06/08/2026
7 AGUSTUS
KITA MEMBUTUHKAN MUKJIZAT
“Kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, melalui firman Allah, yang hidup dan yang kekal; sebab ‘Semua yang hidup bagaikan rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput. Rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.’”
1 PETRUS 1:23-25
Injil bukanlah ajakan kepada orang-orang yang berniat baik, mengajak untuk menambahkan sedikit agama dalam hidup kita. Firman Allah datang kepada hati yang memberontak dan memerintahkan ketaatan. Itu adalah firman yang menghidupkan orang mati.
Bagaimanakah pekerjaan ini dilakukan? Hanya oleh Roh Allah. Pekerjaan Roh adalah untuk mencapai apa yang tidak dapat dilakukan dengan cara lain, dengan cara apa pun: untuk menghasilkan kehidupan baru.
Secara alami, kita semua adalah pemberontak terhadap Allah. Tidak seorang pun mencari Dia (Roma 3:11). Sekalipun saya menyebut diri saya agnostik [percaya Tuhan, tidak percaya agama], pencari kebenaran, atau berpikiran terbuka, pada kenyataannya saya sedang memberontak. Dan Allah “memerintahkan semua orang di mana pun saja untuk bertobat” (Kisah Para Rasul 17:30). Allah memanggil kita masing-masing untuk berbalik arah—untuk dengan penuh ketegasan berbalik dari dosa dan pemberontakan dan untuk berada di bawah pemerintahan-Nya.
Tanpa mukjizat, kita tidak dapat melakukan ini. Jika dibiarkan sendiri, kita mati dan tanpa harapan untuk kekekalan. Syukurlah, tugas Roh Allah adalah melakukan mukjizat itu bagi kita. Kehidupan baru adalah sesuatu yang Allah capai, bukan sesuatu yang dibuat oleh kita. Roh Kudus meyakinkan kita akan dosa dan meyakinkan kita bahwa Yesus, melalui kematian-Nya di kayu salib, telah mengatasinya.
Kitab Suci sangat jelas tentang hal ini: tatkala kita mati dalam dosa-dosa kita, kita dihidupkan dalam Kristus (Efesus 2:1-5). Roh Kudus membawa kita untuk memahami apa yang tidak dapat kita hadapi sendiri yaitu kita memiliki masalah yang mendalam dan endemik yang tidak dapat kita perbaiki. Kita membutuhkan mukjizat. Dan itulah yang Allah lakukan. Ia menghadirkan kehidupan baru. Ia menyelamatkan kita melalui anugerah-Nya.
Segala sesuatu tentang kita memudar; seperti rumput, Petrus mengingatkan kita, kita semua suatu hari nanti akan gugur. Tetapi ada benih yang menghasilkan sesuatu yang kekal, yang ditanam di dalam kita oleh Roh dan yang akan mekar dan berkembang untuk selama-lamanya: kehidupan yang telah dilahir-barukan melalui Injil. Firman Allah tetap ada selamanya, demikian juga orang yang telah dibawa kepada kehidupan baru saat Roh bekerja melalui firman itu.
Setelah hal itu terjadi pada kita, kita tidak lagi melihat Alkitab hanya sebagai buku sejarah atau kisah inspiratif. Melalui karya Roh, Alkitab menjadi terang, menerangi kehidupan sejati, dan mata kita terbuka untuk memahami siapa Allah itu. Inilah sebabnya kita mempelajari Alkitab: untuk lebih melihat dan mengenal Dia yang telah menyelamatkan kita dan bersama siapa kita akan menghabiskan kekekalan.
Kiranya kasih Yesus memikat Anda kepada-Nya. Kiranya sukacita Yesus memungkinkan Anda untuk melayani-Nya. Kiranya kedamaian dan kepuasan yang datang dari mengenal Yesus memberikan kestabilan dan kejelasan bagi Anda saat merenungkan perjalanan Anda di masa lalu, mempertimbangkan keadaan Anda saat ini, dan merenungkan ke mana tujuan Anda selanjutnya. Tubuh Anda di dunia akan gugur, tetapi Anda akan tetap ada selama-lamanya.
💭❤️🤚
Untuk lebih mendalami bacalah: Mazmur 119:65-80
Bacaan Alkitab Sepanjang Tahun: Mazmur 72-73; Kisah Para Rasul 26
TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg