GRII Kelapa Gading

GRII Kelapa Gading Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from GRII Kelapa Gading, Religious organisation, Jalan Boulevard Utara Blok QJ3 no. 27-28, Kelapa Gading, North Jakarta.

"Kehidupan bergereja merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan seorang percaya"

GRII Kelapa Gading dengan rindu & lapang hati ingin mengundang Saudara/Saudari yang belum memiliki tempat bergereja tetap dan tepat untuk beribadah bersama kami

08/05/2026

9 MEI

SIMPATI SEMPURNA

“Dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa umat. Karena Ia sendiri telah menderita ketika dicobai, Ia dapat menolong mereka yang sedang dicobai” IBRANI 2:17-18

Banyak dari kita merasa putus asa karena seringnya kita berhadapan dengan godaan. Kita mungkin merasa malu dengan adanya daya tarik godaan yang begitu kuat dalam hidup kita yang bisa sangat menyita segalanya. Pada saat-saat itu, penting untuk diingat bahwa pengalaman dicobai itu sendiri bukanlah dosa—karena Kristus, yang tidak berdosa, juga mengalaminya. Tetapi karena Ia tidak menyerah pada godaan, tidak seperti yang sering kita lakukan, Ia menjadi teladan utama kita dalam perjuangan kita untuk keadil-benaran.

Ketika Kristus mengambil natur manusia, natur ini tunduk pada keterbatasan dan rentan terhadap cobaan manusiawi. Oleh karena itu, sekalipun Yesus adalah Putra Allah yang ilahi dan Imam Besar kita, bukan sekadar manusia biasa, kita dapat memperoleh dorongan dari mengetahui bahwa Ia sepenuhnya mampu bersimpati dengan semua pergumulan kita.

Simpati Kristus terhadap cobaan yang kita hadapi tidak berdasarkan pada pengalaman berdosa, melainkan pada pengalaman digoda untuk berbuat dosa, yang hanya dapat diketahui sepenuhnya oleh orang yang benar-benar tidak berdosa. Yesus tidak menunjukkan simpati dari kejauhan; Ia sangat memahami rasa sakit dan tantangan berhadapan dengan godaan. Ia telah menempuh perjalanan hidup kita di bumi.

Jadi, ketika Anda paling menyadari sedang berhadapan dengan godaan dan paling menyadari kelemahan Anda, inilah yang dapat Anda lakukan. Jangan bersandar pada kebijaksanaan duniawi dari "imam besar" abad ke-21, yang akan mengatakan kepada Anda bahwa godaan adalah keinginan yang harus dipuaskan, bahwa rasa bersalah adalah penderitaan yang harus ditolak, dan bahwa rasa malu selalu tidak membantu dan tidak perlu. Sebaliknya, berpalinglah kepada Imam Besar Agung, yang memberitahukan Anda bahwa godaan haruslah ditolak dan Dialah yang memberikan kuasa untuk memungkinkan Anda melakukannya (1 Korintus 10:13), dan yang juga meyakinkan Anda bahwa rasa bersalah dan malu yang Anda rasakan ketika menyerah telah ditanggung dalam tubuh-Nya dan dihilangkan di kayu salib.

Satu hal yang benar-benar indah tentang hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus adalah Anda dapat merasa yakin untuk menghampiri Dia yang telah mati agar Anda dapat berpegang teguh pada iman yang Anda akui. Anda sendiri dapat secara teratur, dengan rendah hati, dan penuh keyakinan datang ke hadapan Allah Yang Mahakuasa, yang menyambut Anda di dalam Kristus, simpatisan Anda yang sempurna. Dan akhirnya, di kekekalan, Anda tidak perlu lagi minta kepada Kristus untuk bersyafaat bagi Anda. Anda hanya akan dapat berdiri di hadapan Allah dalam penyembahan, memuji Dia karena telah mengundang Anda ke hadirat-Nya yang sempurna. Sampai saat itu, mintalah Dia yang tahu bagaimana menghadapi dan menolak godaan untuk menyertai Anda dalam pergumulan melawan godaan dan dalam usaha untuk menaati-Nya hari ini.

