KASIH TUHAN

KASIH TUHAN 1. Kasih Tuhan itu sungguh luar biasa.
2. hoby suka berpetualang sebenarnya dan menyukai pemandangan yang indah dan menarik.

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia IIdari "Firman Tuhan Harian""Firman Tuhan Harian: Kutipan 340" dari _Firman, Jili...
22/05/2026

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia II
dari "Firman Tuhan Harian"

"Firman Tuhan Harian: Kutipan 340" dari _Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Engkau Sekalian Begitu Rendah dalam Akhlakmu!”*_

Ini kutipan yang benar-benar membongkar akhlak dan kemanusiaan yang sudah tercemar. Tajam, langsung, tidak ada basa-basi.

*DESKRIPSI UNTUK MEDIA SOSIAL*

*IMAN DI BIBIR, KAKI MASIH DI LUMPUR*

Imanmu sangat indah di kata-kata. Katamu, engkau bersedia mengorbankan seumur hidupmu demi pekerjaan Tuhan, bahkan berkorban nyawa. *Tapi watakmu tidak banyak berubah.*

Engkau berbicara dengan arogan, padahal perilakumu sangat buruk. *Seakan-akan lidah dan bibirmu berada di surga, tapi kakimu berada jauh di bumi.* Akibatnya, kata-kata, perbuatan, dan reputasimu tetap dalam kondisi buruk.

Reputasimu hancur, sikapmu hina, cara bicaramu hina, hidupmu tercela. *Bahkan seluruh kemanusiaanmu telah merosot begitu rendah.* Engkau berpikiran sempit, tawar-menawar dalam setiap hal kecil. Engkau bertengkar karena reputasi dan status, bahkan sampai bersedia turun ke neraka dan ke dalam lautan api.

*Perkataan dan perbuatanmu sudah cukup bagi Tuhan untuk menentukan bahwa engkau berdosa.* Sikapmu terhadap pekerjaan-Nya membuktikan engkau orang fasik. Watakmu menyatakan engkau jiwa cemar yang penuh kekejian. *Engkau adalah orang-orang yang telah minum sampai kenyang darah roh-roh najis.*

Ketika perkara masuk kerajaan disampaikan, engkau tidak mengungkapkan perasaan. *Apakah engkau yakin kondisimu sekarang sudah cukup untuk masuk gerbang kerajaan surga?* Apakah tanpa diuji, kata-kata dan perbuatanmu layak masuk tanah suci?

*Siapa yang sanggup menipu mata Tuhan?* Perilaku hina dan rendahmu tidak luput dari pandangan-Nya. Hidupmu ditentukan sebagai kehid**an yang meminum darah dan memakan daging roh-roh najis, sebab setiap hari engkau meniru rupa mereka di hadapan Tuhan.

*Perkataanmu mengandung kekotoran roh najis:* membujuk, menutupi, menyanjung seperti orang yang terlibat sihir, seperti orang licik yang meminum darah orang benar. *Semua ungkapan manusia sangat fasik.* Bagaimana mungkin ditempatkan di tanah suci?

*Lidahmu yang seperti ular itu akhirnya akan merusak dagingmu.* Tanganmu yang berlumuran darah roh najis akan menarik jiwamu ke neraka. *Mengapa tidak kau gunakan kesempatan ini untuk mentahirkan tanganmu yang cemar?* Mengapa tidak kau potong lidahmu yang penuh dusta? Mungkinkah engkau rela menderita dalam api neraka demi tangan, lidah, dan bibirmu?

*Tuhan mengawasi hati semua orang.* Jauh sebelum menciptakan manusia, Dia sudah menggenggam hati mereka. Dia sudah lama menyelami hati manusia. *Tidak ada pikiran yang luput dari mata-Nya. Tidak ada yang bisa lolos dari pembakaran Roh-Nya.*

*HASHTAG*











Hati


Firman Tuhan Harian: Kutipan 340
dari "Firman Tuhan Harian"Imanmu sangat indah; katamu, engkau bersedia mengorbankan seumur hidupmu demi pekerjaan-Ku, dan bahwa engkau bersedia berkorban nyawa untuk itu, tetapi watakmu tidak banyak berubah. Engkau hanya berbicara dengan arogan, padahal perilakumu yang sebenarnya sangat buruk. Seakan-akan, lidah dan bibir manusia berada di surga tetapi kakinya berada jauh di bumi, dan sebagai akibatnya, kata-kata dan perbuatannya serta reputasinya tetap dalam kondisi buruk. Reputasimu telah hancur, sikapmu hina, cara bicaramu hina, dan hidupmu tercela; bahkan seluruh kemanusiaanmu telah merosot begitu rendah. Engkau sekalian berpikiran sempit terhadap orang lain dan engkau tawar-menawar dalam setiap hal kecil. Engkau bertengkar karena reputasi dan statusmu sendiri, bahkan sampai bersedia turun ke neraka dan ke dalam lautan api. Perkataan dan perbuatanmu saat ini sudah cukup bagi-Ku untuk menentukan bahwa engkau sekalian berdosa. Sikapmu terhadap pekerjaan-Ku sudah cukup bagi-Ku untuk menentukan bahwa engkau sekalian adalah orang-orang fasik, dan semua watakmu sudah cukup untuk menyatakan bahwa engkau sekalian adalah jiwa-jiwa cemar yang penuh dengan kekejian. Manifestasimu dan apa yang engkau ungkapkan sudah cukup untuk menyatakan bahwa engkau semua adalah orang-orang yang telah minum sampai kenyang darah roh-roh najis. Ketika perkara memasuki kerajaan disampaikan, engkau sekalian tidak mengungkapkan perasaanmu. Apakah engkau semua yakin bahwa kondisimu sekarang sudah memadai bagimu untuk memasuki gerbang kerajaan surga-Ku? Apakah engkau semua yakin bahwa engkau dapat memperoleh jalan masuk ke tanah suci dari pekerjaan dan firman-Ku tanpa kata-kata dan perbuatanmu lebih dahulu menjalani pengujian-Ku? Siapa yang sanggup menipu kedua mata-Ku? Bagaimana bisa perilaku dan percakapanmu yang hina dan rendah luput dari pandangan-Ku? Hidupmu telah Kutentukan sebagai kehid**an yang meminum darah dan memakan daging dari roh-roh najis sebab engkau sekalian meniru rupa mereka di hadapan-Ku setiap hari. Di hadapan-Ku, perilakumu sangat buruk, jadi bagaimana mungkin Aku tidak mendapati dirimu menjijikkan? Perkataanmu mengandung kekotoran dari roh-roh najis: engkau membujuk, menutupi, dan menyanjung seperti orang-orang yang terlibat sihir dan seperti mereka yang berbuat licik dan meminum darah orang yang tidak benar. Semua ungkapan manusia sangat fasik, jadi bagaimana mungkin semua orang dapat ditempatkan di tanah suci di tempat orang-orang benar berada? Apakah engkau berpikir bahwa perilakumu yang tercela dapat membedakan dirimu sebagai orang yang kudus dibandingkan orang-orang fasik itu? Lidahmu yang seperti ular itu akhirnya akan merusak dagingmu yang membawa kehancuran dan melakukan kekejian, dan tanganmu yang berlumuran dengan darah roh-roh najis itu juga akhirnya akan menarik jiwamu ke neraka. Jadi, mengapa engkau tidak menggapai kesempatan ini untuk mentahirkan tanganmu yang berlumuran kecemaran? Dan mengapa engkau tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk memotong lidahmu yang mengatakan kata-kata yang tidak benar? Mungkinkah engkau bersedia menderita dalam api neraka demi tangan, lidah, dan bibirmu? Aku mengawasi hati semua orang dengan kedua mata-Ku karena jauh sebelum Aku menciptakan manusia, Aku telah menggenggam hati mereka di dalam tangan-Ku. Aku sudah lama menyelami hati manusia, jadi bagaimana mungkin segala pikiran manusia luput dari mata-Ku? Bagaimana mungkin mereka bisa tepat pada waktunya lolos dari pembakaran Roh-Ku?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Engkau Sekalian Begitu Rendah dalam Akhlakmu!”
dari "Firman Tuhan Harian"*3 PERTANYAAN REFLEKSI TAJAM*
1. *Soal Kesenjangan:* Apakah kata-kataku rohani dan indah, tapi kelakuanku sehari-hari masih kikir, licik, haus status, dan memandang rendah orang? Kalau ya, berarti lidahku di surga tapi kakiku masih di lumpur.
2. *Soal Kekejian Tersembunyi:* Apakah di hadapan Tuhan aku sering “meniru rupa roh najis” — membujuk, menutupi, menyanjung demi keuntungan? Apakah aku berani jujur di hadapan-Nya bahwa tanganku berlumuran kecemaran?
3. *Soal Kerajaan:* Kalau hari ini Tuhan uji aku soal masuk kerajaan-Nya, apakah hidupku — bukan kata-kataku — yang akan bersaksi? Atau aku akan diam karena tahu diriku tidak layak?

*POIN UTAMA KUTIPAN 340:*
1. *Iman tanpa perubahan watak adalah kebohongan.* Indah di mulut, busuk di perbuatan.
2. *Tuhan tidak bisa ditipu.* Dia melihat hati, menyelami pikiran, dan muak dengan kemunafikan.
3. *Kesempatan masih ada: tahirkan tangan dan potong lidah dusta sekarang.* Sebelum lidah dan tangan itu menyeret kita ke neraka.

"Firman Tuhan Harian: Kutipan 322" dari Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang Im...
15/05/2026

"Firman Tuhan Harian: Kutipan 322" dari Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang Iman?”*

Ini kutipan yang membongkar habis motivasi iman manusia yang palsu.

