Gereja Baptis Alkitabiah

Gereja Baptis Alkitabiah Defending Salvation through Faith
Defending Church Holiness
Defending Bible Preservation

MatiKemana.com

Hak Hamba Kristus atau Keserakahan.Gereja-gereja hari ini banyak mendapat kritikan karena pengelolaan keuangannya tidak ...
21/07/2026

Hak Hamba Kristus atau Keserakahan.

Gereja-gereja hari ini banyak mendapat kritikan karena pengelolaan keuangannya tidak transparan bahkan TIDAK SEDIKIT memanip**asi laporan pemasukan dan pengeluaran jemaat. Di sisi lain, ada p**a pelayan Tuhan yang mempertontonkan sikap serakah.

Saya pernah melihat di media sosial seorang pelayan Tuhan mengkritik persembahan jemaat karena banyak berisi uang pecahan Rp2.000. Kita menyayangkan sikap seperti itu, seharusnya ucapan syukur yang keluar bukan sikap serakah.

Ada banyak contoh kasus seperti itu dalam pelayanan, hal inilah yang membuat banyak orang MENCIBIR para pelayan Tuhan.

Sangking tidak sukanya terhadap rohaniawan semacam itu banyak yang salah mengkritik, sampai melanggar firman Tuhan dengan mengutip secara salah BANYAK ayat perihal keuangan, salah satunya perkataan rasul Paulus dalam 1 Korintus 9:15 "Namun, aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu".

Nats ini dijadikan dasar untuk seluruh hamba Kristus agar tidak menerima dukungan materi. Dengan kata lain, kalau rasul Paulus saja tidak menerima HAK itu, masakan para hamba Kristus lainnya menerima? Mari kita bahas pelan-pelan.

a. Roh Kudus melalui rasul Paulus mengajarkan bahwa pelayan firman berhak menerima dukungan materi.

1 Korintus 9:11,14 mencatat "Jikalau kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, apakah terlalu banyak jika kami menuai hasil duniawimu?". "Demikian p**a Tuhan telah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari pemberitaan Injil".

Dalam nats itu, Roh Kudus melalui rasul Paulus menghendaki agar para hamba Kristus menerima dukungan materi, ini BUKANLAH sesuatu yang salah, melainkan hak seorang pelayan firman.

Paulus bahkan secara terbuka mengakui bahwa ia menerima dukungan dari jemaat-jemaat lain bahkan ia menggunakan kata "merampok". Rasul Paulus mencatat "Jemaat-jemaat lain aku rampoki dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu ..." (2 Kor. 11:8-9).

* Jemaat di Filipi berulang kali mengirim bantuan untuk rasul Paulus.

Filipi 4:16 mencatat "Karena bahkan di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku".

Paulus bukan hanya menerima bantuan sekali, tetapi berulang kali. Ia bahkan menyebut pemberian itu sebagai persembahan yang harum dan berkenan kepada Allah.

b. Rasul Paulus bekerja membuat Tenda.

Pernahkah Anda melihat ada hamba Tuhan yang hampir setiap hari hanya makan, tidur, lalu melayani ketika jadwal kebaktian tiba?

Sementara jemaat bekerja delapan jam atau lebih setiap hari untuk mencari nafkah. Pola seperti itu bukanlah teladan yang kita lihat pada rasul Paulus. Bahkan para imam dalam Perjanjian Lama pun bekerja mengelola tanah penggembalaan yang menjadi bagian mereka.

* Di Korintus rasul Paulus bekerja bersama Aquila dan Priskila sebagai pembuat kemah/tenda (Kis. 18:1-3)

* Di Efesus rasul Paulus bekerja dengan tangannya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya (Kis. 20:33-35)

Namun, hal ini TIDAK BERARTI ia menolak semua bantuan materi yang diberikan oleh jemaat-jemaat lain.

Sekarang mari kita lihat mengapa rasul Paulus tidak menerima atau mengambil haknya dari jemaat Korintus (Ia melepaskan hak bantuan materi). Itu karena kondisi jemaat di Korintus.

Kitab Suci mencatat jemaat di Korintus masih bayi-bayi dalam Kristus, masih dikuasai perselisihan dan perpecahan hal itu terlihat dari tuduhan mereka kepada rasul Paulus mengenai keuntungan materi.

"Adakah kuambil untung dari kamu melalui seorang yang kuutus kepada kamu?" (2 Kor. 12:16-18). Ayat ini menunjukkan bahwa Paulus sedang membantah tuduhan bahwa ia mencari keuntungan materi dari jemaat Korintus.