💭❤️🤚

Untuk lebih mendalami bacalah: IBRANI 2:5-18

Alkitab Sepanjang Tahun: Bilangan 32-34; Matius 4

TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg

08/05/2026

KERAJAAN ALLAH SUDAH DATANG
Cuplikan #8
PA Pemuda & Profesional GRII Kelapa Gading
Kubur Kosong sebagai Pengharapan
16 Maret 2024
Pdt. Jadi S. Lima, M.Th.

Link Video Youtube GRII Kelapa Gading:
Kubur Kosong sebagai Pengharapan
https://youtu.be/Xgiooagnap0

07/05/2026

8 MEI

KUASA ROH KUDUS

“Kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi.” KISAH PARA RASUL 1:8

Roh Kudus diberikan kepada kita agar umat Allah dapat menyampaikan firman Allah kepada dunia milik Allah.

Tanpa Roh Kudus, peristiwa-peristiwa dalam kitab Kisah Para Rasul—yang menceritakan kisah penyebaran Injil, dengan murid-murid Yesus turun ke jalan-jalan Yerusalem memberitakan kabar tentang Kristus yang telah bangkit—tidak mungkin terjadi. Lagip**a, beberapa minggu sebelumnya, murid-murid yang sama ini bersembunyi di balik pintu tertutup, sekelompok kecil yang ketakutan meratapi Raja mereka yang disalibkan. Apa yang menyebabkan transformasi mendadak mereka?

Jawabannya ditemukan dalam kemenangan Yesus atas kubur dan janji yang Dia berikan kepada murid-murid-Nya—janji Roh Kudus-Nya untuk memampukan dan memberdayakan mereka. Janji ini disertai dengan perintah: pengikut Yesus harus pergi ke seluruh dunia dan memberitakan kabar baik.

Sebelum para murid pergi dengan penuh antusias, Yesus mempertajam fokus mereka. Mereka belum memahami fakta bahwa perhatian-Nya tidak terbatas pada Israel tetapi untuk semua orang di mana pun. (Dan mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk sepenuhnya menghargai kebenaran ini: lihat Kisah Para Rasul 10:1 – 11:18.) Karena itu, Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk menjadi “saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi.”

Setelah kenaikan Yesus, Roh Kudus turun ke atas para pengikut-Nya, seperti yang telah dijanjikan Yesus—dan kemudian kisah besar tentang penyebaran gereja di seluruh dunia yang terkenal dimulai. Itu adalah kisah yang belum selesai, dan itu mencakup setiap orang percaya karena Injil terus diberitakan di seluruh dunia ini.

Jika Anda berada di dalam Kristus, Anda memiliki Roh yang sama ini, dan Anda dimampukan oleh kuasa-Nya untuk menyebarkan kebenaran tentang Yesus ke seluruh dunia. Roh itu tidak diberikan agar Anda dan saya dapat duduk dan menceritakan pengalaman rohani kita kepada orang Kristen lainnya. Sebaliknya, kita harus menggunakan karunia dan talenta kita untuk membawa Injil kepada bangsa-bangsa. Bagi sebagian dari kita, itu berarti pergi ke luar negeri untuk misi. Bagi yang lain, itu berarti menyeberangi jalan atau kota kita, sebagai bagian dari misi yang sama.