*DESKRIPSI UNTUK MEDIA SOSIAL*

*IMAN YANG HANYA MAU MANFAAT BUKANLAH IMAN KEPADA TUHAN*
Dalam diri manusia, hanya ada kata iman yang tak pasti. Manusia tidak tahu apa itu iman, apalagi alasan mengapa mereka beriman. Pemahaman mereka terlalu sedikit, dan mereka sendiri terlalu kurang. *Iman mereka kepada Tuhan adalah iman tanpa berpikir dan tanpa pengetahuan.* Mereka terus percaya secara obsesif, tapi tidak tahu kenapa.

*Pekerjaan Tuhan bertujuan agar manusia dapat melihat-Nya dan mengenal-Nya, bukan supaya manusia terkesan dan memandang-Nya dengan cara yang baru.*

Dulu Tuhan Yesus mengadakan banyak tanda, mukjizat, dan keajaiban. Orang Israel kagum, menghormati kemampuan-Nya menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Ribuan orang mengikuti-Nya hanya untuk melihat mukjizat.
*Tapi mereka hanya menganggap-Nya tabib yang hebat, guru yang lebih baik dari murid-Nya.* Bahkan sekarang, manusia menafsirkan Tuhan Yesus hanya sebagai tabib penuh belas kasihan. Mereka yang katanya paham Kitab Suci pun merendahkan Tuhan sampai serendah itu.

*Begitu banyak orang percaya kepada Tuhan hanya karena:*
- Ingin disembuhkan dari sakit
- Ingin diusir roh najis dari tubuhnya
- Ingin damai, s**acita, dan kekayaan materi
- Ingin hidup aman di dunia ini dan dapat berkat di surga
- Ingin menghindari neraka
- Hanya demi kenyamanan sementara, tanpa peduli dunia yang akan datang

*Saat Tuhan memberi murka, merampas damai, memberi penderitaan neraka, menarik kembali berkat — mereka ragu, marah, bahkan meninggalkan-Nya.* Mereka lari ke dukun, ke ilmu sihir. Saat Tuhan tidak memberi apa yang mereka tuntut, mereka menghilang tanpa jejak.

*Itulah sebabnya Tuhan berkata: orang beriman kepada-Ku karena kasih karunia-Ku terlalu berlimpah, dan karena ada terlalu banyak manfaat yang bisa didapatkan.*

Orang Yahudi waktu itu mengikuti Tuhan karena mukjizat. Mereka menebak-nebak: “Dia Elia, Dia Musa, Dia nabi terbesar, tabib terhebat.”
*Tapi selain Tuhan sendiri yang berkata “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup”, “Akulah Anak Tuhan”, “Akulah Sang Penebus” — tak seorang pun benar-benar mengenal-Nya.*

Seperti itulah iman manusia kepada Tuhan: mencoba menipu-Nya.
*Dengan pandangan seperti itu, bagaimana mereka bisa memberikan kesaksian tentang Tuhan?*

*HASHTAG*













*3 PERTANYAAN REFLEKSI TAJAM*
1. *Soal Motif:* Kalau hari ini Tuhan berhenti menyembuhkan, berhenti memberkati, berhenti menjawab doaku — masihkah aku mau Dia? Atau imanku akan mati seperti orang Yahudi yang pergi saat Tuhan tidak memberi apa yang mereka mau?
2. *Soal Pengenalan:* Siapakah Tuhan bagiku sebenarnya? Tabib, pemenuh kebutuhan, pemberi berkat… atau “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup” yang layak kuikuti walau tidak ada keuntungan daging?
3. *Soal Kesaksian:* Apa yang kuberi kesaksian tentang Tuhan ke orang lain? Mukjizat yang Dia buat untukku, atau siapa Dia sebenarnya dan apa watak-Nya? Kalau aku sendiri tidak mengenal-Nya, bagaimana aku bisa bersaksi?

*POIN UTAMA KUTIPAN 322:*
1. *Iman manusia kebanyakan iman dagang.* Percaya karena mau manfaat, bukan karena mengenal Tuhan.
2. *Tujuan Tuhan bekerja: supaya kita mengenal-Nya, bukan supaya kita terpesona mukjizat.*
3. *Tanpa mengenal siapa Tuhan sebenarnya, iman kita hanya menipu Tuhan dan diri sendiri.* Dan itu tidak bisa menghasilkan kesaksian yang benar.