Di sisi lain, muncul guru-guru palsu yang berusaha menjatuhkan kerasulan Paulus dan menuduh bahwa ia memberitakan Injil demi keuntungan pribadi (2 Korintus 11)

Kedua alasan itulah yang membuat rasul Paulus berkata "Namun, aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu...."(1 Kor. 9:15).

Namun, pada saat yang sama rasul Paulus tetap menerima bantuan dari jemaat-jemaat lain, khususnya dari Makedonia (2 Korintus 11:8-9). Jadi, yang ditolak bukanlah dukungan materi secara umum, melainkan dukungan dari jemaat Korintus saja pada saat itu.

Gbl. Ranto V. Simamora

16/07/2026
JANGAN MENCURI LILIN UNTUK MEMBACA ALKITABAda pepatah lama yang berbunyi, "Jangan mencuri lilin untuk membaca Alkitab". ...
24/06/2026

JANGAN MENCURI LILIN UNTUK MEMBACA ALKITAB

Ada pepatah lama yang berbunyi, "Jangan mencuri lilin untuk membaca Alkitab". Pepatah ini mengandung kebenaran yang dalam seperti yang diuraikan oleh Norman Geisler dalam bukunya "Etika Kristen" bahwa tujuan yang baik tidak pernah membenarkan cara yang salah.

Membaca Alkitab adalah hal yang baik, tetapi mencuri lilin untuk membaca Alkitab tetaplah dosa. Ingin menyenangkan hati Tuhan (membaca firmanNya) namun dilakukan dengan cara menyakiti hatiNya (mencuri lilin).

Saya yakin Anda pasti pernah mendengar bahkan mungkin mengatakannya "pelayanan ini untuk kemuliaan Tuhan", "program ini untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan", "ini cara agar gereja kita bertumbuh", dll.

Masalahnya BUKAN soal tujuannya atau niat hati atau ketulusan seseorang untuk melayani Tuhan TETAPI apakah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan itu berkenan kepada Tuhan atau tidak? Itu poinnya.

Firman Tuhan memberitahu kita, Nadab dan Abihu mempersembahkan korban kepada Tuhan, tetapi dengan api yang tidak diperintahkanNya (Imamat 10:1-2). Saul mempersembahkan korban kepada Tuhan, tetapi dia melakukan hal yang bukan bagiannya (1 Samuel 15).

Sedihnya, prinsip ini sering dilupakan oleh banyak gereja-gereja saat ini. Praktik yang salah tetap dipertahankan bukan karena diperintahkan Alkitab, melainkan karena bermanfaat bagi mereka.

a. Tuhan melarang patung/gambar untuk tujuan ibadah, tetapi larangan itu disiasati dengan alasan seni, kerubim, atau ular tembaga. Tujuannya terlihat rohani, tetapi perintah Tuhan ditabrak. Mereka memelintirnya karena sudah jadi tradisi dan menjadi bagian dalam ibadah, ini mencuri lilin.

b. Alkitab menetapkan gembala jemaat adalah laki-laki (istri satu), tetapi aturan itu diubah dengan alasan perempuan juga bisa memimpin, Tuhan melihat hati yang ingin melayani. Padahal Paulus sudah memberikan alasannya, mengapa harus laki-laki yang beristri satu menjadi gembala. Alasannya KARENA Adam yang dijadikan lebih dulu barulah Hawa dan lagi p**a yang tergoda bukanlah Adam tetapi Hawa. Ini bukan soal budaya pada zaman itu atau karena perempuan tidak mengecap pendidikan.

c. Dalam mata kuliah "Pertumbuhan Gereja", banyak cara yang diusulkan agar sebuah gereja bertumbuh. Rick Warren dalam bukunya "Porpose Driven Church" banyak menerapkan hal yang menurutnya bermanfaat namun dia menabrak banyak firman Tuhan. Apakah anggota jemaatnya bertambah? Ya, sampai ribuan tetapi itu hasil dari mencuri lilin.

d. Apakah Anda melihat ada gereja yang mendisiplin anggotanya karena melakukan KDRT, karena candu (miras, rokok, judi,dll)? Jika ADA, maka gereja seperti itu paham apa itu kekudusan jemaat lokal. Namun dalam gereja yang terobsesi dengan jumlah jemaat, gedung gereja yang megah, mendisiplin anggota jemaat merupakan ajaran ANEH.

e. Sejak tampilnya gereja-gereja yang memakai musik duniawi ke dalam gereja, sudah tidak bisa lagi membedakan mana gereja dan mana diskotik. Mereka membawa musik dunia ke dalam gereja agar jemaat terhibur, muda-mudi betah. Hiburan dunia (konser, kesaksian para artis, dll) dibawa ke mimbar agar gereja lebih ramai.

f. Uang/bantuan dari kaum kafir diterima demi pembangunan gedung gereja, bahkan tanpa malu-malu meminta bantuan mereka. Ada gembala yang berkata "jangan menolak kemurahan hati orang". Padahal Tuhan sudah mencatat dalam Amsal 15:8 "Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN". Tuhan saja menolak kemurahan hati seperti itu, anehnya banyak gereja tidak peduli yang penting kas gereja mereka terisi.

h. Para bayi yang baru lahir ditetesin air/dituangin air, penganutnya menyebut itu baptisan padahal Alkitab mencatat baptisan itu selam. Parahnya ada yang menganggap baptisan adalah syarat untuk masuk surga. Padahal Baptisan itu hanya bagi mereka yang sudah diselamatkan dan bukan bagi anak bayi yang bingung saat ditetesin air.

i. Banyak perayaan (Natal, Paskah, Pentakosta, Ulang tahun gereja, Valentine, hari ibu, hari ayah, dll) diperlakukan seolah-olah kewajiban rohani, padahal Alkitab tidak pernah memerintahkan perayaan-perayaan seperti itu.

Masalahnya bukan apakah semua itu memiliki tujuan yang baik. Masalahnya adalah manusia mulai merasa berhak memperbaiki bahkan membuat definisi baru sesuai idenya sendiri atas dasar "Tuhan lihat hatiku, Aku melakukan untuk kemuliaan Tuhan, dll".

INGATLAH! Tuhan tidak meminta KITA menjadi kreatif dalam mengubah perintahNya (seperti yang dilakukan oleh banyak dosen teologi). Tuhan meminta KITA untuk taat pada apa yang tertulis dalam kitab suci.

Penulis Ibrani mencatat "Marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut (Ibrani 12:28)".

Perhatikan frasa "Menurut cara yang berkenan kepadaNya". Poinnya di sini bukan ketulusan hati, atau keinginan untuk melayani Tuhan (sekalipun semua itu baik) tetapi apakah cara yang digunakan itu berkenan kepadaNya?

Ketaatan kepada Firman selalu lebih mulia daripada pelayanan yang terlihat megah dimata manusia tetapi dibangun di atas pelanggaran terhadap kehendak Tuhan.

Semua tujuan di atas mungkin terdengar mulia. Telinga kita bisa dikelabuhi karena terdengar masuk akal dan menggugah rasa dan hasilnya terlihat mengesankan. Tetapi ketika perintah Tuhan dilanggar demi mencapai semua itu, sesungguhnya mereka sedang mencuri lilin untuk membaca Alkitab.

Gbl. Ranto V. Simamora

TUHAN ITU ESA: Jangan Melampaui Apa yang Tertulis!Menurut KBBI, esa berarti Satu dan Tunggal. Dalam hubungannya dengan i...
11/06/2026

TUHAN ITU ESA: Jangan Melampaui Apa yang Tertulis!

Menurut KBBI, esa berarti Satu dan Tunggal. Dalam hubungannya dengan iman Kristen "saat seorang Kristen mengatakan Tuhan itu esa, yang ia maksud adalah "Hanya ada satu Tuhan yang benar, tidak ada Tuhan lain".

Masalahnya, ajaran tentang keTuhanan Kristen sering disalahpahami karena banyak orang mencampurkan kesaksian Alkitab dengan filsafat, tradisi gereja, spekulasi rohaniawan, atau analogi buatan sendiri.

Karena itu, pembahasan tentang ketuhanan HARUS dimulai dan diakhiri dengan kesaksian Alkitab saja. Dalam tulisan ini kita akan melihat penjelasan ajaran keTuhanan Kristen SESUAI bahasa Alkitab.

a. Alkitab mencatat Tuhan itu Esa.

Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar. Ulangan 6:4 mencatat "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" dan Yesaya 45:5b "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah".

Orang Kristen tidak menyembah tiga allah, melainkan satu Allah yang esa. Bapa, Anak, dan Roh Kudus masing-masing dinyatakan oleh Alkitab sebagai Allah dan dapat dibedakan satu sama lain.

Ajaran ini penting karena banyak penganut agama lain salah memahami iman Kristen sebagai penyembahan kepada tiga allah yang berbeda. Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan kesaksian Alkitab. Sebaliknya, ada juga dari pihak yang menyebut diri mereka "Kristen" menolak keberadaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai pribadi-pribadi yang berbeda demi mempertahankan keesaanNya.

Fakta Alkitab memberitahu kita bahwa kedua pandangan itu GAGAL menerima seluruh kesaksian Alkitab. Orang percaya yang sudah dilahirkan kembali dipanggil untuk menerima apa yang tertulis tanpa mengurangi maupun menambahkan ajaran ke-66 dalam Alkitab.

Karena itu, setelah Alkitab menegaskan bahwa Allah itu esa, pertanyaan berikutnya adalah "siapakah yang dinyatakan Alkitab sebagai Allah"?

b. Alkitab mencatat Bapa adalah Allah dan Anak adalah Allah.

Alkitab menyebut Bapa sebagai Allah (Yohanes 6:27; 1 Korintus 8:6). Pada saat yang sama, Alkitab juga menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang datang dalam daging. Seperti ada tertulis "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya ..."

Karena itu, ada golongan "Kristen" yang mengatakan bahwa Tuhan hanyalah Yesus Kristus saja dan bahwa Bapa hanyalah salah satu bentuk penampakan Yesus tidak sesuai dengan SELURUH kesaksian Alkitab.

Kita melihat Alkitab mencatat Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, diutus oleh Bapa, dan berbicara tentang kasih antara diriNya dan Bapa. Jika Bapa dan Anak hanyalah satu pribadi yang sama tanpa pembedaan apa pun, maka banyak bagian Alkitab menjadi sulit dipahami secara harafiah (apa adanya).

Namun kesaksian Alkitab tentang Allah tidak berhenti pada Bapa dan Anak saja. Alkitab juga mencatat bahwa Roh Kudus adalah Allah.

c. Alkitab mencatat Roh Kudus adalah Allah.

Roh Kudus memiliki sifat dan pekerjaan yang hanya dimiliki Allah (Kisah Para Rasul 5:3-4; Mazmur 139:7-8). Roh Kudus dapat berbicara, mengajar, memimpin, menghibur, dan dapat didukakan, menunjukkan bahwa Ia bukan tenaga aktif atau kuasa yang tidak berpribadi.

Karena itu, pandangan yang menganggap Roh Kudus hanyalah energi ilahi atau kekuatan TANPA kepribadian TIDAK sesuai dengan ajaran Alkitab. Roh Kudus bukan SEKEDAR pengaruh atau kekuatan yang keluar dari Allah, melainkan Pribadi Ilahi yang bekerja dalam kehidupan orang yang lahir baru.

Sampai pada titik ini, Alkitab mencatat bahwa Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Pertanyaan berikutnya adalah "apakah ketiganya dapat dibedakan satu sama lain"?

d. Alkitab mencatat Bapa, Anak, dan Roh Kudus dapat dibedakan satu sama lain.

Pada saat Tuhan Yesus dibaptis, Roh Kudus turun seperti burung merpati, dan suara Bapa terdengar dari surga (Matius 3:16-17)". Ketiganya hadir secara bersamaan dan dapat dibedakan satu sama lain.

Peristiwa ini menjadi salah satu bukti yang jelas bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus bukan SEKEDAR tiga peran dari satu pribadi yang sama. Alkitab TIDAK menggambarkan satu pribadi yang berganti-ganti topeng atau peran. Sebaliknya, Alkitab menunjukkan adanya pembedaan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus, walaupun tetap ada satu Allah yang esa.

Dengan demikian, Alkitab mencatat empat fakta yang harus diterima sekaligus: Allah itu esa, Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah, dan Bapa, Anak, serta Roh Kudus dapat dibedakan satu sama lain. Seluruh fakta ini harus diterima sebagaimana tertulis tanpa mengurangi maupun menambahkan apa pun.

Masalahnya bukan karena Allah tidak dapat dipahami sama sekali, melainkan KARENA banyak manusia sering berusaha melampaui apa yang tertulis. Ketika Alkitab berhenti memberikan penjelasan, sebagian orang mulai mengisinya dengan filsafat, spekulasi para rohaniawan, tradisi, dan berbagai analogi buatan.

