21/07/2026
Hak Hamba Kristus atau Keserakahan.
Gereja-gereja hari ini banyak mendapat kritikan karena pengelolaan keuangannya tidak transparan bahkan TIDAK SEDIKIT memanip**asi laporan pemasukan dan pengeluaran jemaat. Di sisi lain, ada p**a pelayan Tuhan yang mempertontonkan sikap serakah.
Saya pernah melihat di media sosial seorang pelayan Tuhan mengkritik persembahan jemaat karena banyak berisi uang pecahan Rp2.000. Kita menyayangkan sikap seperti itu, seharusnya ucapan syukur yang keluar bukan sikap serakah.
Ada banyak contoh kasus seperti itu dalam pelayanan, hal inilah yang membuat banyak orang MENCIBIR para pelayan Tuhan.
Sangking tidak sukanya terhadap rohaniawan semacam itu banyak yang salah mengkritik, sampai melanggar firman Tuhan dengan mengutip secara salah BANYAK ayat perihal keuangan, salah satunya perkataan rasul Paulus dalam 1 Korintus 9:15 "Namun, aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu".
Nats ini dijadikan dasar untuk seluruh hamba Kristus agar tidak menerima dukungan materi. Dengan kata lain, kalau rasul Paulus saja tidak menerima HAK itu, masakan para hamba Kristus lainnya menerima? Mari kita bahas pelan-pelan.
a. Roh Kudus melalui rasul Paulus mengajarkan bahwa pelayan firman berhak menerima dukungan materi.
1 Korintus 9:11,14 mencatat "Jikalau kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, apakah terlalu banyak jika kami menuai hasil duniawimu?". "Demikian p**a Tuhan telah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari pemberitaan Injil".
Dalam nats itu, Roh Kudus melalui rasul Paulus menghendaki agar para hamba Kristus menerima dukungan materi, ini BUKANLAH sesuatu yang salah, melainkan hak seorang pelayan firman.
Paulus bahkan secara terbuka mengakui bahwa ia menerima dukungan dari jemaat-jemaat lain bahkan ia menggunakan kata "merampok". Rasul Paulus mencatat "Jemaat-jemaat lain aku rampoki dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu ..." (2 Kor. 11:8-9).
* Jemaat di Filipi berulang kali mengirim bantuan untuk rasul Paulus.
Filipi 4:16 mencatat "Karena bahkan di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku".
Paulus bukan hanya menerima bantuan sekali, tetapi berulang kali. Ia bahkan menyebut pemberian itu sebagai persembahan yang harum dan berkenan kepada Allah.
b. Rasul Paulus bekerja membuat Tenda.
Pernahkah Anda melihat ada hamba Tuhan yang hampir setiap hari hanya makan, tidur, lalu melayani ketika jadwal kebaktian tiba?
Sementara jemaat bekerja delapan jam atau lebih setiap hari untuk mencari nafkah. Pola seperti itu bukanlah teladan yang kita lihat pada rasul Paulus. Bahkan para imam dalam Perjanjian Lama pun bekerja mengelola tanah penggembalaan yang menjadi bagian mereka.
* Di Korintus rasul Paulus bekerja bersama Aquila dan Priskila sebagai pembuat kemah/tenda (Kis. 18:1-3)
* Di Efesus rasul Paulus bekerja dengan tangannya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya (Kis. 20:33-35)
Namun, hal ini TIDAK BERARTI ia menolak semua bantuan materi yang diberikan oleh jemaat-jemaat lain.
Sekarang mari kita lihat mengapa rasul Paulus tidak menerima atau mengambil haknya dari jemaat Korintus (Ia melepaskan hak bantuan materi). Itu karena kondisi jemaat di Korintus.
Kitab Suci mencatat jemaat di Korintus masih bayi-bayi dalam Kristus, masih dikuasai perselisihan dan perpecahan hal itu terlihat dari tuduhan mereka kepada rasul Paulus mengenai keuntungan materi.
"Adakah kuambil untung dari kamu melalui seorang yang kuutus kepada kamu?" (2 Kor. 12:16-18). Ayat ini menunjukkan bahwa Paulus sedang membantah tuduhan bahwa ia mencari keuntungan materi dari jemaat Korintus.
Di sisi lain, muncul guru-guru palsu yang berusaha menjatuhkan kerasulan Paulus dan menuduh bahwa ia memberitakan Injil demi keuntungan pribadi (2 Korintus 11)
Kedua alasan itulah yang membuat rasul Paulus berkata "Namun, aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu...."(1 Kor. 9:15).
Namun, pada saat yang sama rasul Paulus tetap menerima bantuan dari jemaat-jemaat lain, khususnya dari Makedonia (2 Korintus 11:8-9). Jadi, yang ditolak bukanlah dukungan materi secara umum, melainkan dukungan dari jemaat Korintus saja pada saat itu.
Gbl. Ranto V. Simamora