20/05/2021
Kupatan, masyarakat dusun kami biasa menyebutnya.
Rangkaian acara hari raya idul fitri yang tidak pernah ditinggalkan selama masjid ini berdiri.
Menurut kalangan masyarakat di dusun kami, kupat/ketupat ini adalah singkatan dari kata "Ngaku Lepat" atau mengakui kesalahan. Dimana kita sebagai manusia, dalam kehidupan bermasyarakat pasti dan selalu akan membuat kesalahan.
Kesalahan terhadap Allah Swt dan juga antara sesama manusia.
Dalam momentum perayaan hari raya idul fitri ini adalah sarana yang paling mudah dalam mengutarakan permohonan maaf kepada keluarga, tetangga, sahabat dan sanak saudara.
Setelah satu minggu disibukkan dengan mengunjungi tetangga dan sanak keluarga, pada 8 syawal tepatnya jam 06.00 masyarakat berkumpul di masjid dengan membawa satu wadah berisi ketupat lengkap dengan sayur lodehnya 😀.
Diawali dengan tahlil beserta doa dan diakhiri dengan makan ketupat bersama. Dan saling menukar ketupat yang dibawa sebagai wujud s**a cita menyambut lembaran kehidupan di bulan syawal ini.
Jika beruntung ada lepet juga lontong didalamnya 😅.
Kamis 20 Mei 2021/ 08 Syawal 1442 H