08/05/2026
9 MEI
SIMPATI SEMPURNA
“Dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa umat. Karena Ia sendiri telah menderita ketika dicobai, Ia dapat menolong mereka yang sedang dicobai” IBRANI 2:17-18
Banyak dari kita merasa putus asa karena seringnya kita berhadapan dengan godaan. Kita mungkin merasa malu dengan adanya daya tarik godaan yang begitu kuat dalam hidup kita yang bisa sangat menyita segalanya. Pada saat-saat itu, penting untuk diingat bahwa pengalaman dicobai itu sendiri bukanlah dosa—karena Kristus, yang tidak berdosa, juga mengalaminya. Tetapi karena Ia tidak menyerah pada godaan, tidak seperti yang sering kita lakukan, Ia menjadi teladan utama kita dalam perjuangan kita untuk keadil-benaran.
Ketika Kristus mengambil natur manusia, natur ini tunduk pada keterbatasan dan rentan terhadap cobaan manusiawi. Oleh karena itu, sekalipun Yesus adalah Putra Allah yang ilahi dan Imam Besar kita, bukan sekadar manusia biasa, kita dapat memperoleh dorongan dari mengetahui bahwa Ia sepenuhnya mampu bersimpati dengan semua pergumulan kita.
Simpati Kristus terhadap cobaan yang kita hadapi tidak berdasarkan pada pengalaman berdosa, melainkan pada pengalaman digoda untuk berbuat dosa, yang hanya dapat diketahui sepenuhnya oleh orang yang benar-benar tidak berdosa. Yesus tidak menunjukkan simpati dari kejauhan; Ia sangat memahami rasa sakit dan tantangan berhadapan dengan godaan. Ia telah menempuh perjalanan hidup kita di bumi.
Jadi, ketika Anda paling menyadari sedang berhadapan dengan godaan dan paling menyadari kelemahan Anda, inilah yang dapat Anda lakukan. Jangan bersandar pada kebijaksanaan duniawi dari "imam besar" abad ke-21, yang akan mengatakan kepada Anda bahwa godaan adalah keinginan yang harus dipuaskan, bahwa rasa bersalah adalah penderitaan yang harus ditolak, dan bahwa rasa malu selalu tidak membantu dan tidak perlu. Sebaliknya, berpalinglah kepada Imam Besar Agung, yang memberitahukan Anda bahwa godaan haruslah ditolak dan Dialah yang memberikan kuasa untuk memungkinkan Anda melakukannya (1 Korintus 10:13), dan yang juga meyakinkan Anda bahwa rasa bersalah dan malu yang Anda rasakan ketika menyerah telah ditanggung dalam tubuh-Nya dan dihilangkan di kayu salib.
Satu hal yang benar-benar indah tentang hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus adalah Anda dapat merasa yakin untuk menghampiri Dia yang telah mati agar Anda dapat berpegang teguh pada iman yang Anda akui. Anda sendiri dapat secara teratur, dengan rendah hati, dan penuh keyakinan datang ke hadapan Allah Yang Mahakuasa, yang menyambut Anda di dalam Kristus, simpatisan Anda yang sempurna. Dan akhirnya, di kekekalan, Anda tidak perlu lagi minta kepada Kristus untuk bersyafaat bagi Anda. Anda hanya akan dapat berdiri di hadapan Allah dalam penyembahan, memuji Dia karena telah mengundang Anda ke hadirat-Nya yang sempurna. Sampai saat itu, mintalah Dia yang tahu bagaimana menghadapi dan menolak godaan untuk menyertai Anda dalam pergumulan melawan godaan dan dalam usaha untuk menaati-Nya hari ini.
💭❤️🤚
Untuk lebih mendalami bacalah: IBRANI 2:5-18
Alkitab Sepanjang Tahun: Bilangan 32-34; Matius 4
TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg