Hal ini di perparah dengan kurangnya kesempatan bagi para hafizhoh untuk melakukan sim’aan di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten baik secara individu, instansi maupun pemerintah dan masyarakat. Dengan fakta tersebut, pendiri mencoba intropeksi kedalam tanpa menyalahkan siapapun untuk menemukan jawaban, dengan cara melihat kekurangan dan penyebab adanya kesenjangan tersebut. Para hafizhoh ter
nyata kurang memiliki kompetitif. Penyebabnya adalah keterbatasan pengetahuan, wawasan dan tingkat pendidikan formal yang kurang memadai. Kemampuan interaksi sosial yang kurang, sebab mengkristalnya pemikiran, bahwa membaca al-Qur’an adalah satu-satunya ibadah berat yang tidak bisa digesekkan dengan kehidupan dunia. Problematika tersebut harus cepat disikapi mengingat para hafizhoh adalah warga Negara yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan moral dan spiritual bangsa. Oleh karenanya keinginan agar “ They Have Skill’s menjadi ide dari pendiri “ F A S I H “ . Semua tujuan ini akan semakin terasa berat jika tanpa ada bantuan moril, matriil dari seluruh elemen bangsa.