Allah memanggil Anda untuk mengasihi dan melayani bahkan mereka yang tidak memiliki kewarganegaraan duniawi yang sama dengan Anda. Dia memanggil Anda untuk menjembatani perbedaan dan mendekati mereka yang secara alami akan Anda acuhkan, atau bahkan mereka yang hidup dalam permusuhan terhadap Anda. Tetapi Dia tidak memanggil Anda untuk mengerahkan sendiri kasih dan keberanian yang dibutuhkan. Tidak—kita harus diubahkan oleh kuasa di luar diri kita sendiri, dan itulah yang dijanjikan Yesus dan yang disediakan Roh Kudus. Jadi mintalah kepada Allah untuk mencurahkan Roh-Nya lagi dalam hidup Anda hari ini, agar Anda dapat memberitakan kabar baik dengan keberanian dan semangat.

💭❤️🤚

Untuk lebih mendalami bacalah: Kisah Para Rasul 1:1-11

Alkitab Sepanjang Tahun: Bilangan 29-31; Matius 3

TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg

PERSEKUTUAN REMAJA GRII KELAPA GADING God’s Sovereignty in Daniel’s LifeSabtu, 9 Mei 2026Pukul 16.30 WIBRuang Daud, lt. ...
07/05/2026

PERSEKUTUAN REMAJA
GRII KELAPA GADING

God’s Sovereignty in Daniel’s Life

Sabtu, 9 Mei 2026
Pukul 16.30 WIB
Ruang Daud, lt. 2

Follow our instagram👇
https://instagram.com/griikg

Click our website👇
https://griikg.org

PA PEMUDA & PROFESIONAL GRII KELAPA GADING The Challenge:Love Your EnemiesDibawakan oleh Pdt. Jadi S. LimaManusia-manusi...
07/05/2026

PA PEMUDA & PROFESIONAL
GRII KELAPA GADING

The Challenge:
Love Your Enemies
Dibawakan oleh Pdt. Jadi S. Lima

Manusia-manusia tertentu sering kita rasakan sebagai cobaan hidup. Minggu kita akan membahas tantangan terberat dari Yesus: Kasihilah Musuhmu. Gimana sih caranya mengasihi mereka yang kita anggap ? Bagaimana kabar baik Yesus bukan menyuruh kita jadi keset kaki, tapi juga bukan turut jadi ?

Sabtu, 9 Mei 2026
Pukul 16.30 WIB
Ruang Getsemani, lt. 2

Follow our instagram👇
https://instagram.com/griikg

Click our website👇
https://griikg.org

06/05/2026

7 MEI

KITA SEMUA MENYEMBAH SESUATU

“Aku mau membuat kegelapan di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi tanah yang rata. Hal-hal itulah yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti tidak akan Kuabaikan. Orang yang percaya kepada berhala pahatan akan berbalik ke belakang dan mendapat malu, demikianlah mereka yang berkata kepada patung tuangan, ‘Kamulah ilah kami!’” YESAYA 42:16b-17

Dalam kata-kata Bob Dylan, kita harus melayani seseorang (*⁵⁹). Memang benar—kita semua menyembah sesuatu. Satu-satunya pertanyaan adalah apa [yang kita sembah].

Terlalu sering dalam kesia-siaan manusia kita, kita akhirnya bersandar dan pada akhirnya melayani ciptaan-ciptaan kecil yang licik hasil ciptaan kita sendiri. Sepanjang sejarah, masalah mendasar umat manusia adalah kita terus menciptakan dewa-dewa palsu yang kepadanya kita mencari keselamatan palsu. Ilah-ilah ini hanyalah pengganti dalam tingkat hati untuk Tuhan yang sebenarnya. Alih-alih memandang Tuhan sebagai objek pengabdian kita dan sumber kepuasan kita, kita mengambil hal-hal baik yang Dia ciptakan untuk kenikmatan kita dan mengubahnya menjadi pengganti-pengganti-Nya yang sia-sia.

C.S. Lewis menyatakannya seperti ini: “Kita adalah makhluk yang setengah hati, bermain-main dengan minuman keras, seks, dan ambisi ketika sukacita tak terbatas ditawarkan kepada kita, seperti anak kecil yang bodoh yang ingin terus membuat kue lumpur di daerah kumuh karena ia tidak dapat membayangkan apa yang dimaksud dengan tawaran liburan di tepi laut. Kita terlalu mudah merasa puas.”(*⁶⁰).