Karena itu, orang percaya harus berhati-hati terhadap berbagai analogi yang sering dipakai untuk menjelaskan Allah. Misalnya analogi air yang dapat menjadi es, cair, dan uap; analogi telur dengan kulit, putih, dan kuning telur; atau analogi matahari dengan cahaya dan panasnya, dll.

TIDAK SATU PUN analogi tersebut berasal dari Alkitab, dan sering kali menghasilkan pengertian yang menyimpang tentang Allah.

Karena itu, yang harus dilakukan orang percaya adalah menerima seluruh kesaksian Alkitab sebagaimana yang Tuhan TELAH nyatakan dalam firmanNya, dan tidak melampaui apa yang tertulis, "Jangan melampaui yang ada tertulis" (1 Korintus 4:6)".

Gbl. Ranto V Simamora

Empat Penjara Jiwa: Filsafat, Teologi, Sains, dan Agama di Bawah Kuasa Kegelapan.Ini adalah zaman kebohongan (post-truth...
10/06/2026

Empat Penjara Jiwa: Filsafat, Teologi, Sains, dan Agama di Bawah Kuasa Kegelapan.

Ini adalah zaman kebohongan (post-truth). Di mana hoaks diproduksi dengan cepat dan diterima karena menggugah rasa. Fakta menjadi pilihan kedua saat emosi mendominasi logika. Itulah sebabnya banyak orang lebih percaya pada apa yang menggugah rasanya dari pada fakta yang ia lihat sendiri.

Kegelapan ini (kebohongan) semakin pekat saat manusia menciptakan ajaran menurut dirinya sendiri dan menurut nenek moyangnya yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Kegelapan yang saya maksud bukan soal ketidaktahuan biasa, melainkan setiap usaha manusia untuk menemukan kebenaran tanpa tunduk kepada Alkitab. Manusia berdosa terus berusaha menciptakan terang versinya sendiri, padahal yang dihasilkannya hanyalah berbagai bentuk kegelapan yang ia pikir terang itu sendiri.

Dalam kondisi ini milyaran manusia merasa mereka ada dalam terang. Sementara yang lain masih "mencari" secercah cahaya, berharap dapat keluar dari kegelapan dosa-dosanya. Namun pangeran kegelapan tidak akan melepaskan tahanannya. Dia menawarkan berbagai pilihan, agar manusia tetap dalam kurungannya.

Berikut beberapa pilihan yang ditawarkan sang kegelapan untuk menenangkan manusia agar tenang dalam gelap dan tidak menemukan terang Kristus.

a. Filsafat memenjarakan manusia dalam akalnya.

Katanya filsafat adalah ilmu bagi orang yang mencintai kebijaksanaan, tetapi tunggu dulu. Aristoteles salah menghitung fakta sederhana tentang gigi manusia. Descartes menjadikan pikirannya sendiri sebagai titik awal kepastian. Thales menebak bahwa air adalah bahan dasar alam semesta. Nietzsche membangun teorinya di atas spekulasi tentang pengulangan kehidupan.

Orang-orang ini menari dalam kegelapan pikirannya dan menganggap itu adalah cahaya kebijaksanaan. Ajaran dari timur yang melampaui "baik dan jahat" menjadi salah satu zat penenang bagi hati beberapa orang. Bahkan para pegiat ilmu ini ada yang tidak tahu siapa dirinya salah satunya adalah Reza A.A. Wattimena.

Masalah utamanya bukan karena para filsuf pernah salah, melainkan karena filsafat menjadikan akal manusia sebagai titik awal untuk mencari kebenaran. Saat akal manusia ditempatkan di atas Kitab Suci, maka manusia sedang berjalan dalam terang ciptaannya sendiri.

Tidak heran Paulus memperingatkan, "Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu (Kolose 2:8)"

b. Spekulasi teologi memenjarakan manusia dalam sistem pemikirannya.

John M. Frame menjelaskan teologi bukanlah pengganti Alkitab. Ilmu ini mempelajari tentang Tuhan, diri sendiri dan semesta. Harapannya melalui bidang ini manusia dapat menciptakan cahayanya sendiri agar dia dapat membuat jalan menuju keabadian.

Faktanya ada yang namanya spekulasi teologi. Kegelapan mulai masuk ketika manusia tidak lagi puas dengan apa yang tertulis dan mulai mengajarkan hal-hal yang tidak pernah diajarkan Kitab Suci. Para rohaniawan menciptakan ajaran teologi anjing dan kucing, teologi air, teologi kemakmuran, teologi perjanjian dsbnya berbagai pemikiran liar ada di sini.

Daur ulang teologi juga bertebaran dalam pilihan yang ditawarkan oleh kegelapan. Liberalisme dan berbagai pemikiran bebas menari-nari menarik pikiran banyak orang karena isinya menarik hati dan dibeking nama besar dari anak-anak kegelapan.

Masalahnya bukan pada studi Alkitab itu sendiri, melainkan ketika manusia mulai berspekulasi melampaui apa yang tertulis dan menjadikan pemikiran teologis lebih tinggi daripada firman Tuhan yang seharusnya menjadi hakim atas seluruh pemikiran manusia.

Paulus mengingatkan, "Jangan melampaui apa yang ada tertulis (1 Korintus 4:6)". Ketika manusia melampaui firman Tuhan, ia tidak sedang berjalan dalam terang, melainkan dalam kegelapan spekulasinya sendiri.

c. Sains memenjarakan manusia dalam dunia materi.

Sekalipun sains bermanfaat namun ia bukan kebenaran. Ya, sains dapat menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja, tetapi tidak dapat menjawab mengapa manusia berdosa, mengapa manusia mati, dan bagaimana manusia dapat diperdamaikan dengan Tuhan.

Sains juga tidak menerangi jiwa yang berada dalam kegelapan. Justru akhir-akhir ini bidang ini dijadikan "agama" oleh penganutnya dan menjadi kegelapan dalam versi yang lebih pekat, Ryu Hasan adalah salah satunya.

Para sarjana yang berkutat dalam bidang ini sering melewati batas (mereka menyangkal Tuhan), berpikir dirinya "pintar" padahal mereka sendiri tahu "sains sifatnya berubah-ubah tidak ada yang pasti di sini", namun di sinilah daya tariknya. Mereka bisa berkata "A" hari ini, beberapa jam berikutnya bisa berkata "B" saat teori baru dibuat.

Alkitab mencatat "Oleh hikmat Allah, dunia tidak mengenal Allah oleh hikmatnya (1 Korintus 1:21)". Masalah manusia adalah kebutaan rohani. Hikmat dunia dapat menghasilkan teknologi, tetapi tidak dapat membawa manusia kepada pengenalan yang menyelamatkan tentang Tuhan.

d. Agama memenjarakan manusia dalam ritual dan usahanya sendiri.

Agama adalah tempat pelarian terfavorit banyak orang. Berharap mendapatkan keselamatan melalui berbagai ritual dan larangan, manusia menjerumuskan dirinya pada agama orang tuanya dan agama ciptaannya sendiri. Kegelapan dalam bidang ini dilindungi oleh undang-undang dan si ular tua mendesis mengatakan "semua agama mengajarkan kebaikan" dihadapan kegelapan "semua agama itu sama".

Alat kegelapan terbaik dalam memelihara manusia berdosa adalah agama. Agama menjadi o***m (penenang) bagi manusia yang sudah jatuh dalam dosa, berpikir mereka berada di jalan lurus, nyatanya jalan itu ujungnya maut.

Semua jalan di atas memiliki satu kesamaan. Manusia berusaha menemukan jalan menuju Tuhan dengan kekuatannya sendiri. Namun manusia yang berada dalam kegelapan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Jika terang dapat ditemukan, maka terang itulah yang menyatakan dirinya sendiri.

Kitab suci memberitahu "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:14)". Keselamatan tidak ditemukan dalam ritual manusia, melainkan dalam anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus.

Sekarang kita meninggalkan kegelapan menuju terang.

1. Filsafat tidak mati untuk dosa manusia.
2. Teologi tidak bangkit dari kubur.
3. Sains tidak menanggung murka Tuhan.
4. Agama tidak dapat menghapus satu dosa pun.

Hanya Yesus Kristus yang datang dari sorga, memberikan nyawaNya/mati bagi kita orang berdosa, dikuburkan, bangkit pada hari yang ketiga. Ia memberikan hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.

Manusia membutuhkan juruslamat agar terlepas dari keempat penjara jiwa itu. Tuhan semesta ingin manusia mengetahui siapa diriNya. Dia tidak menyembunyikan diriNya seperti yang dilakukan oleh ilah-ilah palsu. Dia menyatakan, memberitahukan dan menyingkapkan siapa diriNya dalam Alkitab.

Gbl. Ranto V. Simamora

Address

Danau Indah 10
North Jakarta
14360

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Baptis Alkitabiah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category