Tuhan Yesus Pelita Bagi Kakiku dan Terang Bagi Jalanku

Tuhan Yesus Pelita Bagi Kakiku dan Terang Bagi Jalanku Tujuan dibuatnya halaman ini adalah untuk berbagi kebenaran Firman Tuhan

TOPIK : Jalan Masuk ke Dalam Kehid**an Idari "Firman Tuhan Harian"Judul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 372dari "Firman T...
18/06/2026

TOPIK : Jalan Masuk ke Dalam Kehid**an I
dari "Firman Tuhan Harian"
Judul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 372
dari "Firman Tuhan Harian"
Manusia telah mengalami kehangatan-Ku, manusia telah dengan sungguh-sungguh melayani Aku, dan manusia telah dengan sungguh-sungguh tunduk di hadirat-Ku, melakukan semuanya untuk-Ku di hadirat-Ku. Namun, ini tidak dapat dicapai oleh orang zaman sekarang; mereka tidak melakukan apa pun selain meratap dalam rohnya, seakan-akan mereka direnggut oleh serigala lapar, dan mereka hanya bisa memandang-Ku dengan kerinduan dan tidak berdaya, berseru kepada-Ku tanpa henti. Namun pada akhirnya, mereka tidak bisa melepaskan diri dari kesulitannya. Aku teringat bagaimana manusia di masa lalu berjanji di hadirat-Ku, bersumpah demi langit dan bumi di hadirat-Ku untuk membalas kebaikan-Ku dengan kasih sayang mereka. Mereka menangis dengan pilu di hadapan-Ku, dan jeritan tangis mereka begitu memilukan, hingga tak tertahankan untuk didengar. Karena tekad mereka, Aku sering memberi pertolongan kepada orang-orang. Sudah berkali-kali orang datang ke hadapan-Ku untuk tunduk kepada-Ku, sikap mereka yang indah sukar dilupakan. Sudah berkali-kali mereka mengasihi Aku, kesetiaan mereka tak tergoyahkan, kesungguhan mereka mengagumkan. Sudah berkali-kali mereka mengasihi Aku bahkan sampai mengorbankan nyawanya, mereka telah mengasihi Aku lebih daripada diri mereka sendiri—melihat ketulusan mereka, Aku pun menerima kasih mereka. Sudah berkali-kali mereka mempersembahkan diri di hadirat-Ku, menghadapi maut tanpa takut demi Aku, dan Aku telah menghapus kekhawatiran dari dahi mereka dan menatap raut wajah mereka dengan saksama. Sudah berkali-kali Aku mengasihi mereka bagaikan harta yang berharga, dan sudah berkali-kali Aku membenci mereka seperti musuh-Ku sendiri. Meskipun demikian, isi hati-Ku masih melampaui pemahaman manusia. Ketika orang sedih, Aku datang menghibur mereka, dan ketika mereka lemah, Aku datang menopang mereka. Ketika mereka tersesat, Aku memberi mereka arah. Ketika mereka menangis pilu, Aku menghapus air mata mereka. Namun, ketika Aku sedih, siapa yang bisa menghibur-Ku dengan hatinya? Ketika Aku cemas dan gelisah, siapa yang memikirkan hati-Ku? Ketika Aku berduka, siapa yang bisa menyembuhkan luka di hati-Ku? Ketika Aku membutuhkan seseorang, siapa yang sukarela bekerja sama dengan-Ku? Mungkinkah sikap orang yang dahulu terhadap-Ku sudah hilang sekarang, tidak akan pernah kembali lagi? Mengapa tidak ada yang tersisa dalam ingatan mereka? Bagaimana bisa orang melupakan semua hal ini? Bukankah semua ini akibat perusakan umat manusia oleh musuhnya?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 27”
dari "Firman Tuhan Harian"*Firman Tuhan Harian – Penampakan dan Pekerjaan Tuhan*
_“Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta, Bab 27”_

Manusia pernah merasakan kehangatan-Ku. Mereka melayani Aku dengan sungguh, tunduk di hadirat-Ku, dan melakukan segala sesuatu untuk-Ku. Mereka berjanji di hadapan-Ku, bersumpah demi langit dan bumi untuk membalas kasih-Ku dengan kasih mereka.

Tangisan mereka begitu pilu, ketulusan mereka mengagumkan. Mereka mengasihi Aku sampai rela mengorbankan nyawa, lebih dari kasih kepada diri sendiri. Melihat hati mereka, Aku menerima kasih itu. Mereka mempersembahkan diri di hadapan-Ku, menghadapi maut tanpa takut. Aku menghapus kekhawatiran dari dahi mereka dan memandang mereka dengan saksama. Aku mengasihi mereka bagaikan harta yang berharga.