Firman Tuhan Harian: Kutipan 322
dari "Firman Tuhan Harian"

Dalam diri manusia, hanya ada kata iman yang tak pasti, tetapi manusia tidak tahu apa yang membentuk iman, apalagi alasan mengapa mereka beriman. Manusia memahami terlalu sedikit, dan manusia itu sendiri terlalu kurang; iman mereka kepada-Ku adalah iman yang tanpa berpikir dan tanpa berpengetahuan. Meskipun mereka tidak tahu apa itu iman atau mengapa mereka beriman kepada-Ku, mereka terus saja percaya kepada-Ku secara obsesif. Yang Kuminta dari manusia bukan semata supaya mereka secara obsesif memanggil-Ku dengan cara ini atau memercayai-Ku dengan cara asal-asalan, karena pekerjaan yang Kulakukan bertujuan agar manusia dapat melihat-Ku dan mengenal-Ku, bukan supaya manusia terkesan dan memandang-Ku dengan cara yang baru. Aku pernah mengadakan banyak tanda dan mukjizat serta melakukan banyak keajaiban, dan orang Israel pada masa itu menunjukkan kekaguman yang besar terhadap-Ku dan sangat menghormati kemampuan-Ku yang luar biasa untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Pada saat itu, orang-orang Yahudi berpikir bahwa kuasa penyembuhan-Ku hebat dan luar biasa—dan karena perbuatan-Ku yang banyak itu, mereka semua menghormati-Ku, dan merasakan kekaguman yang besar oleh karena semua kuasa-Ku. Jadi, semua orang yang melihat-Ku melakukan mukjizat mengikuti-Ku secara dekat, sampai ribuan orang mengelilingi-Ku untuk menyaksikan Aku menyembuhkan orang sakit. Aku mengadakan begitu banyak tanda dan mukjizat, tetapi manusia hanya menganggap-Ku tabib yang hebat; Aku juga telah mengucapkan banyak firman pengajaran bagi orang-orang pada masa itu, tetapi mereka hanya menganggap-Ku sebagai seorang guru yang lebih baik daripada murid-murid-Nya. Bahkan sekarang pun, setelah manusia melihat catatan sejarah pekerjaan-Ku, penafsiran mereka masihlah bahwa Aku ini tabib hebat yang menyembuhkan orang sakit dan guru bagi orang yang tak berpengetahuan, dan mereka telah mendefinisikan Aku sebagai Tuhan Yesus Kristus yang penuh belas kasihan. Mereka yang menafsirkan Kitab Suci mungkin telah melampaui keterampilan-Ku dalam menyembuhkan, atau bahkan merupakan murid-murid yang kini telah melampaui guru mereka, tetapi orang-orang yang begitu termasyhur itu, yang namanya dikenal di seluruh dunia, menganggap-Ku sedemikian rendah hanya sebagai seorang tabib. Perbuatan-perbuatan-Ku lebih banyak daripada butiran pasir di pantai, dan hikmat-Ku melampaui semua keturunan Salomo, tetapi manusia hanya menganggap-Ku sebagai tabib yang tak berarti dan guru manusia yang tak dikenal! Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya agar Aku dapat menyembuhkan mereka. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya agar Aku dapat menggunakan kuasa-Ku untuk mengusir roh-roh najis dari tubuh mereka, dan begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya supaya mereka dapat menerima damai dan s**acita dari-Ku. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya untuk menuntut lebih banyak kekayaan materi dari-Ku. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya untuk menjalani hidup ini dengan damai dan agar aman dan selamat di dunia yang akan datang. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku untuk menghindari penderitaan neraka dan menerima berkat-berkat surga. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya demi kenyamanan sementara, tetapi tidak berusaha memperoleh apa pun dari dunia yang akan datang. Saat Aku mengaruniakan murka-Ku kepada manusia dan merampas semua s**acita dan damai yang pernah mereka miliki, mereka menjadi ragu. Saat Aku mengaruniakan penderitaan neraka kepada orang dan menarik kembali berkat-berkat surga, mereka menjadi marah. Saat orang meminta-Ku untuk menyembuhkan mereka, dan Aku tidak memedulikan mereka dan merasakan kebencian terhadap mereka, mereka meninggalkan-Ku untuk mencari cara pengobatan lewat perdukunan dan ilmu sihir. Saat Aku mengambil semua yang telah orang tuntut dari-Ku, mereka semua menghilang tanpa jejak. Maka dari itu, Aku berkata bahwa orang beriman kepada-Ku karena kasih karunia-Ku terlalu berlimpah, dan karena ada terlalu banyak manfaat yang bisa didapatkan. Orang-orang Yahudi percaya kepada-Ku karena kasih karunia-Ku dan mengikuti-Ku ke mana pun Aku pergi. Orang-orang bodoh yang terbatas pengetahuan dan pengalamannya ini hanya berusaha melihat tanda-tanda dan mukjizat yang Kuadakan. Mereka menganggap-Ku sebagai kepala keluarga bangsa Yahudi yang dapat melakukan keajaiban-keajaiban terhebat. Jadi, saat Aku mengusir setan dari manusia, itu menimbulkan banyak pembicaraan di antara mereka: mereka berkata bahwa Aku ini Elia, bahwa Aku ini Musa, bahwa Aku adalah yang tertua di antara semua nabi, bahwa Aku adalah yang terhebat di antara semua tabib. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa Akulah jalan, kebenaran, dan hidup, tak seorang pun dapat mengetahui keberadaan-Ku atau identitas-Ku. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa surga adalah tempat tinggal Bapa-Ku, tak seorang pun tahu bahwa Akulah Anak Tuhan, dan juga Tuhan itu sendiri. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa Aku akan membawa penebusan bagi seluruh umat manusia dan menebus umat manusia, tak seorang pun tahu bahwa Akulah Sang Penebus umat manusia, dan manusia hanya mengenal-Ku sebagai manusia yang baik hati dan penuh belas kasihan. Dan selain Aku sendiri yang mampu menjelaskan segala hal mengenai diri-Ku, tak seorang pun mengenal-Ku, dan tak seorang pun percaya bahwa Aku adalah Anak Tuhan yang hidup. Seperti itulah iman orang kepada-Ku, dan cara mereka mencoba menipu-Ku. Bagaimana mereka bisa memberikan kesaksian tentang-Ku jika mereka memiliki pandangan seperti itu mengenai diri-Ku?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang Iman?”
dari "Firman Tuhan Harian"