Apa pun pengganti [Allah] dalam tingkat hati yang mungkin kita andalkan, ilah-ilah ini tidak berdaya. Mereka tidak dapat membantu kita. Seperti yang dijelaskan Yesaya, mereka tidak pernah mampu memberi tahu kita masa depan atau bahkan membantu kita merenungkan masa lalu; mereka juga tidak dapat memberi nasihat. Mereka menjawab pertanyaan kita hanya dengan diam dan harapan yang tidak terpenuhi (Yesaya 41:22-23, 28-29).

Hanya Allah yang hidup dan benar yang mengetahui segala sesuatu dari awal hingga akhir. Dia menembus keheningan, menubuatkan apa yang akan datang. Dia mengalahkan kegelapan dengan terang-Nya. Dia mengganti kejahatan yang digambarkan sebagai “tanah yang berlekuk-lekuk" menjadi kebenaran yang seperti “tanah yang rata” [Yes. 42:16]. Meskipun kita pernah membelakangi Dia, Dia mengutus Hamba-Nya, Yesus, Penasihat kita yang Ajaib.

Anda dan saya terus-menerus dihadapkan pada ilah-ilah yang memanggil perhatian kita dan menggoda kita untuk menemukan kepuasan di dalamnya daripada di dalam Tuhan. Berhala mana yang paling keras memanggil Anda? Ketahuilah bahwa mereka berbohong (walaupun tentu saja mereka tidak memberi tahu Anda hal itu). Firman Tuhan memperingatkan kita tentang rasa malu yang ada dalam menyembah mereka dan Firman Tuhan menuntun kita pada jalan yang lebih baik: untuk menemukan kepuasan dalam melayani dan dilayani oleh-Nya.

Anda harus melayani seseorang hari ini. Pastikan untuk melayani Tuhan yang hidup dan penuh kasih.

💭❤️🤚

Untuk lebih mendalami bacalah: ROMA 1:16-32

(*⁵⁹) Bob Dylan, “Gotta Serve Somebody” (1979).

(*⁶⁰) “The Weight of Glory,” dalam The Weight of Glory and Other Addresses (Harper Collins, 2001), hlm. 26.

Alkitab Sepanjang Tahun: Bilangan 26–28; Matius 2

TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg

06/05/2026

MEMBANGKITKAN & MENGHIDUPKAN
Cuplikan #7
PA Pemuda & Profesional GRII Kelapa Gading
Kubur Kosong sebagai Pengharapan
16 Maret 2024
Pdt. Jadi S. Lima, M.Th.

Link Video Youtube GRII Kelapa Gading:
Kubur Kosong sebagai Pengharapan
https://youtu.be/Xgiooagnap0

05/05/2026

6 MEI

DIBERIKAN DENGAN CUMA-CUMA

“Tetapi, baik juga perbuatanmu bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi, bahwa pada awal pengabaran Injil, ketika aku berngkat dari Makedonia, selain kamu tidak ada satu jemaat pun yang mendukung aku dalam hal memberi dan menerima.” FILIPI 4:14-15

Menjadi seorang Kristen berarti menjadi penerima dan pemberi.

Banyak dari kita telah dididik tentang pentingnya memiliki rekening pensiun yang kita isi secara konsisten. Namun, meskipun akan salah jika kita sepenuhnya mengabaikan masalah pengambilan keputusan keuangan yang bijak, sebagai orang percaya kita juga harus mempertimbangkan pemberian dan investasi kita dalam terang kekekalan.

Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, rasul Paulus memuji saudara-saudarinya dalam Kristus atas kesediaan mereka untuk “mengambil bagian dalam kesusahanku” —sebuah kemitraan yang mencakup berbagi dan memberi hadiah materi. Kemurahan hati jemaat Filipi sangat luar biasa karena sangat kontras dengan tidak adanya dukungan seperti itu bagi Paulus dari gereja-gereja lain. Meskipun gereja mereka masih merupakan jemaat yang baru berdiri, orang-orang percaya di Filipi telah bertekad sejak awal untuk mendukung rasul Paulus dalam pekerjaan penginjilannya.

Dukungan mereka kepada Paulus tidak hanya luar biasa tetapi juga berlangsung lama. Pemberian orang-orang Filipi bukanlah pemberian yang sporadis. Sebaliknya, pemberian itu ditandai dengan konsistensi dan berkelanjutan saat mereka berusaha membantu Paulus dalam memenuhi kebutuhannya berulang kali. Meskipun satu dekade telah berlalu sejak Paulus pertama kali memberitakan Injil kepada mereka, pria dan wanita ini masih berkomitmen.

Pemberian mereka bukanlah hasil dari lonjakan emosi sesaat atau produk manip**asi eksternal. Tidak, gereja mula-mula ini memberi dengan kesadaran bahwa segala sesuatu yang mereka miliki telah diberikan kepada mereka secara cuma-cuma. Sesungguhnya, dalam mengutus para murid, Yesus telah mengingatkan mereka bahwa karena mereka “telah memperolehnya dengan cuma-cuma," mereka harus “memberikan p**a dengan cuma-cuma" (Matius 10:8). Dengan kata lain, dasar dari kemitraan yang penuh pengorbanan, murah hati, dan penuh sumber daya merupakan anugerah Allah. Dasar itu dibangun ketika kita memahami bahwa semua yang kita miliki dan semua yang kita punya—semua sumber daya kita, karunia kita, dan talenta kita—berasal dari Dia.

Tidak semua kita memiliki karunia atau kapasitas yang sama untuk memberi—dan memberi dalam bentuk uang tentu bukan satu-satunya jalan untuk berbuat baik! Namun karena kita semua adalah penerima apa yang telah Allah berikan kepada kita, kita semua akan menjadi orang-orang yang ingin memberi kepada orang lain. Allah dengan sengaja telah menyatukan umat-Nya sedemikian rupa sehingga kita masing-masing harus memberi “menurut anugerah yang diberikan kepada kita.…" (Roma 12:6). Kita tidak boleh memberi hanya karena kita telah dimanip**asi atau karena kita mendengarkan lagu yang menggugah hati hingga membuat kita menangis, kita juga tidak boleh memberi karena nama kita akan terukir di sebuah bangunan atau bangku. Tidak, kita harus memberi karena satu alasan dan hanya satu alasan: karena Allah telah dengan cuma-cuma dan begitu murah hati memberi kepada kita.

💭❤️🤚

Untuk lebih mendalami bacalah: 2 Korintus 9:1-15

Alkitab Sepanjang Tahun: Bilangan 23-25; Matius 1

TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg

04/05/2026

5 MEI

MEMULIHKAN BAIT SUCI

“Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Allah dengan semua domba dan lembu mereka. Uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Lalu teringatlah murid-murid-Nya bahwa ada tertulis, “Cinta untuk rumah-Mu akan menghanguskan Aku”
YOHANES 2:15, 17

Seorang ayah tentu akan marah besar jika melihat narkoba menghancurkan kehidupan anaknya. Kita tidak akan mengharapkan dia untuk mengabaikan kehancuran tersebut begitu saja. Tidak, kita akan mengharapkan dia untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengusir kejahatan itu dan melihat pemulihan terjadi.

