apakah engkau sunguh-sungguh tahu bahwa pekerjaan penghakiman dan hajaran ini adalah yang paling bermanfaat bagimu? Penghakiman dan hajaran Tuhan menyingkapkan pemberontakan dan kerusakanmu, bukankah demikian? Penghakiman dan hajaran Tuhan mampu mentahirkan dan mengenyahkan watak yang kotor dan rusak dalam dirimu, bukankah demikian? Jika tidak ada penghakiman dan hajaran, akan menjadi apa dirimu? Apakah engkau benar-benar mengetahui fakta bahwa Iblis telah merusakmu hingga ke tingkat yang paling mendalam? Sekarang ini, engkau semua harus memperlengkapi dirimu dengan hal-hal ini dan mengetahui tentang hal-hal ini dengan baik.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Penerapan (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Judul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 442dari "Firman Tuhan Harian"SINGKAT & MENUSUK* ⚡*Caption:*Bersaksi = ceritakan apa...
01/09/2026

Judul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 442
dari "Firman Tuhan Harian"

SINGKAT & MENUSUK* ⚡
*Caption:*
Bersaksi = ceritakan apa yang Tuhan sudah lakukan di hidupmu.

Bukan teriak "Dia hebat!"

Tapi: "Dia sudah mengubah aku" 🥺

Hanya firman-Nya yang sanggup menaklukkan hati manusia.
Itu pekerjaan Sang Pencipta.
Kamu juga punya kesaksian kan?
Bagikan. Selamatkan lebih banyak jiwa 🙌
Kutipan Firman Tuhan 442