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia Idari "Firman Tuhan Harian""Firman Tuhan Harian: Kutipan 318" dari _Firman, Jilid...
10/05/2026

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia I
dari "Firman Tuhan Harian""Firman Tuhan Harian: Kutipan 318" dari _Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan_.*

*DESKRIPSI

*KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN HARUS DIDASARKAN PADA KENYATAAN, BUKAN KHAYALAN*

Kepercayaan kepada Tuhan, pengejaran akan kebenaran, dan cara berperilaku harus didasarkan pada kenyataan. Segala yang dilakukan harus nyata, bukan mengejar hal yang khayalan dan angan-angan. Hidup yang hanya dihabiskan di tengah kepalsuan dan kebohongan tidak bermakna. Jika tidak mengejar hal yang bernilai dan signifikan, yang didapat hanya penalaran dan doktrin kosong yang bukan kebenaran. Hidup seperti itu sia-sia, tidak berbeda dengan kehid**an hewan.

Masalah terbesar manusia adalah hanya mencintai hal yang tidak dapat dilihat atau disentuh — yang misterius, menakjubkan, dan tidak realistis. Semakin tidak realistis, semakin manusia menganalisis dan mengejarnya. Sebaliknya, semakin realistis sesuatu, semakin diremehkan dan dihina.

Inilah sikap manusia terhadap pekerjaan Tuhan yang nyata saat ini. Manusia berprasangka buruk, mengabaikan, dan memandang rendah tuntutan Tuhan yang realistis. Mereka menyimpan banyak gagasan tentang Tuhan yang nyata dan tidak mampu menerima kenyataan dan kenormalan-Nya. Inilah kepercayaan yang samar.

Manusia percaya teguh pada Tuhan yang samar di masa lampau, tetapi tidak berminat pada Tuhan yang nyata pada zaman sekarang. Mengapa? Karena Tuhan zaman sekarang terlalu nyata, dan yang dikehendaki-Nya justru hal yang paling enggan dilakukan manusia. Hal ini menyingkapkan luka manusia.

Akibatnya, banyak orang tidak mengejar Tuhan yang sejati, sehingga menjadi musuh Tuhan yang berinkarnasi — artinya menjadi antikristus. Di masa lalu, mereka mungkin orang percaya yang taat. Tetapi setelah Tuhan menjadi daging, mereka tanpa sadar menjadi antikristus karena tidak berkonsentrasi pada kenyataan atau mengejar kebenaran, melainkan terobsesi dengan kebohongan.

*Jadi renungkan:*
Apakah pribadi yang kaupercayai adalah Tuhan dalam rupa manusia yang hidup dan bernapas? Apakah tujuan pengejaranmu adalah gagasan atau kebenaran? Apakah Tuhan atau makhluk supernatural?

*Kebenaran adalah pepatah kehid**an yang paling nyata.* Ini bukan kutipan tokoh besar, melainkan perkataan dari Yang Berdaulat atas langit dan bumi. Kebenaran adalah kehid**an yang melekat pada Tuhan, dan tuntutan Tuhan kepada manusia.

Jika yang dikejar hanya doktrin tanpa kenyataan, itu adalah pemberontakan terhadap kebenaran. Orang tanpa kenyataan adalah pengkhianat kebenaran dan pada dasarnya adalah pemberontak.
---
*HASHTAG*








