11/06/2026
TUHAN ITU ESA: Jangan Melampaui Apa yang Tertulis!
Menurut KBBI, esa berarti Satu dan Tunggal. Dalam hubungannya dengan iman Kristen "saat seorang Kristen mengatakan Tuhan itu esa, yang ia maksud adalah "Hanya ada satu Tuhan yang benar, tidak ada Tuhan lain".
Masalahnya, ajaran tentang keTuhanan Kristen sering disalahpahami karena banyak orang mencampurkan kesaksian Alkitab dengan filsafat, tradisi gereja, spekulasi rohaniawan, atau analogi buatan sendiri.
Karena itu, pembahasan tentang ketuhanan HARUS dimulai dan diakhiri dengan kesaksian Alkitab saja. Dalam tulisan ini kita akan melihat penjelasan ajaran keTuhanan Kristen SESUAI bahasa Alkitab.
a. Alkitab mencatat Tuhan itu Esa.
Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar. Ulangan 6:4 mencatat "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" dan Yesaya 45:5b "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah".
Orang Kristen tidak menyembah tiga allah, melainkan satu Allah yang esa. Bapa, Anak, dan Roh Kudus masing-masing dinyatakan oleh Alkitab sebagai Allah dan dapat dibedakan satu sama lain.
Ajaran ini penting karena banyak penganut agama lain salah memahami iman Kristen sebagai penyembahan kepada tiga allah yang berbeda. Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan kesaksian Alkitab. Sebaliknya, ada juga dari pihak yang menyebut diri mereka "Kristen" menolak keberadaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai pribadi-pribadi yang berbeda demi mempertahankan keesaanNya.
Fakta Alkitab memberitahu kita bahwa kedua pandangan itu GAGAL menerima seluruh kesaksian Alkitab. Orang percaya yang sudah dilahirkan kembali dipanggil untuk menerima apa yang tertulis tanpa mengurangi maupun menambahkan ajaran ke-66 dalam Alkitab.
Karena itu, setelah Alkitab menegaskan bahwa Allah itu esa, pertanyaan berikutnya adalah "siapakah yang dinyatakan Alkitab sebagai Allah"?
b. Alkitab mencatat Bapa adalah Allah dan Anak adalah Allah.
Alkitab menyebut Bapa sebagai Allah (Yohanes 6:27; 1 Korintus 8:6). Pada saat yang sama, Alkitab juga menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang datang dalam daging. Seperti ada tertulis "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya ..."
Karena itu, ada golongan "Kristen" yang mengatakan bahwa Tuhan hanyalah Yesus Kristus saja dan bahwa Bapa hanyalah salah satu bentuk penampakan Yesus tidak sesuai dengan SELURUH kesaksian Alkitab.
Kita melihat Alkitab mencatat Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, diutus oleh Bapa, dan berbicara tentang kasih antara diriNya dan Bapa. Jika Bapa dan Anak hanyalah satu pribadi yang sama tanpa pembedaan apa pun, maka banyak bagian Alkitab menjadi sulit dipahami secara harafiah (apa adanya).
Namun kesaksian Alkitab tentang Allah tidak berhenti pada Bapa dan Anak saja. Alkitab juga mencatat bahwa Roh Kudus adalah Allah.
c. Alkitab mencatat Roh Kudus adalah Allah.
Roh Kudus memiliki sifat dan pekerjaan yang hanya dimiliki Allah (Kisah Para Rasul 5:3-4; Mazmur 139:7-8). Roh Kudus dapat berbicara, mengajar, memimpin, menghibur, dan dapat didukakan, menunjukkan bahwa Ia bukan tenaga aktif atau kuasa yang tidak berpribadi.
Karena itu, pandangan yang menganggap Roh Kudus hanyalah energi ilahi atau kekuatan TANPA kepribadian TIDAK sesuai dengan ajaran Alkitab. Roh Kudus bukan SEKEDAR pengaruh atau kekuatan yang keluar dari Allah, melainkan Pribadi Ilahi yang bekerja dalam kehidupan orang yang lahir baru.
Sampai pada titik ini, Alkitab mencatat bahwa Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Pertanyaan berikutnya adalah "apakah ketiganya dapat dibedakan satu sama lain"?
d. Alkitab mencatat Bapa, Anak, dan Roh Kudus dapat dibedakan satu sama lain.
Pada saat Tuhan Yesus dibaptis, Roh Kudus turun seperti burung merpati, dan suara Bapa terdengar dari surga (Matius 3:16-17)". Ketiganya hadir secara bersamaan dan dapat dibedakan satu sama lain.
Peristiwa ini menjadi salah satu bukti yang jelas bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus bukan SEKEDAR tiga peran dari satu pribadi yang sama. Alkitab TIDAK menggambarkan satu pribadi yang berganti-ganti topeng atau peran. Sebaliknya, Alkitab menunjukkan adanya pembedaan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus, walaupun tetap ada satu Allah yang esa.
Dengan demikian, Alkitab mencatat empat fakta yang harus diterima sekaligus: Allah itu esa, Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah, dan Bapa, Anak, serta Roh Kudus dapat dibedakan satu sama lain. Seluruh fakta ini harus diterima sebagaimana tertulis tanpa mengurangi maupun menambahkan apa pun.
Masalahnya bukan karena Allah tidak dapat dipahami sama sekali, melainkan KARENA banyak manusia sering berusaha melampaui apa yang tertulis. Ketika Alkitab berhenti memberikan penjelasan, sebagian orang mulai mengisinya dengan filsafat, spekulasi para rohaniawan, tradisi, dan berbagai analogi buatan.
Karena itu, orang percaya harus berhati-hati terhadap berbagai analogi yang sering dipakai untuk menjelaskan Allah. Misalnya analogi air yang dapat menjadi es, cair, dan uap; analogi telur dengan kulit, putih, dan kuning telur; atau analogi matahari dengan cahaya dan panasnya, dll.
TIDAK SATU PUN analogi tersebut berasal dari Alkitab, dan sering kali menghasilkan pengertian yang menyimpang tentang Allah.
Karena itu, yang harus dilakukan orang percaya adalah menerima seluruh kesaksian Alkitab sebagaimana yang Tuhan TELAH nyatakan dalam firmanNya, dan tidak melampaui apa yang tertulis, "Jangan melampaui yang ada tertulis" (1 Korintus 4:6)".
Gbl. Ranto V Simamora