*Hashtag:
`

Memberi kesaksian tentang Tuhan terutama adalah perihal mengatakan pengetahuanmu tentang pekerjaan Tuhan, tentan bagaimana Tuhan menaklukkan manusia, bagaimana Dia menyelamatkan manusia, bagaimana Dia mengubah manusia; memberi kesaksian adalah perihal mengatakan tentang bagaimana Dia menuntun manusia untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran, sehingga memungkinkan mereka untuk ditaklukkan, disempurnakan dan diselamatkan oleh-Nya. Memberi kesaksian berarti mengatakan tentang pekerjaan-Nya dan semua yang telah engkau alami. Hanya pekerjaan-Nya yang dapat merepresentasikan diri-Nya dan hanya pekerjaan-Nya yang dapat secara terbuka mengungkapkan diri-Nya, dalam keseluruhan-Nya; pekerjaan-Nya memberi kesaksian tentang diri-Nya. Pekerjaan dan perkataan-Nya secara langsung merepresentasikan Roh; pekerjaan yang Dia lakukan dilakukan oleh Roh, dan firman yang Dia ucapkan diucapkan oleh Roh. Hal-hal ini hanya diungkapkan melalui daging inkarnasi Tuhan, tetapi, pada kenyataannya, semua itu adalah ungkapan Roh. Semua pekerjaan yang Dia lakukan dan semua firman yang Dia ucapkan merepresentasikan esensi-Nya. Jika, setelah membungkus diri-Nya dalam daging dan datang di antara manusia, Tuhan tidak berfirman atau bekerja, lalu kemudian memintamu untuk mengetahui kenyataan diri-Nya, kenormalan-Nya, dan kemahakuasaan-Nya, akankah engkau mampu melakukannya? Akankah engkau mampu mengetahui apa hakikat dari Roh? Akankah engkau mampu mengetahui sifat-sifat daging-Nya? Hanya karena engkau semua telah mengalami setiap langkah pekerjaan-Nya, maka Dia memintamu untuk memberikan kesaksian tentang Dia. Jika engkau semua tidak memiliki pengalaman seperti itu, Dia tidak akan bersikeras memintamu untuk memberi kesaksian. Dengan demikian, ketika engkau memberi kesaksian tentang Tuhan, engkau bukan hanya bersaksi tentang penampilan luar kemanusiaan normal-Nya, tetapi juga pekerjaan yang Dia lakukan dan jalan yang dipimpin-Nya; engkau harus bersaksi tentang bagaimana engkau telah ditaklukkan oleh-Nya dan dalam aspek apa engkau telah disempurnakan. Inilah jenis kesaksian yang harus engkau berikan. Jika, ke mana pun engkau pergi, engkau berteriak: “Tuhan kami telah datang untuk bekerja, dan pekerjaan-Nya benar-benar nyata! Dia telah mendapatkan kami tanpa melakukan tindakan supernatural, tanpa mukjizat dan keajaiban sama sekali!” Orang lain akan bertanya: “Apa maksudmu mengatakan bahwa Dia tidak melakukan mukjizat dan keajaiban? Bagaimana Dia dapat menaklukkanmu tanpa melakukan mukjizat dan keajaiban?” Dan engkau menjawab: “Dia berfirman, dan tanpa memperlihatkan mukjizat dan keajaiban apa pun, Dia telah menaklukkan kami. Pekerjaan-Nya telah menaklukkan kami.” Pada akhirnya, jika engkau tidak mampu mengatakan sesuatu yang substantif, jika engkau tidak dapat membicarakan tentang hal-hal yang spesifik, apakah ini kesaksian yang benar? Ketika Tuhan yang berinkarnasi menaklukkan manusia, firman ilahi-Nya-lah yang melakukannya. Kemanusiaan tidak dapat melakukan ini; ini bukan sesuatu yang dapat dicapai oleh makhluk fana mana pun, bahkan mereka yang berkualitas tertinggi di antara manusia biasa, mereka tak mampu melakukan ini, karena keilahian-Nya lebih tinggi daripada makhluk ciptaan mana pun. Ini adalah hal yang luar biasa bagi manusia; Sang Pencipta, bagaimanapun juga, adalah lebih tinggi daripada makhluk ciptaan mana pun. Makhluk ciptaan tidak bisa lebih tinggi daripada Sang Pencipta; jika engkau lebih tinggi daripada Dia, Dia tidak akan mampu menaklukkanmu, dan Dia hanya dapat menaklukkanmu karena Dia lebih tinggi daripadamu. Dia yang dapat menaklukkan semua manusia adalah Sang Pencipta, dan tidak seorang pun kecuali Dia yang dapat melakukan pekerjaan ini. Perkataan-perkataan ini adalah “kesaksian”—jenis kesaksian yang harus engkau berikan. Selangkah demi selangkah, engkau telah mengalami hajaran, penghakiman, pemurnian, ujian, kemunduran, dan kesengsaraan, dan engkau telah ditaklukkan; engkau telah mengesampingkan prospek dagingmu, motivasi pribadimu, dan kepentingan pribadi dagingmu. Dengan kata lain, firman Tuhan telah menaklukkan hatimu sepenuhnya. Meskipun dalam hidupmu, engkau belum bertumbuh sebanyak yang Tuhan tuntut, engkau mengetahui semua hal ini dan engkau sepenuhnya diyakinkan oleh apa yang Dia lakukan. Dengan demikian, ini dapat disebut sebagai kesaksian, kesaksian yang nyata dan benar. Pekerjaan yang telah Tuhan lakukan, pekerjaan penghakiman dan hajaran, dimaksudkan untuk menaklukkan manusia, tetapi Dia juga menyelesaikan pekerjaan-Nya, mengakhiri zaman, dan melaksanakan pekerjaan penyelesaian. Dia sedang mengakhiri seluruh zaman, menyelamatkan semua manusia, membebaskan manusia sepenuhnya dari dosa; Dia sepenuhnya mendapatkan manusia, yang Dia ciptakan. Engkau harus memberi kesaksian tentang semua ini. Engkau telah mengalami begitu banyak pekerjaan Tuhan, engkau telah melihatnya dengan matamu sendiri dan mengalaminya secara pribadi; saat engkau mencapai titik akhir, engkau tidak boleh sampai tak mampu melaksanakan fungsi yangmenjadi tanggung jawabmu. Sayang sekali jika itu yang terjadi! Di masa depan, ketika Injil disebarkan, engkau harus mampu berbicara tentang pengetahuanmu sendiri, bersaksi tentang semua yang telah engkau peroleh dalam hatimu, dan bekerjalah sekeras mungkin. Inilah yang harus dicapai oleh makhluk ciptaan. Apa makna penting sebenarnya dari tahap pekerjaan Tuhan ini? Apa dampaknya? Dan, seberapa banyak dari pekerjaan Tuhan itu yang dilakukan dalam diri manusia? Apa yang harus orang lakukan? Pada saat engkau semua mampu berbicara dengan jelas mengenai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi sejak Dia datang ke bumi, maka kesaksianmu itu lengkap. Pada saat engkau mampu berbicara dengan jelas tentang kelima hal ini: makna penting pekerjaan-Nya; isi pekerjaan-Nya; hakikat pekerjaan-Nya; watak yang direpresentasikan pekerjaan tersebut; dan prinsip-prinsip pekerjaan-Nya, maka ini akan membuktikan bahwa engkau mampu memberi kesaksian tentang Tuhan, bahwa engkau benar-benar memiliki pengetahuan. Tuntutan-Ku terhadap engkau semua tidak terlalu tinggi, dan dapat dicapai oleh semua orang yang benar-benar melakukan pengejarannya. Jika engkau bertekad menjadi salah seorang saksi Tuhan, engkau harus memahami apa yang Tuhan benci dan apa yang Tuhan kasihi. Engkau telah mengalami banyak pekerjaan-Nya; melalui pekerjaan ini, engkau harus semakin mengetahui watak-Nya, memahami maksud-maksud-Nya, dan memahami apa yang dituntut-Nya dari manusia, lalu menggunakan pengetahuan ini untuk bersaksi tentang Dia dan memenuhi tugasmu. Engkau mungkin hanya berkata: “Kami mengenal Tuhan. Penghakiman dan hajaran-Nya sangat berat. Firman-Nya sangat keras; firman-Nya itu benar dan megah, dan tidak dapat dilanggar oleh siapa pun,” tetapi apakah firman ini pada akhirnya membekali manusia? Apa pengaruhnya dalam diri manusia? Apakah engkau sunguh-sungguh tahu bahwa pekerjaan penghakiman dan hajaran ini adalah yang paling bermanfaat bagimu? Penghakiman dan hajaran Tuhan menyingkapkan pemberontakan dan kerusakanmu, bukankah demikian? Penghakiman dan hajaran Tuhan mampu mentahirkan dan mengenyahkan watak yang kotor dan rusak dalam dirimu, bukankah demikian? Jika tidak ada penghakiman dan hajaran, akan menjadi apa dirimu? Apakah engkau benar-benar mengetahui fakta bahwa Iblis telah merusakmu hingga ke tingkat yang paling mendalam? Sekarang ini, engkau semua harus memperlengkapi dirimu dengan hal-hal ini dan mengetahui tentang hal-hal ini dengan baik.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Penerapan (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Address

Palangkaraya

Telephone

+6285845438159

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KASIH TUHAN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share