Ketika mereka sedih, Aku datang menghibur. Ketika lemah, Aku menopang. Ketika tersesat, Aku memberi arah. Ketika menangis pilu, Aku menghapus air mata mereka.

Tetapi ketika Aku sedih, siapa yang menghibur hati-Ku? Ketika Aku cemas, siapa yang memikirkan-Ku? Ketika Aku berduka, siapa yang menyembuhkan luka di hati-Ku? Ketika Aku membutuhkan, siapa yang rela bekerja sama dengan-Ku?

Mengapa kasih yang dahulu itu kini memudar dan dilupakan? Bukankah ini akibat kerusakan yang ditimbulkan musuh atas hati manusia?

---

*Deskripsi:*
Firman hari ini menyentuh hati kita: Tuhan telah mengasihi dan menopang manusia berkali-kali. Kini Dia bertanya, siapa yang mau menghibur hati-Nya? Mari kembali kepada kasih yang mula-mula, hidup dalam ketulusan dan kerja sama dengan Tuhan.

*Hashtag:*
` `

Topik : Menyingkapkan Kerusakan Manusia IIdari "Firman TuhanJudul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 358dari "Firman Tuhan H...
02/06/2026

Topik : Menyingkapkan Kerusakan Manusia II
dari "Firman Tuhan

Judul : Firman Tuhan Harian: Kutipan 358
dari "Firman Tuhan Harian"

Deskripsi dan hashtag untuk Firman Tuhan Harian Kutipan 358 dalam

*Caption:*
📖 Selasa, 2 Juni 2026
Firman Tuhan Harian: Kutipan 358

Firman ini menyampaikan nasihat Tuhan menjelang akhir pekerjaan-Nya. Tuhan telah berulang kali mengulangi firman dan menyebarluaskan pekerjaan baru, karena tanpa nasihat-Nya manusia akan tersesat dan bingung. Tuhan berharap setiap firman-Nya diperlakukan dengan serius, dibaca berulang-ulang hingga dihafal, agar menjadi dasar perilaku manusia. Namun Ia melihat manusia tenggelam dalam kehid**an dunia dan tidak memperkaya hati dengan firman-Nya, sehingga menyimpulkan bahwa manusia mudah mengkhianati-Nya. Amin.

*Penerapan:*
1. Menghargai dan merenungkan firman Tuhan secara berulang, bukan hanya membacanya sekilas
2. Menjadikan firman Tuhan sebagai dasar dalam berpikir, bertindak, dan menjalani kehid**an

*Hashtag:*






Pekerjaan-Ku akan segera selesai, dan tahun-tahun yang kita lalui bersama telah menjadi kenangan yang tak tertahankan. Tanpa henti Aku telah mengulang-ulang firman-Ku dan terus-menerus Aku menyebarluaskan pekerjaan baru-Ku. Tentu saja, nasihat-Ku adalah komponen penting dalam setiap pekerjaan yang Kulakukan. Tanpa nasihat-Ku, engkau semua akan tersesat dan bahkan akan mendapati dirimu benar-benar bingung. Pekerjaan-Ku sekarang sudah hampir selesai dan berada pada tahap terakhirnya. Aku masih ingin melakukan pekerjaan menasihatimu, yang berarti, menyampaikan kata-kata nasihat untuk engkau semua dengarkan. Aku hanya berharap engkau semua mampu untuk tidak menyia-nyiakan penderitaan yang telah Kutanggung, dan terlebih dari itu, agar engkau dapat memahami perhatian penuh yang telah Kucurahkan, dan memperlakukan firman-Ku sebagai dasar bagi caramu berperilaku sebagai manusia. Entah firman itu adalah jenis firman yang ingin engkau semua dengarkan, entah engkau senang menerimanya atau tidak, atau entah engkau hanya bisa menerimanya dengan perasaan tidak nyaman, engkau semua harus memperlakukan firman-Ku dengan serius. Jika tidak, watak dan sikapmu yang sembrono dan tidak peduli itu akan membuat-Ku sangat marah dan, bahkan membuat-Ku muak. Aku sangat berharap agar engkau semua dapat membaca firman-Ku berulang-ulang—ribuan kali—dan bahkan sampai engkau bisa menghafalnya. Hanya dengan cara inilah engkau semua akan mampu untuk tidak gagal memenuhi harapan-Ku terhadapmu. Namun, tidak seorang pun dari antaramu hidup dengan cara seperti ini sekarang. Sebaliknya, engkau semua tenggelam dalam kehid**an tak bermoral, kehid**an yang penuh dengan makan dan minum sesuka hatimu, dan tak seorang pun di antaramu menggunakan firman-Ku untuk memperkaya hati dan jiwamu. Untuk alasan inilah, Aku sampai pada kesimp**an tentang wajah asli manusia: Manusia dapat mengkhianati-Ku setiap saat, dan tak seorang pun dapat sepenuhnya setia pada firman-Ku.
dari "Firman Tuhan Harian"