**an







---Firman Tuhan Harian: Kutipan 318
dari "Firman Tuhan Harian"
Kepercayaanmu kepada Tuhan, pengejaranmu akan kebenaran, dan bahkan caramu berperilaku seharusnya semua didasarkan pada kenyataan: segala sesuatu yang kaulakukan harus nyata, dan engkau seharusnya tidak mengejar segala hal yang bersifat khayalan dan angan-angan. Tidak ada gunanya bersikap seperti ini, dan, selain itu, kehid**an semacam ini tidak bermakna. Karena pengejaran dan kehid**anmu hanya dihabiskan di tengah kepalsuan dan kebohongan, dan karena engkau tidak mengejar hal-hal yang memiliki nilai dan signifikansi, satu-satunya hal yang kaudapatkan adalah penalaran dan doktrin yang tidak masuk akal yang bukan berasal dari kebenaran. Hal-hal semacam itu tidak ada kaitannya dengan signifikansi dan nilai keberadaanmu, dan hanya akan membawamu ke dalam dunia yang hampa. Dengan demikian, seluruh hidupmu tidak akan bernilai atau bermakna—dan jika engkau tidak mengejar kehid**an yang bermakna, artinya engkau bisa saja hidup seratus tahun, tetapi semuanya akan sia-sia belaka. Bagaimana hal itu dapat disebut sebagai kehid**an manusia? Bukankah itu sebenarnya adalah kehid**an hewan? Demikian p**a, jika engkau semua berusaha mengikuti jalan kepercayaan kepada Tuhan, tetapi tidak berusaha untuk mengejar Tuhan yang dapat dilihat dan malah menyembah Tuhan yang tak kelihatan dan tidak berwujud, bukankah pengejaran semacam itu bahkan lebih sia-sia? Pada akhirnya, pengejaranmu akan menjadi timbunan puing. Apa manfaat pengejaran semacam itu bagimu? Masalah terbesar dengan manusia adalah dia hanya mencintai hal-hal yang tidak dapat dilihat atau disentuhnya, hal-hal yang sangat misterius dan menakjubkan, dan hal-hal yang tidak terbayangkan oleh manusia dan tidak terjangkau oleh manusia biasa. Semakin tidak realistis hal-hal ini, semakin manusia menganalisisnya, bahkan mereka mengejarnya tanpa memedulikan yang lainnya, dan berusaha memperolehnya. Semakin tidak realistis hal-hal ini, semakin cermat manusia meneliti dan menganalisisnya, bahkan hingga menyusun gagasannya sendiri yang sangat lengkap tentang itu. Sebaliknya, semakin realistis sesuatu, semakin manusia meremehkannya; mereka hanya memandang rendah hal itu, dan bahkan menghinanya. Bukankah demikian sikapmu terhadap pekerjaan realistis yang Kulakukan saat ini? Semakin realistis pekerjaan itu, semakin engkau semua berprasangka buruk terhadapnya. Engkau tidak meluangkan waktu sedikit pun untuk memeriksanya, tetapi sama sekali mengabaikannya; engkau memandang rendah tuntutan yang berstandar rendah dan realistis ini, dan bahkan menyimpan banyak gagasan tentang Tuhan yang paling nyata ini, dan sama sekali tidak mampu menerima kenyataan dan kenormalan diri-Nya. Dengan demikian, bukankah engkau semua memiliki kepercayaan yang samar? Engkau semua memiliki kepercayaan yang tak tergoyahkan terhadap Tuhan yang samar pada zaman dahulu, dan tidak berminat pada Tuhan yang nyata pada zaman sekarang. Bukankah ini karena Tuhan zaman dahulu dan Tuhan zaman sekarang berasal dari dua era yang berbeda? Bukankah ini juga karena Tuhan zaman dahulu adalah Tuhan yang agung dari surga, sedangkan Tuhan zaman sekarang adalah manusia yang kecil di bumi? Selain itu, bukankah ini karena Tuhan yang disembah oleh manusia pada zaman dahulu adalah Tuhan yang dilahirkan oleh gagasannya sendiri, sedangkan Tuhan zaman sekarang yang berwujud daging, dihasilkan dan dilahirkan di bumi? Akhirnya, bukankah ini karena Tuhan zaman sekarang terlalu nyata sehingga manusia tidak