Ketika Yesus, Putra Allah, memasuki rumah Bapa-Nya di bumi—bait suci di Yerusalem—dan melihat sekeliling, itu menyakitkan bagi-Nya. Tempat yang dimaksudkan untuk menyembah Allah telah menjadi tempat yang dikhususkan untuk menyembah uang. Tempat yang dimaksudkan untuk mengajak dunia bertemu dengan Allah yang hidup telah menjadi tempat yang menjauhkan bangsa-bangsa. Ia tidak dapat mentolerir bahwa nama Allah, kemuliaan Allah, dinodai dan dicemarkan. Tidak ada alasan bagi kita untuk mundur dan mencoba mengurangi dampak tindakan Yesus. Kemarahan kudus Kristus membara dengan semangat dan kemurnian. Ini bukan saatnya untuk percakapan sopan.

Yesus tahu persis mengapa Bait Suci itu ada. Itu adalah tempat untuk bertemu dengan Allah. Itu dimaksudkan untuk menjadi sukacita seluruh bumi. Namun, apa yang Ia temukan justru bertentangan dengan tujuannya—dan dalam perkataan dan tindakan-Nya, Ia menjelaskan hal itu dengan sangat jelas.

Menariknya, ketika orang-orang Farisi menghadapi Yesus setelahnya, mereka tidak menantang tindakan-Nya; mereka menantang otoritas-Nya. Yesus menanggapi tantangan ini dengan pernyataan yang membingungkan: “Runtuhkan Bait Suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya” (Yohanes 2:19). Bait suci yang Ia maksudkan, jelas Yohanes, adalah diri-Nya sendiri (ayat 21). Suatu hari, Yesus akan datang ke Yerusalem bukan untuk mengunjungi kompleks Bait Suci, tetapi untuk memberikan tubuh dan darah-Nya sendiri sebagai kurban penuh dan terakhir untuk dosa-dosa, dan kemudian bangkit untuk hidup baru dan memerintah selama-lamanya. Atas otoritas itulah Ia menjelaskan perbedaan antara apa yang Allah maksudkan Bait Suci itu untuk apa dan apa yang telah menjadi Bait Suci.

Di sini, kita dihadapkan pada Yesus yang radikal—yang menanggapi dengan semangat dan perlindungan terhadap masalah kemuliaan Allah. Yesus ini bukanlah Yesus yang lemah dan penurut, selalu menyetujui dan tidak pernah menantang. Ia adalah Imam Besar Agung, yang datang bukan hanya untuk membersihkan lingkungan Bait Suci tetapi juga untuk membersihkan hati kita dan mengatasi keterasingan kita. Di dalam Dia, Bait Suci yang sejati, Allah telah membangun “rumah doa bagi segala bangsa" (Yesaya 56:7).

Jadi, lihatlah Yesus dengan cara baru, yang tidak mentolerir kompromi dalam mengejar kemuliaan Allah melalui pemberdayaan bangsa-bangsa untuk menyembah Dia dengan benar. Pandanglah Yesus dengan cara baru, karena Ia dengan rela menggunakan otoritas dan kesempurnaan-Nya untuk menggantikan tempat kita dan menanggung hukuman kita dalam tubuh-Nya agar kita dapat dipulihkan. Pandanglah Yesus dengan cara baru, karena kasih karunia-Nya yang menakjubkan adalah berkat bagi Anda. Dan biarlah semangat-Nya untuk kemuliaan Allah juga menjadi semangat Anda.

💭❤️🤚

Untuk lebih mendalami bacalah: MATIUS 27:35-56

Alkitab Sepanjang Tahun: Bilangan 20-22; Wahyu 22

TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg

PA UMUM GRII KELAPA GADING Reason for Church  #6Dibawakan oleh Pdt. Jethro Rachmadi Rabu, 6 Mei 2026Pukul 19.30 WIB - se...
04/05/2026

PA UMUM GRII KELAPA GADING

Reason for Church #6
Dibawakan oleh Pdt. Jethro Rachmadi

Rabu, 6 Mei 2026
Pukul 19.30 WIB - selesai
Ruang Getsemani, lt. 2

Follow our instagram👇
https://instagram.com/griikg

Click our website👇
https://griikg.org

03/05/2026

4 MEI

YESUS ADALAH RAJA

Lalu aku mendengar semua makhluk yang di surga dan di bumi dan di bawah bumi dan di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata, “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian, hormat, kemuliaan, dan kuasa sampai selama-lamanya”
WAHYU 5:13

Alkitab menyatakan dengan sangat jelas bahwa sejarah bergerak dengan tujuan menuju kesimp**an yang pasti. Realitas itu adalah salah satu ciri khas pandangan dunia alkitabiah. Dengan kata lain, salah satu cara Kekristenan membedakan dirinya adalah dalam hal bagaimana segala sesuatu berakhir.

Terkadang, ketika melihat foto-foto lama, kita mungkin bertanya, “Di mana saya dalam foto ini?”—atau, “Apakah saya memang ada dalam foto ini?” Namun, dalam rencana Allah, setiap orang termasuk dalam gambaran sejarah dalam Wahyu. Tidak seorang pun hilang dari cerita tersebut. Dan ketika sejarah berakhir, itu akan berakhir dengan penggolongan dan pemisahan.

Yesus berbicara tentang pemisahan ini ketika Ia berkata bahwa domba dan kambing akan dipisahkan (Matius 25:31-46): terang dan gelap akan dibedakan, dan mereka yang percaya kepada Yesus akan dipisahkan dari mereka yang tidak percaya. Tidak seorang pun akan ditinggalkan, meskipun secara tragis beberapa orang akan memilih untuk dikucilkan. Oleh karena itu, posisi kita dalam gambaran besar ini penting.

Seluruh pasang surut sejarah harus dilihat dalam terang fakta bahwa ada takhta di surga dan takhta itu tidak kosong; melainkan, takhta itu diduduki oleh Allah, yang memegang kendali. Yesus adalah Raja, dan Ia duduk di sebelah kanan takhta. Meskipun banyak yang belum mengakui kerajaan-Nya, hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa Ia memerintah.

Dari kejatuhan manusia hingga akhir zaman, seperti yang dikatakan oleh teolog besar abad keempat, Agustinus dari Hippo, terdapat dua kota yang bersaing—dua kasih yang bersaing. Secara kodrat, kita terlibat dalam kota manusia, dan hanya oleh anugerah Allah kita akan terlibat dan mengabdikan diri kepada kota Allah.
Kota duniawi, kota manusia, ditentukan untuk lenyap. Tetapi kota surgawi, kerajaan Allah, akan kekal selama-lamanya. Apakah kita mengakui Yesus sebagai Raja? Bagaimana kita menjawab merupakan masalah yang memiliki makna kekal. Dan bagaimana kita menjawab juga merupakan masalah konsekuensi saat ini. Jika Yesus adalah Raja Anda, maka Anda akan hidup sebagai hamba-Nya, berusaha untuk menaati-Nya bahkan ketika perintah-Nya bertentangan dengan keinginan Anda sendiri. Jika Yesus adalah Raja Anda, Anda akan setia kepada-Nya di atas segalanya, karena dunia ini bukanlah rumah Anda dan Anda hanya singgah sementara. Seperti yang Paulus tulis, “Sebab, kewargaan kita terdapat di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20).

Pastikan untuk hidup sebagai warga negara dari negeri yang lebih baik dan sebagai hamba Raja yang lebih besar. Kita akan menghabiskan kekekalan bergabung dengan seluruh ciptaan dalam memuliakan Dia. Semoga kita juga melakukannya dalam perkataan dan perilaku kita hari ini.

💭❤️🤚

Untuk lebih mendalami bacalah: Mazmur 24

Alkitab Sepanjang Tahun: Bilangan 17-19; Wahyu 21

TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg

Address

Jalan Boulevard Utara Blok QJ3 No. 27-28, Kelapa Gading
North Jakarta
14240

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GRII Kelapa Gading posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GRII Kelapa Gading:

Share