Manusia sudah sedemikian dirusak oleh Iblis sehingga dia tidak lagi terlihat layaknya manusia.” Sekarang sebagian besar orang mengakui ungkapan ini sampai batas tertentu. Kukatakan demikian karena “pengakuan” yang Kumaksud hanyalah sejenis pernyataan dangkal, yang bertentangan dengan pengetahuan sejati. Karena tidak seorang pun dari antaramu dapat menganalisis dirimu sendiri secara akurat, juga tidak dapat menganalisis dirimu sendiri secara menyeluruh, engkau semua tetap hanya memahami firman-Ku secara samar-samar. Namun kali ini, Aku menggunakan fakta-fakta untuk menjelaskan masalah paling serius yang ada dalam dirimu. Masalah itu adalah pengkhianatan. Engkau semua sudah akrab dengan kata “pengkhianatan,” karena kebanyakan orang pernah berbuat sesuatu untuk mengkhianati orang lain, misalnya suami mengkhianati istrinya, istri mengkhianati suaminya, anak laki-laki mengkhianati ayahnya, anak perempuan mengkhianati ibunya, hamba mengkhianati tuannya, teman saling mengkhianati, sanak keluarga mengkhianati satu sama lain, penjual mengkhianati pembeli, dan sebagainya. Semua contoh ini mengandung esensi pengkhianatan. Singkatnya, pengkhianatan adalah bentuk perilaku yang memungkiri janji, melanggar prinsip-prinsip moral, atau bertindak berlawanan dengan etika manusia, yang menunjukkan hilangnya kemanusiaan. Secara umum, sebagai manusia yang dilahirkan di dunia ini, engkau pasti sudah pernah berbuat sesuatu yang merupakan pelanggaran terhadap kebenaran, tidak masalah apakah engkau ingat pernah melakukan sesuatu untuk mengkhianati orang lain, atau apakah engkau telah berulang kali mengkhianati orang lain sebelumnya. Karena engkau mampu mengkhianati orang tua atau teman-temanmu, maka engkau mampu mengkhianati orang lain, dan engkau terlebih lagi mampu mengkhianati Aku dan melakukan hal-hal yang Kubenci. Dengan kata lain, pengkhianatan bukan sekadar bentuk perilaku tak bermoral yang dangkal, melainkan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran. Inilah tepatnya sumber penentangan dan ketidaktaatan manusia terhadap-Ku. Inilah sebabnya Aku telah meringkasnya dalam pernyataan berikut: pengkhianatan adalah natur manusia dan natur ini adalah musuh besar setiap orang yang selaras dengan-Ku.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Masalah yang Sangat Serius: Pengkhianatan (1)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Firman Tuhan Harian: Kutipan 311dari "Firman Tuhan Harian"*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥  *Iblis tidak pernah cuti...
27/04/2026

Firman Tuhan Harian: Kutipan 311
dari "Firman Tuhan Harian"*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥

*Iblis tidak pernah cuti.*
*Kerjanya: ganggu Tuhan, bikin kita nyerah, pake kecewa & "ya sudahlah"*

*Tapi Tuhan kasih bocoran:*
*"Makin kamu kenal kelicikan Iblis, makin dekat kamu sama Aku"*

*Jadi hari ini:*
*Stop salahin orang. Stop salahin keadaan.*
*Musuhnya satu: Iblis yang mau kita jauh dari Tuhan*

*Tuhan sudah tidak sabar mau menolong kamu.*
*Kamu mau pegang tangan-Nya?*

*Komen "AKU MAU"* 🙏

*Dari atas sampai ke bawah dan dari awal sampai akhir, Iblis telah mengganggu pekerjaan Tuhan dan bertindak dalam penentangan terhadap-Nya. Semua pembicaraan tentang “warisan budaya kuno”, “pengetahuan tentang budaya kuno” yang berharga, “ajaran Taoisme dan Konfusianisme”, “nilai-nilai Konfusius dan ritual feodal” telah membawa manusia ke dalam neraka. Pengetahuan dan teknologi zaman modern yang maju serta industri, pertanian, dan bisnis yang sangat maju, tidak terlihat di mana pun. Sebaliknya, semua itu hanya menekankan pada ritual feodal yang disebarluaskan oleh para “kera-kera” pada zaman kuno untuk dengan sengaja mengganggu, menentang, dan merombak pekerjaan Tuhan. Sampai hari ini, dia tidak saja terus menyengsarakan manusia, tetapi juga ingin menelan[1] manusia sepenuhnya. Penyebaran ajaran moral dan etika feodalisme dan pengetahuan budaya kuno yang diturunkan telah lama menjangkiti umat manusia dan mengubah mereka menjadi setan-setan besar dan kecil. Hanya sedikit dari mereka yang akan dengan senang hati menerima Tuhan, hanya sedikit yang akan dengan penuh sukacita menyambut kedatangan-Nya. Wajah seluruh umat manusia dipenuhi dengan niat membunuh, dan di setiap tempat, napas pembunuhan memenuhi udara. Mereka berusaha mengusir Tuhan dari negeri ini; dengan pisau dan pedang terhunus, mereka mengatur barisan perangnya untuk “membinasakan” Tuhan. Di seluruh negeri para setan ini, tempat manusia terus-menerus diajarkan bahwa tidak ada Tuhan, berhala-hala tersebar di mana-mana, dan udara di atasnya dipenuhi dengan bau kertas terbakar dan d**a yang memualkan, begitu tebal sehingga membuat sulit bernapas. Itu seperti bau busuk lumpur yang terbawa angin bersama dengan ular beracun yang menggeliat-geliat, sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa menahan muntah. Selain itu, samar-samar terdengar suara roh-roh jahat melantunkan nyanyian, suara yang sepertinya datang dari jauh di neraka, sedemikian rupa sehingga orang pasti akan gemetar. Di seluruh negeri ini ditempatkan berhala dengan semua warna pelangi, yang mengubah negeri ini menjadi dunia kenikmatan hawa nafsu, sementara raja setan terus tertawa dengan culas, seolah-olah rencana jahatnya telah berhasil. Sementara itu, manusia tetap sama sekali tidak menyadarinya, juga tidak sadar sedikit pun bahwa setan telah merusaknya sampai pada titik di mana dia menjadi tak sadarkan diri dan menundukkan kepalanya dalam kekalahan. Iblis ingin, dalam satu gebrakan, melenyapkan segala sesuatu tentang Tuhan, dan sekali lagi mencemari dan membunuh-Nya; itu dimaksudkan untuk menghancurkan dan mengganggu pekerjaan-Nya. Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan menyamai statusnya? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan “ikut campur” dalam pekerjaannya di antara manusia di bumi? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan mengacaukan pekerjaannya? Bagaimana mungkin si setan ini, yang penuh dengan kemarahan, membiarkan Tuhan memegang kendali atas pengadilan kerajaannya di bumi? Bagaimana mungkin dia dengan rela tunduk pada kemahakuasaan-Nya? Wajah aslinya yang mengerikan sudah tersingkap apa adanya, sehingga manusia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, dan itu benar-benar sulit untuk dibicarakan. Bukankah itulah hakikat si setan? Memiliki jiwa yang buruk, tetapi tetap menganggap dirinya luar biasa indah. Gerombolan kaki tangan dalam kejahatan[2] ini! Mereka turun ke alam fana untuk menikmati kesenangan dan menyebabkan keributan, mengaduk-aduk segala sesuatu sedemikian rupa sehingga dunia menjadi tempat yang berubah-ubah dan tidak konstan serta hati manusia dipenuhi dengan kepanikan dan kegelisahan, dan mereka telah mempermainkan manusia sedemikian rupa sehingga penampilannya telah menjadi seperti binatang buas yang tidak manusiawi, sangat buruk, di mana jejak terakhir dari manusia yang awalnya kudus telah hilang. Selain itu, mereka bahkan ingin mendapatkan kekuasaan berdaulat di bumi. Mereka merintangi pekerjaan Tuhan sedemikian rupa sehingga itu hampir tidak bisa maju sedikit pun, dan mereka menutup manusia serapat tembok yang terbuat dari tembaga dan besi. Setelah melakukan begitu banyak dosa yang serius dan menyebabkan begitu banyak bencana, apakah mereka masih mengharapkan sesuatu selain hajaran? Setan dan roh jahat telah mengamuk di bumi selama beberapa waktu, dan telah menutup maksud dan upaya Tuhan yang sungguh-sungguh dengan begitu rapatnya sehingga mereka tidak dapat ditembus. Sungguh, ini adalah dosa yang kejam! Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa cemas? Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa murka? Mereka telah dengan keras menghalangi dan menentang pekerjaan Tuhan: Betapa memberontaknya mereka! Bahkan setan-setan itu, baik besar maupun kecil, berperilaku seperti serigala di belakang singa, dan mengikuti arus jahat, membuat gangguan ke mana pun mereka pergi. Mengetahui kebenaran, mereka dengan sengaja menentangnya, anak-anak pemberontak ini!Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan jijik. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[3] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[4] Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa, sementara mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah anjing dan babi najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka. Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk mengamuk, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penindasan mereka untuk menganiaya keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka mengamuk di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negeri si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Dengan tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui sukacita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin cepat maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Semakin jelas manusia mengenali si raja setan, semakin dekat dia kepada Tuhan, sehingga kerinduan-Nya dapat tercapai.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"

