Majelis Dzikir dan Sholawat Kalimosodo

Majelis Dzikir dan Sholawat Kalimosodo Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Majelis Dzikir dan Sholawat Kalimosodo, Religious Center, Nogosari.

24/10/2023

Agenda Haul Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ke-112 (Haul Solo) November 2023

23/05/2023
30/07/2022
22/06/2022

SABABUL FUTUH
"Kunci dibukakannya nasib baik seorang anak"
Almaghfurlah Romo KH. Abdullah Saad
________________________________________

Edited By: Syauqi Lentera

Beliau bernama Wasitah, nama yang ndeso. Wajahnya juga pribumi, bukan keturunan kyai ataupun priyayi. Tidak pernah mondo...
17/02/2022

Beliau bernama Wasitah, nama yang ndeso. Wajahnya juga pribumi, bukan keturunan kyai ataupun priyayi. Tidak pernah mondok ataupun latar belakang santri. Ibuku hanyalah penjual tempe, dan bapakku seorang petani.

Tapi ibuku sangat s**a mendengarkan pengajian, setiap hari kaset KH. Zainuddin MZ diputar berulang-ulang. Hingga aku hampir hafal setiap detail urutan perkataan yang disampaikan.

Suatu hari ibuku mendengar keterangan dari kitab Ta'limul Muta'allim, bahwa jika ingin mempunyai keturunan yang ahlil 'ilmi (santri) maka harus rajin sedekah ke santri. Satu hal ini ibuku pegang dengan teguh kemudian mengamalkannya.

Sering ibu mengirim makanan ke santri yang ada di dekat rumah, pondok pesantrennya kyai Charir (almarhum). Bahkan sengaja mengundang santri untuk datang ke rumah.

Keinginan untuk mempunyai keturunan yang ahlil 'ilmi tersebut mulai menemukan jalan, anak-anaknya ingin mondok tanpa diminta dan tanpa paksaan. Lima orang anaknya mondok di tempat berbeda.

Bisa dibayangkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengirimi mereka setiap bulan. Apalagi ketika datang krisis moneter, ekonomi keluarga mengalami kemunduran drastis. Aku menawarkan diri untuk pulang, membantu ibu di rumah. Atau ikut teman-teman kerja di Jakarta, agar bisa mengirimi uang.

Tapi ibu dengan keras menolak. Bahkan terlihat aura marah di wajahnya. Kemudian dengan nada memelas beliau memintaku untuk tetap berangkat ke pondok, untuk urusan biaya biar ibu yang memikirkannya.

Hasilnya, sekarang anak-anaknya telah menjadi orang yang dihormati. Beberapa di antaranya menjadi pengasuh pondok pesantren. Buah dari perjuangan ibu yang begitu kerasnya.

Doa yang ibu amalkan setiap hari, sekarang terkabul :
اللهم احينا بحياة العلماء وامتنا بموت الشهداء

Semasa hidupnya beliau dikelilingi oleh santri, dan meninggal dunia dengan senyuman terukir di wajahnya, diiringi tangisan ribuan orang yang takziah. Ya, ribuan orang mengantar kepergian ibu ke peristirahatan terakhirnya. Sebuah hal yang mustahil bagi penjual tempe.

Address

Nogosari
57378

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Dzikir dan Sholawat Kalimosodo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Majelis Dzikir dan Sholawat Kalimosodo:

Shortcuts

Share