mengejar Dia? Karena apa yang dikehendaki Tuhan zaman sekarang dari manusia justru adalah hal-hal yang paling enggan dilakukan manusia, dan yang membuat mereka merasa malu. Bukankah hal ini membuat segalanya menjadi sulit bagi manusia? Bukankah hal ini menyingkapkan luka manusia? Dengan demikian, banyak orang tidak mengejar Tuhan yang sejati, Tuhan yang nyata, sehingga mereka menjadi musuh Tuhan yang berinkarnasi, yang artinya menjadi antikristus. Bukankah ini sebuah fakta yang jelas? Di masa lalu, ketika Tuhan belum menjadi daging, engkau mungkin adalah seorang pemuka agama, atau seorang percaya yang taat. Setelah Tuhan menjadi daging, banyak orang percaya yang taat itu tanpa sadar menjadi antikristus. Apakah engkau tahu apa yang sedang terjadi di sini? Dalam kepercayaanmu kepada Tuhan, engkau tidak berkonsentrasi pada kenyataan atau mengejar kebenaran, melainkan terobsesi dengan kebohongan—bukankah ini merupakan sumber yang paling jelas dari permusuhanmu kepada Tuhan yang berinkarnasi? Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, jadi, bukankah semua orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi adalah antikristus? Jadi, apakah pribadi yang kaupercayai dan kasihi itu benar-benar adalah Tuhan dalam rupa manusia? Benarkah yang kaupercayai dan kasihi adalah Tuhan yang hidup dan bernapas ini, yang paling nyata dan sangat normal? Apa sebenarnya tujuan pengejaranmu? Apakah tujuan pengejaranmu berada di surga atau di bumi? Apakah tujuan pengejaranmu adalah gagasan atau kebenaran?Apakah tujuan pengejaranmu berada di surga atau di bumi? Apakah tujuan pengejaranmu adalah gagasan atau kebenaran? Apakah tujuan pengejaranmu adalah Tuhan atau makhluk supernatural? Sebenarnya, kebenaran adalah pepatah kehid**an yang paling nyata, dan pepatah tertinggi di antara semua pepatah umat manusia. Karena inilah tuntutan Tuhan kepada manusia, dan merupakan pekerjaan yang dilakukan sendiri oleh Tuhan, sehingga itu disebut “pepatah kehid**an”. Ini bukanlah pepatah yang dirangkum dari sesuatu, juga bukan kutipan terkenal dari seorang tokoh besar. Sebaliknya, ini adalah perkataan untuk umat manusia dari Yang Berdaulat atas langit dan bumi dan segala sesuatu; ini bukan beberapa kata yang dirangkum oleh manusia, melainkan kehid**an yang melekat pada Tuhan. Dan itulah sebabnya ini disebut “yang tertinggi dari semua pepatah kehid**an”. Pengejaran manusia untuk melakukan kebenaran merupakan pelaksanaan tugas mereka, yaitu pengejaran untuk memenuhi tuntutan Tuhan. Esensi dari tuntutan ini merupakan kebenaran yang paling nyata dari semua kebenaran, bukan doktrin kosong yang tidak dapat dicapai oleh siapa pun. Apabila yang kaukejar hanyalah doktrin dan tidak mengandung kenyataan, bukankah engkau memberontak terhadap kebenaran? Bukankah engkau adalah orang yang menyerang kebenaran? Bagaimana mungkin orang semacam itu bisa menjadi orang yang berupaya untuk mengasihi Tuhan? Orang yang tanpa kenyataan adalah orang yang mengkhianati kebenaran, dan pada dasarnya mereka semua adalah pemberontak!
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Hanya Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya yang Dapat Memuaskan Tuhan”
dari "Firman Tuhan Harian"
*POIN UTAMA UNTUK DIINGAT:*
1. *Iman harus nyata* — tolak khayalan, doktrin kosong, dan Tuhan yang samar.
2. *Bahaya terbesar* — mencintai yang misterius, meremehkan yang realistis, akhirnya menjadi antikristus.
3. *Kebenaran = Kehid**an* — bukan teori, melainkan tuntutan nyata dari Tuhan yang berinkarnasi.