😊 Deskripsi: Renungan tentang pentingnya menerima kebenaran dan taat pada firman Tuhan saat Yesus kembali, agar tidak me...
19/01/2026

😊 Deskripsi: Renungan tentang pentingnya menerima kebenaran dan taat pada firman Tuhan saat Yesus kembali, agar tidak menghujat Roh Kudus dan dimusnahkan. 🤔

-Nya Tuhan

FirmanTuhan


FTH : 286 Apakah engkau sekalian ingin tahu apa akar masalahnya mengapa orang Farisi menentang Yesus?"Apakah engkau ingin tahu hakikat orang- orang Farisi? Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias. Terlebih lagi, mereka hanya percaya Mesias akan datang, tetapi mereka tidak mencari kehid**an kebenaran. Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu Mesias, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehid**an, dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran. Menurutmu, bagaimana orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal seperti itu mendapatkan berkat Tuhan? Bagaimana mereka bisa melihat Mesias? Mereka menentang Yesus karena mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus, karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang diucapkan Yesus, dan terlebih lagi, karena mereka tidak memahami Mesias. Dan, karena mereka tidak pernah melihat Mesias, dan tidak pernah bersama-Nya mereka membuat kesalahan dengan sia-sia berpegang pada nama Mesias sambil menentang hakikat Mesias dengan segala cara yang memungkinkan. Orang-orang Farisi ini pada hakikatnya keras kepala, congkak dan tidak menataati kebenaran. Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah: sedalam apapun khotbah-Mu setinggi apapun otoritas-Mu, Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias. Bukankah pandangan ini tidak masuk akal dan konnyol? Aku bertanya lagi kepadamu: bukankah sangat mudah bagimu untuk melakukan kesalahan seperti yang dilakukan orang Farisi mula-mula, mengingat engkau sekalian tidak memahami Yesus sama sekali? Dapakah engkau mengikuti pekerjaan Roh Kudus? Jika engkau tidak tahu apakah engkau menentang Kristus, Aku katakan bahwa engkau sudah berada di ambang kematian. Mereka yang tidak mengenal Mesias semua mampu menentang Yesus, menolak Yesus, dan memfitnah Dia. Orang-orang yang tidaj memahami Yesus semuanya mampu menolak-Nya dan mencerca-Nya. Lebih dari itu mereka mampu mengganggap kedatangan Yesus kembali sebagai penyesatan oleh iblis, dan semakin banyak orang akan mengutuk Yesus yang sudah datang kembali menjadi daging. Tidakah semua ini membuatmu takut? Yang akan engkau semua hadapi adalah penghujatan terhadap Roh Kudus, penghancuran firnan yang Roh Kudus ucapkan kepada gereja-gereja, dan penolakan atas semua yang dinyatakan oleh Yesus. Apa yang bisa engkau sekalian dapatkan dari Yesus jika engkau begitu bingung?Bagaimana engkau sekalian bisa memahami pekerjaan Yesus ketika Dia kembali menjadi daging di atas awan putih, jika engkau, dengan keras kepala menolak menyadari kesalahamu? Kukatakan ini kepadamu : orang-orang yang tidak menerima kebenaran, tetapi dengan membabi buta menantikan kedatangan Yesus di atas awan putih, pasti akan menghujat Roh Kudus, dan merekalah kategori orang yang akan dimusnahkan. Engkau sekalian hanya menginginkan kasih karunia Yesus, dan hanya ingin menikmati alam surgawi yang penuh kebahagiaan, tetapi tidak pernah menaati perkataan yang diucapkan oleh Yesus, dan tidak pernah menerima kebenaran yang dinyatakan oleh Yesus saat Dia kembali menjadi daging. Apa yang akan engkau sekalian tawarkan demi menukar fakta kedatangan Yesus kembali di atas awan putih? Akankah engkau menawarkan ketulusan yang kautunjukkan saat ebgkau berulang kali berbuat dosa, kemudian mengaku dosa, terus-menerus? Korban apa yang akan engkau sekalian persembahkan kepada Yesus yang datang kembali di atas awan putih? Akankah engkau menawarkan jerih payah kerjamu selama bertahun-tahun yang justru membuatmu meninggikan diri? Apa yang akan engkau tawarkan untuk membuat Yesus yang datang kembali itu percaya kepadamu? Apakah natur congkakmu itu, yang menaati kebenaran sama sekali?
Dikutif dari "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dam Rupa Manusia"