*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥  *Iblis tidak pernah cuti.*  *Kerjanya: ganggu Tuhan, bikin kita nyerah, pake kecew...
27/04/2026

*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥

*Iblis tidak pernah cuti.*
*Kerjanya: ganggu Tuhan, bikin kita nyerah, pake kecewa & "ya sudahlah"*

*Tapi Tuhan kasih bocoran:*
*"Makin kamu kenal kelicikan Iblis, makin dekat kamu sama Aku"*

*Jadi hari ini:*
*Stop salahin orang. Stop salahin keadaan.*
*Musuhnya satu: Iblis yang mau kita jauh dari Tuhan*

*Tuhan sudah tidak sabar mau menolong kamu.*
*Kamu mau pegang tangan-Nya?*
*Komen "AKU MAU"* 🙏

*

➡️⭐🌷Dari atas sampai ke bawah dan dari awal sampai akhir, Iblis telah mengganggu pekerjaan Tuhan dan bertindak dalam penentangan terhadap-Nya. Semua pembicaraan tentang “warisan budaya kuno”, “pengetahuan tentang budaya kuno” yang berharga, “ajaran Taoisme dan Konfusianisme”, “nilai-nilai Konfusius dan ritual feodal” telah membawa manusia ke dalam neraka. Pengetahuan dan teknologi zaman modern yang maju serta industri, pertanian, dan bisnis yang sangat maju, tidak terlihat di mana pun. Sebaliknya, semua itu hanya menekankan pada ritual feodal yang disebarluaskan oleh para “kera-kera” pada zaman kuno untuk dengan sengaja mengganggu, menentang, dan merombak pekerjaan Tuhan. Sampai hari ini, dia tidak saja terus menyengsarakan manusia, tetapi juga ingin menelan[1] manusia sepenuhnya. Penyebaran ajaran moral dan etika feodalisme dan pengetahuan budaya kuno yang diturunkan telah lama menjangkiti umat manusia dan mengubah mereka menjadi setan-setan besar dan kecil. Hanya sedikit dari mereka yang akan dengan senang hati menerima Tuhan, hanya sedikit yang akan dengan penuh s**acita menyambut kedatangan-Nya. Wajah seluruh umat manusia dipenuhi dengan niat membunuh, dan di setiap tempat, napas pembunuhan memenuhi udara. Mereka berusaha mengusir Tuhan dari negeri ini; dengan pisau dan pedang terhunus, mereka mengatur barisan perangnya untuk “membinasakan” Tuhan. Di seluruh negeri para setan ini, tempat manusia terus-menerus diajarkan bahwa tidak ada Tuhan, berhala-hala tersebar di mana-mana, dan udara di atasnya dipenuhi dengan bau kertas terbakar dan d**a yang memualkan, begitu tebal sehingga membuat sulit bernapas. Itu seperti bau busuk lumpur yang terbawa angin bersama dengan ular beracun yang menggeliat-geliat, sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa menahan muntah. Selain itu, samar-samar terdengar suara roh-roh jahat melantunkan nyanyian, suara yang sepertinya datang dari jauh di neraka, sedemikian rupa sehingga orang pasti akan gemetar. Di seluruh negeri ini ditempatkan berhala dengan semua warna pelangi, yang mengubah negeri ini menjadi dunia kenikmatan hawa nafsu, sementara raja setan terus tertawa dengan culas, seolah-olah rencana jahatnya telah berhasil. Sementara itu, manusia tetap sama sekali tidak menyadarinya, juga tidak sadar sedikit pun bahwa setan telah merusaknya sampai pada titik di mana dia menjadi tak sadarkan diri dan menundukkan kepalanya dalam kekalahan. Iblis ingin, dalam satu gebrakan, melenyapkan segala sesuatu tentang Tuhan, dan sekali lagi mencemari dan membunuh-Nya; itu dimaksudkan untuk menghancurkan dan mengganggu pekerjaan-Nya. Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan menyamai statusnya? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan “ikut campur” dalam pekerjaannya di antara manusia di bumi? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan mengacaukan pekerjaannya? Bagaimana mungkin si setan ini, yang penuh dengan kemarahan, membiarkan Tuhan memegang kendali atas pengadilan kerajaannya di bumi? Bagaimana mungkin dia dengan rela tunduk pada kemahakuasaan-Nya? Wajah aslinya yang mengerikan sudah tersingkap apa adanya, sehingga manusia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, dan itu benar-benar sulit untuk dibicarakan. Bukankah itulah hakikat si setan? Memiliki jiwa yang buruk, tetapi tetap menganggap dirinya luar biasa indah. Gerombolan kaki tangan dalam kejahatan[2] ini! Mereka turun ke alam fana untuk menikmati kesenangan dan menyebabkan keributan, mengaduk-aduk segala sesuatu sedemikian rupa sehingga dunia menjadi tempat yang berubah-ubah dan tidak konstan serta hati manusia dipenuhi dengan kepanikan dan kegelisahan, dan mereka telah mempermainkan manusia sedemikian rupa sehingga penampilannya telah menjadi seperti binatang buas yang tidak manusiawi, sangat buruk, di mana jejak terakhir dari manusia yang awalnya kudus telah hilang. Selain itu, mereka bahkan ingin mendapatkan kekuasaan berdaulat di bumi. Mereka merintangi pekerjaan Tuhan sedemikian rupa sehingga itu hampir tidak bisa maju sedikit pun, dan mereka menutup manusia serapat tembok yang terbuat dari tembaga dan besi. Setelah melakukan begitu banyak dosa yang serius dan menyebabkan begitu banyak bencana, apakah mereka masih mengharapkan sesuatu selain hajaran? Setan dan roh jahat telah mengamuk di bumi selama beberapa waktu, dan telah menutup maksud dan upaya Tuhan yang sungguh-sungguh dengan begitu rapatnya sehingga mereka tidak dapat ditembus. Sungguh, ini adalah dosa yang kejam! Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa cemas? Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa murka? Mereka telah dengan keras menghalangi dan menentang pekerjaan Tuhan: Betapa memberontaknya mereka! Bahkan setan-setan itu, baik besar maupun kecil, berperilaku seperti serigala di belakang singa, dan mengikuti arus jahat, membuat gangguan ke mana pun mereka pergi. Mengetahui kebenaran, mereka dengan sengaja menentangnya, anak-anak pemberontak ini! Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan jijik. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[3] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[4] Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa, sementara mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah anjing dan babi najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka. Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk mengamuk, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penindasan mereka untuk menganiaya keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka mengamuk di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negeri si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Dengan tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui s**acita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin cepat maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Semakin jelas manusia mengenali si raja setan, semakin dekat dia kepada Tuhan, sehingga kerinduan-Nya dapat tercapai.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan jijik. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[3] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[4] Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa, sementara mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah anjing dan babi najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka. Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk mengamuk, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penindasan mereka untuk menganiaya keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka mengamuk di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negeri si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Dengan tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui s**acita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin cepat maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Semakin jelas manusia mengenali si raja setan, semakin dekat dia kepada Tuhan, sehingga kerinduan-Nya dapat tercapai.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Address

Palangkaraya

Telephone

+6285845438159

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KASIH TUHAN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share