  pro # Teks Firman Tuhan Harian*Deskripsi:*Tuhan selalu baru dan tak pernah usang, pekerjaan-Nya terus berubah dan meny...
08/01/2026

pro # Teks Firman Tuhan Harian

*Deskripsi:*
Tuhan selalu baru dan tak pernah usang, pekerjaan-Nya terus berubah dan menyebar, tidak terbatas pada satu tahap atau cara. Dia melakukan pekerjaan baru setiap hari, membawa perubahan dan pengetahuan baru kepada manusia.

*Hashtag:*
Tuhan selalu baru.
Firman Tuhan
Spiritual

Judul :
Firman Tuhan Harian kutipan 284
Pekerjaan Tuhan selalu bergerak maju, dan meskipun tujuan pekerjaan-Nya tidak berubah, cara DIA bekerja selalu berubah , yang berarti bahwa orang-orang yang mengikuti Tuhan juga selalu berubah. Semakin banyak pekerjaan yang Tuhan lakukan, semakin lengkap pengenalan manusia akan Tuhan. Watak manusia pun ikut berubah seiring dengan pekerjaan Tuhan. Namun, karena pekerjaan Tuhan selalu berubah yang menyebabkan mereka tidak mengetahui pekerjaan Roh Kudus dan orang-orang absurd yang tidak mengetahui kebenaran mulai menentang Tuhan. Pekerjaan Tuhan tidak pernah selaras dengan gagasan manusia, karena pekerjaan-Nya selalu baru dan tak pernah usang, dan Tuhan tidak pernah mengulangi pekerjaan yang dahulu, melainkan terus maju untuk melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Karena Tuhan tidak mengulangi pekerjaan-Nya, dan karena manusia selalu menghakimi pekerjaan Tuhan saat ini berdasarkan pekerjaan yang Dia lakukan di masa lalu. Sangat sulit bagi Tuhab untuk melaksanakan setiap tahap pekerjaan zaman yang baru. Manusia memiliki terlalu banyak kesulitan. Manusia terlalu konservatif dalam pemikirannya! Tak seorang pun mengetahui pekerjaan Tuhan, tetapi semua orang membatasinya. Ketika manusia meninggalkan Tuhan, manusia kehilangan hidup, kebenaran dan berkat- berkat Tuhan, tetapi manusia tidak mau menerima hidup ataupun kebenaran, apalagi berkat-berkat yang lebih besar yang Tuhan anugerahkan kepada umat manusia kepada umat manusia. Semua manusia berhàrap mendapatkan Tuhan, tetapi tidak mampu menoleransi perubahan apapun dalam pekerjaan Tuhan. Mereka yang tidak menerima pekerjaan Tuhan yang baru meyakini bahwa pekerjaan Tuhan tidak berubah, dan bahwa pekerjaan Tuhan selamanya selalu stagnan. Dalam keyakinan mereka, satu-satunya yang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan kekal dari Tuhan adalah menaati hukum Taurat, dan asalkan mereka bertobat dan mengakui dosa- dosa mereka, kehendak Tuhan akan selalu dipuaskan. Mereka berpendapat bahwa Tuhan hanya bisa menjadi Tuhan di bawah hukum Taurat dan Tuhan yang dipakukan di kayu salib bagi manusia; mereka juga berpendapat bahwa Tuhan tidak boleh dan tidak bisa melampaui Alkitab. Justru pendapat-pendapat inilah yang telah membelenggu mereka erat- erat pada hukum Taurat masa lalu dan memakukan mereka pada aturan-aturan yang mati. Bahkan ada lebih banyak orang yang meyakini bahwa apapun pekerjaan Tuhan yang baru pekerjaan itu harus didukung oleh nubuat-nubuat, dan bahwa dalam setiap tahap dari pekerjaan seperti itu, semua orang mengikuti-Nya dengan hati yang "benar" juga harus diberikan penyingkapan, jika tidak, pekerjaan itu tak mungkin merupakan pekerjaan Tuhan. Sudah bukan perkara yang mudah bagi manusia untuk mengenal Tuhan. Ditambah lagi dengan hati manusia yang absurd dan natur pemberontakan yang merasa diri penting dan penuh kesombongan, maka menjadi semakin sulitlah bagi manusia untuk menerima pekerjaan Tuhan yang baru. Manusia tidak memberikan perhatian yang saksama pada pekerjaan baru Tuhan àtaupun menerimanya dengan kerendahatian; sebaliknya, dia mengambil sikap yang menghina sementara dirinya menantikan penyingkapan dan bimbingan dari Tuhan. Bukankah ini adalah perilaku dari orang-orang yang memberontak dan menentang Tuhan? Bagaimana orang-orang semacam ini bisa mendapat perkenan Tuhan?
Yesus berkata bahwa pekerjaan Yahweh sudah ketinggalan zaman pada zaman Kasih Karunia, sebagaimana yang Kukatakan sekarang, bahwa pekerjaan Yesus juga sudah ketinggalan zaman. Seandainya hanya ada Zaman Hukum Taurat dan tidak ada Zaman Kasih Karunia, maka Yesus tidak mungkin disalibkan dan tidak mungkin menebus seluruh umat manusia. Seandainya hanya ada Zaman Hukum Taurat, mungkinkah umat manusia bisa berkembang sampai hari ini? Sejarah terus bergerak maju, dan bukankan sejarah adalah hukum alam dari pekerjaan Tuhan? Bukankah ini merupakan gambaran dari pengelolaan-Nya atas manusia di seluruj alam semesta? Sejarah terus bergerak maju, demikian p**a dengan pekerjaan Tuhan. Kehendak Tuhan terus- menerus berubah.
Dia tidak bisa tetap berada pada satu tahap pekerjaan selama enam ribu tahun, karena seperti yang semua manusia ketahui, Tuhan selalu baru dan tak pernah usang, dan Dia tidak mungkin terus melakukan pekerjaan penyaliban, dipakukan ke kayu salib satu, dua, tiga kali .... Sungguh menggelikan jika berfikir demikian. Tuhan tidak terus melakukan pekerjaan yang sama; pekerjaan-Nya selalu berubah dan selalu baru, sama seperti yang dikatakan bagaimana Aku menyampaikan firman yang baru kepada engkau semua dan melakukan pekerjaan baru setiap hari. Inilah pekerjaan yang Kulakukan, dan yang menjadi kuncinya adalah kata "baru" dan" "menakjubkan". "Tuhan tidak berubah, dan Tuhan akan menjadi tetap Tuhan": perkataan ini memang benar; esensi Tuhan tidak berubah, dan Tuhan akan tetaplah Tuhan", dan Dia tidak akan pernah menjadi Iblis, tetapi ini tidak membuktikan bahwa pekerjaan-Nya selalu sama dan tak pernah berubah seperti esensi-Nya. Engkau meyatakan Tuhan tidak berubah, lalu bagaimana engkau menjelaskan bahwa Tuhan itu selalu baru dan tak pernah usang? Pekerjaan Tuhan terus menyebar dan selalu berubah, dan kekendak-Nya terus diwujudkan dan diberitahukan kepada manusia. Saat manusia mengalami pekerjaan Tuhan , wataknya berubah tanpa henti, seperti halnya pengetahuannya. Lalu dari manakah asal perubahan ini? Bukankah perubahan ini berasal dari perubahan Tuhan yang selalu berubah? Jika watak manusia bisa berubah, mengapa manusia tidak mengizinkan pekerjaan-Ku dan firman-Ku juga terus berubah? Haruskah Aku tunduk pada pembatasan dari manusia? Dalam hal ini bukankah engkau sedang menggunakan argumen dan logika yang salah?

Dikutip dari: Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam Gagasannya dapat menerima Penyingkapan Tuhan?"
dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

  pro # Teks Firman Tuhan.Topik : "Mengenal Pekerjaan Tuhan 1"Judul : "Firman Tuhan Harian Kutipan 141"🌿🍒➡️ Mengenal pek...
26/11/2025

pro # Teks Firman Tuhan.
Topik : "Mengenal Pekerjaan Tuhan 1"Judul : "Firman Tuhan Harian Kutipan 141"

🌿🍒➡️ Mengenal pekerjaan Tuhan pada masa-masa ini, sebagian besar berarti mengetahui apa pelayanan utama Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman, dan apa yang harus Dia lakukan di bumi. Aku telah menyebutkan sebelumnya dalam firman-Ku bahwa Tuhan telah datang ke bumi (pada akhir zaman) untuk memberikan sebuah teladan sebelum pergi. Bagaimana cara Tuhan memberi teladan? Dia melakukannya dengan mengucapkan firman, dan dengan bekerja dan berbicara di seluruh negeri. Inilah pekerjaan Tuhan pada akhir zaman; Dia hanya berfirman, untuk menjadikan bumi sebuah dunia firman, agar setiap orang dibekali dan dicerahkan oleh firman-Nya, dan agar roh manusia dibangunkan dan manusia memperoleh pemahaman tentang visi. Pada akhir zaman, Tuhan yang berinkarnasi telah datang ke bumi terutama untuk mengucapkan firman. Waktu Yesus datang, Dia menyebarkan Injil kerajaan surga, dan menyelesaikan pekerjaan penebusan lewat penyaliban. Dia mengakhiri Zaman Hukum Taurat, dan menghapuskan semua hal yang lama. Kedatangan Yesus mengakhiri Zaman Hukum Taurat, dan mengawali Zaman Kasih Karunia; kedatangan Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman telah mengakhiri Zaman Kasih Karunia. Dia telah datang terutama untuk mengucapkan firman-Nya, memakai firman untuk menyempurnakan manusia, menerangi dan mencerahkan manusia, serta menyingkirkan tempat Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Tahap ini bukanlah tahap pekerjaan yang Yesus lakukan ketika Dia datang. Ketika Yesus datang, Dia melakukan banyak mukjizat, Dia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan Dia melakukan pekerjaan penebusan lewat penyaliban. Akibatnya, dalam pemahamannya, manusia percaya bahwa beginilah Tuhan itu seharusnya. Sebab ketika Yesus datang, Dia tidak bekerja untuk menghapuskan gambaran Tuhan yang samar-samar dari hati manusia; ketika Dia datang, Dia disalibkan, Dia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan Dia menyebarkan Injil kerajaan surga. Di satu sisi, inkarnasi Tuhan pada akhir zaman menghapuskan ruang yang ditempati Tuhan yang samar-samar dalam gagasan manusia, sehingga tidak ada lagi gambaran Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Melalui firman-Nya yang nyata dan pekerjaan-Nya yang nyata, melalui pergerakan-Nya melintasi seluruh negeri, dan melalui pekerjaan-Nya yang sangat nyata dan normal yang dilakukan-Nya di antara manusia, Dia membuat manusia mengetahui kenyataan diri Tuhan, dan menghapuskan ruang bagi Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Di sisi lain, Tuhan menggunakan firman yang diucapkan oleh daging-Nya untuk menyempurnakan manusia, dan menyelesaikan segala sesuatu. Inilah pekerjaan yang akan Tuhan selesaikan pada akhir zaman.
Hal yang harus engkau semua ketahui:
1. Pekerjaan Tuhan itu tidaklah supernatural, dan engkau semua tidak boleh memiliki gagasan tertentu mengenai hal ini.
2. Engkau semua harus memahami pekerjaan utama yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi pada saat ini.
Dia tidak datang untuk menyembuhkan orang sakit, atau mengusir setan, atau melakukan mukjizat, dan Dia tidak datang untuk menyebarkan Injil pertobatan, atau menganugerahkan penebusan kepada manusia. Itu karena Yesus sudah melakukan pekerjaan ini, dan Tuhan tidak mengulangi pekerjaan yang sama. Pada zaman sekarang, Tuhan telah datang untuk mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan menghalau semua praktik yang dilakukan pada Zaman Kasih Karunia. Tuhan yang nyata telah datang terutama untuk menunjukkan bahwa Dia nyata. Ketika Yesus datang, Dia mengucapkan sedikit firman; Dia terutama memperlihatkan mukjizat, mengadakan tanda dan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir setan, atau Dia mengucapkan nubuat untuk meyakinkan manusia dan membuat manusia melihat bahwa Dia benar-benar adalah Tuhan, dan bahwa Dia adalah Tuhan yang tak terpengaruh oleh perasaan. Pada akhirnya, Dia menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Tuhan zaman sekarang tidak memperlihatkan tanda dan mukjizat, Dia juga tidak menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Waktu Yesus datang, pekerjaan yang Dia lakukan merepresentasikan satu bagian dari Tuhan, tetapi kali ini, Tuhan telah datang untuk melakukan tahap pekerjaan yang sudah waktunya, sebab Tuhan tidak mengulangi pekerjaan yang sama; Dia adalah Tuhan yang selalu baru dan tak pernah usang, jadi, satu-satunya yang engkau saksikan pada zaman sekarang adalah firman dan pekerjaan Tuhan yang nyata.
Dikutip dari "Mengenal Pekerjaan Tuhan pada Zaman Sekarang" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
dari "Firman Tuhan Harian"Ringkasan:
Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman:
- Tidak melakukan mukjizat atau menyembuhkan orang sakit
- Tidak menyebarkan Injil pertobatan atau menganugerahkan penebusan
- Mengucapkan firman-Nya untuk menunjukkan bahwa Dia nyata
- Mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan menghalau praktik-praktiknya
- Melakukan tahap pekerjaan yang sudah waktunya 🙏

Address

Palangkaraya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tuhan Yesus Pelita Bagi Kakiku dan Terang Bagi Jalanku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share